NovelToon NovelToon
Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:132.5k
Nilai: 5
Nama Author: Purnama.estys

Remaja Bar-bar menikah dengan ustadz dingin? Bagaimana bisa!😱

Berawal dari hukuman yang mengharuskan Naura, seorang remaja nakal dan bertindak semaunya melanjutkan sekolah ke Pesantren.

Tapi siapa sangka jika sosok naura dapat menaklukkan hati ustadz fahri, ustadz yang dinginnya bagaikan kutub utara.

Tapi perjalanan mendapatkan hati ustadz dingin itu tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak rintangan yang harus dilalui naura, mulai dari dia yang belum menyukai pria itu dan hanya menjadikannya sebagai taruhan dari rivalnya saja, hingga pernikahan tersembunyi yang menimbulkan berbagai konflik...

Bagaimana perjalanan naura menjadikan ustadz dingin itu menjadi lebih hangat? Dan mampukah naura terus memikat hati ustadz dingin itu?

Langsung aja yuk ikuti kisahnya...

Jangan lupa Like+ Komen+ Bintang nya ya ✨💙

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnama.estys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 09 Masalah Baru

.....

"Ada apa ini?" tanya seorang perempuan

"Nah itu, tadi dia yang bawa gue ke sini" sambil menunjuk kearah naila

"Naila? ucap kedua santriwati itu serentak

"Je, Mira... ini naura santriwati baru yang akan tinggal bersama kalian disini, maaf ya tadi aku belum sempat bilang ke kalian" jelas naila

"Silahkan kalian berkenalan" lanjut naila

Mereka kemudian berjabatan tangan, terlihat dua santriwati manis itu menjabat tangan naura dengan ramah sementara naila perempuan yang sama cantiknya seperti naura tersenyum melihatnya.

"Hmm kamu pasti dari jakarta ya?" ucap mira penasaran

"Iya" jawab naura cuek

"Ya udah karena sudah saling mengenal, aku harap kalian bisa jadi teman sekamar yang baik" ucap Naila

"HAH satu kamar, bertiga?" dengan mulut menganga dan dijawab dengan anggukan oleh naila

"Yang benar aja, kamar ini kecil bahkan lebih besar kamar mandi gue" ucap naura

"Astaghfirullah..." Ucap ketiga perempuan itu

"Naura kamu tidak boleh berbicara seperti itu, walaupun kamar ini tidak besar tetapi sudah lebih dari cukup untuk membuat nyaman" nasihat je

"Ckk, nyaman.." dengan seringai tipis di bibirnya

"Hmm sudah, Naura kamu bisa kok pilih tempat tidur yang kamu suka, yang penting kamu nyaman" ucap naila menengahi

"Gue di ujung sana aja" balas naura

"Ya sudah, kalau gitu saya keluar dulu ya. Semoga kita semua bisa jadi teman yang baik... Assalamualaikum" ucap naila lalu berlalu pergi

"Wa'alaikumussalam" ucap je dan mira sementara naura kembali memainkan handphone nya

"Naura, kamu masi pegang hp?" tanya je heran (Je adalah nama panggilan untuk Jannah)

"Kenapa emang nya? Inikan hp gue bukan hp curian" jawab naura asal

"Iya aku tahu, tapi aturan disini melarang santri untuk menggunakan hp" jelasnya lembut

"Betul kata je nanti hp kamu disita loh. Mending disita, kadang bisa dihancurin" tambah mira

"Terserah, gue bisa beli lagi, tapi awas aja kalau kalian laporkan" ancam naura

Setelah dirasa bosan memainkan gadgetnya naura kini merasa tubuhnya telah lengket dengan keringat sebab belum terbiasa tanpa AC, berbeda saat dirumah nya

"Btw gue mau mandi nih, gerah banget gue..mana kamar mandi?" sambil melihat ke kanan dan kiri

"Ada, Yuk aku antar" ucap mira dan diikuti naura

"Kok kesini sih?" sesampainya di suatu ruangan yang terlihat ramai

"Kamu bilang mau mandikan" balas mira

"Iya mandi, bukan ngantri sembako"

"Hmm ada ada saja kamu, kita ini dikamar mandi kok, tapi memang di pesantren ini biasa antri kalau mandi, ya seperti ini" jelas mira

"HAH PAPA" teriak naura untung mira langsung menutup mulutnya

"Hust.. Kita tunggu sebentar" bisik nya

....

Keesokan paginya

"Naura.. Naura.. Bangun"

"Ckk, apa sih?"

"Kita sholat yuk" ajak mira

"Shalat apa malam malam begini?" dengan suara beratnya

"Shalat subuh na, memang kamu mau besok malam kita bangunkan untuk tahajud?" tanya mira

"Gue gak pernah sholat begituan, udah deh kalian aja" ucapnya kembali tertidur

"Hmm ya udah, tapi sholat subuh dulu yuk" ucap mira kembali

"Iyaa bentar lagi" lirih naura dan kembali tertidur lelap

Pukul 05.30 telah tiba

"Naura, bangun... " suara yang sama membangunkan

"Siram aja deh pakai air, siapa tau bangun" bisik je dan disetujui mira, cipratan air pun di hujan kan ke wajah naura

"Ihhh, apaan sih mbok"

"Mbok? Mungkin dia masi mengigau, siram lagi" bisik je kembali dan akhirnya cipratan itu mampu membangunkan naura

"Kalian, kenapa siram gue?" tanya naura kesal

"Hmm maaf naura kami hanya berniat membangun kamu saja, sudah sejak tadi kami membangunkan kamu" cicit mira pelan

"Ya tapi kan ini masi malam, kan bisa nanti aja pas udah pagi"

"Ini udah sangat pagi na" ucap je

"Jam berapa?" pasalnya dia juga belum mendengar alarm pukul 07.00 nya

"Jam 5.30 na, kami sudah bersiap untuk ke kelas pagi ini" tutur mira sebab pagi ini ada jadwal ganti mata pelajaran di kelasnya

"5.30? kalau pagi itu jam 7, paling mentok jam 7.15" bantah naura menyesuaikan waktu dirumahnya sementara mereka yang mendengar ucapan naura hanya tertawa

"Iya na, itu pagi kalau dirumah kamu, tapi ini kan di pesantren" ucap je

"Gue malas. Gue mau lanjut tidurr" ucap naura tak terbantahkan

"Na, kamu belum sholat subuh loh...dan nanti akan ada ustadzah untuk patroli ke setiap kamar, nanti kamu dimarahin loh terus dihukum, gimana?" ucap mira

"Gak peduli,,, gue gak takut" ucapnya menantang

"Tapi hukumannya kamu disuruh berdiri di lapangan dan parahnya lagi kamu gak akan dikasi kesempatan untuk..." "Bodo amat gue gak peduli" potong naura tak ingin mendengar kelanjutan mira.

"Ya sudah nanti segera bangun dan bersiap ya na" lirih Mira

Akhirnya mau tidak mau kedua perempuan itu kini pergi meninggalkan naura

Dering alarm telah berbunyi menandakan saat ini sudah pukul 7 pagi, tetapi bukannya bangun naura malah mematikan alarm itu dan menyelimuti kembali tubuhnya dengan selimut hingga ke ujung kepalanya. Saat terlelap kembali tiba tiba seseorang menarik selimutnya dengan kasar.

"Apaan sih lu, udah gue bilang nanti gue bangun..." dengan spontan lalu terduduk tanpa membuka matanya

"Hebat kamu ya, udah jam segini kamu belum bangun juga" ucap seorang wanita, mendengar suara asing berbicara akhirnya naura membuka matanya

"Siapa lu? Masuk ke kamar orang sembarangan, Gak sopan lu" ucap naura kesal

"Kamu ya gak ada sopan santun nya sama ustadzah, udah telat bangun" ucap seorang wanita lainnya

"Apaan sih gak jelas lu bedua, sekarang gue minta lu keluar sekarang...KELUAR" bentak naura diakhir kalimat

Sementara dua wanita itu terkejut, karena baru kali ini ada seorang santriwati yang salah dan malah berani berkata kasar kepada mereka.

Tok

Tok

Tok

(Terdengar ketukan pintu dari arah luar)

"Assalamualaikum ustadzah Juli" ucap seorang yang ternyata itu mira dan je

"Wa'alaikumussalam" ucap ustadzah itu

"Maaf ustadzah kami izin masuk" ucap mira dan dimengerti oleh ustadzah juli

Kemudian kedua perempuan yang baru tadi malam sekamar dengan naura mendekat kearah gadis itu dan berbisik kepada naura.

"Itu ustadzah Juli yang tadi pagi aku ceritakan, dia sekarang lagi patroli untuk mengecek santriwati yang belum bangun" cicit mira pelan sementara naura membulatkan matanya

"Kenapa kamu baru bangun na?" Lanjut Mira

"Aduh gak tau, tadi gue sempat marahin ni ustadzah" balas naura tak kalah pelannya

"Jadi gimana ni?" sambung naura

Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Mira memberanikan diri menjelaskan kepada ustadzah juli.

"Maaf ustadzah sebelumnya, ini teman sekamar kami namanya Naura Cantika, dia adalah santriwati baru di pesantren ini... sebelumnya maaf jika dia menyalahi aturan di Pesantren ini" jelas mira sopan

"Hah, santriwati baru rupanya pantas tidak ada adab" ucap wanita yang bersama ustadzah juli sementara ustadzah juli yang mendengar itu memberi kode untuk diam kepada asistennya

"Baiklah karena kamu santriwati baru saya akan maafkan...". "Yes" potong naura

Mira yang mendengar itu langsung menggeleng kepala mengingatkan naura agar diam dan tidak memotong perkataan ustadzah juli

"Tetapi aturan tetaplah aturan, dan hukuman akan tetap berjalan...Mira, bawa teman kamu ke lapangan sekarang" ucap ustadzah juli lalu berlalu pergi meninggalkan mereka

1
Neviyanti
selalu bikin penasaran, tp knapa bab 25 ko lma nunggunya
Neviyanti
bab 25 knapa ga bisa dibuka ya
Neviyanti
jd penasaran
Ikhsan Herny
bagus banget
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
kesian banget ustad Fahri kn air mata buaya 🐊 y Naura 😁gk jd MP dah
sabar... sabar.. y ustad
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
sepertinya Naura lupa atau gk sadar klo dah nikah semakin capeknya jd buka baju aja, gk inget klo ada suami y 😁
IndraAsya
👣👣👣 jejak 💪💪💪😘😘😘
Esti Fitria Yun
lanjut ka...
kpn nih malam pertama buat mereka.hehe
Abdul Aziz: lanjut kk
total 1 replies
Esti Fitria Yun
lanjut
Masita Antu
pokoknya mantap ceritanya deh
Masita Antu
ceritanye mantep
Esti Fitria Yun
ayo donk Gus Fahri tolongin Naura ..
Esti Fitria Yun
akhirnya up Thor. lanjut thor
Esty Purnama Sari: Siapp☺️
total 1 replies
Fahri Kiyozie
iki kapan toh kk lanjut suwe temen opo Wes rampung kk kok orah lanjut
Fahri Kiyozie
sayang kk gak ada kelanjutannya mohon di selesaikan jadi tahu kisahnya
Fahri Kiyozie
kapan ini ada kelanjutan nya kk
bunda Akram/Aqilah
kok tdk ada kelanjutan'nya ptus tengah jalan udah terlanjur jatuh cnta lgi sm critanya.
Rahma Nisa
thoor kpn up lagi
Rahma Nisa
ko Lum up jg thoor
Esti Fitria Yun
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!