Kisah cinta antara dua manusia yang sama-sama tak ingin tersakiti.
Fiora harus menelan pil pahit saat tau bahwa pria idaman nya telah mempunyai cinta yang selama ini di tunggu nya..dia menyerah sebelum berperang.
Zemi pria yang memiliki pendirian dan teguh dan jiwa respect yang tinggi harus merasakan sakit dua kali saya tau wanita yang dia tunggu-tunggu ternyata tak lebih dari seorang jallang.
Akankah Fiora dan Zemi bersatu..?
Bagaimana kelanjutan kisah mereka..nantikan hanya di sini 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep_9 Mimpi atau Halusinasi
Di depan pintu kamar mandi tampak sepasang mata yang tengah melihat wajah teduh Fiora..sepasang mata itu tersenyum miring saat melihat kulit mulus Fiora yang hanya sebatas dada ke atas.
"Cantik" gumam nya meneliti setiap jengkal tubuh Fiora yang masih terendam air di bathtub dan hanya terlihat sebatas dada sedikit keatas.
Orang itu hanya memandangi tanpa berniat untuk melakukan hal lebih..setelah nya dia kembali menghilang,kembali ke tempat nya..Fiora tampak membuka mata nya dan menyudahi sesi berendam nya.
Dia agak ngantuk dan lumayan lah tadi terlelap meski sebentar tapi setidak nya mengurangi kepenatan dalam diri nya..dia keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai bathrobe dengan handuk kecil yang menggulung rambut nya yang basah.
"Oh my God..aku lelah sekali..aku butuh tidur tapi aku lapar juga" ujar mau mengeluh ngantuk tapi lapar juga.
Fiora memilih berganti pakaian lalu keluar setelah membuka kunci pintu kamar nya..dia sedikit merasa aneh dengan jendela kamar nya yang gorden nya sedikit tersingkap..apa dia salah lihat atau dia lupa tidak menutup rapat gorden kamar nya..entah lah Fiora tidak ingat.
Fiora turun dan mendapati Jack tengah duduk di sofa ruang keluarga dengan televisi yang menyala..Fiora menghampiri nya dan ikut duduk di sebelah nya.
"Kau sedang apa..kenapa tidak istirahat?" tanya Fiora menatap aneh pada Jack yang hanya bengong melihat lurus televisi yang menyala itu.
Jack tak menjawab dia melamun..entah apa yang dia pikirkan saat ini..Fiora merasa Jack mungkin sedang ada masalah atau tengah memikirkan sesuatu mungkin.
"Jack" panggil Fio memukul bahu Jack yang membuat pria itu tersentak kaget dari lamunan nya.
"Eh..astaga.. kenapa,ada apa?" kaget Jack langsung bertanya pada Fiora.
"Kau kenapa melamun..ada masalah?" ujar Fiora langsung pada inti nya.
"Ah tidak..sejak kapan kau di sini?" tanya Jack yang merasa tidak tau keberadaan Fiora di samping nya tengah duduk menatap intens raut wajah nya.
"Aku sudah 10 menit yang lalu di sini dan kau hanya melamun entah sejak kapan..apa kau baru di putuskan oleh perempuan itu?" tuduh Fiora pada Jack yang membuat Jack gemas dan menjitak kepala Fiora dengan gemas.
"Aishhh..kau menyebalkan sekali sih..kepala ku ini sangat berharga karena menyimpan banyak ide yang menguntungkan bagi masa depan ku..jangan seenak nya menjitak nya ya..menyebalkan ck" cerocos Fiora yang hanya di tanggapi dengan kekehan kecil dari Jack.
Jack mengelus rambut Fiora lalu mengusap kening yang tadi dia sentil meski tidak sakit karena dia sangat pelan menyentil nya..mana mungkin dia menyakiti wanita tersayang nya ini..bisa di babat habis dia oleh ibu nya.
"Uluh..uluh kesayangan ku ngambek..sini peluk dulu" Jack merentangkan kedua tangan nya berharap Fiora akan menyambut dan masuk kedalam pelukan nya tapi di luar dugaan.
Bughhhh.....
"Arkhhhhhhh..shhhhh Fio..kau..oh astaga perut ku" ringis Jack saat merasakan kepalan tangan Fiora di perut sixpack nya.
"Kenapa..kau pikir aku mau di peluk oleh jomblo seperti mu ck..lebih baik aku makan saja mengisi perut agar hati senang..bye..bye" ujar Fiora berdecak puas melihat Jack meringis memegangi perut nya yang habis mendapatkan satronan tangan nya.
Fiora meninggalkan Jack yang hanya menatap kesal Fiora, kenapa bisa bisa nya gadis nakal itu membuat nya kalah telak..astaga kenapa dia tidak bisa mengalahkan kaum hawa sih..tidak Fiora,ibu nya,bahkan kekasih nya pun sama saja seperti Fiora.
Malam nya Fiora hampir memejam kan mata nya..entah kenapa rasa kantuk nya tiba-tiba menyerang..dalam hitungan detik mata indah nya akhir nya menutup sempurna..seorang masuk kedalam kamar Fiora..orang itu menatap Fiora yang terlelap damai di alam mimpi nya.. orang itu mengelus rambut dan wajah Fiora dengan perlahan.
"Cantik.. Aku merindukan mu" ujar nya lalu menaiki ranjang dimana Fiora yang masih terlelap.
Orang itu merengkuh tubuh mungil gadis kecintaan nya itu dan dia peluk lalu dia benam kan wajah gadis itu pada dada nya..sapuan nafas Fiora begitu hangat di dada nya..dia merinding dan memilih memejamkan mata nya tak mau melanggar apa yang telah dia ucapkan dan dia terapkan sejak dia menjadi pria dewasa.
"Aku mencintaimu mu Fio,sangat mencintaimu" ujar nya memejamkan mata menyusul Fiora yang sudah terlelap dalam mimpi nya.
Tak lupa orang itu mengunci pintu kamar Fiora..bukan apa dia hanya tak ingin ketahuan oleh seseorang jika menyelinap masuk kedalam kamar gadis kecintaan nya ini.
Tengah malam entah jam berapa Fiora sayup-sayup membuka mata nya..dia merasa nyaman dan sedikit berat di perut nya seperti ada yang menimpa tapi entah dia tidak tau.. Fiora membuka mata nya dan melihat sebuah tangan yang tengah melingkar di perut nya.
"Zemi" ujar nya lirih.
Fiora merasa dia sudah gila karena sempat-sempat nya otak sialan milik nya yang kata nya menyimpan banyak ide yang akan membuat masa depan nya cerah itu malah memikirkan pria sialan yang telah membuat hati nya kembali membeku.
Otak nya meracuni nya hingga dia berhalusinasi melihat Zemi tengah memeluk nya di atas ranjang yang sama dengan nya..otak nya memang sialan dia tidak suka tapi dia tidak mau kehilangan momen ini meski hanya halusinasi tapi dia tetap bahagia.
"Aku merindukan mu..entah mimpi atau halusinasi aku tak perduli dengan itu,yang aku mau saat ini adalah melihat mu meski bukan nyata tapi aku sudah cukup dengan itu" ujar nya lirih memejamkan mata kembali sambil merapatkan tubuh nya pada sosok di samping yang tengah memeluk nya.
Sosok itu tersenyum mendengar kata-kata Fiora tadi..dia cukup bahagia karena bukan hanya dia yang merindu ternyata.
Kedua nya sama-sama mengarungi mimpi lagi hingga saat pagi menyingsing Fiora membuka kembali mata nya dan melihat sisi lain ranjang nya kosong..benar ini pasti mimpi atau hanya sekedar halusinasi nya saja,apa segitu merindukan sosok nya hingga dia hampir gila seperti ini.
"Huhhh aku hanya bermimpi..ya aku hanya mimpi..tidak mungkin dia datang ke sini,bisa habis dia oleh Jack..ah sudah lah" gumam nya yang menatap sisi ranjang nya yang memang kosong.
Fiora memilih mandi dan bersiap untuk berangkat menuju butik..ada yang harus dia selesaikan dengan Sonya asisten kepercayaan nya yang tak lain adalah penghianat.
penasaran bangat sama mereka pas baca cerita Zizi sama arick🤭