NovelToon NovelToon
Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Single Mom / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Dilamar di hari pernikahan temannya, disaksikan ribuan pasang mata. Anggun merasa dia adalah orang yang paling bahagia di dunia ini kala itu. Namun sayangnya, siapa yang menyangka kalau rumah tangga mereka akan terancam oleh kedatangan orang ketika pilihan dari keluarga kandung yang tidak suka dengan kehadiran Anggun sebagai menantu keluarga mereka.

Akankah Anggun bisa tetap bertahan setelah badai besar itu datang? Bagaimana sikap Dion sang suami saat dihadapkan dengan kedatangan orang ketiga yang orang tua kandungnya pilihkan? Ikuti kisah mereka di sini yah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part *9

"Aku ingin. Tapi ... hiks, aku tidak tahu bagaimana harus bersikap seperti itu, kak." Sisil berucap sambil menggosok matanya dengan satu tangan.

Dion terdiam sambil melihat perempuan yang ada di sampingnya saat ini. Perempuan itu memang seperti seorang anak kecil yang masih tidak tahu bagaimana caranya bersikap.

'Dia mungkin tidak salah. Tapi yang salah itu mungkin orang tuanya. Karena dia terlalu dimanja, maka dia bersikap seperti ini pada usianya yang sudah dewasa. Aku tidak bisa menyalahkan dia atas semua yang terjadi pada dirinya.'

Dion mengangkat tangan untuk menyentuh kepala Sisil. Namun, tangan itu terasa sangat berat untuk dia gerakkan. Sudah berhasil dia angkat, tapi masih juga tertahan saat ingin menyentuh pucuk kepala perempuan manja itu.

Tapi pada akhirnya, tangan itu berhasil juga menyentuh pucuk kepala Sisil. Dion langsung membelai rambut Sisil dengan lembut agar gadis itu bisa sedikit membaik dan segera menghentikan tangisannya.

Benar saja, usaha itu berhasil. Sisil langsung menoleh ke arah Dion yang sedang membelai rambutnya dengan lembut.

"Kak Dion."

"Sudah ya. Jangan menangis lagi. Aku minta maaf atas apa yang terjadi. Kamu tidak salah. Tapi, tolong pahami apa yang aku katakan barusan. Aku memang tidak bisa nyetir sambil ngobrol. Jadi, jangan ajak aku bicara dulu. Karena aku harus fokus dengan jalan yang aku lalui."

"Aku tahu. Maafkan aku, kak Dion. Aku janji gak akan bikin ulah lagi. Tapi, kak Dion janji jangan marah padaku, ya. Aku gak suka kalo ada yang marah padaku, kak."

"Iya. Aku gak akan marah. Tapi, tolong jangan bikin aku marah. Karena aku tidak punya banyak stok kesabaran."

"Tuh, kan. Kak Dion masih belum bisa maafin aku. Hiks, kak Dion .... "

"Iya-iya. Aku gak akan marah. Tolong jangan nangis lagi. Kita akan melanjutkan perjalan kita sekarang juga."

"Janji?"

"Hm .... "

"Ih ... janji dulu, kak Dion."

"Iy--iya. Aku janji."

"Nah ... gitu kan enak."

Dion hanya bisa melepas napas berat secara perlahan. Dia hanya bisa melakukan cara itu agar semua masalah yang sedang dia hadapi segera terselesaikan.

Namun, tanpa dia sadari, dia baru saja membuat masalah semakin berat untuk dirinya. Dan juga ... ada masalah yang lebih besar sedang menanti dirinya saat ini.

Sementara itu, Anggun yang masuk setengah hari kerja, kini sudah pulang ke rumah. Kepulangannya sudah di tunggu oleh bi Ina.

"Non Anggun udah pulang? Bibi punya sesuatu untuk dibicarakan jika non gak lelah."

"Aku gak lelah kok, bik. Mau bicara apa? Katakan saja sekarang!"

"Ini soal tuan Dion, non. Dia akan datang ke .... "

Ucapan bi Ina terhenti karena bunyi dering ponsel milik Anggun. Segera, Anggun yang mendengar bunyi deringan tersebut mengalihkan perhatian dari bi Ina untuk melihat siapa yang sedang menghubunginya.

"Papa," ucap Anggun lirih saat melihat nama papa mertuanya yang tertera di sana.

"Tuan besar, non?"

Anggun mengangguk pelan. Tanpa menjawab ucapan bi Ina dengan kata-kata lagi. Karena dia yang sedang penasaran dengan panggilan itu langsung menggeser layar gawai nya untuk menjawab panggilan tersebut.

"Halo, Pa."

"Gun, kamu di mana, Nak? Mama kamu sekarang sedang berada di rumah sakit."

"Hah? Mama masuk rumah sakit? Apa yang terjadi dengan mama, Pa? Rumah sakit mana mama sekarang?"

Wajah panik kini tergambar dengan jelas di raut wajah Anggun. Meski orang tua itu hanya sebatas mertua angkatnya saja. Tapi dia sudah sangat menyayangi orang tua tersebut. Karena kasih sayang, juga sikap baik orang tua itu sungguh membuat hatinya merasa nyaman.

"Mama kamu ada di rumah sakit Pelita Medical. Dia mengalami sesak napas tadi. Kamu bisa ke sini sekarang, gak? Jika gak bisa, gak papa kok, Gun. Mama kamu udah lumayan membaik kok sekarang."

"Aku bisa, Pa. Aku akan ke sana sekarang."

"Baiklah kalau gitu. Papa juga mengharap kamu bisa datang. Karena sepertinya, mama kamu sangat membutuhkan teman untuk meringankan rasa sakitnya akibat beban pikiran ini."

"Baiklah, Pa. Aku akan secepatnya sampai ke rumah sakit itu."

"Hati-hati dijalan, Gun. Gak perlu buru-buru juga kok, Nak."

"Iya, Pa. Tenang saja."

Setelah panggilan berakhir, Anggun langsung menyambar tas yang masih berada di hadapannya saat ini. Dia ingin langsung bergegas ke rumah sakit agar bisa melihat mana mertua angkatnya yang sedang di rawat.

Namum, bi Ina yang merasa cukup penasaran itu langsung menahan langkah cepat Anggun.

"Ada apa, non Anggun? Apa yang terjadi?"

"Mama masuk rumah sakit, Bik. Aku harus segera ke sana sekarang juga."

"Nyonya masuk rumah sakit? Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan nyonya sekarang, Non?"

Perempuan itu juga ikut merasa panik dan cemas saat ini. Bagaimana tidak? Dia sudah berkerja dengan orang tua angkat Dion sejak lama. Sejak Dion masih bayi lagi. Dia sudah ikut keluarga itu ke mana mereka pergi.

Sementara sekarang, karena permintaan Dion, dia harus ikut tinggal di rumah Dion untuk bekerja dengan anak yang dia asuh sejak kecil. Karena itulah, bi Ina cukup dengan dengan Dion. Bahkan, posisinya di keluarga Dion, mungkin tidak sekedar pembantu saja. Melainkan, sudah menjadi bagian keluarga.

"Mama sudah mendingan kok, Bi."

"Ah, syukurlah kalau gitu. Oh ya, apa bibi boleh ikut dengan non Anggun ke rumah sakit buat jenguk nyonya sekarang? Bibi juga ingin lihat bagaimana keadaan nyonya besar saat ini, non Anggun."

"Ah, tentu saja boleh, bik. Kenapa harus tidak boleh sih? Ayo berangkat sekarang! Kita harus cepat sampai ke sana. Karena aku sudah janji sama papa, aku akan cepat sampai ke rumah sakit itu buat temani mama."

"Baik, non. Ayo berangkat!"

***

Setelah mengendarai mobil selama lebih kurang dua puluh lima menit, akhirnya, mereka sampai di rumah sakit. Anggun dan bi Ina bergegas menuju ruangan yang papa mertuanya katakan.

"Melati nomor dua. Ini deh kek nya ruangan nyonya, non."

"Iya. Papa bilang tadi begitu."

Tanpa pikir panjang lagi, bi Ina langsung membuka pintu kamar rawat tersebut. Saat pintu terbuka, sepasang mata sayu sedang menyambut kedatangan mereka berdua.

Anggun langsung mempercepat langkahnya untuk sampai ke pemilik mata sayu tersebut. Sementara papa mertuanya, kini memberi ruang untuk Anggun, menggantikan posisi dirinya di samping sang istri.

"Mama. Gimana keadaan mama sekarang? Apa yang sakit, Ma?"

"Anggun. Kamu akhirnya tiba juga, Nak. Gak ada yang sakit kok, Gun. Mama hanya terlalu kelelahan saja. Makanya mama bisa drop seketika."

"Ya ampun, Ma. Kok bisa sampai drop sih? Kan aku udah bilang, kalau mama harus istirahat yang cukup. Jangan sampai banyak pikiran, gak baik buat mama."

1
ayu cantik
bagus banget
angel
kog ampai bab ini sy msh GK gerti Napa Dion bodohnya gk ketulungan 😏
Molive(virgo girl)♍
sukses selalu thor
Rani: makasih banyak2 🥰
total 1 replies
Molive(virgo girl)♍
akhirnya legah😮‍💨

padahal tadi emosiku
sudah mengebuh_gebuh
Molive(virgo girl)♍
orang tua macam kek kamu
sangat halal untuk di binasakan...
Molive(virgo girl)♍
mertua modelan kayak mereka yg mati...
bakalan aku buat acara syukuran
besar_besaran😤
Molive(virgo girl)♍
iya itu yg dari tadi kuharapkan
bangunkan sisi gelap
dan tujukan taring mu
SIALANG....
Molive(virgo girl)♍
jangan kau hanya bisa nangis SETAN
bangun dan buat perhitungan
BINATAN...
anak yg kau kandun mati sia² karna kegoisan mertua gila mu itu
jangan di biarka lolos begitu saja
PENGECUT🤬🤬🤬


iiihhsss emosi kali...
Molive(virgo girl)♍
Dion sini aku kasih cara nya
1- minta pengertian istri mu
2-nikahi si lonton itu
3-berakting sebaik mungking selama beberapa bulang...
4-Lumpuh kan mereka seumur hidup

percayalah gk ada lagi yg berani mengamcam😃
Molive(virgo girl)♍
kau enak melaksana kan tugas
tapi kasian
si anggun yg tersiksa secara fisik dan bating
*SU
Molive(virgo girl)♍
karna kau gk punya pendirian
SETANG IBLIS 😤😤😤
Kustriana Handayani
blm mudeng....
Jade Meamoure
suka thor...novel anda tidak berbelit bersilang tadah juga chapter yg tak terlalu banyak itu bikin happy.,.thanks n sukses selalu
Jade Meamoure
temennya Bang Toyib tuh
MFay
Duhh... keluarga Toxic
Risma Farna
Lah pamannya yg berbuat Anggun yg kena... mana Anggun ndak tw masalah pamannya lagi
Risma Farna
Anggun harusnya jujur ma Damarbklu dia dah nikah... ntar Damar dah ada hati trus berharap lebih dri dlsekedar rekan kerja bisa berabe... coba aja bi Ina jujur ma Anggun smua masalah Dion...
Risma Farna
trus ortu kandung Anggun kmn???
Risma Farna
jodohnya anggun dah muncul
Risma Farna
Paling jga Sisil deketin mama kandungnya Dion krna harta aja... sikapnya slama ini hanya topeng belaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!