NovelToon NovelToon
NARA

NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:747.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanna

Nara seorang gadis biasa dan sederhana terpaksa harus menikah dengan pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya karena sebuah surat wasiat dari kakeknya.

Dia harus rela berpisah dengan kekasihnya dan menjalani kehidupan pernikahannya yang bagaikan neraka.


Follow IG Author : @hanania442 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Waktu berlalu terasa begitu cepat. Namun tidak ada yang berubah pada hubungan dua insan manusia yang berbeda tunjuan dan ke inginan.

" Revan, olehkah aku pergi ke toko buku hari ini?"

"Mama akan datang hari ini. Jika tidak ingin mendapat masalah duduk dan diam saja di rumah."

"Aku hanya sebentar disana membeli beberapa buku lalu aku akan pulang secepatnnya atau kamu ikut saja. Selama menikah kita tidak pernah jalan berdua kecuali makan malam bersama rekan bisnismu."

"Sudah pergi sana, kau menggangguku saja."

"Terima kasih, suamiku. Aku sangat mencintaimu."

Nara keluar dari ruang kerja Revan dan bertemu dengan mama mertuanya. "Ma, mama sudah lama datang?"

"Minggir kau menghalangi jalanku saja."

Nara pun bergeser dari pintu ruang kerja Revan dan mempersilahkan mama mertuanya masuk. "Aku sekarang mulai terbiasa dengan sikap Ibu dan anak ini."

Nara pun menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengambil tasnya lalu beranjak pergi. Namun, Nara menghentikan langkahnya saat melintas di depan pintu ruang kerja Revan.

"Sepertinya Revan sedang di marahi ibunya? Ah! Aku penasaran apa yang mereka perdebatkan."

Perlahan Nara menempelkan telinganya ke pintu ruangan itu dan berusaha mendengar percakapan di dalam. Samar - samar terdengar oleh Nara percakapan dua orang itu. Kemudian terdengar langkah kaki. Sepertinya mama mertuanya akan keluar. Nara pun segera berlari dan menuju ke luar.

Disana sudah ada Jhon yang menunggunya. Revan sudah memerintah Jhon untuk mengantarnya.

"Nyonya, anda ingin ke toko buku dimana?"

Nara hanya terdiam tanpa memperdulikan Jhon yang kebingungan dengan sikap majikannya kali ini. Biasanya yang selalu menanyakan ini dan itu.

"Nyonya... anda ingin pergi kemana?" Jhon bertanya lagi

"Hiks..hiks..hiks"

Jhon semakin bingung saat melihat Nara menangis. Saat dia bertanya maka Nara semakim menangis dan akhirnya mereka hanya berkeliling di sepanjang jalan.

Hujan pun turun sangat deras. Langit berubah menjadi gelap dan mulai terdengar petir menyambar. Jhon pun menyarankan agar Nara pulang karena berbahaya jika tetap berkendara dalam cuaca seperti ini. Nara hanya mengangguk.

"Nyonya, kita sudah sampai. Tunggu sebentar saya akan mengambilkan payung."

Namun, saat Jhon kembali untuk memberikan payung pada Nara. Jhon melihat majikannya itu sudah keluar dari mobil dan berjalan dengan gontai dan tatapan kosong menuju rumah.

"Nyonya, apa yang anda lakukan. Anda bisa sakit jika hujan-hujanan seperti ini."

Semuanya sudah terlambat kini seluruh tubuh Nara telah basah kuyup. Nara pun masuk ke dalam kamarnya. Tanpa memperdulikan para maid yang terus membujuknya untuk mengeringkan tubuhnya dan menawarkan teh hangat.

Revan terkejut melihat keadaan Nara yang basah kuyup dan menggigil.

"Kau ini seperti anak kecil saja. Apa tidak bisa kau melakukan hal yang bermanfaat sekali saja."

Nara berjalan ke arah Revan yang sedang duduk di sofa sedang menikmati secangkir coffe hangat. Nara berhenti di hadapan Revan dan membuka kancing bajunya satu persatu-satu.

"Hei.. Apa yang kau lakukan?" Revan heran dengan tingkah Nara kali ini

Nara hanya terdiam dan terus membuka baju dan celana panjang yang ia kenakan tadi.

"Jangan pikir aku pernah tergoda denganmu sekali maka aku akan tergoda lagi. Jangan bermimpi!"

Nara menghentikan tangannya yang hendak membuka pakian dalamnya. Bukan untuk mengakhiri tapi untuk memulai hal yang lebih jauh.

Kini Nara duduk di pangkuan Revan dan mencium bibir Revan dengan lembut dan pertahan Revan kini telah runtuh. Mereka saling berpagutan dan hanyut dalam gelapnya malam dan derasnya hujan.

Revan pun membawa tubuh Nara ke atas ranjang. Membuka seluruh pakaian mereka. Revan mencium bibir merah muda nara dengan sangat bergairah lalu ciumannya beralih keleher jenjang nara dan memberikan tanda kepemilikan disana. Kini cumbuannya beralih ke payudara nara.

Menghisap dengan kuat dan sesekali digigit pelan ** yang sudah menonjol itu. Jari-jemari Revan pun terus mengeksplor milik Nara.

"Akkh.." Nara terus mendesah menikmati permainan Revan

Revan menghentikan cumbuannya lalu menatap kedua bola mata Nara yang sudah dipenuhi dengan gairah. Merekapun berciuman kembali.

"Bolehkah aku melakukannya?" Revan berbisik di telinga Nara

Nara mengangguk sembari memeluk Revan dengan erat tanda bahwa ia memberikan izin pada Revan untuk menyetubuhinya.

"Akkh.. Rev..an!!?

Nara merasakan sakit yang teramat sangat saat Revan memasuki dirinya. Ini pengalaman pertama untuk Nara. Kini rasa sakit itu berubah menjadi nikmat tiada tara.

Desahan kedua insan yang sedang memadu kasih terdengar di seluruh penjuru ruangan dan suara hujan yang tidak kalah derasnya malam itu.

Nara tahu ini bukan hal yang salah tapi dia merasa semua sentuhan Revan padanya hanya dorongan hasrat semata tidak ada rasa cinta atau kasih sayang.

Namun, Nara tetap berharap. Harapannya untuk menemukan cinta Revan di sana.

1
Nai Christian Kolb
lanjut
Ira Wati
kalau aku pergi aja dari hadapan lelaki seperti itu
Na_ernaauk
aku mampir thor...
sejauh ini memang menarik ceritanya....
Nur Kholifah
mudah2han nara berjodoh sama alvian
Nur Kholifah
nara kamu kok bodoh amaat siih.mau maunya jadi mesin pembuat anak buat revan dan mona.sungguh bodooh
Nur Kholifah
revan mempertahankanmu hny untuk harta papanya
🌼stfaiza
lanjutin dong thor yg novel Raya...kan penasaran...knp kok gk lnjut...pdhl bagus lho thor😄😄😄😄
fina eva devanti
baca novel ini bawaannya emosi terus astagfirullah:(
Tatik Pkl
Asistennya Revan???? Ah tebak2 buah semangka 🤓🤓🤓
Tatik Pkl
Anak tiri ga tau diri...
farida ainur
bagus banget
Lanny Tan
Seru thor, jadi baper...

Mampir jg ke novelku ya : HARD TO SAY GOODBYE, ini bikin baper jg lho... Thx...
Zilvi Purnama
lanjut
Irna wisudawati
lanjut Thor...
Bentang Azza
monoton ceritanya gk seruuuu cwe nya kyk murahan
ᶠˡᵃ•Fit.ry_Hiatus☘️
Nunghu ceritanya si Sean Kak,.. 😁
Diajenk Yanti
jujur menurutku tdk ada 1 wanitapun yg mau berbagi suami, jika ada dia munafik
Vida Kasim
Ferdian. .aq padamu. .wkwkkkk
Vida Kasim
agak mendingan aq baca.nya...emosi berkurang hehehe
Vida Kasim
nara..kayaknya kmu terpikir mo kembali ke revan lg yh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!