Dikhianati pasangan yang telah lama bersama sejak sekolah & bahkan nyaris menikah membuat Reza memilih meninggalkan apartemen yang sebelumnya ia beli untuk nantinya bisa ditinggali bersama kekasihnya.
Pindah ke tempat baru dengan harapan akan memiliki takdir baru nyatanya memang terjadi pada diri Reza.
Ia bertemu dengan gadis ayu namun misterius.
Yuk, kita temani Reza mencari tahu siapa sosok gadis misterius itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Pagi Yang Sial
Jarum jam berjalan melakukan tugasnya dengan baik, mengantarkan malam hingga ujung dan akhirnya kembali bertemu pagi,
Uhuuuuk uhuuuuk...
Begitulah kira-kira suara kokok suara ayam di musim dingin ini, di mana banyak manusia sakit flu, batuk, pilek dan radang tenggorokan,
Herman bangun pagi sekali seperti biasa, melaksanakan kewajiban sebagai muslim, lalu setelah itu menyibukkan diri beres-beres rumah sekaligus memasak nasi,
Tak lupa Herman juga mengelap mobil sang majikan hingga kinclong, supaya majikannya itu nantinya saat memakai mobil ke kantor kepercayaan dirinya semakin tinggi,
"Maan... Maaan..."
Terdengar suara Reza memanggil Herman dari ruang dalam,
Herman sebagai asisten yang selalu sigap dan cekatan pun langsung ngacir menuju sang majikan,
Tampak di sana Reza yang telah rapi jali dan bersiap pergi,
"Lho, tidak sarapan dulu Bang?"
Tanya Herman melihat majikannya itu seperti sudah akan langsung capcus,
"Tidak Man, aku biasa sarapan di kantin kantor, kasihan nanti kantinnya kehilangan pelanggan setampan aku,"
Ujar Reza kepedean,
Lah ini belum masuk mobil pede nya juga sudah tinggi, kalau masuk mobil kinclong, pedenya auto nembus ubun-ubun,
"Nanti aku pulang agak malam kayaknya, aku harus lembur hari ini,"
Kata Reza,
Herman pun mantuk-mantuk,
"Oke Man, titip rumah, jangan ditinggal-tinggal pergi, nanti digotong semut bingung nyarinya,"
Pesan Reza pula,
Bzzzt... Herman garuk-garuk kepala.
Reza pun berjalan menuju keluar rumah, ia mengarahkan kunci ke mobil,
Nit nit...
Lalu ia berjalan memutar ke arah pintu, membukanya dan masuk ke dalam mobilnya yang baru saja selesai setoran bulan ini,
Herman sendiri berlari kecil ke arah pintu pagar rumah untuk membukanya, berdiri di sana menunggu Reza lewat untuk nantinya ia akan menutup pintu pagar rumah itu kembali,
Reza membawa mobilnya keluar dari halaman, menginjak jalanan komplek yang masih basah karena guyuran hujan semalaman,
Reza, pemuda tampan itu lantas menyetir mobilnya sambil senyum-senyum menyambut pagi hari,
Ya, pagi hari, di mana rutinitas hidup dimulai berulang-ulang lagi, bangun, berangkat kerja, makan, pulang kerja, tidur lalu nanti bangun lagi,
Kadang kala, Reza sering berpikir, sebetulnya manusia itu seperti dipermainkan kehidupan, karena dari dua puluh empat jam dalam hidup, tak ada sesuatu yang sungguh-sungguh menyenangkan untuk dilakukan,
Reza menyetel radio pagi di mobilnya, berharap ada berita yang bisa didengar, yang menambah cakrawala pengetahuan dan juga informasi penting di dalam kepalanya,
Dan...
Reza baru akan keluar dari area komplek perumahan di mana ia tinggal, tatkala tanpa sengaja ia melihat seorang gadis yang berdiri di sisi jalan seperti tengah menunggu angkutan,
Gadis manis cantik dengan hoody dan celana jeans biasa, rambut dikuncir ekor kuda, dan tas kecil selempang biasa saja,
Reza melajukan mobilnya pelahan mendekati sang gadis,
Sesampainya di depan gadis itu berdiri, Reza membuka kaca mobilnya dan memanggil gadis itu dengan akrab,
"Dik Dea,"
Yeaaah, tentu saja, Reza hanya dari melihat perawakannya saja sudah kenal betul jika itu adalah Dea.
Tapi...
Tak seperti yang diharapkan Reza jika Dea akan menyambutnya dengan senyuman lebar, membuat pagi harinya akan semakin cerah dan keemasan,
Ternyata Dea malah menatapnya dengan tatapan aneh,
Tatapan seperti kepada orang asing yang sama sekali belum pernah ia kenal bahkan belum pernah ia temui,
Penasaran dengan sikap Dea yang dingin, Reza pun memutuskan untuk turun dari mobil,
Namun sialnya, tepat saat itu, sebuah angkutan mendekat, dan Dea dengan cepat menyetop angkutan itu lalu melompat naik tanpa menghiraukan Reza yang terbengong-bengong melihatnya pergi tanpa kata,
Kenapa dia?
Apa dia hilang ingatan?
Atau dia pangling padaku?
Ah bagaimana mungkin seorang gadis dengan mudah lupa padaku?
Aku jelas terlalu sulit untuk dilupakan. Batin Reza sambil masih menatap angkutan yang membawa Dea menjauh,
Sangat menyakitkan, baru semalam ketemu, kenalan, bahkan dia menghubungiku lebih dulu, tiba-tiba pagi ini ketemu dia tak kenal padaku,
Reza melihat botol kosong di depannya, lalu menendangnya dengan keras untuk melampiaskan rasa kesal,
Tuiiiiing...
Pletak!
Botol terlempar masuk ke dalam rumah yang ada anjing penjaga,
Anjing pun ribut ingin menyerang Reza, yang langsung lari masuk mobil dan secepat kilat tancap gas dari sana.
...****************...