Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 : JAVANESE MAFIA
Mereka yang sebelumnya tidak tahu kalau ada oknum dalam tubuh aparat negara ini, sekarang merasa sangat kecewa. Mereka yang seharusnya melawan kejahatan, justru dimanfaatkan untuk membentengi kejahatan.
Memang mereka mendapatkan upah, tapi semua itu tidak sebanding dengan resiko yang akan mereka tanggung.
Mereka bukan hanya kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan keluarga saja, tapi mereka juga kehilangan harga diri mereka sebagai aparat negara. Mungkin ini akan
menjadi peristiwa paling bersejarah, dimana perang antar kelompok mafia ini akan menekan seluruh bisnis gelap yang ada di lingkungan masyarakat.
Mungkin ini hanyalah langkah awal. Namun dari sinilah semua bisnis gelap yang sudah meracuni otak para anak bangsa ini akan segera berakhir. Hanya menyisakan puing-puing dan cerita-cerita hebat yang tidak akan pernah mereka karang sebelumnya. Para tikus akan berfikir ribuan kali untuk menyebarkan virus. Mereka akan memikirkan matang-matang untuk kejahatan yang akan mereka lakukan
......................
Dua hari setelahnya, anak buah Bagas yang sudah disebar di seluruh wilayah milik keluarga Dominic pun mulai melancarkan aksi mereka. Rata-rata dari mereka beraksi menggunakan mobil. Seperti yang dikatakan
Bagas sebelumnya, bahwa kelompok pertama akan menyerang hanya untuk memancing lawan keluar dari sarang mereka.
Setelah itu mereka akan kabur untuk menyelamatkan diri. Namun hal itu tidaklah semudah seperti sebuah teori. Mereka mendapatkan pukulan keras dari anak buah Markus yang sudah terpancing amarahnya. Aksi kejar-kejaran dan baku tembak di depan umum pun tidak bisa dihindari.
Mereka benar-benar membuat kekacauan yang sebelumnya tak pernah terjadi sampai separah ini. Mereka biasanya bermain senyap. Tapi sekarang mereka saling unjuk gigi. Menampilkan kemampuan dan keahlian mereka masing-masing. Mereka yang menjadi anak buah Bagas justru malah kegirangan karena sekarang mereka melakukan kontak jarak dekat dengan anak buah Markus.
Sedangkan anak buah Markus justru sebaliknya. Mereka dibuat kesal dan bertambah panas, karena anak buah Bagas hanya sesekali melayangkan beberapa tembakan yang sudah menghancurkan mobil mereka. Sebagian dari mereka juga tertembak.
Peluru mereka semakin menipis. Dan sekarang posisi anak buah Markus semakin terdesak. Salah satu kelompok anak buah Markus ada yang sengaja dijebak untuk
ditangkap oleh para aparat yang sudah bekerja sama dengan Bagas. Para aparat ini memakai pakaian seperti masyarakat biasa.
Namun dibalik jaket mereka, mereka sudah bersenjata lengkap. Tidak lupa mereka juga
membawa tali untuk memudahkan penangkapan anak buah Markus. Para aparat ini tidak mungkin membawa anak buah Markus yang sudah mereka tangkap ke markas kepolisian, karena mereka pasti akan
dibebaskan oleh para oknum.
Dan justru para aparat jujur inilah yang akan
disalahkan, karena telah berani mencampuri urusan anak buah Markus. Sehingga mereka sudah mempersiapkan tempat khusus yang sudah mereka buat dengan Bagas di sebuah tempat yang sangat jauh dari perkotaan.
Tempat itu juga dijaga ketat oleh anak buah Bagas dan para aparat yang mendukung rencana ini.
"Bagaimana ini bos? Mereka menjebak kita." Tanya salah satu anak buah Markus kepada bosnya itu.
"Sudah tenang saja. Malam hari nanti pasti bos besar akan membebaskan kita."
Salah seorang penjaga yang mendengar percakapan mereka pun tertawa terbahak-bahak. Dia kemudian mendekati anak buah Markus yang jumlahnya enam orang itu, yang tepat berada di bawah kakinya. Ternyata, tempat itu penjara bawah tanah yang dibuat seperti sebuah sumur dengan
kedalaman tiga meter.
Dengan lebar kurang lebih dua meter. Cukup luas untuk enam orang. Tapi itu sekarang. Sebentar lagi lubang galian itu akan diisi penuh sampai sesak.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya