NovelToon NovelToon
Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / One Night Stand / Anak Yatim Piatu / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:306.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: ocybasoaci

Kejutan ulang tahun ke tujuh belas tahun dari teman sekelas Zifa, mampu memberi Kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Namun kebahagiaan itu dirampas paksa ketika ia baru sampai di depan rumahnya. Bendera kuning memberi tahu bawa sang pemilik rumah tengah berduka. Tubuh kaku yang sangat ia kenal menyapa ketika Zifa baru sampai diambang pintu.

Ibu, orang tua satu-satunya telah berpulang. Keganjalan satu per satu Zifa rasakan ketika memandikan jenasah ibunya. Sehingga ia menduga ibunya meninggal bukan karena serangan jantung seperti tetangganya katakan. Namun, Zifa tidak bisa serta merta menuduh, terlebih minimnya informasi kejadian menjadi kendalanya. Zara sang kaka yang tengah hamil karena korban pelecehan seksual oleh orang mistetius menambah masalah bagi Zifa.

Mampukah Zifa menjalani kehidupan yang berat ini? Serta mampukah ia mencari keadilan bagi kakak dan almarhum ibunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merangkai Mimpi

Zifa menuntun kakanya, Zara. Mereka berjalan menuju mobil Kemal. Kaka beradik itu memang mengenakaan payung, tetapi rasanya payung itu hanya bertengger di atas tubuh mereka hanya sebagai pemanis, sehingga air hujan masih mengenai tubuh mereka.

"Mal, apa tidak lebih baik kita jalan kaki saja, baju kami basah kuyup nanti mobil kamu basah, dan juga kotor," ujar Zifa begitu berada di depan mobil Kemal, dan Kemal menekan remot mobilnya.

"Udah masuk Fa, lagian mobil kotor, basah bisa di bersihkan, dari pada kamu jalan hujan-hujan begini, mana masih pagi banget. Masuk! Tidak akan aku marah karena mobilku kalian basahi bahkan di kotori," balas Kemal, tidak setuju dengan ide konyol Zifa.

Kemal melajukan mobilnya dengan perlahan udara pagi yang dingin, dan rintikan air hujan yang masih turun, walaupun tidak sederas tadi. Tetapi berhasil membuat kabut yang mengganggu penglihatanya.

Kemal melihat ke kursi penumpang dari kaca sepion tengah mobilnya, hatinya kembali tersayat kecil-kecil dengan darah yang seolah mengucur deras. Sakit, ketika melihat Zara tertidur di pangkuan Zifa. "Apa salah mereka, kenapa Tuhan turunkan ujian yang sangat berat buat merek? Jaminan kebahagiaan seperti apa yang akan mereka dapatkan apabila melewati tangga ujian yang curam ini?" batin Kemal, dia mengutuk orang yang telah merenggut kebahagiaan Zara dan Zifa. Meskipun mungkin orang yang telah melakukanya adalah salah satu anggota keluarganya.

Pikira Kemal masih buntu, belum bisa menebak siapa pelaku dari kejahatan ini. Apakah Abas? Lyra? Atau malah mamihnya? Gimana cara untuk cari tahu semuanya? Sementara semua bukti pasti sudah di bersihkan. Ketelitian dalam penghapusan semua bukti sudah pasti sangat tidak diragukan lagi, sehingga sangat mustahil apabila Kemal bisa menelusuri sisa bukti yang mungkin teringgal. Terlebih Kemal harus pergi ke luar negri sekolah di negara mamihnya berasal 'Belanda'.

Tidak membutuhkan waktu terlalu lama kini Kemal sudah memalkirkan mobilnya di halaman rumah Zifa.

"Kakak kamu tidur Fa. Kasihan kalo harus dibangunkan," ucap Kemal sembari menatap kebelakang.

"Iya apa tidak masuk angin yah? Bajunya sangat basah, tapi kalo mau bangunin juga enggak tega," balas Zifa. Kasihan nanti malah bisa-bisa Zara menanyakan ibunya terus.

Kemal yang biasa menyimpan bantal dan alat-alat lain di dalam mobilnya pun turun dari mobil, dengan gerakan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi gaduh sehingga bisa mengganggu tidur Zara. Kemal mengecek di bagasi belakang mobilnya, mungkin saja ada barang yang bisa di pake buat menghangatkan tubuh Zara.

"Ah... lumayan untung ajah ada selimut sisa camping kemarin lupa menurunkanya," batin Kemal.

"Pake ini Fa buat nutupin tubuh Zara, dan kamu pake ini!" Kemal meberikan juga Handuk, Kemal juga memberikan bantal leher agar Zifa juga bisa menggunakannya, ikut kakaknya istirahat.

"Fa, kamu udah ngantuk belum?" tanya Kemal, kalo belum mengantuk, Kemal ingin membahas rencananya pada Zifa dan Zara.

Zifa yang tengah mencoba mengeringkan baju kakaknya dengan handuk dan selimut tebal sudah terpasang di tubuh ringkih Zara. Zifa menghentikan kegiatanya dan menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya yang cukup basah juga.

"Aku tadi sudah sempat tidur, dan sekarang belum terlalu ngantuk. Kenapa? Sepertinya ada yang pengin kamu omongin, ada apa?" tanya Zifa ia tentu juga penasaran dengan maksud dari pertanyaan Kemal itu.

"Aku ingin membahas sesuatu ini menyangkut kehidupan kalian dan masa depan kalian. Kamu sepertinya harus pindah dari rumah ini. Aku sudah memikirkanya, dan aku mohon kali ini saja kamu dengarkan usulan dariku." Kemal tidak melanjutkan ucapanya, ia ingin melihat reaksi dari Zifa dulu baru setelah tahu respon Zifa. Kemal baru bisa menjabarkan rencananya.

"Rencana apaan? Bilang saja kalo memang untuk kebaikan kami pasti aku bisa pertimbangkan. Kamu tahu kan aku tidak ada siapa-siapa lagi, jadi kalo kamu mau menasihati aku dan memberikan usulan demi kebaikan kami, justru aku sangat terima kasih dan akan mencoba mengikuti apa rencana kamu," ucap Zifa dengan seulas senyum tanpa arti.

"Pertama, aku yakin kakak kamu itu bukan down syindrom seperti yang kamu selalu katakan. Ciri-ciri orang down syindrom buka seperti kakak kamu Fa. Zara bisa mengingat dengan baik, di suatu situasi daya ingatnya bisa tajam. Aku menyarankan Zara kamu titipkan ke yayasan khusus yang mengurus orang-orang dengan kebutuhan khusus, nanti di yayasan itu bakal diadakan pemeriksaan dan terapi dan juga latihan mengolah emosi dan lain sebagainya. Terlihat kejam sih, tapi itu satu-satunya cara agar Zara mungkin saja tahu dengan kejadian ibu kamu dan bisa menjadi saksi kunci kematian ibu kamu apakah dibunuh atau memang benar adanya serangan jantung. Dia juga mungkin bisa menjabarkan kejadian pelecehan s*ksual yang dia alami setelah kakak kamu bisa mengolah emosinya. Aku lihat Zara hanya butuh penanganan khusus Fa, setelahnya semuanya akan terbuka seiring berjalanya waktu, dan kamu bisa fokus di pendidikan kamu, dan mungkin kalo kamu mau bisa menggunakan waktu kamu untuk mencari bukti, tapi pastika sebelum mencari bukti identitas kamu di ganti. Dan itu sudah pasti kamu harus pindah dari rumah ini. Tinggal di rumah ini terlalu beresiko buat kamu, dan identitas kamu juga berbahaya, Zara juga bisa kabur kemakam ibu kamu, itu sangat tidak aman." Kemal menjabarkan dengan detail apa yang ada di otaknya.

Zifa hanya tertawa. "Apa kalau tinggal di yayasan seperti itu tidak butuh uang? Sekolah? Pindah rumah? Uang dari mana Mal? Aku orang miskin, tanpa aku katakan kamu tahu itu," jawab Zifa dengan senyum mengejek.

"Aku ada tabungan, aku tidak menawarkan uang itu dengan geratis, karena aku tahu kamu pasti menolaknya. Aku akan meminjamkan sama kamu. Soal bayar aku tidak memintanya buru-buru. Karena aku juga dalam waktu dekat akan pergi sekolah di luar negri. Orang tuaku dapat tugas di negara orang. Jadi kamu bisa pakai uang itu. Kalo kamu tidak bisa mengembalikan uang itu dengan uang juga, aku ingin kamu mengembalikan uang itu dengan maaf dari kamu," ucap Kemal, secara tidak langsung ia tengah berpamitan dengan Zifa.

"Berapa tahun kamu di negara orang?" tanya Zifa dengan datar. Zifa seolah merasa berat mau berpisah dengan Kemal.

"Aku tidak tahu, bagai mana tugas orang tuaku, kalao cepat bisa lima tahun, kalo lama bisa sepuluh sampai dua puluh tahu," jawab Kemal dengan santai.

"Apa kamu yakin kita akan bertemu kembali?" cecar Zifa lagi.

"Aku yang akan mencari kamu, dan aku pasti punya banyak cara untuk menemukan kamu," jawab Kemal dengan percaya diri.

"Berapa uang yang akan kamu pinjamkan ke aku?" tanya Zifa dengan seriuz.

"Dua miliar, satu miliar aku kirim secepatnya. Satu miliar lagi ketika aku akan pergi dari negara ini."

Zifa yang kaget dengan nominal yang Kemal ucapkan pun langsung tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa. Zifa terlalu syok dengan nominal yang Kemal sebutkan.

1
Awang Rokkiah Rokkiah Hussain
ye kemal juga majikan ibu zifa
Aghitsna Agis
k9k abas nga dihukum ya jan udah perkosa zara
MJ
Baru nyadar kau Zifa klo kamu sgt sgt plin plan
MJ
Biadab memang si Eira ini. kesal bgt jdnya
MJ
Gw suka gaya kamu Lyra, memang keluarga ini benar2 toksik.
MJ
kembar kah? kok mereka?
MJ
Apakah Kemal jg majikan mamanya Zifa?
re
Kebahagiaan tercapai
Lia Sakking
ini bukan cuma satu bawang tapi semua bawang ada disini ...sesak
Ci_Osyih Aenta: Ga apa2 kak kalau mau masak tinggal lari sini udah siapin bawang... ☺
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak
Ci_Osyih Aenta: Subhanallah Terima kasih kak🙏
total 1 replies
Desi Eka s
cukup bagus.
Ci_Osyih Aenta: Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Anfit Annisa Fitri Tangka
Minyakk
Linzyuu Quen Pioh
bukanx Ghava udah pernah liat ifa di foto yaa,,
Ci_Osyih Aenta: dia lupa lagian udah di 2 tahun lebih dia banyak ketemu orang jadi lupa 🙏
total 1 replies
Diah Ratna
berpikir jernih zifa
Alrosadira
bagus dan menarik
Triana Mustafa
ini novel bagus Lo Thor tp y ngelike kok dikit yaaa
promonya lebih gencar lg dong biar banyak y like
semangat
Ci_Osyih Aenta: MasyaAllah, terimakasih kakak.
total 1 replies
Mizra May
juga jur aku kecewa kalau sampai ZIFA cerai sama gavan
Mizra May
udah Wina sama kenal saja lah udah Hamidun juga
biar ZIFA sama gavan saja jangan di pisahkan lah Thor
Ci_Osyih Aenta: Ditampung saran dan kritiknya🙏
total 1 replies
Mizra May
selangkah lagi apa nya
bertahun² bukti 1 pun kau tidak dapatkan kalau bukan Lyra yang bertindak kalau kau mau ceroboh
Mizra May: ya udah kalau takut gak usah aja mendingan diam-diam aja
TIN KOSONG MEMANG NYARING BUNYINYA
total 2 replies
turis asing
Bagus seru ini pasti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!