NovelToon NovelToon
Semesta Mempersatukan Kita

Semesta Mempersatukan Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hary As Syifa

Disarankan membaca Novel "Bumi Tanpa Senja" terlebih dahulu.

Novel ini akan banyak bercerita tentang asisten Tuan Muda Dirgantara yaitu Jefri yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan salah satu karyawan Coffee Shop bernama Jingga.

Tapi dikarenakan kesibukannya dalam bekerja mengurus perusahaan Dirgantara membuatnya jarang sekali sempat bertemu dengan gadis yang bernama Jingga itu.

Hingga pada akhirnya ketika ia bertemu kembali dengan Jingga, ternyata gadis itu sudah memiliki calon suami, anak pak lurah, yang bernama Bayu.

Akankah Jefri melupakan Jingga dan mencari wanita lain sebagai pendamping hidupnya?

Atau mungkinkah ia akan merebut Jingga dari Bayu?

Penasaran?

Yuk simak kisah mereka!

Note :

- Kisah lanjutan Bumi dan Senja juga ada disini

- Kisah Marcel dan Nesya juga akan muncul di akhir cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hary As Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Haruskah Aku Melupakanmu?

“Apa jangan-jangan kau sudah punya pacar?”

Mendengar Jingga selalu mengatakan kalau Bayu bukan tipe lelaki idamannya, membuat ibunya curiga jika anak gadisnya itu sudah memiliki pacar.

“Tidak. Aku belum punya pacar, Bu,” jawab Jingga dengan jujur.

“Terus kenapa kau selalu menolak Bayu?” ibu masih penasaran.

“Bu, aku tidak bisa menganggap Kak Bayu sebagai kekasihku apalagi calon suamiku. Aku tidak ada perasaan yang seperti itu padanya,” jawab Jingga berusaha menjelaskan pada sang ibu.

“Dia itu anak baik, keluarganya juga baik, keluarga terpandang lagi. Dia juga punya pekerjaan yang bagus. Kau tau, dia itu bekerja di salah satu anak cabang perusahaan Dirgantara sebagai ahli informatika,” ucap ibu yang membuat Jingga melebarkan matanya.

“Perusahaan Dirgantara?” ulang Jingga yang terkejut.

“Iya, Dirgantara. Itu yang punya rumah sakit yang sedang dibangun dekat daerah sini. Hebat kan dia? Tidak semua orang bisa masuk bekerja disitu dengan mudah. Makanya beruntung jika kau menjadi istrinya.” Ibu masih membangga-banggakan calon menantu idamannya itu.

Sementara Jingga sendiri terdiam sejenak mendengar informasi dari ibu. Bayu hanya bekerja sebagai ahli informatika di salah satu anak cabang perusahaan Dirgantara tapi ibu sudah luar biasa membanggakannya.

Bagaimana jika ibu tau kalau pria yang disukai anak gadisnya ini adalah asisten Tuan Muda Dirgantara yang sudah menjadi orang kepercayaan keluarga konglomerat itu? Mungkin ibu akan menganggap Jingga hanya menghayal saja. Lagipula, belum tentu juga asisten Tuan Muda Dirgantara itu memiliki perasaan yang sama seperti yang Jingga rasakan padanya, bukan?

Plak.

“Jingga, kau tidak istirahat?” Satu tepukan di bahu Jingga dari Runi, membuat Jingga tersadar dari lamunannya. Kejadian hari minggu kemarin selalu terngiang dalam ingatannya.

“Ah, iya. Ini baru mau istirahat,” jawab Jingga terbata.

“Kau banyak melamun hari ini. Apa kau sedang ada masalah? Kau bisa cerita padaku, mungkin aku bisa membantumu,” tanya Runi.

“Tidak kok. Aku baik-baik saja. Ya sudah, aku mau makan dulu nanti keburu jam istirahat habis,” jawab Jingga mengalihkan pembicaraan.

“Oke. Kalau ada apa-apa kau bisa cerita padaku.”

“Siiip,” sahut Jingga sambil mengacungkan jempolnya.

Ia pun pergi ke loker untuk mengambil kotak bekalnya dan memakan makan siangnya seorang diri. Selama makan, ia pun masih sambil melamun memikirkan pelanggan yang paling ia nantikan tapi tak kunjung datang kembali.

Tuan, kenapa kau tak pernah datang lagi? Haruskah aku melupakanmu dan berhenti mengharapkanmu? Tanya Jingga dalam hati.

Di tempat lain, di perusahaan besar milik keluarga Dirgantara, Jefri masih berkutat dengan pekerjaan yang tiada hentinya. Banyak meeting yang harus ia hadiri, serta laporan-laporan yang harus ia periksa. Sampai makan siangpun ia terlambat.

“Permisi...layanan delivery....”

Dimas masuk ke dalam ruangan Jefri tanpa mengetuk pintu dengan menenteng sebuah kantong plastik berisi makanan di tangannya.

Ia duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Jefri dan meletakkan makanan itu disana. Jefri menghentikan aktivitasnya sebentar lalu menatap penuh tanya ke arah Dimas.

“Ini ku bawakan makan siang untukmu. Aku baik kan? Aku masih mengingatmu saat aku makan keluar dengan pacarku. Anggap saja tanda terimakasih ku karena weekend kemarin kau menghandle banyak pekerjaan sendirian,” ucap Dimas.

“Saya kan tidak titip,” jawab Jefri yang membuat Dimas mendelik.

“Hei, kalau dibawakan makanan itu bilang terimakasih!” ucap Dimas agak kesal.

“Saya tidak minta," jawab Jefri cuek.

“Aku hanya ingin memberikan ini padamu.”

“Ohhh, terimakasih, Tuan.”

“Ck, lambat!”

Jefri pun menutup laptopnya dan membuka makanan yang dibawa oleh Dimas.

“Cih, tadi katanya tidak minta,” cibir Dimas.

“Kan Tuan yang kasih. Saya menghargai Tuan,” jawab Jefri tanpa merasa bersalah lalu mulai memakan makanan itu.

“Halah, alasan! Bilang saja kau memang lapar. Sudahlah, aku mau kembali ke ruanganku lagi,” ucap Dimas lalu bangkit dari duduknya.

Setelah Dimas keluar dari ruangannya, Jefri terdengar bersenandung lagi sambil makan. “Makan...makan sendiri...” Sepertinya itu memang lagu favorit Jefri yang terbiasa hidup sendiri.

***

Waktu terus berlalu hingga mengantarkan matahari kembali ke peraduannya. Semburat merah di ufuk barat kian meredup berganti gelap yang pekat. Kemana sang bintang dan rembulan? Ah, rupanya mereka bersembunyi di balik awan gelap. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.

“Jingga, aku duluan, ya. Ayahku sudah jemput,” pamit Runi pada Jingga saat mereka baru saja keluar dari tempat kerja mereka.

“Iya. Hati-hati, ya. Ketemu lagi besok.”

“Iya, kau juga hati-hati. Sebentar lagi sepertinya akan hujan.”

“Baiklah. Sampai bertemu besok,” ucap Jingga sambil melambaikan tangannya pada Runi. Runi pun balas melambaikan tangan dan menghampiri ayahnya yang sudah menjemputnya.

Suasana di tempat itu semakin gelap dan sepi. Jingga berlari menyebrang jalan menuju ke halte. Ia berharap akan ada angkutan umum atau ojek disana.

“Sepi sekali. Apa karena mau hujan jadi sepi begini, ya?”

Jingga menoleh ke kiri dan kanan. Memang jalanan terlihat sepi sekali.

Tak lama ada cahaya lampu dari sebuah sepeda motor yang mendekat ke arahnya. Jingga mengira itu adalah ojek yang lewat, ia pun melambaikan tangannya memberhentikan motor itu. Motor tersebut berhenti tepat di depan Jingga.

“Maaf, apa bapak ini ojek?” tanya Jingga.

Pengendara motor yang kira-kira berusia 40 tahunan itu melihat Jingga dengan tatapan nakal. Ia memperhatikan gadis muda di depannya ini dari atas sampai ke bawah.

“Pak?” Jingga melambaikan tangannya di depan pria yang masih memperhatikan Jingga.

“Oh, iya, maaf. Iya, saya ojek. Mau saya antar kemana, Nona?” tanya pria tersebut dengan sangat ramah.

“Jalan Kenanga. Di dekat rumah sakit besar yang sedang dibangun itu,” jawab Jingga dengan jujur.

Seringai di wajah pria itu makin besar mendengar alamat yang disebutkan Jingga karena jalan menuju kesana pasti sangat gelap. Ia bersorak senang dalam hati.

“Baik, Nona. Saya sering mengantarkan pelanggan kesana. Sebaiknya Nona segera naik, sebentar lagi sepertinya akan hujan,” ucap pria itu.

“Baiklah, Pak. Helm nya?” tanya Jingga kemudian.

Wajah pria itu berubah seketika. Tentu saja ia tidak punya helm lain karena dia bukan seorang tukang ojek. Jingga melihat ke arah sepeda motor itu, tak ada helm lain disana. Hatinya mendadak cemas, ia baru sadar kalau pria di depannya ini bukan ojek.

Jingga yang menyadari hal itu berusaha mundur ke belakang, namun dengan cepat pria itu mencekal tangannya.

“Mau kemana Nona manis? Mau ke jalan kenanga kan? Aku akan mengantarmu kesana, gratis. Asalkan kau mau menuruti keinginanku,” ucap pria itu dengan senyum nakalnya hingga membuat Jingga bergidik ketakutan.

.

Bersambung...

1
Ermadiwati Philyank
ko Ga up lagi.....
Kisti
othoooorrrr woooeeeeee,houwoooo uwwoooooo... jeff kmu mati suri apa gak muncul2...hiks ngilang kmn siiihhh 😭
Beti Herawati
aku suka sekali cerita nya thor .lanjut thor
Erni Fitriana
yahhhhhhh aitjor belum up up...sedih alu gak ketemu jefry 😔😔😔😔😔
Ana Rela
lnjut thor upx 🙏
Erni Fitriana
hayuuu up nya thor🙏🙏🙏
Erni Fitriana
kemana ya jefryyyyy👁👁👁👁👁👁👁👁
eun 👧
tolong lanjutkan ini ceritanya othor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Erni Fitriana
ya Allah mudah " didunia nyata ada y jerrfy real begini
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣jadi galau jama'ah gini thor😔😔😔😔...tapi dari awal aku di team jingga-jeffry thor
Erni Fitriana
tenang jingga...biar ayahmu sehat di
Erni Fitriana
inget jeff...mereka sedang membuka hati sebagsi kakak-adik...ojo cemburu
Erni Fitriana
maafkan aku mad bay😭😭😭
Erni Fitriana
O:O....apakah itu bayu????
Erni Fitriana
semangat jimmmmmmm💪💪💪💪
Kisti
pegel jefg bolak balik nungguin kmu niihhh 😓
rara ayu
semangat kk untuk semua karya-karyamu yang selalu aku tunggu..
Nanda Lelo
sllu d tunggu2 ini kak
dpt notif update cuma satu d biarin dulu,, mana tau ada tambahan ny gtu,, ternyata emang cuma satu 🤭
Teh Ai..
Ahorirrr nyy munculll lagiiii
Kisti
cll d tunggu othor 😀😃😅,,masalah hti lbih baik d satukn yg saling mncintai bukn yg sebelah cinta,sebelahnya enggak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!