NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. Menyembunyikan Diri Dalam Kegelapan.

Ren sedang asyik dengan pekerjaannya saat ponselnya terus saja berdering. Ia mengabaikan panggilan dari Fandi yang sudah menelfonnya sejak tadi sore.

Namun lama-kelamaan, ia tidak tahan juga dan terpaksa mengangkatnya.

“Ya, Kek?”

“Ren, Kakek udah buatkan janji sama Gladis. Jam 8 malam di restoran Limma.”

“Kek!” Ren protes tidak terima karna Fandi tak meminta izin terlebih dahulu.

“Udah jangan protes terus. Temui dia dulu, barangkali ada kecocokan. Jangan buat malu Kakek sama Pak Gubernur.” Ancam Fandi.

Ren terdengar mendengus kesal kemudian memutuskan sambungan telfon begitu saja. Ia ingin melempar ponselnya tapi masih merasa sayang. Dan akhirnya tidak jadi.

Ia kesal selalu di desak menikah, menikah, dan menikah oleh Fandi. Ia masih ingin menikmati masa-masa kesendiriannya sebelum mengabdikan diri untuk mencintai wanita yang akan menemaninya hingga tua. Karna saat sudah menikah nanti, ia tidak akan berniat untuk bermain-main lagi. Apalagi bermain perempuan.

Hufh!

Sebelum jam 8 malam tiba, Ren masih punya waktu untuk menyelesaikan sedikit pekerjaannya. Ia memang sengaja untuk datang terlambat kesana. Ia ingin memberikan kesan buruk kepada putri gubernur itu agar tidak menyukainya.

Dan pukul setengah delapan Ren baru beranjak dari kantornya. Ia meminta Ariga untuk pulang lebih dulu dan ia pergi tanpa sekretarisnya itu.

Pukul 21.04 wib, Ren baru memasuki halaman restoran Limma. Seperti biasa, ia menyerahkan mobilnya kepada valet parking sebelum masuk ke dalam restoran.

“Selamat datang, Pak Ren.” Sapa pelayan.

“Saya ada janji dengan Gladis.”

“Baik, Pak. Tadi Pak Fandi sudah mengabari kami. Mbak Gladis sedang menunggu. Mari.” Pelayan itu menunjukkan jalan menuju ke ruangan privat dimana Gladis sudah menunggu.

Setelah mengetuk pintu, pelayan mempersilahkan Ren untuk masuk.

Ren hanya ternganga saja di depan pintu melihat pemandangan aneh yang ada di depannya.

Di sana, nampak Gladis yang tengah asyik menikmati sesuatu tanpa mempedulikan kedatangan Ren. Gadis itu sedang asyik berciuman dengan seorang pria yang juga ada disana. Hampir saja Ren mengira ia sudah salah memasuki ruangan. Untung saja ia hafal wajah Gladis walau baru melihat dari foto.

“Oh, maaf.” Ujar Gladis terlambat. Padahal ia sudah menyadari kedatangan Ren sejak tadi. Ia memang sengaja melakukan itu untuk memberi kesan buruk kepada Ren.

Sepertinya, Ren dan Gladis punya niatan yang sama tanpa di sepakati.

Ren berusaha untuk tidak peduli. Ia lantas mengambil duduk di kursi di hadapan Gladis dan pria itu.

“Maaf aku harus bawa pacarku kesini. Tapi jangan bilang-bilang sama Papaku, ya?” Gladis membuka kartu miliknya tanpa di suruh.

“Apa-apaan ini? Aku di minta bertemu sama kamu tapi kamunya malah bawa pacar kesini?” Protes Ren.

“Jangan salah sangka dulu. Aku kesini cuma karna disuruh Papaku. Aku sama sekali gak berniat buat berhubungan sama kamu.” Tegas Gladis.

Baguslah. Batin Ren. Ia tidak perlu agresif menyikapi karna ternyata Gladis punya niat yang sama seperti dirinya.

“Oke. Kalian boleh pergi. Biar aku yang bayar makanannya.” Usir Ren terang-terangan. Malas sekali harus lama-lama melihat sepasang kekasih itu bermesraan di hadapannya. Bisa meronta jiwa jomblonya.

Mendapat pengusiran itu, tentu saja Gladis langsung tersenyum sangat lebar.

“Oke. Makasih banyak, Ren. Yuk sayang.” Ajak Gladis kepada kekasihnya.

“Makasih, Bang.” Kekasih Gladis berujar.

Ren hanya mengangguk menanggapi. Membiarkan pasangan itu keluar dari ruangan dengan meninggalkan banyak sekali makanan di meja.

Dan Ren, sama sekali tidak bernafsu untuk menelan makana-makanan itu. Lantas ia memanggil pelayan dan meminta mereka untuk membungkus makanan-makanan yang sudah terlanjur di pesan itu. Ren bermaksud membagikan makanan itu kepada orang yang membutuhkan dijalanan nanti.

Pelayan membantu Ren memasukkan kotak-kotak makanan kedalam mobilnya. Setelah semua siap, ia segera mengemudikan mobilnya menuju ke arah pulang.

Ren terus fokus di balik kemudi. Ia juga sesekali mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang akan ia berikan makanan. Sesekali ia turun untuk memberikan makanan kepada tukang ojek, pemulung, pengemis yang sedang tiduran di emperan toko. Bahkan pengamen di perempatan lampu merah. Karna memang makanan yang ia bawa lumayan banyak.

Kini, hanya tinggal satu kotak makanan saja yang tersisa di jok belakang mobilnya. Ia kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari orang.

Ren mulai menyusuri jalan yang lumayan sepi dari kendaraan. Di kejauhan, ia melihat ada siluet manusia yang sedang duduk di pinggir trotoar. Wajahnya tidak nampak jelas karna cahaya lampu terhalang pohon akasia di atasnya.

Ren mulai menepikan mobilnya dan mengambil kotak makanan dari jok belakang. Kemudian ia turun dan berjalan dengan hati-hati mendekati orang itu. Dalam hati ia was-was juga kalau sampai orang itu adalah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

“Permisi...” Ujar Ren lirih.

Ia terkejut saat manusia yang ternyata seorang perempuan itu mendongak ke arahnya. Ia mengernyitkan kening untuk menajamkan penglihatannya. Namun tetap tidak terlihat karna memang keadaan benar-benar gelap.

Ini manusia apa hantu? Batin Ren yang tiba-tiba ragu. Ia menyodorkan kotak makanan kepada wanita itu .

“Ini ada sedikit makanan. Semoga bisa mengenyangkan.” Ujar Ren sambil bergidik seram.

“Ya ampun. Makasih banyak, Pak. Makasih banyak. Saya memang belum makan sore ini.” Jawab perempuan itu. Ia menundukkan kepalanya tanda menghormati pemberian Ren. Ia bahkan menyalami tangan Ren sambil menggoyang-goyangkannya dengan kuat.

“Iya, sama-sama.” Ren berusaha untuk melepaskan tangannya.

Perempuan itu berdiri sambil mengucapkan terimakasih sekali lagi. Dan saat itulah Ren terperanjat. Begitu juga perempuan itu.

“Oh? FD Corp!” Pekik Zinnia yang tak kalah terkejut. Ia menunjuk tepat di depan hidung Ren.

“Kamu?”

“Wah, gak nyangka ketemu... Ehmmm... Ren. Namamu, Ren, kan?”

“Kamu ngapain disini? Sendirian di tempat gelap begini? Mana pakai serba hitam. Udah kayak ayam cemani aja kamu.” Tanya Ren.

“Lagi healing.”

“Healing?” Ren mengernyit aneh. Apa tempat ini nampak seperti tempat healing baginya? Batin Ren.

“Ngomong-ngomong, makasih ya makanannya.” Zinnia mengangkat kotak di tangannya sambil tersenyum.

Zinnia kembali duduk bersila di atas trotoar dan langsung membuka makanannya. Untungnya, di dalamnya sudah ada sendoknya, jadi Zinnia tak perlu repot-repot lagi.

“Kamu mau makan disini?” Tanya Ren heran.

“Iya. Kenapa memangnya?”

Ren di buat ternganga dengan sempurna oleh tingkah aneh Zinnia.

“Makan di mobilku aja. Aneh banget sih. Masak makan di pinggir jalan begini.” Dengus Ren. “Ayo. Buruan!” Pekik Ren karna Zinnia tak kunjung bangun dari tempatnya.

Zinnia yang bingung namun tetap mengikuti Ren masuk kedalam mobilnya. Ia duduk di depan di sebelah Ren. Setelah dirasa nyaman, ia kembali membuka kotak makanannya kemudian kembali memakannya dengan lahap.

“Ghern, ada minum, gak?” Tanya Zinnia dengan mulut penuh makanan. Sehingga ia tidak bisa mengucapkan artikulasi dengan jelas. Ia nampak kesulitan untuk menelan makanannya.

Ren memberikan botol minuman teh sisa miliknya kepada Zinnia. Awalnya ia fikir kalau gadis itu tidak akan menerimanya karna jijik. Namun justru sebaliknya. Zinnia langsung menenggak habis minuman teh itu. Ia merasa lega karna sudah tidak ada yang tersangkut di tenggorokannya lagi

“Makasih.” Ujar Zinnia yang mengembalikan botol kosong bekas teh kepada Ren. Membuat pria itu terus menerus mengernyit heran.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!