NovelToon NovelToon
Marriage Contract

Marriage Contract

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:142.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yunia Sari

kisah tentang seorang gadis lulusan sekolah kedokteran bernama Maudy yang terjebak dalam sebuah pernikahan kontrak dengan seorang pria dingin yang ditinggal pergi kekasihnya karena penyakit leukimia yang ia derita.
Maudy terpaksa menerima perjodohan tersebut karena ayahnya yang telah berhutang budi pada ayah calon suaminya. sedangkan si pria dipaksa sang ayah untuk menikah karena prilakunya yang tak kunjung membaik semenjak di tinggal pergi sang kekasih.
pernikahan mereka mulai menjadi rumit sejak kembalinya kekasih si pria di tengah pernikahan mereka yang sudah mulai membaik. dan hadirnya seorang pria yang mengharapkan cinta Maudy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Perasaan haru, senang dan ketidak berdayaan terpendam dihari pemaksaan itu. Semua persiapan dan penataan ruang hampir rampung terselesaikan.

Gadis yang baru berusia 24 tahun itu harus mengurung kembali keinginan yang akan ia bangun sebagai seorang sarjana kedokteran.

Maudy tertegun menghela nafas sesaat, dihadapan sebuah cermin. Memandang dirinya yang telah tertata cantik dengan dres putih membalut tubuhnya. sepasang anting berlian dan emas putih pun turut memperindah penampilan sang calon pengantin.

"Maudy" panggil Tante Lina.

"Iya Tante" jawab Maudy memalingkan pandangannya kearah Tante Lina.

"Kamu sudah siap?"

Maudy merunduk diam. Menatap sepasang sepatu kaca yang ia kenakan. "Hem" Maudy mengangguk gugup seraya menguatkan langkahnya untuk berjalan ke ruang pernikahan.

Ckrk!

Pintu terbuka. Maudy berjalan perlahan menuju aula tengah dengan seikat mawar putih yang terangkai indah digenggamannya. Shila dan beberapa gadis turut mengiringi sang pengantin dari belakang.

Maudy melangkahkan kakinya menaiki perlahan tangga pelaminan. Tepat di hadapannya, Rehan telah berdiri sambil mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Maudy. Maudy meraih tangan Rehan dan bersanding di sampingnya. Kedua orangtua Rehan pun turut menyusul mendamlingi kedua mempelai.

Tak berlangsung lama, pintu aula kembali terbuka. Terlihat papa dengan tuxedo hitam berjalan menuju pelaminan sambil menggandeng seorang wanita muda selayaknya seorang pasangan.

"Siapa dia" tanya Rehan berbisik pelan seraya menunjuk seorang wanita yang tengah bersanding bersama papa.

"Tante Mila" jawab Maudy muram.

"Oh, Tante Lo"

"Eng" Maudy menggeleng lemas. "Pacar papa" lirih Maudy tak tahan.

"Papa Lo juga dijodohin kan sama almarhumah mama Lo?"

"Em"

"Hem, gua jadi merasa menatap masa depan gua" tukas Rehan seraya mengambil posisi duduk di atas kursi pelaminannya dan menarik Maudy untuk duduk bersampingan.

"Tenang aja, gua gak akan nurunin itu kegenerasi gua kok. Kita cuma perlu pura-pura nikah selama 1 tahun. Dan selama itu gua gak akan nyentuh Lo. Ya..... Gak tau ya kalau gua khilaf"

"Maksud Lo?"

"Ya gua gak tanggung jawab diluar kesadaran gua"

Prak!

Seketika saja pukulan Maudy langsung menghantam punggung Rehan.

"Au!" Rintih Rehan kesakitan.

"Sorry, gue khilaf" ketus Maudy menatap sinis kearah Rehan. Rehan hanya dapat menahan amarahnya sesaat setelah ayah Rehan menegur mereka untuk menyambut para tamu yang telah hadir.

***

Maudy menyusun pakaiannya ke dalam sebuah lemari kaca di kamar barunya dan Rehan yang berada di lantai dua rumah keluarga Darwin.

Brak!

Maudy membanting tubuhnya di atas sofa, Mengambil sebuah smartphone dan mulai membuka situs lowongan kerja di beberapa rumah sakit.

Tok, tok, tok.

Seorang wanita mengetuk pintu kamar yang sebenarnya telah terbuka dari tadi. Wanita itu menghampiri Maudy sambil membawa secangkir teh di tangannya.

"Maudy" sapa wanita itu tersenyum ramah.

"Ya" sahut Maudy sambil membenarkan posisi duduknya.

"Ini bunda bawain kamu teh anget. Bunda liat kayaknya kamu kecapean" ucap ibu mertua Maudy yang juga harus ia sebut dengan panggilan bunda itu.

Maudy tersenyum canggung menerima cangkir yang bunda suguhkan.

"Akhirnya bunda punya anak perempuan juga" ujar bunda sambil mengelus-elus rambut Maudy.

Maudy tertegun mengingat sikap dan perilaku bunda yang mirip dengan mama dalam ingatan Maudy.

Bunda menambil ponsel Maudy yang ia letakkan di atas meja.

"Kamu mau melamar kerja?" Tanya bunda sambil mengutak-atik ponsel Maudy.

"Rencananya sih gitu"

"Bunda kenal seseorang yang punya rumah sakit. Mau bunda kenalin?"

"Em... Mungkin nanti"

"Loh kenapa? Ada masalah?"

"Enggak kok. Maudy cuma mau menyelesaikan sesuatu dulu bun... bunda" papar Maudy terbata-bata.

Sesosok wajah menyelinap di ambang pintu. Terliha jelas Shila yang bersaha mengalihkan perhatian kedua orang yang ada di dalam kamar itu.

"Bunda" sapa Shila sedikit canggung.

Bunda tersenyum membalas sapaan Shila.

"Kenapa shil?" Tanya Maudy heran.

"Papa Lo udah mau pulang tuh" ucap shila menegur

"Ha? Oh. Ya, entar gue kebawah" jawab Maudy lesu diiringi Shila yang beranjak pergi meninggalkan kamar Maudy membiarkan sang pengantin untuk sejenak mengganti pakaian.

Langkah Maudy terus terdengar menuruni anak tangga. Sambil merapikan rambutnya yang tergerai diatas dres pink selutut yang ia kenakan.

"Ehm" sebuah suara mencoba menegur Maudy. Maudy melirik kearah pemilik suara. Dilihatnya seorang wanita sedang menatap sinis kearahnya.

"Ngapain kamu di sini?" Gerutu Maudy menyadari kehadiran Tante Mila.

"Saya dari tadi juga sudah di sini"

"Buat apa? Saya kan gak ngundang kamu"

"Kamu lupa ya? Saya masih pacar papa kamu"

"Pacar? Kamu masih mau bilang kamu pacar papa saya? Bukannya kamu cuma datang kalau ada perlu aja ya? Kamu pikir saya gak tau? Kamu ninggalin papa pas papa hampir bangkrut kan? Terus kenapa sekarang kamu nempel lagi sama papa saya? Saya rasa sifat kamu gak ada bedanya ya sama perempuan jalang. Atau memang ia?" Ketus Maudy menatap tajam.

"Hei! Jaga omongan kamu! Masih untung saya mau jadi wali nikah kamu!"

"Loh, siapa yang minta? Saya kan gak minta kamu untuk jadi wali nikah saya. Masih ada orang lain yang bisa jadi wali nikah saya. Kamu gak perlu repot-repot datang kesini. Kedatangan kamu cuma nambah aib buat saya" celoteh Maudy beranjak meninggalkan Tante Mila yang tertegun diam menaham amarah.

Papa masih sibuk berbincang-bincang​dengan ayah Rehan sesaat sebelum Maudy menghampiri mereka. Kedua besan itu saling menatap heran melihat Maudy yang telah mengganti slayer putihnya dengan dres yang telah ia kenakan.

"Wah, makin cantik aja" puji ayah berdecak kagum. Maudy tersenyum simpul sambil memegangi lehernya. Papa ikut tertawa sumringah mendengar pujian untuk putrinya itu.

"Papa udah mau pulang?" Lirih Maudy mengganti topik pembicaraannya.

Papa mengangguk pelan.

"Kenapa gak menginap aja? Saya sudah nyiapin kamar buat kamu" cela ayah menahan kawan lamanya itu untuk tetap tinggal.

"Mungkin lain kali" jawab papa.

"Pa..." Rengek Maudy.

"Kamu kan sudah menikah, masa mau sama papa terus" seru papa mengatasi rengekan Maudy. "Saya titip Maudy ya. Saya yakin tingkah lakunya belum terlalu dewasa. Maklumlah anak muda"  ujar papa memberi kepercayaan pada ayah.

"Pasti. Saya bakal jaga dia seperti putri saya sendiri. Dia juga punya Rehan disampingnya jadi kamu gak perlu khawatir" timpal ayah meyakinkan papa.

"Pa, Maudy mau bilang sesuatu..."

"Sayang, besok kita jadikan liburan ke Bali" celoteh Tante Mila menyeka ucapan Maudy.

"Besok?" Maudy tersentak kaget. Bagaimana mungkin papa bisa pergi berlibur sehari setelah putrinya menikah?

"Pa.." panggil Maudy yang lagi-lagi disela Tante Mila. "Pah " Maudy meninggikan suaranya tapi papa bahkan tak menghiraukan panggilannya dan tetap sibuk dengan Tante Mila.

Maudy yang sudah tak tahan langsung beranjak menuju kamarnya sembari menutupi wajahnya.

Maudy memasuki kamarnya. Ia terduduk lemas di bibir ranjang sambil menyeka air matanya.

Ngeng.

Suara mesin mobil terdengar dari halaman. Maudy melangkah ke arah jendela di dekatnya. Dilihatnya sebuah mobil hitam beranjak meninggalkan halaman rumah keluarga Darwin. Maudy yakin betul itu mobil ayahnya. Mobil yang menjemputnya di bandara 2 bulan lalu.Maudy termenung menatap halaman depan yang telah kosong.

Ckrk!

Rehan membuka pintu kamar. Menarik sebuah handuk dari bahunya berniat mengeringkan wajah basahnya sebelum akhirnya pandangannya teralihkan menatap Maudy yang masih terdiam membisu.

"Kenapa?" Tegur Rehan yang telah berdiri beberapa senti di belakang Maudy.

Maudy tetap tak bergeming sedikitpun.

"Apa sekarang Lo sadar kalau apa yang Lo lakuin tetap gak bisa ngubah sifat papa Lo?"

"Semua orang punya sifat dasarnya masing masing" jawab Maudy menampik pernyataan Rehan.

"Jadi ini sifat dasar ayah Lo? Yang gua tau dia orang yang terlalu mudah terperangkap"

"Bukannya kita juga sama?" Seka Maudy menyindir.

"Lalu apa itu juga akan diturunkan ke generasi?" Gumam Rehan dengan santainya.

Maudy tertegun tak percaya. Ia berbalik menatap Rehan. Sedingin itulah Rehan, sampai tak dapat menghargai dirinya dan ayah mertuanya sendiri? Bukankah setidaknya mereka harus saling menghargai meski itu semua hanya sekedar sandiwara di atas kontrak?

"Raihan, bisakah kamu menghargai saya sebagai seorang istri?"

Rehan membalas pertanyaan Maudy dengan tertawa kecil seolah mengejek. "Apa kamu lupa? Kontrak kita hanya setahun!"

"Meski hanya setahun selamanya saya adalah wanita. Saya juga seorang manusia. Sayapun punya perasaan yang sama seperti kamu. Bisakah kamu hargai itu?!" Gerang Maudy mengeluarkan semua amarahnya.

"Hargai? Berapa jumlah harga diri kamu?" Lirih Rehan menggugat dingin.

Maudy berdecak kesal. Ia menggeleng tak percaya dengan sikap Rehan padanya. "Orang yang bertanya jumlah harga diri seseorang adalah orang yang tidak dapat menghargai dirinya sendiri. Kamu bertanya berapa jumlah harga diri saya? Kamu tidak akan mampu membeli harga diri saya sekalipun kamu menjual diri kamu sendiri!" Tukas Maudy seraya meninggalkan kamarnya.

Rehan mengerdilkan kebingungan. "Sejak kapan bahasanya berubah formal?" Rehan berdenyit bingung dengan sifat Maudy. Kemudian beranjak kearah kaca jendela menerawang sisa jejak roda mobil yang telah pergi berkecamuk di tengah jalan raya.

Mungkin kau tak tau seberapa besar rasa yang ku simpan dihati ini.

Karena kau tak pernah membuka hatimu untuk mengerti aku.

Kau selalu beranggapan sesuai dengan logikamu.

Tapi jiwaku hanya dapat berputar di ambang pemikiranmu?

Lalu bagaimana mungkin aku meraih hatimu?

Bisakah kau mengerti aku?

Karena rasa yang kupunya bukan hanya sekedar keinginan untuk memiliki.

Tetapi cinta yang tumbuh sebelum takdir bergeming memanggil namamu di hati ini.

\*\*\*

tinggal kan jejak dan dukunganmu guys😘

bonus**:

1
Shuhairi Nafsir
Maudy cewek yg goblok dibutakan oleh cinta
Shuhairi Nafsir
Biarkan Maudy sama Daniel aje Thor
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan membaca cerita ini Thor terasa muak lagi bosan dgn sikapnya Maudy cewek yg lemah lagi goblok
Shuhairi Nafsir
Maudy cewek yang goblok lagi nga tegas. susah jatuh cinta terhadap Reihan
Ira Wati
ga jelas itu gambar.siapa
Puput Mardiana
emang penyakit jelek si outhor nya nih suka ilang2an gak konsisten updatenya .
Adelvia Vonny Dalimba
kenapa tdk nyambung sih.....!!
Sry Wahyuni
nih tanda² si thornya hiatus lagi kah? nunggu 2022?😑
Sry Wahyuni
thor ko ga update?
Fitria Dafina
Jangan tambah kesedihan Maudy dgn perceraiannya thor.. buat Rehan mncintai Maudy..
Fitria Dafina
Knp Rehan ngk berusaha menerima & membahagiakn Maudy.. sedangkan dia tau mama Maudy udh mninggal, papanya pun ngk pernah peduli dgn Maudy.. 😭😭😭😭😭
Fitria Dafina
Sakit dposisi Maudy itu thor 😭😭😭😭
Fitria Dafina
Pukul aja Daniel supaya Rehan sadar.. di harus memilih.. Istri atau pacarnya 😠😠
Fitria Dafina
Kapan bahagianya Maudy, prasaan hdupnya bnyk airmata terus 😭😭😭😭😭 Kasihan thor..
Fitria Dafina
Kasihan Maudy harus lihat Rehan sma Eren lagi 😓😓
Fitria Dafina
Jadi ternyata Maudy itu dulunya suka sama Rehan yaa thor 🙄🙄
Fitria Dafina
Tp thor, Rehannya klo marah jgn main tmpar gtu dong.. Masa cwok sma cwek baru knal brp hari main tampar😠😠
Fitria Dafina
Suka ceritamu thor,, semangat 😊😊
Aulia Nia
wah di ksh obat perangsang nih ama papanya
Aulia Nia
yhor katanya eren ada di LN ko bida janjian ama reihan.kadihan maudy😫😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!