Aulia Jasmine, gadis sederhana yang merasa hidupnya sudah sempurna karena di nikahi oleh Calvin Syahputra. Seorang pria yang sangat ia cintai dan juga menunujukan cinta yang besar untuknya. Namun, sebuah fakta menamparnya saat Jianita Kanaya datang padanya dan Jia mengaku sebagai istri sah Calvin. Jia memperlihat surat nikahnya, foto pernikahannya bahkan foto saat ia melahirkan anak pertamanya dan Calvin.
Jasmine seperti di sambar petir di siang bolong, ia tak mampu berkata-kata dan hanya bisa memegang perutnya dimana buah hatinya dan Calvin juga tumbuh disana. Kenapa semua itu terjadi padanya? Ternyata dia adalah pelakor?
"Dasar pelakor!" Seru Jia penuh amarah, Jasmine hanya bisa menggeleng lemah dengan deraian air mata yang tiada henti di pipinya.
"Aku bukan pelakor..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #9 - Sama-sama Hancur
Hati Jasmine hancur tercabik-cabik menerima fakta yang tak pernah sedikitpun terbersit dalam benaknya. Fakta yang membuat dunianya jungkir balik.
Saat ini ia sedang menangis meringkuk di kamarnya, sendirian. Sedangkan sang ibu hanya bisa berdiri di depan pintu, mendengarkan rintihan luka sang anak.
"AAAAKKKKKHHHH...." Jasmine berteriak histeris sambil memukul perutnya sendiri, seolah ia tak ingin lagi menginginkan anak Calvin ada dalam dirinya. Namun sesaat kemudian ia menghentikan aksinya itu, tangisnya semakin pecah tak terkendali.
"Kenapa semua ini terjadi padaku, Tuhan!" lirihnya. "Kenapa? Apa salahku? Apa dosaku? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Jasmine tak bisa menghentikan buliran air mata yang terus menglir deras hingga membahasi bantalnya.
Jasmine mengangkat jarinya, menatap cincin pernikahan yang melingkar indah di jari manisnya sejak 6 bulan yang lalu. Terbayang kembali dalam benaknya saat pertemuan pertamanya dengan Calvin, apalagi saat Calvin begitu gencar mendekatinya selama berbulan-bulan, hati perempuan mana yang takkan luluh jika di perjuangkan demikian?
Jasmine melepas cincin pernikahan itu dengan paksa kemudian ia melemparnya dengan kesal. "Aku benci kamu, Mas! Aku benar-benar benci sama kamu!"
***
Sementara di sisi lain, pertengkaran hebat terjadi antara Jia dan Calvin yang saat ini masih dalam mobil. Keduanya beradu argumen dan saling menyalahkan satu sama lain.
Sementara Evvy mengikuti mereka dari belakang.
"Kamu benar-benar nggak punya hati, Mas! Kamu tega khianati aku sama Rasya!" Geram Jia tajam.
"Pernikahan kita sudah hambar sejak kamu sibuk dengan dunia modeling kamu itu, Jia! Pernikahan kita sudah hancur, udah nggak ada lagi yang bisa di pertahankan," balas Calvin yang masih tak mau di salahkan.
"Oh, jadi sekarang kamu nyalahin aku?" Jia melotot tajam pada Calvin yang saat ini menyetir. "Jadi salah aku kalau kamu berhasil di goda sama pelakor rendahan itu!"
Seketika Calvin menginjak rem saat mendengar apa yang di katakan Jia. "Cukup, Jia! Jangan memanggil dia pelakor karena dia bukan pelakor!" seru Calvin penuh penekanan yang langsung membuat Jia tertawa hambar.
"Segitunya kamu belain dia, Mas? Huh?" Jia mendesis tajam.
"Karena memang bukan dia yang salah, Jia. Aku yang ngejar dia karena aku cinta sama dia, aku nyaman hidup sama dia."
Sekali lagi Jia merasakan hatinya tercabik-cabik mendengar apa yang di katakan Calvin. Ia menatap sang suami dengan linangan air mata yang tak bisa ia cegah. "Lalu bagaimana dengan aku dan Rasya, Mas? Apa kamu mau membuang aku dan Rasya begitu saja, hm?" Jia berkata dengan suara rendah dan lirih.
"Aku nggak mungkin buang kalian," sanggah Calvin. "Aku hanya..." Calvin kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Jasmine, dimana Calvin langsung jatuh hati pada gadis polos itu, apalagi tatapan Jasmine yang begitu sayu, mampu menyentuh relung hatinya yang paling dalam.
Calvin juga teringat bagaimana Jasmine mencintainya selama 6 bulan ini, Jasmine adalah sosok yang hampir sempurna sebagai istri.
"Kalau begitu kamu harus tinggalkan dia, Mas..." Jia menarik kerah baju Calvin, menatap mata Calvin dengan tajam. "Tinggalkan dia dan ayo kita mulai hidup yang baru," lirih Jasmine namun Calvin menggeleng lemah sembari melepaskan tangan Jia dari bajunya.
"Kami... Kami akan segera punya anak, Jia. Nggak mungkin aku meninggalkan dia..."
Deg
Dan untuk yang kesekian kalinya hanya dalam hitungan menit, Calvin menghancurkan hati Jia dan lagi.
Jantung Jia seolah berhenti berdetak selama beberapa saat, napasnya tercekat di tenggorokannya, bahkan darahnya seperti membeku mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Calvin.
Calvin menatap Jia dengan nanar, sementara Jia membalas tatapan Calvin dengan tatapan yang penuh luka. Air mata semakin deras mengalir di pipinya, dadanya terasa sesak dan ia kesulitan bernapas.
"Maafin aku..." Calvin berkata lirih namun Jia hanya menggeleng pelan, ia pun keluar dari mobil Calvin sambil menangis sejadi-jadinya.
Calvin hanya bisa menatap Jia dari kaca spion tanpa ada berniat mengejar sang istri, dan itu membuat Jia semakin terluka, seolah memperjelas bahwa cinta Calvin memang sudah tidak ada untuknya.
Jia masuk ke mobil Evvy yang dan Evvy pun langsung memeluk sahabatnya yang sedang hancur itu.
Sementara Calvin kini justru putar balik, ia melajukan mobilnya menuju rumah Jasmine.
Di dalam mobil Evvy, tangis Jia pecah. "Dia selingkuhin aku, Ev. Dia ninggalin aku dan Rasya..." Evvy tak kuasa menahan air matanya menyaksikan Mahligai Cinta sahabatnya yang kini hancur berkeping-keping.
"Sabar, Ji..." hanya satu kata itu yang mampu Evvy ucapkan, karena ia pun tak tahu harus melakukan apa-apa.
"Aku sakit, Ev. Hatiku benar-benar sakit ... semuanya sudah hancur, hidupku sudah hancur..."
***
"Untuk apa lagi kamu kembali kesini, huh?" Teriak bu Gina marah pada Calvin yang kini kembali muncul ke hadapannya.
"Ma, aku tahu aku salah. Tapi aku benar-benar mencintai Jasmine, Ma. Aku masih suaminya," lirih Calvin memelas namun bu Gina masih tampak sangat murka.
"Cinta macam apa yang kamu punya, Calvin? Kamu menipu kami habis-habisan, apa itu namanya cinta, huh?" Teriak Bu Gina.
Jasmine yang saat ini masih menangis di kamarnya langsung keluar setelah mendengar suara Calvin. "Kamu ngapain kesini lagi, huh?" Teriak Jasmine marah.
Hati Calvin tercubit melihat wajah Jasmine yang sembab, bahkan masih ada sisa air mata di pipi dan sudut matanya.
"Sayang, aku bisa jelasin semuanya..." Calvin hendak mendekati Jasmine namun Jasmine langsung mundur.
"Enggak ada yang perlu di jelasin, Mas! Aku mau kita cerai!"
TBC....
sayang sekali padahal ceritanya menarik
nasibnya istri ke dua/Sob//Sob/
kok mau sih cuma dinikah siri...?