Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 9.Tank Multi Perang Pejuang
Setelah beberapa saat mereka menuju Markas Cakar Naga, akhirnya mereka sampai dengan selamat.
Feng Ying tidak langsung bertemu Long Fei karena ia sedang bersama seorang tamu di ruangannya, ia kemudian memilih untuk berkeliling markas karena ini pertama kalinya ia berkunjung.
Markas Cakar Naga terdiri dari satu gedung besar tujuh lantai, di samping ada bangunan seperti stadion sepak bola, tempat itu tidak lain adalah gedung khusus untuk para pendekar, mulai dari penyimpanan senjata, armor dan arena berlatih para pendekar.
Ia kemudian melihat halaman yang sangat luas di depan gedung, yang membuat Feng Ying tertarik adalah jalan menuju bawah tanah di dekat gedung khusus pendekar yang di jaga beberapa orang.
Sebelum ia berkeliling, Feng Ying bisa melihat ada tiga ratus pendekar Cakar Naga dan seribu prajurit biasa yang berada di markas, Feng Ying belum bisa melihat tingkatan mereka karena mereka jauh lebih kuat, namun yang pasti mereka berada di tingkatan delapan keatas dan para prajurit berpakaian tentara hanya manusia biasa yang membawa senapan.
Feng Ying kemudian berjalan ke arah jalan yang menuju bawah tanah, ia juga berpapasan dengan para anggota yang sedang berada di markas.
Mereka menunjukkan sikap sangat hormat kepada Feng Ying karena mengetahui Feng Ying adalah anak Long Fei yang kini bertanggung jawab atas markas Cakar Naga kota Bintang.
Tak lama kemudian Feng Ying sampai di bawah tanah, tempat itu ternyata adalah parkiran kendaraan tempur dan pengangkut milik Cakar Naga.
Banyak juga para pendekar dan prajurit biasa yang sedang merawat kendaraan kendaraan itu sampai tidak menyadari kehadiran Feng Ying, Feng Ying kemudian mendekati sebuah Tank baja tercanggih saat ini yang sedang terparkir rapih.
Saat Feng Ying sedang mengamati tank baja itu, seseorang menghampiri Feng Ying dan memberi hormat.
"Hormat kepada tuan muda Feng"
Ucap seorang pendekar yang menghampiri Feng Ying dengan penuh hormat.
Feng Ying pun menanggapi pendekar itu dengan dengan senyuman dan sapaan, kemudian ia menanyakan tentang tank di hadapannya ini.
"Tuan muda,ini adalah Tank jenis multi Perang Pejuang, memiliki ketahanan yang kuat dan bisa menahan serangan pendekar Master tingkat lima,juga merupakan Tank terbaik saat ini.... "
Pendekar itu kemudian menjelaskan bahwa Tank itu setara dengan pendekar Master tingkat lima, Tank Tank itu di kendarai oleh prajurit biasa untuk membantu para pendekar dari belakang.
Di dunia yang sekarang ini, selain pendekar Ada juga prajurit atau tentara yang ikut membantu melawan monster, para tentara ini adalah orang-orang yang ingin berjuang namun tidak memiliki bakat beladiri.
Rata-rata dari para tentara ini berkemampuan dasar dua, mereka di bekali senjata modern untuk membantu para pendekar, dengan bantuan senjata modern mereka setidaknya mengimbangi pendekar master tingkat satu dan monster tingkat rendah dalam hal menyerang karena di bantu senjata modern.
"Jika tuan muda penasaran, tuan muda bisa mencoba mengendarai Tank ini, kebetulan kami akan berlatih di luar kota"
Ucap pendekar yang bersama Feng Ying.
"Sebelumnya...biar saya memperkenalkan diri kepada Tuan muda... namaku Ri Junggo aku adalah orang yang di percaya Tuan Long untuk mengurus tempat ini"
Pendekar itu memperkenalkan dirinya yang bernama Ri Junggo yang di percaya untuk bertanggung jawab semua kendaraan tempur dan pengangkut lapis baja.
"ahh kau salah satu pendekar tingkat Bumi yang berada di Markas Cakar Naga kota Bintang,ayahku sering bercerita tentang mu"
Ucap Feng Ying sambil menunjukkan ekspresi kagum.
"Hahaha... sepertinya Tuan muda salah paham, pendekar tingkat Bumi yang Tuan muda maksud adalah Ri Hanwo ia adalah kakaku dan aku hanya Berada di tingkat master sembilan"
Jawab Ri Junggo sambil menggaruk kepalanya sendiri.
Feng Ying merasa canggung karena dirinya telah salah mengenali orang, ia juga harusnya tau bahwa Ri Junggo terlihat hanya sedikit lebih tua dari Long Fei.
Yang ia tahu Long Fei Adalah pendekar tingkat Bumi termuda saat ini karena mencapai tingkat itu di umur empat puluh tahun, sedangkan pendekar tingkat Bumi lainya berusia lebih dari tujuh puluh tahun dan banyak yang hampir berusia dua ratus tahun.
Ri Junggo kemudian memanggil beberapa orang untuk membantu mengendarai Tank canggih itu karena di butuhkan lima orang untuk mengendarai Tank dengan lengkap.
Ada dua senjata serbu di bagian depan yang harus di gunakan oleh dua orang dan senjata utama di pegang juga oleh dua orang dan salah satu dari mereka yang akan mengisi peluru jika habis, dan satu orang sisanya untuk menjalankan Tank itu.
Tak lama kemudian semuanya telah siap berada di dalam Tank, Feng Ying berada di dalam Tank bersama Ri Junggo, ada lima orang yang berada di dalam Tank termasuk Feng Ying yang kini duduk di tempat salah satu senjata serbu berada.
Ri Junggo juga menjelaskan bahwa mereka akan pergi ke luar tembok kota untuk berlatih menembak karena di dalam kota tidak di perbolehkan berlatih menembakan Tank.
Setidaknya ada sepuluh Tank yang bergerak menuju luar kota, Ri Junggo tentunya sudah meminta ijin kepada Long Fei untuk mengajak Feng Ying berlatih Tank Baja di luar kota.
Tank Tank mereka tidak melewati jalan kota yang biasa melainkan jalan khusus untuk kendaraan tempur Kekaisaran.
Hanya Kekaisaran dan keluarga Naga yang memiliki banya tentara dan kendaraan tempur seperti Tank dan pesawat tempur, sedangkan untuk Sekte dan akademi mereka lebih cenderung menggunakan seni bela diri jadi jika membutuhkan kendaraan tempur atau pengangkut bisa menyewa kepada Kekaisaran atau Keluarga Naga.
Meski tidak melewati jalan umum, mereka tetap bisa di lihat oleh warga kota karena jalan yang mereka lewati bukan jalan tersembunyi dan hanya jalan khusus kendaraan tempur agar tidak menimbulkan kemacetan.
Melihat konvoi Tank yang bisa di bilang terbaik saat ini, membuat warga yang melihatnya kagum, dan tak sedikit yang berfikir ada suatu masalah di luar kota.
Menurut Feng Ying Tank Tank ini berjalan lebih lambat dari kendaraan pengangkut karena lebih berat dan rodanya juga bukan roda biasa.
Ri Junggo juga menjelaskan kendaraan tempur Cakar Naga memiliki kelebihan, bisa melacak monster dalam radius belasan kilometer dan juga di lengkapi alat perusak sinyal musuh yang bisa juga di gunakan menakut nakuti monster tingkat rendah.
Kekaisaran sekalipun tidak memiliki teknologi seperti ini, mereka lebih sering melacak monster menggunakan Drone , satelit dan kendaraan pengangkut radar yang harganya jauh lebih mahal dan sangat rumit jika bukan ahli radar yang menggunakannya.
Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang kota, Ri Junggo langsung membuka pintu Tank dan menunjukkan identitasnya dari pintu masuk Tank.
Tentara Kekaisaran yang berjaga pun langsung membukakan gerbang kota dan mempersilahkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
"Bukankah seharusnya lebih banyak pendekar yang berjaga di gerbang kota?"
Tanya Feng Ying sambil melihat layar yang di kecil yang terhubung dengan kamera di luar Tank karena Tank ini tidak memiliki jendela.
Ri Junggo kemudian menjelaskan bahwa sekarang para pendekar Kekaisaran akan mulai berjaga di gerbang kota ketika hari sudah siang sampai malam karena saat pagi sudah jarang ada monster yang mendekati kota.
Tak jauh keluar dari gerbang Kota, rombongan Tank Tank Feng Ying ke luar dari jalur antar kota dan masuk kedalam hutan yang lebat.
Tank lama masuk kedalam hutan, Feng Ying melihat ada tanah lapang yang luas, tak jauh dari itu ada sebuah bukit yang terlihat banyak bekas ledakan dan terlihat pepohonan yang hangus.
"Dengan kamera seperti ini, manusia biasa sudah menyamai penglihatan Pendekar Master Tingkat empat"
Batin Feng Ying sambil melihat layar yang menampilkan bukit berjarak satu kilometer dari Tank yang Feng Ying naiki.
Tak menunggu lama Ri Junggo langsung memerintahkan Tank lainya untuk bersiap memasak posisi menembak, mereka kemudian mengincar target latihan yang sebagiannya sudah hancur.
Feng Ying kini menyaksikan latihan menembak Tank dari luar karena ia merasa kurang leluasa jika terus berada di dalam Tank.
Tank tank itu kemudian mulai menembak target secara bersamaan setelah Ri Junggo memerintahkan menembak, dalam waktu singkat, mereka meledakan target target dengan cepat.
Feng Ying terkejut melihat daya hancur Tank multi perang pejuang yang jauh lebih kuat dari Tank milik pasukan Kekaisaran, ia kemudian membayangkan jika dirinya di serang oleh beberapa Tank seperti ini.
Meskipun tidak mati ia pasti akan terluka cukup parah meskipun sekarang ia berada di tingkat enam.
Tank juga memiliki beberapa kelemahan seperti gerakannya yang terbilang lambat di mata pendekar dan setelah menembak mereka juga harus membutuhkan beberapa saat untuk mengisi ulang peluru jadi akan sangat berbahaya jika di dalam pertempuran Tank tidak di jaga oleh pendekar atau Tank lainya.
Bisa ia akui pertahanan Tank memang sangat kokoh karena terbuat dari baja,namun jika pendekar master tingkat tujuh menyerang menggunakan tebasan Qi maka Tank Baja ini bisa terbelah dengan mudah.
Feng Ying memang bisa membelah Tank Baja ini dengan kemampuannya sekarang dengan pusaka dan Qi energi yang ia miliki saat ini.
"Manusia jauh lebih pintar dalam hal teknologi daripada para dewa"
Batin Feng Ying sambil mengamati Tank Baja yang terus berlatih menembak.
Selang beberapa saat Ri Junggo keluar dari dalam Tank kemudian beberapa orang juga keluar dari Tank mereka karena waktunya istirahat.
"Bukankah baru tujuh tembakan, kenapa kalian istirahat?"
Tanya Feng Ying sambil melihat para tentara yang mulai bersantai dan beberapa mulai berpatroli di sekitar tempat latihan.
"Tuan muda peluru yang kita gunakan sangat berharga jadi tidak boleh boros dalam berlatih menembak sekala kecil"
Jawab Ri Junggo sambil menawarkan Feng Ying beberapa makanan kaleng khusus tentara.
"Apakah keluarga Naga punya masalah keuangan?"
Tanya Feng Ying sambil menerima sebuah makanan kaleng
"Tentu tidak, kami hanya tidak ingin terlalu boros karena lebih penting untuk pertempuran yang sesungguhnya"
Jawab Ri Junggo sambil tersenyum kemudian melihat para tentara yang terlihat bahagia.