NovelToon NovelToon
Bayi Kembarku

Bayi Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:23.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tusya Ryma

Sejak Ayahnya meninggal 2 tahun lalu, ia hidup berdua dengan ibunya. Dengan uang peninggalan Ayahnya, ia masih bisa bertahan hidup. Sampai pada suatu hari Ia menemukan tawaran di internet untuk menjadi "Rahim Pengganti", dengan bayaran 1Miliar.

Diusia yang masih sangat muda, 19 tahun Lea Shen memutuskan untuk ikut dalam pemilihan rahim pengganti.

Pada saat waktunya melahirkan, tanpa sepengetahuan pihak pertama Lea ternyata mengandung Anak kembar dan dokter kandungan yang menangani persalinan Lea, membantunya untuk menyembunyikan salah satu bayinya.

Setelah beberapa bulan melahirkan, Lea Shen menjalin hubungan dengan Presdir Muda yang tampan. Tidak disangka, pria itu adalah Ayah bologis anaknya.

Akankah Ibu dan Anak itu bisa berkumpul kembali?






(Ini adalah perjalanan cinta Lea dan Willy)

Follow IG author: @rymatusya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganti Rugi

Tiba-tiba pria tampan yang memakai setelan jas berwarna biru tua duduk di kursi seberang tempat duduk Lea dan Emily.

Lea yang duduk di kursi dekat jendela, dengan pandangan lurus langsung bisa melihat sosok hantu Willy yang duduk dengan elegan.

Emily melirik kesamping mengikuti pandangan Lea, ia kaget melihat sosok tampan yang duduk sejajar dengan dirinya.

Dengan senyum mansinya Emily berkata sambil menguncang tangan Lea

"Leaaaa .... Pria tampan Leaaaaa."

Lea mau muntah mendengarnya

Cihh .... Tampan dari hongkong.

Lea menjelaskan dengan berbisik

"Kamu ingat pria di Klub tahun itu? Terus Presdir Soba yang memecat dan memarahi aku? Ceritaku yang mobil belakangku di tabrak dan kemarin-kemarin pria di Yayasan?"

Lea selalu menceritakan apapun kepada Emily termasuk pertemuan-pertemuannya dengan Willy.

"Iya ... Aku masih ingat." jawab Emily datar.

"Dan hantu toilet yang aku ceritakan kepadamu barusan?" tambah Lea lagi.

Emily "Iya."

"Nah ... Itu orangnya. Hantu toilet juga itu!" sambil menunjuk sedikit ke arah Willy.

Emily kaget, membuka mulutnya lebar-lebar dan berkata

"Benarkah? Hantu jelek juga dia?"

Jika hantunya seperti dia sih aku mauuuuuu .... Mau bangetttttt. Langsung pingsan bukan karena takut tapi karena terpesona gumam Emily dalam hati.

Emily masih ingat kejadian di tahun itu saat d Klub dan pemecatan Lea di Soba. Orang itu Presdir Willy yang tampan dan berdarah dingin.

Emily melirik lagi pada Willy, ia teringat

"Benar .... pria itu dia. Presdir Willy. Lea tadi kamu beremu dia di toilet? Bukannya kamu selalu berdoa jangan sampai ada pertemuan yang ke 5? Sial sekali kamu."

"Hahahhaha ...." tiba-tiba tawa Emily terdengar nyaring di telinga setiap orang.

Tidak terkecuali Willy.

Dia sontak melihat arah suara.

Pandangannya bertemu dengan mata indah Lea, ia mengerutkan kening sejenak dan berkata

"Nona Lea ..... Jangan lupa nanti turun dari pesawat kita ...."

Belum sempat Willy melanjutkan kata-katanya, langsung di potong oleh kata-kata dingin Lea

"Diam .... Aku tau."

Emily heran pada sahabatnya ini

Mengapa emosinya tidak terkendali jika berhadapan dengan pria ini

"Lea .... Kamu mengapa ketus seperti itu? Marah terus berhadapan dengan dia. Hati-hati loh .... Nanti jatuh cintaaaa." goda Emily cengengesan.

"Hussss .... Sembarangan." Lea memukul pelan pundak Emily.

Ia menambahkan

"Meskipun di dunia ini hanya tersisa satu pria dan itu dia, aku lebih baik menjomblo dari pada jatuh cinta kepadanya."

Setelah mengatakannya, Lea menatap tajam pada pria itu

Sebuah musibah jika aku sampai jatuh cinta kepadanya.

"Lea kata-kata itu adalah doa, kamu jangan bicara sembarangan." bentak Emily

"Jika di catat para malaikat bagaimana? Kamu mau menjomblo seumur hidup?"

*

Ketika turun dari pesawat, Lea tiba-tiba di pegang oleh tangan besar Willy. Ia kaget, langsung memukul pria yang memegang tangannya dengan tas yang ada di tangannya.

Dduukk ....

Dduukk ....

Willy meringis kesakitan.

"Aawwww .... Hey ini aku." tegasnya.

Lea mendongak dan menatapnya, benar saja itu Presdir Willy, ia langsung menghentikan pukulannya.

"Kamu, mengapa mengagetkanku?" ucap Lea. Ada rasa bersalah di matanya.

Siapa suruh tiba-tiba memegang tanganku, aku kira copet. Gumamnya dalam hati.

Emily yang dari tadi terdiam tiba-tiba bersuara.

"Presdir Willy, mengagetkan orang seperti hantu."

Iya ... Hantu ganteng .... Hehehe

Willy berkata pada Emily "Maaf nona. ...?"

Emily tanpa ragu menjawab "Emily."

"Iya .... Maaf nona Emily. Jika tidak seperti ini, takutnya dia ingkar janji dan kabur." lanjutnya.

Seraya melirik Lea tanpa melepaskan tangannya.

Ckrek ....

Ckrek ....

"Ya sudah .... Ya sudah .... Aku tidak kabur. Kita pergi ke tempat makan yang di sana." ucap Lea sambil menunjuk kearah sebrang.

.

Di restoran itu hanya tersisa Lea dan Willy yang duduk berhadapan di meja makan.

Emily jelas memilih pulang daripada menjadi nyamuk di sana.

Dia juga tahu, Lea dan Willy mau membicarakan masalah ganti rugi kerusakan mobil Lea yang di tabrak olehnya. Jelas tidak ada hubungannya dengan Emily. Jadi Emily memilih untuk pergi.

Kecanggungan muncul di antara mereka.

Willy bingung harus mulai dari mana untuk membahas kerusakan mobil

Berapa jumlah ganti rugi yang harus saya bayar?

Atau ....

Mobil kamu jika rusaknya parah, saya ganti yang baru saja.

Willy terkata dalam hati. Ia bingung harus seperti apa menanyakannya.

Lea yang merasa kesal dengan situasi ini, langsung memecah kesunyian.

Lea: "Willy, sebenarnya kamu tidak perlu ganti rugi, mobilnya sudah di perbaiki dan baik-baik saja sekarang."

"Tapi saya yang menabraknya! Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum saya harus bertanggung jawab."

Ckrek ....

Ckrek ....

"Biarkan saya melihat notanya saja." dengan tidak sabar Willy mendesak, meminta nota bengkel perbaikan mobil Lea.

Lea bepikir itu ide bagus. Dari pada dia harus menyebut nominal angka, mau di taruh di mana mukanya?

Menyebutkan nominal yang besar nanti di bilang cewek matre.

Lea mencari-cari dalam tasnya, tiba-tiba mengeluarkan kertas yang sudah lecek dan memberikannya kepada Wily.

Willy melihatnya sejenak dan mengangguk.

Ia segera meminta nomer rekening Lea untuk transaksi.

Benar saja, setelah Lea menyebutkan sederet nomer rekeningnya pada Willy , dia langsung mentransfer uangnya ke rekening Lea.

Willy "Sudah ... Kamu bisa cek sekarang."

Lea membuka kunci pada layar ponselnya dan mengecek uang masuk ke rekening tabungannya.

Tiba-tiba ia kaget dan melotot pada Willy.

"Presdir Willy apa yang kamu lakukan, uang yang kamu kirim terlalu banyak."

Willy hanya tersenyum samar dan menjawab

"Tidak apa-apa, aku rasa itu cukup."

"Bukan hanya cukup tapi kebanyakan, aku tidak mau." ucap Lea sedikit marah.

Secara dia adalah pemilik Leayumi Food, uang ia tidak kekurangan.

"Tidak apa-apa, anggap saja itu buat anak kamu."

Tiba-tiba Lea kaget.

Mengapa dia bisa tahu aku sudah memiliki anak?

Tidak ingin Willy semakin mengetaui dirinya lebih dalam, Lea menerimanya tanpa berdebat lagi.

*

Beberapa hari berlalu.

Dunia bisnis dan gosip di hebohkan dengan pemberitaan "Wanita sang Presdir Muda".

Bahkan kata kunci ini sudah menjadi berita teratas pencarian di internet.

Di koran sekalipun topik utamanya "Wanita sang Presdir Muda".

Di Leayumi Food, para tamu yang makan tidak sedikit yang membahas tentang berita terhangat ini. Bahkan ada yang berbisik

"Sepertinya pemilik Leayumi Food."

"Iya .... Memang cantik, cocok dengan Presdir Willy."

"Katanya mereka tertangkap di kamera pada saat baru pulang liburan dari kota C."

Berita semakin simpang siur.

Lea yang menjadi objek gosip hanya terdiam tanpa memperdulikan apapun. Lebih tepatnya ia tidak mengetahui tentang berita yang menggemparkan ini.

Jika sampai dia tahu, tidak mungkin hanya duduk diam seperti ini. ia pasti akan mengklarifikasi.

Sampai pada akhirnya, Emily datang dan bertanya dengan panik.

"Lea .... Hari ini kamu sudah nonton berita di tv? Atau di internet dan di koran?"

Lea terbodoh sejenak dan hanya menjawab

"Tidak."

Dengan kesal Emily menjelaskan dan memperlihatkan berita yang sedang panas-panasnya di internet.

1
RatuHalu
aku kembali thor, tahun lalu aku baca novel ini, ceritanya bagus..
Rose Yura🌹: yeeeeee🤩🤩🤩🤩🤩🤩
total 1 replies
Acil Sabar
bagus
Marhaban ya Nur17
g kelar" y males jd nya
Marhaban ya Nur17
meski pemain nya nambah tp alure g maju" gtuuuu wae 😁 masalah atu tp g bisa di kelarin
Marhaban ya Nur17
klo gw boleh komen yyyy Lea ana willy tinggal jujur aja certain yg sebenarnya ke keluarga zu kaya nya beres deh 🤔 ini mah malah dibikin drama jd e gtu" wae
Marhaban ya Nur17
padahal klo jujur jg g bakal ruwet kaya gini 😏
Marhaban ya Nur17
yg cewek suka mabuk n yg cowok suka mukul 😅 jd tukang pukul aja wil
Marhaban ya Nur17
pd hal klo jujur se gw yakin damai sentosa deh
Marhaban ya Nur17
jujur makanua
Marhaban ya Nur17
gw se komplen cmn bahasanya doank thor 🤣
Marhaban ya Nur17
baby Leon tuh emang namanya apa cmn panggilannya doank ??? baby
Marhaban ya Nur17
selalu ada kata hehe
Marhaban ya Nur17
gmn y ???
Marhaban ya Nur17
ceritanya ok thor tp feel nya g berasa 😁 kaya lg ps marah, seneng, atau apa lah itu g dapat meski kalimate emang memgatakan demikian tp ttp aja
Rose Yura🌹: hehe.. iya ya. 😅

maklum lah, cerita ini tulisan pertama aku, sebelim ikut kelas menulis, sebelum belajar tentang bikin novel.

Terima kasih ya, sudah membaca 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
ini adegannya g ada kenalan dulu apa gmn y lansung manggil nama aja 🤔
Marhaban ya Nur17
mama apa yg kamu lakukan,,, kasar kan y seharusnya kan mama apa yg mama lakukan , sepenggal kalimatnya
Marhaban ya Nur17
kaya sinetron y adegane
Marhaban ya Nur17
kasar Lea ke suwami nya , g ada baek" nya
Marhaban ya Nur17
bahase kasar yyy
Marhaban ya Nur17
emang kata sandinya marina se
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!