NovelToon NovelToon
Talak Setelah Akad

Talak Setelah Akad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: YePeEs

Hari pernikahan yang harusnya menjadi hari paling bahagia bagi Zara sketika menjadi mimpi buruk, ia di talak oleh suaminya satu jam setelah akad pernikahan.
zara mendapatkan fitnah dari seseorang yang mistrius, hingga menhancurkan hidupnya. Zara mulai membangun hidupnya dengan menjauh dari keluarganya yang mengusir dirinya.
bagaimana perjuangan Zara setelah Di talak dihari pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YePeEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

​Di saat keheningan mencekam mencengkeram ruang kerja Haji Sulaiman, suasana berbanding terbalik terjadi di sebuah klub malam eksklusif di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dentuman bas dari musik electronic dance (EDM) bertempo cepat menggetarkan dinding-dinding berlapis kaca gelap. Lampu neon berwarna ungu dan merah berpendar liar, memotong asap rokok yang membubung tipis di udara.

​Di salah satu sofa VIP yang terletak di sudut paling atas, Reza duduk dengan kemeja mahal yang sudah terbuka tiga kancing atasnya. Tatapan matanya sayu, merah, dan dipenuhi pengaruh alkohol tingkat tinggi. Di tangan kanannya, sebuah gelas berisi minuman keras terus digoyang-goyangkan hingga es batunya berdenting keras.

​"Sialan! Bajingan kampung!" makian itu meluncur dari mulut Reza, disusul dengan tegukan kasar yang menghabiskan isi gelasnya dalam sekali tenggak.

​Di sampingnya, seorang wanita muda dengan gaun mini berwarna hitam ketat dan riasan wajah yang tebal tampak bergelayut manja di lengan Reza. Dia adalah Niken, mantan pacar Reza yang dulu dicampakkannya demi mengejar Zara, namun kini kembali merapat begitu mencium aroma kehancuran hubungan Reza dan Zara.

​"Udah dong, Sayang... jangan dipikirin terus si Zara itu," ucap Niken dengan suara yang dibuat seksi, jemarinya yang berkuku panjang mengelus dada Reza pelan. "Lagian kamu tuh kurang apa sih? Kamu ganteng, kaya. Zara-nya aja yang bodoh, lebih milih hidup melarat sama santri kampung bau ragi itu daripada nikah sama kamu."

​"Kamu gak tahu, Ken! Gak tahu!" bentak Reza, mengempaskan gelas kosongnya ke atas meja kaca hingga menimbulkan bunyi dentangan keras. Beberapa botol minuman di sekitarnya sampai bergeser. "Gue udah susun semuanya! Gue udah bayar rumah sakit, gue udah setting orang tuanya buat pura-pura sak—ugh—sakit! Tinggal selangkah lagi dia bakal bertekuk lutut di depan gue!"

​Reza tertawa ngakak, tawa sumbang yang dipaksakan di tengah dentuman musik klub. Tubuhnya limbung ke depan, menopang siku di atas lututnya sambil menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi.

​"Tapi apa?! Si Fahri sialan itu tiba-tiba datang! Bawa buku nikah sah! Berani-beraninya dia ngerangkul Zara di depan muka gue! Di depan lift rumah sakit!" raung Reza, matanya menyalang merah menatap botol-botol minuman di depannya seolah-olah itu adalah wajah Fahri. "Santri miskin kayak dia... berani nantangin gue pake jurus paku bumi katanya? Hah! Kalau bukan karena di rumah sakit, udah gue suruh bodyguard gue buat patahin lehernya!"

​Niken menuangkan kembali minuman keras ke dalam gelas Reza, mencoba memanaskan suasana. "Terus sekarang rencana kamu apa, Sayang? Kamu mau diemin aja harga diri kamu diinjak-injak sama orang kampung? Keluarga kamu kan punya kuasa di Jakarta."

​"Diemin? Gak bakal!" Reza menyambar gelas barunya, meminumnya setengah lalu menunjuk-nunjuk udara dengan liar. "Gue bakal bikin perhitungan! Gue bakal sewa orang buat bakar itu pesantren di Tasikmalaya! Biar mereka tahu rasa! Dan Zara..."

​Reza mendadak terdiam, senyum licik dan mesum terukir di bibirnya yang mulai membiru akibat alkohol. "...Zara bakal nangis-nangis mohon ampun sama gue. Dia itu udah kotor, Ken! Satu Jakarta udah lihat video panas dia! Gak bakal ada laki-laki terhormat yang mau sama dia selain gue! Si Fahri itu cuma dapet barang bekas yang udah dibuang!"

​Niken ikut tertawa sinis, menyandarkan kepalanya di bahu Reza. "Benar banget, Sayang. Biar tahu rasa dia."

​Dentuman musik house di VIP lounge itu seolah meredam detak jantung Reza yang kian tak beraturan. Pengaruh alkohol membuat pandangannya mengabur, namun bayangan Zara yang menangis di lobi rumah sakit siang tadi justru makin tercetak jelas di benaknya.

​Reza menatap gelas kristal di tangannya dengan tatapan kosong. Di sudut hatinya yang paling dalam, sebuah rasa sesak yang asing mulai menjalar. Penyesalan. Sebuah kata yang tabu bagi seorang Reza, kini justru mencuat ke permukaan.

​Dulu, dari sekian banyak wanita metropolitan yang mengejar hartanya, hanya Zara Amanta yang ia cintai dengan tulus. Zara yang polos, Zara yang mandiri, dan Zara yang tidak pernah melihatnya hanya dari seberapa tebal dompetnya. Pernikahan yang dirancangnya dulu adalah impian terbesarnya. Namun, tepat setelah ia mengucapkan kalimat kabul di depan penghulu beberapa bulan lalu, sebuah video terkutuk di layar proyektor aula gedung mematangkan mimpi itu menjadi mimpi buruk yang paling mengerikan.

​"Zara..." racau Reza lirih, suaranya nyaris tenggelam di antara dentum bas. "Kenapa kamu harus ngelakuin itu..."

​Niken, yang sejak tadi bersandar di dada Reza, menghentikan gerakan jemarinya. Senyum manjanya mendadak lenyap, digantikan oleh kilat mata yang dingin dan menusuk saat mendengar nama rivalnya kembali disebut. Wanita itu menegakkan duduknya, meneguk sisa sloki di atas meja dengan anggun, namun penuh penekanan.

​Niken bukan wanita sembarangan. Di balik penampilannya yang liar di kelab malam, dia adalah putri tunggal dari pemilik Rodena Grup—raksasa investasi yang sanggup mengguncang bursa saham Jakarta dalam hitungan jam. Namun, dengan segala kuasa dan kekayaan yang ia miliki, Niken tidak pernah bisa mendapatkan satu hal: hati seorang Reza.

​Dulu, saat Reza mencampakkannya begitu saja demi mengejar cinta Zara, harga diri Niken sebagai pewaris Rodena hancur lebur. Dan bagi seorang putri Rodena, dendam tidak pernah disimpan, melainkan dibayar tunai dengan bunga yang tinggi.

​"Kamu masih se-patetis ini, Reza?" cibir Niken, suaranya mendadak berubah tajam, kehilangan nada manja yang tadi ia tunjukkan. "Masih meratapi perempuan yang bahkan sekarang sudah tidur di pelukan santri kampung?"

​Reza tidak menyahut. Ia hanya memijat pelipisnya yang berdenyut pening. "Kamu gak ngerti, Ken. Pernikahan gue sama dia hancur berantakan tepat setelah gue sah jadi suaminya. Harga diri gue sebagai laki-laki diinjak-injak di depan semua kolega bisnis bokap gue karena video sialan itu!"

Reza meneguk kembali minumannya, namun kali ini gerakannya melambat. Efek alkohol yang membakar tenggorokannya mendadak menyisakan rasa getir yang berbeda di ulu hatinya. Bayangan Zara saat menangis di rumah sakit tadi siang kembali terlintas.

​"Gue... gue beneran sayang sama Zara, Ken," gumam Reza tiba-tiba, suaranya parau, tenggelam dalam penyesalan yang mendalam. "Gue kejar dia karena dia beda. Dia gak silau sama harta gue. Tapi kenapa dia tega ngelakuin itu di belakang gue? Kenapa video sialan itu harus muncul tepat setelah gue ucapin ijab qobul dulu?"

​Gerakan tangan Niken di pundak Reza seketika terhenti selama satu detik. Sepasang mata indahnya berkilat dingin di balik kegelapan VIP lounge. Namun, dengan cepat ia menarik sudut bibirnya, menampilkan senyum manis yang penuh kepalsuan.

​"Udah deh, Za. Perempuan kayak begitu gak layak kamu tangisi," ucap Niken, suaranya berbisik manja di dekat telinga Reza. "Kamu itu bayar mahal buat harga diri kamu. Lupain Zara. Dia udah dapet balasannya hidup luntang-lantung di kampung."

​Reza menggeleng lemas, menatap gelasnya yang kosong. "Gue nyesel, Ken. Nyesel karena langsung emosi dan buang dia malam itu. Kalau aja gue mau dengerin penjelasan dia sedikit aja..."

​Niken mengepalkan tangannya di balik gaun mininya. Rasa cemburu dan benci membakar dadanya mendengarkan kalimat penyesalan Reza.

​Penjelasan? Tidak akan pernah ada penjelasan yang bisa menyelamatkan Zara, Reza, batin Niken sinis.

1
Anonim
❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!