NovelToon NovelToon
Terjebak Di Pulau Zombie

Terjebak Di Pulau Zombie

Status: tamat
Genre:Pembunuhan / Zombie / Misteri / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: DF_14

Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.

Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.

Bukannya mendapatkan pertolongan disana, tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Mereka mulai menyusuri hutan, suasana begitu gelap dan mengcengkam, hanya di terangi cahya senter dari ponsel.

Beruntung Cindy tidur begitu pulas di pangkuan Diego, kalau dia terbangun pasti akan ketakutan, apalagi Diego berjalan dengan pelan sambil mengusap-usap punggung Cindy.

Rachel diam-diam memperhatikan Diego, hatinya merasa terenyuh, Diego terlihat begitu sayang pada Cindy, bahkan karena Diego ada disini membuat dirinya merasa ada yang melindungi.

Rachel mengajak berbicara Adel dengan pelan agar Adel tidak ketakutan.

"Jangan takut ya, kita semua pasti pulang." Rachel menggenggam tangan anak berusia 7 tahun itu.

Adel menganggukan kepala, dari pandangannya tak bisa dibohongi kalau dia begitu sangat ketakutan, pandangannya beredar memperhatikan suasana yang begitu gelap itu, apalagi tangannya berkeringat dingin.

Rachel terus berusaha untuk membuat agar Adel tidak ketakutan.

"Adel disekolah rangking berapa?" tanya Rachel.

"Ke tiga, tente." jawab Adel dengan pandangannya fokus celingak celinguk ke kiri dan kanan.

"Wah Adel pintar ya, mama Adel pasti bangga sekali sama Adel."

"Beneran, tante?" Adel nampak sumringah mendengarnya, dia berharap ucapan Rachel benar bahwa mendiang mamanya bangga padanya.

"Tentu saja, karena itu Adek jangan sedih ya."

Adel menganggukan kepala.

Diego tersenyum-senyum memperhatikan Rachel, mungkin karena Rachel seorang ibu jadi dia bisa dengan cepat mengambil hati Adel.

"Kenapa?" tanya Rachel begitu menyadari Diego sedang memperhatikannya.

"Ah tidak, hanya gak menyangka saja kita akhirnya bertemu lagi."

Rachel memandangi Diego, lalu mengangkat tangannya untuk membelai.

"Rachel , malu dilihat orang. Nanti saja kalau sudah sampai."

Rupanya Diego salah paham, Rachel ingin membelai rambut Cindy bukan wajahnya.

Diego sangat malu sekali.

Rachel jadi salah tingkah, dia kembali fokus mengajak Adel berbicara dengannya, dan tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan anak itu.

Sementara itu dibelakang mereka Nino sedang asik PDKT dengan Mira, mereka malah membahas mereka akan ngedate kemana aja jika mereka bisa berhasil pulang.

"Ajak aku nonton film ke bioskop." pinta Mira.

"Oh pasti aku akan mengajak kamu kesana." jawab Nino, dia harus pura-pura menjadi orang pemberani, dia tidak ingin gebetannya tau kalau sebenarnya dia sangat ketakutan malam ini.

"Beneran ya?" Mira tersenyum lebar.

Nino menggenggam tangan Mira, "Iya dong, jangankan nonton, aku juga akan bawa kamu kemana aja yang kamu inginkan, karena itu kita harus keluar dari sini."

Mereka tidak menyadari dibelakang mereka ada Ana yang sedang memperhatikan mereka, Ana memang lebih memilih memapah Nenek Sela yang kakinya terluka sehingga dia berjalan agak tertatih-tatih.

"Siapa namamu nak?" tanya nenek Sela.

"Namaku Ana, nek." jawab Ana dengan begitu ramah.

"Gadis yang baik, jika seandainya nenek tidak bisa bertahan lama disini nenek titip Adel ya, Adel ingin sekali bertemu ayahnya, sudah tiga tahun ayahnya tidak pernah pulang bahkan tidak pernah mengabarinya."

"Nenek jangan bilang begitu, kita semua pasti selamat dan bisa pulang ke rumah." Ana mencoba untuk menyemangati Nenek Sela, walaupun sebenarnya dia juga tidak tau bagaimana nasibnya nanti kedepannya.

Pandangan Ana beredar ke belakang, mungkin dia mencari Marsell, dia sama sekali tidak melihat batang hidung kekasihnya itu, bahkan bukan cuma Marsell, Ana juga mengkhawatirkan Rere yang dari tadi tidak terlihat olehnya, sampai tidak sengaja Ana malah memandangi Dave yang berada dibelakangnya. Ana kelihatan salah tingkah begitu kepergok Dave bahwa dirinya sedang menatap Dave.

Ana segera mengalihkan pandangannya fokus ke depan. Ada rasa kagum dihatinya melihat Dave yang sedang membantu salah satu penumpang disana. Dalam keadaan seperti ini memang harus saling membantu dan kompak, tidak boleh ada yang egois.

Kondisi istri pria berkaca mata itu sangat parah sehingga Dave dan suaminya harus menggotongnya dengan cara mereka berjalan sejajar, Dave yang mengangkat bagian kakinya dan suaminya yang mengangkat bagian dari atas.

Dan di barisan yang paling ujung adalah Marsell dan Rere, Rere sangat tidak enak hati dia takut ketahuan Ana kalau saat ini Marsell sedang mengenggam tangannya.

"Sell, kalau kita ketahuan Ana bagaimana?" Rere kelihatan sangat cemas.

"Ya nggak lah, jarak Ana sangat jauh sekali dengan kita, apalagi susana sangat gelap, jadi gak akan kelihatan."

"Tapi..."

"Bukan kah kamu menyukaiku?" Tanya Marsell.

"Iya, dulu aku pernah mengatakannya sama kamu, tapi kamu malah nembak Ana." gerutu Rere.

"Entahlah hari ini Ana membuatku jenuh. Dia lebih memilih memihak orang-orang asing yang tidak dikenalinya di bandingkan aku. Bahkan tidak mendengar apa yang aku ucapkan, padahal untuk kebaikan dia."

"Bukannya kamu sudah tau ya dari dulu Ana memang sangat kelihatan naif?"

Marsell menghentikan langkahnya, dia memandangi Rere dan memegang wajahnya lalu mencium bibir Rere, Rere sangat terkejut tiba-tiba Marsell mencium dirinya. Tapi dia tak bisa menolaknya, malah sangat menikmati ciuman itu.

Setelah itu Marsell menggenggam kembali tangan Rere dan segera menyusul ke barisan.

Setelah dua jam lebih mereka berjalan kaki, akhirnya mereka telah sampai di tempat yang dimaksud oleh Willy dan teman-temannya. Terdapat banyak bangunan disana, salah satunya rumah, bekas rumah sakit dan Hotel. Tapi begitu gelap seakan tempat ini bak kota mati.

Hanya cahaya rembulan yang menerangi sehingga tidak begitu terlihat gelap.

Willy melihat dari kejauhan ada orang yang sedang berjalan sempoyongan seperti sedang mabuk, pandangan orang itu tak beraturan menoleh ke kiri dan kanan seperti kelihatan linglung.

"Sepertinya ada orang." seru Willy, dia menunjuk orang itu yang jaraknya agak jauh dari mereka.

"Wah iya benar." salah satu dari mereka membenarkan itu.

Mereka yang ada disana merasa lega rupanya pulau ini ada penghuninya.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnnn ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Mae Mey
thor jht masak yg bae2 jd korban smpy menangis aq bcnya
Mae Mey
smg rangga bs slmt
Mae Mey
knp hrs or2 yg bae kn mengorbankan thor
Mae Mey
bc crt in smpy kuar keringat dingin in kaki
Mae Mey
kasian sm willy
nayoon
selamatin Rangga ya thor
nayoon
tumbalin aja Marcel SMA tu Alan gedek banget sama
nayoon
omegatt tegang banget thor gua bacanya
Blue Manusia Biasa
Keinget Tower Of God, paling benci sama Rachel
Khoerun Nisa
penasaran gmn menemukan diegonya
aas
ga berasa udh end aja
Mega Arum
Luar biasa....makasih Thor,
Rita Juwita
seruuu thor.. /Good//Good/
Dani
akan terlalu sangat amat konyol jika marcell yg sudah seperti itu masih dipercaya
Nuraishah❤💚
👍🏻
Robby Tom
cerita yg membagongkan, walaupun singkat
retno❤️
Akhirnya selesai baca novel ini... Ya ampun bener2 seruuu dan menegangkan... kayak lihat film aslinya. Pokoknya semua novel Kak Othor bagus2 dan keren ceritanya... Alhamdulillah sdh baca semuanya... tinggal nunggu cerita Noah yg lg up. Semangat trs berkarya Kak Othor... Sukses selalu ya 🙏🏻👍🏻🥰
DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ: terimakasih🙏
total 1 replies
Pipitputriamanda Amanda
cerita nya menarik aku suka semat thour💪
Wiska Suandini
dijadiin film keren nih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!