Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malangnya nasib Alea
🍃🍃🍃🍃
Setelah mengucapkan ijab kabul dan menandatangani semua surat-surat secara sepihak, Danish memutuskan untuk melihat Alea atas perintah kedua mertuanya. Pria itu sangat nekad menikahi Alea, jika sang ayah tahu bukan tidak mungkin ia akan dihajar habis-habisan mengingat ia sudah punya Rebecca, sang tunangan yang seorang anak menteri
Sambil berjalan melewati lorong hotel, Danish membuka jas hitamnya dan menyisakan kemeja dan dasi hitamnya juga, ia sampaikan dipundaknya lalu membuka pintu kamar Alea yang kebetulan tak dikunci
Danish masuk dengan pelan-pelan kedalam. Sejenak ia terpaku dengan pemandangan indah didepan matanya, tubuh berlekuk itu sedang tertidur menyamping dengan kedua mata sembab karena banyak menangis
" Malang sekali nasibmu Alea, bisa-bisanya kau bertemu pria seperti Rey." Gumam Danish lalu mendekat dan duduk disisi ranjang. Ia kembali memandangi tubuh Alea, kali ini jakunnya naik turun apalagi saat melihat bibir ranum Alea, dulu ia sempat mencicipi manisnya bibir itu
" Kenapa dulu meninggalkanku huh?" Gumam Danish lalu menyentuh sebelah pipi Alea, mengelusnya pelan menghayati kulit mulus Alea pada jemarinya
" Cantik." Puji Danish dengan senyum tipis
" Bukankah dia istriku? aku berhak melakukan apapun kan?" Danish tanpa sadar mendekatkan wajahnya pada Alea, ia berniat mencium bibir merah itu namun berhenti saat melihat kelopak mata Alea bergerak menandakan wanita itu akan segera bangun
" Apa yang bapak lakukan?" tanya Alea dengan wajah terkejut
Namun Danish sangat menyebalkan untuk Alea, pria itu malah mengedikan bahunya acuh
" Apa bapak tuli?" Alea mulai marah dan menepis jemari kekar itu, ia bangkit duduk dan merapihkan pakainnya yang sedikit acak-acakkan
" Menurutmu apa yang dilakukan sepasang pengantin setelah resmi menikah." Danish menampilkan senyum liciknya
" Ini malam pertama kita!"
" Apa bapak sudah gila?" Alea membentak tanpa takut sedikitpun pada Danish lalu berlari terbirit-birit keluar meninggalkan Danish
" Harusnya kau bersyukur Alea, jika aku tak ada kau akan menanggung malu atas hari ini selama hidupmu." Gumam Danish lalu merebahkan tubuhnya dikasur, memejamkan mata menghirup wangi Alea yang masih menempel disana
Selang beberapa menit, Danish yang akan memejamkan mata terganggu dengan suara tangisan Alea. Ia menghela nafasnya dan bangun duduk
" Kemasi barang-barangmu sekarang. Aku sibuk dan banyak urusan."
" Aku tidak mau, jangan harap aku mau ikut denganmu. Pernikahan ini sama sekali tidak sah." Alea menatap tajam pria yang tenang diatas ranjang lalu mendekat
" Aku hitung sampai tiga!"
" Dimana Rey? apa semua ini kau yang mengaturnya?" bentak Alea membuat Danish sedikit marah, baru kali ini ada wanita yang berlagak padanya terlebih wanita ini adalah bawahan Danish. Secepat kilat Danish menarik tangan Alea hingga wanita itu duduk dipangkuannya
Alea terkejut sampai membulatkan kedua matanya
" Lepaskan aku!" Teriak Alea memukuli dada Danish
" Dengar Alea, seharusnya kau berterima kasih karena aku mau menikahimu. Jika aku tidak datang kau akan malu karena pria brengsekmu itu!"
" Siapa kamu berani memanggilnya seperti itu." Teriak Alea
" Buka matamu, kenapa kau pikir dia tidak datang ke pernikahan kalian?" tanya Danish membuat Alea membungkam, kedua matanya berkaca-kaca lagi
" Rey sangat mencintaiku, mungkin dia punya-"
" Apapun alasannya itu tidak benar!" saut Danish tegas, Alea kembali membungkam lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia menangis kencang, rasanya sangat sakit, hatinya bergemuruh hebat
" Dimana Rey?" isaknya membuat Danish menghela nafas lalu mengambil ponselnya dari saku celana untuk menghubungi Rey
Saat deringan ketiga Rey menjawab panggilan itu
" Hallo Dan?" tanyanya. Mendengar suara Rey Alea menarik kedua tangannya. Danish menempelkan jari telunjuk dibibir Alea agar wanita itu tak bersuara
" Dan?" Danish mematikan panggilan itu lalu ia menatap Alea
" Coba kau hubungi dia!" perintahnya pada Alea, sambil terisak Alea meraih ponselnya yang berada diatas kasur sedangkan Danish malah tersenyum devil dengan Alea, wanita itu tampak betah dipangkuannya
Alea semakin sedih saat Rey tak menjawab satupun panggilan suaranya. Apa pria itu benar-benar mencampakannya dihari dimana seharusnya mereka bahagia? Alea menggelengkan kepala, rasanya tak mungkin
" Apa yang terjadi?" tanya Alea mengangkat wajah bertemu tatap dengan Danish, entah kenapa jantungnya selalu berdebar bersama Danish, apalagi kini tatapan Danish sangat intens
" Kalau aku memberitahumu, apa kau akan percaya?" Alea tak menjawab, ia hanya membungkam
" Aku tidak ada waktu, cepat kemasi barang-barangmu!" perintah Danish
" Aku tidak akan pergi kemanapun, aku tidak menandatangangi semua surat pernika-"
" Tapi dimata agama kau tetap istriku, ayahmu yang menikahkanmu denganku jadi menurutlah!"
" Aku tidak akan pergi, pernikahan ini-"
" Kau mau orangtuamu menanggung malu?" Alea memejamkan matanya begitu dalam
" Apa alasanmu menikahiku? kamu bisa membiarkan aku, kenapa kamu harus perduli?."
" Kau terlalu banyak bicara." Rahang Danish mulai mengeras tanda pria itu sudah hilang sabar membuat Alea sedikit menciut dan perlahan turun dari pangkuannya. Wanita itu duduk diatas kasur memegang sisi kasur dengan kuat, ia sungguh tak mengerti dengan Rey, kenapa pria itu tak datang? lalu dimana janji pria itu?
" Aku tidak mau!" saut Alea
" Baiklah, kalau begitu tanggung sendiri akibatnya." Danish beranjak berdiri, sambil menatap tajam Alea ia merapihkan kemeja dan memakai jasnya kembali
" Beraninya menolakku, lihat apa yang akan kulakukan!" gumam Danish dalam hati lalu melenggang pergi keluar dari kamar hotel tersebut
Sementara Alea kembali mrnghubungi Rey berulang kali. Keadaan ini membuat Alea frustasi, bahkan ia sangat takut dan malu pada Danish. Sampai datang kedua orangtua Alea beserta kedua kakak lelaki dan istri-istrinya
" Alea jangan bodoh." kini Angga bicara sambil mencengkram bahu Alea
" Bagaimana bisa? kalian pikir aku mau tinggal dengan orang asing begitu saja." Jawab Alea membentak dan akan kembali menangis
" Alea, dia suamimu sekarang bukan orang asing. Lagipula dia sangat tampan. Siapa yang mau menolak, hanya kamu saja." Gerutu Andin, istri Angga membuat Alea tercengang dengan airmata menderai, tidak tahu saja semua orang bahwa lelaki tampan itu sangat berbahaya untuk Alea
" Aku tetap tidak mau!"
" Jangan gila, harusnya kamu berterima kasih. Dia sudah mau membantumu, membantu kami."
" Kalian sangat egois!" Alea menutup wajah dengan kedua tangannya dan menangis kencang, rasanya ia memang akan benar-benar gila
" Bu, Alea tidak mau."
" Sayang." Sang ibu duduk dan memeluk Alea
" Kenapa kamu tidak mencobanya dulu, jalani pernikahan ini." Alea menggelengkan kepalanya cepat
" Jangan keras kepala Alea!" bentak Angga geram
" Kamu sudah dewasa Alea, kamu sudah bisa menentukan mana yang baik atau tidak. Jadi kenapa kamu tidak mencobanya saja dulu, menjalani pernikahan ini? mungkin saja pria itu lebih baik dari Rey. Tidak sekarang, mungkin waktu akan membuatmu mengenalnya dengan baik."
" Pacarmu itu tidak ada apa-apanya Alea, dan dia juga sangat brengsek. Lihat apa yang akan kulakukan bila bertemu dengannya, berani sekali mempermainkan adikku!" Alea hanya bisa menangis karena sepertinya ia tidak bisa manolak, ia sudah buntu dan jalan satu-satunya sepertinya memang harus menerima takdir yang Tuhan gariskan untuknya
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️