Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kena gebok
Kriiinggg... Kriiinggg...
Bel istirahat telah berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing, seperti biasa tentunya ada yang ke kantin buat makan atau sekedar ghibah, ada juga yang main bola di lapangan, bahkan ada beberapa murid rajin yang memilih menghabiskan waktu istirahat mereka untuk belajar di perpustakaan.
Nah kalau Sahira tentunya masuk ke tipe murid yang pertama, ya Sahira pergi ke kantin bersama dua sahabatnya yakni, Grey serta Anisa. Walau Sahira adalah anak yang rajin dan pintar, namun baginya waktu istirahat adalah waktu yang seharusnya ia gunakan untuk mengistirahatkan sejenak otaknya agar tidak melepuh dan meledak.
Dalam perjalanan menuju kantin, Sahira beserta kedua sahabatnya itu melalui lorong yang dekat dengan lapangan voli. Mereka memang sengaja lewat sana, karena agar dapat melihat pemandangan indah yaitu para pria yang sedang bermain voli.
"Eh guys, lihat deh! Itu kak Farhan sama kak Seto pada keren-keren banget, gue jadi pengen deh bersandar di dada mereka yang macho itu!" ucap Grey sembari membayangkan itu.
"Iya benar, gue juga gak habis pikir sama mereka! Kok bisa ya badan mereka bagus-bagus begitu? Duh, andai aja gue bisa jadi pacar salah satu dari mereka, gue rela deh diapain aja asal sama mereka!" ucap Anisa juga sama seperti Grey.
Sahira yang melihat dan mendengar itu, hanya bisa geleng-geleng kepala. Ya momen seperti ini memang bukan hal biasa bagi Sahira, ia sudah berulang kali menyaksikan kedua temannya menghalu begitu.
"Sahira, lu gak tertarik apa sama salah satu dari mereka?" tanya Grey heran.
"Iya, kok lu malah diem aja sih?" timpal Anisa.
"Gak tuh, tujuan gue sekolah itu kan buat belajar, bukan buat ngehaluin cowok! Jadi, ya gue mau fokus belajar aja, gak mau mikirin tentang cowok dulu!" jawab Sahira santai.
"Ohh, kayaknya gue salah deh nanya sama lu. Padahal kan udah jelas, lu gak mungkin tertarik sama salah satu dari mereka! Tapi nih ya, kalau misal ada cowok yang deketin lu dan pengen jadi pacar lu gimana tuh, Sahira?" ucap Grey penasaran.
"Umm, simpel aja. Ya udah pasti gue tolak!" jawab Sahira.
"Wow impresif! Kalau misal yang tembak lu itu kak Yudha gimana?" ucap Grey bertanya lagi.
"Sama aja Grey, mau siapapun itu pasti bakal gue tolak! Kan gue udah bilang, gue gak mau pacaran dulu selagi gue masih sekolah! Nanti gue bisa diamuk sama abang gue," ucap Sahira.
"Serius lu? Kak Yudha itu ketua tim basket loh, banyak cewek-cewek yang pengen deket dan bisa pacaran sama dia!" ujar Anisa.
"Gak perduli! Lagian belum tentu juga kan kak Yudha mau sama gue? Pastinya selera dia tinggi lah, yakali dia mau pacaran sama orang kayak gue?" ucap Sahira geleng-geleng kepala.
"Yaelah, hobinya merendah mulu lu!" cibir Grey.
"Hahaha, kenyataan Grey. Oh ya, gue mau tanya deh sama kalian berdua!" ucap Sahira.
"Tanya apa?" Grey penasaran.
"Umm, kalian tahu atau kenal gak sama cowok yang badannya paling kekar di sekolah ini?" tanya Sahira masih memikirkan pria yang tadi pagi ia tabrak.
"Duh, gue gak tahu. Soalnya gue gak ngukurin siapa cowok yang paling kekar disini, ngapain juga ya kan? Nah kalau yang paling kurus baru gue tau, dia anak kelas IPA seangkatan sama kita!" ucap Grey.
"Yeh itu mah gue gak mau tau! Yaudah deh, kalo kalian gak tahu gapapa!" ucap Sahira.
"Emang ada apa sih?" tanya Grey penasaran.
"Jadi gini..."
Belum sempat Sahira bercerita, tiba-tiba ada sebuah bola voli yang terbang melayang dan hendak mengenai kepala Sahira.
"Hey awas!" teriak seseorang dari lapangan.
Bughh...
Semua terlambat, karena Sahira sudah terlanjur terkena gebokan dari bola tersebut dan seketika gadis itu ambruk ke lantai sembari memegangi kepalanya dan tak lama kemudian pingsan.
"Sahira, lu gapapa?" tanya Grey panik.
"Ih ya ampun Sahira, sangking cantiknya bola aja sampe mau cium lu loh!" ujar Anisa.
"Ish, malah bercanda! Dia pingsan nih, ayo bantu gue bawa dia ke UKS!" ujar Grey.
"Hehe, maaf!" ucap Anisa nyengir.
Lalu, ketiga pria yang tadi bermain voli itu datang menghampiri Sahira. Mereka tampak cemas saat tahu kalau gadis itu pingsan akibat terkena hantaman bola voli, sontak salah seorang dari mereka yang bernama Farhan itu berjongkok mencoba mengecek kondisi Sahira.
"Waduh, dia pingsan lagi!" ujar Farhan panik.
"Ya iyalah pingsan kak, orang tadi bolanya kenceng banget! Kasihan tahu Sahira, kakak bantuin dong dia supaya bisa sadar!" ujar Grey.
"Iya iya, tenang aja! Gue bakal tanggung jawab kok, udah biar gue gendong dia dan bawa dia ke UKS! Eh kalian berdua, udah terusin aja main voli nya, biar cewek ini gue yang urus!" ucap Farhan.
"Siap Han!" ucap Seto dan Dika (teman Farhan).
Farhan langsung menggendong tubuh Sahira ala bridal style dan membawanya ke UKS diikuti oleh Grey serta Anisa dari belakangnya.
•
•
Saat dalam perjalanan menuju UKS, Farhan dicegat oleh seorang pria cool yang mengenakan jaket dan berhenti tepat di depannya. Pria itu terlihat menatap tajam ke arah Farhan serta wanita yang digendongnya.
"Bro, lu ngapain sih ngalangin jalan gue? Ini gawat darurat bro, dia pingsan!" ujar Farhan.
"Kenapa dia pingsan?" tanya pria itu dingin.
"Tadi bola voli yang gue pukul itu kena ke kepala dia, tapi gue gak sengaja kok! Ya emang lumayan kenceng sih kenanya, makanya dia pingsan!" jelas Farhan.
"Ohh, yaudah sini gue aja yang bawa dia! Kebetulan gue mau ke UKS juga ada urusan disana, lu lanjutin aja sana main voli nya!" ucap pria itu.
"Serius lu bro?" tanya Farhan heran.
"Iya, udah sini buru!" jawab pria itu tegas.
Farhan pun menyerahkan Sahira kepada pria itu untuk dibawa ke UKS, namun Grey dan Anisa mencegah itu karena mereka khawatir pria itu akan berbuat yang tidak-tidak pada Sahira.
"Eh eh eh, Sahira mau diapain itu? Dia kan lagi pingsan, jangan macam-macam deh!" ujar Grey.
"Kalian berdua tenang aja! Gue cuma mau bawa gadis ini ke UKS, kalian bisa ikut kok biar kalian percaya!" ucap pria itu.
"Eee yaudah deh, yang penting Sahira cepetan dibawa ke UKS! Jangan dioper-oper terus, dia itu manusia bukan bola!" ucap Grey.
Pria itu hanya tersenyum tipis, ia menggendong tubuh Sahira dan menatapnya dari jarak dekat.
"Ini cewek kan yang tadi nabrak gue di depan, haha dia emang lemah banget jadi cewek! Baru kena gebok bola voli aja udah pingsan, dasar ayam!" gumam pria itu dalam hati.
Setelahnya, Sahira pun dibawa ke UKS oleh si pria yang cukup misterius itu bersama Grey dan Anisa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa