Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 09
🍂Happy Reading Makkk....🍂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rindu sejak tadi nampak fokus menatap layar proyektor didepannya, sesekali tangannya mengoles tintah hitam diatas kertas putih saat seseorang perempuan paruh baya didepan sana berbicara.
Disamping kirinya sang teman Ninda sibuk senyam senyum dengan handphone nya, entahlah dia sedang bertukar pesan dengan siapa Rindu juga tidak perduli.
Begitu kelas berakhir Rindu dengan cepat membereskan buku bukunya, karena hari ini dia ada janji untuk makan siang bersama Dirga.
"Rin.."
"Hmmm"
Rindu berdehem tanpa mengalihkan pandangannya.
"Jalan yuk.. kemaren kita gak jadi keluarkan"
Ajak Ninda.
"No, hari ini gue ada acara lain"
Ninda memicingkan kedua matanya, merasa heran karena baru kali ini Rindu menolak ajakannya.
"Acara apa? gak biasanya dihari biasa ada acara?"
"Hehe... Dirga ngajak makan siang bareng hari ini"
Jawab Rindu kemudian.
"Cih, jadi benaran tuh om om tua batal nikah, terus kalian makan siang dalam rangkah merayakannya"
Rindu hanya mengangguk kepalanya pelan, menggeser tubuhnya menatap Ninda.
Suasana dalam kelas sudah nampak sepi, tapi mereka seolah enggan beranjak dari sana.
Begitupun Ninda, yang pada akhirnya lebih memilih mendengar cerita sahabatnya tersebut.
"Iiiyyyuuuu.. dasar norak"
"Sirik aja lu.. makanya cari pacar sana, biar tahu rasanya sayang sayangan"
"Cih, dasar sugar baby bucin"
"Biarin yang penting enak uuppss... hmmm, kita balik sekarang yuk"
Aduhhh nih mulut pakek keceplosan segala lagi..
tuh kan.. sudah mulai keluar mata keponya
Dengan cepat Rindu menarik tangan Ninda keluar dari dalam kelas bermaksud untuk mengalihkan perhatian sahabatnya tersebut.
Bukannya merasa aman Rindu semakin terancam bahaya, karena Ninda seolah sudah siap menerkam dirinya.
Ninda menyentak tangannya yang ditarik oleh Rindu, dengan sorot mata yang tajam sambil Ninda berkacak pinggang menatap dirinya.
Haiisss tatapannya..
"Jawab.. sudah ngapain aja lu sama sih om om tua itu"
Cerca Ninda.
"Gak ngapa ngain iih.."
Elak Rindu sambil membuang mukanya.
Mampus gue.. si emak tiri bakalan gak berhenti ngomel nih
Oh god.. itu gerbang kampus kenapa jadi jauh banget gitu sih?
"Mau coba bokis lu yaa.. apa perlu gue telan.jangin dulu baru mau ngaku, hmmm"
Lagi lagi Rindu merasa tersudutkan dengan kata menohok dari sahabatnya itu.
Dan pada akhirnya dengan bibir keluh Rindu berkata.
"Cuma pengang pengang aja, gak lebih"
"Oh ya.. masak.. gue gak yakin cuma dipegang doang tapi gak dirasain"
Rindu hanya diam dan melanjutkan langkahnya dengan cepat kearah depan gerbang kampus.
"Rin.. Rindu"
Dalam hati Ninda ingin sekali menertawakan sikap malu malu Rindu, dia fikir temanya tidak tahu saja bagaimana breng.seknya dia dalam berhubungan dengan laki laki.
Ninda menggelengkan kepalanya pelan sambil berkata dalam hati.
Lu lupa Rin.. bukannya lu selalu bilang gue itu ayam kampus disini
hahaha....
...----------------...
"Jadi untuk perkara yang lainnya nona bisa langsung sampaikan pada rekan saya"
Sesaat setelah beberapa waktu melakukan sesi konsultasi dan tanya jawab pada akhirnya Dirga memutuskan menyudahi pertemuannya dengan Lenna.
"Baiklah.. terima kasih Dirga, kamu sudah mau membantuku menangani kasus aku ini"
"Hmmm"
Sejatinya Dirga enggan berbasa basi dengan Lenna mengingat kelakuan perempuan itu dulu pada dirinya.
Tapi karena dia salah satu client khusunya, jadi Dirga mencoba untuk berlaku profesional.
Lenna berjalan mendekat kearah Dirga kemudian mengulurkan tangannya itu untuk bersalaman kemudian mereka menyeret langkahnya keluar dari dalam ruangan.
Tapi saat sampai diujung lift tiba tiba kaki Lenna sedikit tergelincir hingga dia hilang ke seimbangan membuat tubuhnya nyaris jatuh kebelakang, tapi siapa sangkah tangan kokoh milik Dirga dengan sigap menahan pinggang Lenna dengan kuat dengan tangan yang saling berpegangan, bak adegan remeo dan juliet, mereka menempel begitu erat satu sama lain.
Namun adegan yang dikata romantis itu menjadi sebuah kesialan untuk laki laki itu, sebab kejadian tersebut bertepatan dengan pintu lift khusus yang terbuka menampilkan Rindu yang membeku ditempat saat tatapanya mengarah pada Dirga.
Lala yang melihat kedatangan kekasih bosnya itu jelas melihat terkejut sampai menutup mulutnya.
Aduhh, bahaya nih.. kenapa princess datang disaat tidak tepat seperti ini
Matilah kamu Pak Dirga...!!!
"Hemmm"
Akhirnya Lala berdehem, mengintruksi kedua orang tersebut agar dengan cepat meraih kesadaran karena mereka belum menyadari ada bahaya yang mengintai keduanya.
"Maaf Dirga.. dan terima kasih"
Ucap Lenna kemudian.
Dirga hanya manganggukan kepalanya dengan menaikan sudut bibirnya sebagai jawaban, tapi sepersekian detik kemudian matanya terbelalak saat melihat Rindu didepannya.
Oh shi.t
Sejak kapan Rindu berada disana?
"Kalau begitu aku permisi dulu, hmmm Dirga.. senang bertemu dengan mu?"
Tangan Lenna bergerak mengusap lembut lengan Dirga kemudian perempuan itu melangkahkan kakinya masuk kedalam tabung kotak persegi tersebut disisi yang lain.
Entahlah Dirga sadar atau tidak dengan apa yang dilakukan lenna tadi karena matanya hanya fokus menatap Rindu saat ini.
Berbeda dengan Rindu yang sudah tersulut api saat melihat adegan memuakkan didepan mata dari awal hingga akhir itu.
Cih, laki laki memang dimana mana selalu sama..
apa dia memintaku datang hanya untuk melihat adegan mesranya dengan sang mantan
Kamu bener bener jahat Dirga....
Iya.. Rindu tahu siapa itu Lenna sebab Dirga perna menceritakan hal tersebut kepada dirinya.
"Sayang"
Seolah menuli Rindu enggan menjawab panggilan Dirga.
"Kamu sudah datang?"
Dirga bergerak mendekati Rindu.
Pintar sekali dia berbasa basi.. kita lihat laki laki seperti kamu akan bersikap bagaimana sebentar lagi..
Oh god, apa dia akan marah? Hah, sepertinya memang begitu
"Hey, hmm kita masuk keruanganku yuk"
Laki laki itu berbicara sambil meraih tangan Rindu.
Dan seperti dugaan nya Rindu menipis dengan kasar serta melayangkan tatapan tajam kearah Dirga.
"Sepetinya aku sudah tidak berniat untuk makan siang lagi, jadi aku akan pulang"
Ujar Rindu kemudian berbalik yang ingin segera masuk kedalam lift.
"No, jangan.. kamu gak boleh pulang, please kejadian tapi tidak seperti yang kamu fikirkan hmmm"
Seru Dirga memohon.
Waaahh.. si kucing jantan berubah menjadi kelinci seperti ini
ckckck!!! ini gila sih...
Batin Lala
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf gak bisa crazy up makk.. banyak kerjaan didunia nyata.. 🙏🙏🙏