Alessandra, umur 20 tahun masih virgin. Baru lulus kuliah dengan status Cum Laude. Dia terpaksa pulang ke Bali karena Covid-19 yang memporak porandakan bisnis di Bali.
Tiba di Bali ayah angkatnya meninggal dan menyisakan selembar surat wasiat yang berisi pembagian warisan.
50% adalah milik Alessandra, 25% diwariskan kepada istri tercintanya, siapakah 25% lagi?
Tidak ada yang tahu atau mengenal nama yang tertera di surat wasiat itu. Reyshaka Mahotra!!.
Siapakah dia??
****
Hallo readers...aq datang lagi dengan cerita yang lebih menggoda. Ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPERGOK
Keringat dingin membasahi wajah Alessandra, otaknya seakan tidak bisa berpikir ketika Reyshaka berkata,
"Tenanglah, kamu akan aku gendong turun. Kamu cukup berpegangan dipunggungku."
"Aku tidak bisa bergeser, aku takut."
"Pejamkan matamu supaya kamu tidak melihat ke bawah." kata Reyshaka mulai membantu Alessandra melepas pelukannya di pohon. Hati Reyshaka berdesir ketika matanya dengan bebas memandangi bibir sexy Alessandra. Gadis ini begitu cantik. bathin Reyshaka.
"Peluk aku dengan erat, aku akan mulai turun. Aku tidak bisa memakai tangga karena tangganya sudah hancur dirusak oleh emak kita."
"Yaya..aku menurut." sahut Alessandra ragu-ragu memeluk Reyshaka.
Mereka mulai turun perlahan, sesuatu yang kenyal menindih punggungnya membuat Reyshaka mengkhayal romantis. Dia mengharap supaya jaraknya masih jauh ke bawah. Sensasi sembriwing dari tekanan tubuh Alessandra membuah nafas Reyshaka memburu.
Akhirnya mereka sampai di bawah. Perang tangga sudah selesai, yang kalah adalah tangganya karena rusak. Untung hanya tangga bambu.
"Alee..untunglah kamu bisa selamat." seru nyonya Lisa terharu. Dia cepat memeluk Alessandra.
"Untung ada anakku, kalau tidak ada yang menolong pasti anak pungutmu sudah mati. Makanya jangan soq jagoan." ejek nyonya Mauren sinis.
"Kalau tidak ada anakmu aku akan mengambil tangga lipat teleskopik di dalam. Jadi jangan sombong dulu." sanggah nyonya Lisa sambil menjebikkan bibirnya.
"Dasar manusia tidak tahu trimakasih, pantas suamimu memilih aku sebagai istrinya karena kamu sudah expired." celetuk nyonya Mauren membuat nyonya Lisa meradang.
"Enyah kamu dari rumah ini, tanpa aku kamu menjadi pengemis di jalanan."
"Stop!! kenapa kalian ribut, masuk ke dalam semua." teriak Reyshaka gusar.
"Alee...mari kita masuk, mulai besok kita kunci dapur supaya mereka kelaparan." kata nyonya Lisa menyeret Alessandra ke dalam.
"Mau dikunci keq di gembok, kita gak peduli, kita sudah punya serepnya." sahut nyonya Mauren tidak mau kalah.
"Maa..stop, aku mau mandi. Mama lanjutin di dapur habis mandi aku akan ke dapur."
"Dasar anak bandel, bisa-bisanya kamu menolong musuh. Lagi sekali kamu menolong anak pungut itu mama ikat kamu di pohon mangga."
"Masih saja ngomel, ya udah aku mandi dulu." kata Reyshaka ngeloyor pergi.
Nyonya Mauren memang cerewet, agak judes, dulu dia tidak begitu. Perangainya berubah semenjak Reyshaka menjadi CEO di perusahan Mahotra. Biaya hidup yang semakin mapan dan pergaulannya yang mulai berwarna membuat kesombongan nyonya Mauren terbentuk.
Sudah sering Reyshaka memperingati, tapi nyonya Mauren tidak mau mengerti. Dia terpaksa membiarkan tingkah nyonya Mauren sepanjang tidak membuat susah.
Reyshaka masuk ke kamar mandi, bayangan Alessandra kembali menggoda imamnya. Kemarin-kemarin dia masih benci dengan gadis itu, tapi sekarang dia malah bernafsu melihatnya.
Perasaan manusia bisa secepat kilat berubah, tergantung situasi dan kondisi. Tapi dia tidak mau memperlihatkan ketertarikannya kepada ketiga wanita di Mension ini, bisa-bisa dia kena semprot.
Reyshaka turun dari lantai dua rencananya dia mau sarapan, biasanya dia tidak peduli dengan situasi lantai satu. Sekarang matanya mulai menjejahi setiap sudut. Dan matanya terpaku melihat gadis itu sedang berjalan keluar ruangan.
Tidak mau ketinggalan Reyshaka cepat mengikuti. Yaelah..ternyata gadis itu keluar mengambil paket. Pantas dia tidak ke dapur semua makanan dia borong.
"Apa perlu aku bantu??" tanya Reyshaka mendekat.
"Ti..tidak..aku bisa bawa, jangan dekat-dekat nanti mama kita perang." sahut Alessandra sambil matanya menoleh ke belakang takut mamanya ngintip.
"Tapi kamu ...."
"Rey... ke dapur, mama itung satu sampai sepuluh kalau gak datang nasi goreng mama buang." cetar membahana suara nyonya Mauren membuat pemuda S1 lulusan Harvard itu ngacir dari hadapan Alessandra.
"Mamaa...bisa gak suaranya diperhalus, aku bukan anak kecil lagi. Malu sama tetangga."
"Terus maumu apa? kenapa kamu kembali membuntuti anak pungut itu. Apa kamu minta dipeluk lagi."
"Pikiran mama aneh, aku tidak ngikutin dia. Cuma ingin tahu saja paket siapa yang datang."
"Elehh..kamu pikir mama anak kemarin sore, sudah kenyang makan asam garam."
"Sudah jangan dibahas lagi. Selera makanku jadi hilang kalau mama ngoceh terus."
"Tidak lama lagi Vaksin akan datang, setelah Covid-19 hilang kamu harus menikah. Tidak ada penolakan."
"Apa lagi ide mama, aku tidak setuju." sahut Reyshaka beranjak dari ruang makan. Mamanya sudah keterlaluan.
"Rey...rey...aduhhh..bocah tidak tahu di untung. Banyak orang kelaparan, dia malah tidak mau makan." gerutu nyonya Mauren kembali duduk. Dia lalu menghabisi nasi goreng milik Reyshaka. Mubazir.
Dengan pikiran kesal Reyshaka mengambil kunci mobil dan meluncur keluar. Fortuner itu melaju di jalan Gajah Mada, hatinya miris melihat semua Toko tutup. Jalanan sepi. Yang banyak berseliweran adalah ojek online. Saat ini mereka sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang takut keluar rumah.
Bali daerah pariwisata, perekonomian lumpuh total banyak orang di PHK dan di rumahkan membuat orang-orang berinisiatif berjualan makanan dari rumah.
Tidak terasa mobil memasuki jalan raya Kuta, dia terpaksa berhenti karena di larang memasuki kawasan Kuta. Adehh.
Tidak satupun dia melihat bule. Miris sekali, satu persatu dia melihat hotel yang dia lewati, semua di rantai besi dan digembok. Reyshaka melarikan mobilnya menuju Hotel Mahotra. Seorang scurity membuka palang.
"Siang Pak ...." scurity memberi hormat.
Reyshaka langsung meluncur ke lobby dia tidak mau ke basement. Suasana sepi menyergapnya, hanya ada cleaning service dan scurity.
Reyshaka kaget ketika ada yang mencolek punggungnya. Dia menoleh ke belakang. Ternyata Monik staf HRD nya. Gadis itu tersenyum manis memandangnya. Monik sangat terobsesi dengannya, dia sering menjauh, takut terjadi skandal. Orangnya lumayan cantik dan kulitnya putih mulus. Yang membuat lelaki senang melihatnya karena ukuran branya yang besar.
"Bapak disini, apa ada tugas untuk saya?" tanya Monik tersenyum genit.
"Tidak, saya iseng mau melihat daftar gaji." sahut Reyshaka.
Sebenarnya dia tidak berpikir tentang apapun, dia tadi hanya ingin membuang kesalnya karena mamanya terlalu cerewet.
"Kenapa kamu disini?" tanya Reyshaka basa basi.
"Saya ada tugas dari boss." sahut monik berusaha mengikuti langkah Reyshaka. Mereka berjalan berendeng menuju ke ruangan HRD.
"Silahkan masuk Pak, saya akan mengambil apa yang bapak butuhkan. Kalau mau yang lain saya siap melayani."
"Ohh..tidak..cukup daftar gaji saja." glekk!
Aaahh..cewek ini sengaja membuka jaketnya dan membiarkan toketnya hampir menyembul keluar. Reyshaka cepat duduk di sofa tamu. Jangan sampai aku terperangkap. bathinnya.
"Ini pak berkasnya." kata Monik duduk disamping Reyshaka.
Baru Monik mau beraksi tiba-tiba sesosok tubuh masuk dan berdiri kaku.
"Maaf, apa aku mengganggu?" tanya Alessandra dengan wajah berubah merah.
"Saya lupa mengunci pintu." jawab Monik sebelum Reyshaka menjawab.
"Lain kali kunci pintu, tapi lebih baik sewa kamar supaya aman." kata Alesandra cepat menguasai dirinya.
****
ya Allah nggak sanggup
aku lelahhhh