NovelToon NovelToon
Sistem Katalis

Sistem Katalis

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: YourLie

Tiga puluh tahun dalam kecacatan, Veroa Fliff akhirnya meninggalkan kehidupan dalam dunia yang sempit.

Namun, dia malah kembali ke usia, di mana dirinya baru saja menginjak pada usia dewasa dan hendak melakukan upacara kedewasaan.

Selain itu, sebuah layar setengah transparan mengganggu pandangannya pada saat dia membuka mata setelah kematiannya.

Dari sinilah, hal yang di kehidupannya yang sebelumnya terjadi, dia ubah dengan bantuan sistem dan rekan seperjuangannya.

Dunia berangsur terlihat dengan mata kepalanya sendiri, bukan media kertas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YourLie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah Spesial dari Sistem

Setelah beberapa saat, Veroa baru menyadari bahwa Rin menghilang. Dia mencari di sekelilingnya, tapi dia tak melihatnya.

Luna, meskipun dia merasa tersaingi oleh kehadiran Rin, tapi saat tahu Rin menghilang, dia juga merasa khawatir.

Tiba-tiba, di hadapan Veroa muncul layar sistem. Sebuah tugas baru saja muncul dan diberitahukan padanya. Tugas ini adalah sebagai berikut:

Tugas dadakan: Selamatkan Rin!

Batas waktu: 10 menit.

Gagal: Tangisan abadi Rin dan penyesalan.

Hadiah: Ciuman dari Rin.

Lokasi: Bangunan Bekas Panti Asuhan.

Pandangannya terfokus pada konsekuansi kegagalan yang akan didapatnya. Jantungnya berdebar, dia semakin merasa khawatir. Tapi, dia bingung untuk saat ini. Apakah dia akan membawa Luna atau tidak. Peluang keberhasilan dalam mengejar waktu penyelamatan akan semakin tipis.

Menoleh ke arah kanan jalan, sebuah bangunan bertuliskan “Toko Pakaian Wanita Anne” dilihatnya. Dia segera terpikirkan sebuah ide. Dia pun membawa Luna ke bangunan itu dan memasukinya.

Di sana, seorang wanita dewasa sedang melayani seorang pelanggan di meja resepsionis. Dia pun segera menghamipirnya dan berkata “Mbak, saya boleh minta tolong?”

Melihat pemuda tampan yang tiba-tiba saja datang dan meminta tolong, dalam pikirannya pun terlintas sebuah rencana jahil.

“Boleh. Tapi, ada syaratnya” katanya sambil tersenyum misterius, tapi terlihat manis.

“Apa itu?” tanya Veroa yang berkesan terburu-buru.

“Ok. Kupegang kata-katamu. Coba sebutkan terlebih dahulu, apa yang bisa kubantu?”

Veroa pun menyebutkan keperluannya datang kemari, bahwa dia ingin wanita itu menjaga adiknya, Luna selama beberapa saat.

Insting wanita memang tajam, wanita itu dapat merasakan kekhawatiran Veroa dan dia segera dapat menebak masalah yang tengah dihadapi oleh pemuda itu. Bukan tertuju pada adiknya, melainkan pada seseorang yang sedang berada dalam bahaya dan pemuda itu harus menyelamatkannya.

“Selesaikan dulu masalahmu. Nanti, setelah semuanya selesai, kamu jemput adikmu dan penuhi syaratnya”.

...

Orang – orang segera menyingkir dari tengah jalan saat seorang pemuda sedang berlari dengan sangat cepat, hingga udara pun terbelah dan debu – debu beterbangan karenanya.

Veroa berlari secepatnya, takut terlambat untuk menyelamatkan Rin. Waktu yang tersisa sebenarnya masih lima menit dan jarak yang harus ditempuh tak terlalu jauh lagi, dia akan sampai di lokasi.

Dan benar saja, di depan sana, terdapat belokan jalan. Seorang perempuan yang sedang dipanggul dan sedang menutup matanya sambil mengeluarkan air mata terlihat sekilas sebelum sepenuhnya menghilang di belokan jalan.

“Rin!”

Laju larinya semakin kencang. Dalam hitungan kurang dari lima detik, dia telah berada di depan para pemuda yang sedang berjalan itu.

“Kalian!”

Veroa telah dapat menduga siapa yang menjadi dalang hilangnya Rin. Jantungnya semakin berdebar kencang saat melihat tangan pemuda yang sebelumnya hendak memegang area sensitif Rin, apalagi ekspresi wajahnya yang seolah menghinanya. Dia merasa bangga dengan jumlah dan hendak membalas dendam. Tapi, dia salah mengambil langkah. Dia tak mengambil pelajaran dari sebelumnya.

Dengan sekali hentakan kaki kanannya, Veroa melesat pada pemuda itu dan memukulnya dengan sangat keras pada wajahnya. Pemuda itu terpental jauh dan pingsan seketika.

Mereka semua terkejut, karena kecepatan gerak Veroa lebih cepat daripada kedipan mata. Tiba-tiba saja muncul dan memukul rekannya. Mereka semua jatuh terduduk sambil berkeringat dingin. Mereka segera menyadari bahwa mereka telah menyinggung orang yang seharusnya tak disinggung.

Rin terlepas dari panggulan pemuda itu dan segera ditangkap oleh Veroa. Ternyata, dia pingsan, karena tak mampu untuk membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi sebelumnya.

Sebelum pergi meninggalkan mereka, Veroa menatap satu per satu mata mereka, agar mereka lebih merasa takut dan tak berani untuk mengganggunya lagi. Lalu, katanya "Lebih baik, kalian tak pernah terlihat lagi oleh pandanganku atau kesempatan untuk hidup akan hilang. Camkan itu!" dan dia pun segera pergi.

Suasana tegang yang menyelimuti mereka pun perlahan menghilang. Jantung yang terasa berhenti berdetak, kini dapat memompa dengan normal. Mereka semua menghembuskan nafas panjang sambil mengelus-elus dada.

“Apa-apaan orang itu” ujar salah seorang dari mereka.

“Pantesan kalian berdua tadi pulang ke markas dengan berantakan. Aish” ujar pemimpin mereka. Kemudian lanjutnya, “Kita harus segera meninggalkan kota ini”

Rekan – rekannya pun mengangguk. Mereka segera membawa pergi rekan yang dipukul oleh Veroa barusan yang ternyata wajahnya hancur, namun masih hidup.

...

Orang – orang terkejut melihat perempuan yang sebelumnya ditangkap oleh sekumpulan pemuda berandal, kini tengah digendong oleh seorang pemuda tampan. Mereka secara spontan mengaitkannya dengan kejadian seseorang yang berlari sangat kencang. Namun, mereka berpikir itu sangat mustahil, kejadiannya terlalu cepat bila dihubungkan.

Veroa menghiraukan reaksi orang – orang dan tetap melangkah maju. Bila berjalan kaki, memerlukan waktu sekitar lima belas menit untuk sampai di toko pakaian sebelumnya. Dia pun sampai.

“Fyuh, beruntung masih sempat” ucapnya saat masuk ke Toko Pakaian Anne. Yang dia lihat pertama kali adalah wanita penjaga toko sebelumnya, namun dia tak melihat Luna.

“Selamat datang kembali. Jadi, gadis itu yang...” ucapan wanita penjaga toko dipotong oleh Veroa.

“Di mana Luna!” tanyanya tanpa basa-basi dengan sedikit nada bentakan.

Wanita penjaga toko itu sedikit merasa geli dan tertarik dengan sikap protektif Veroa sebagai seorang kakak yang cepat tanggap saat menyadari adiknya tak terlihat.

“Hihi... tenang saja, dia saat ini sedang tidur kok di kamarku. Jadi, gadis itu pacarmu?” dia berusaha untuk menggoda Veroa yang tak menyadari bahwa gadis yang sedang digendongnya, Rin telah tersadar dan masih belum melakukan pergerakan yang menarik perhatian Veroa.

“Eh, maaf-maaf, telah berprasangka buruk padamu. Masalah gadis ini, Rin dia bukan pacarku. Tapi, aku ada rencana untuk itu sih” ucapnya jujur.

Rin, masih berpura-pura tak sadar, wajahnya memerah setelah mendengar ungkapan Veroa. Selain itu, hormon nonepinephrine dan stimulasi adrenalin terpicu karena perkataan orang yang dicintanya membuat tubuhnya memproduksi kalor berlebih, sehingga tubuhnya

dapat dirasakan semakin memanas di punggung Veroa.

Veroa yang merasakannya pun segera menurunkannya pada kursi yang ada di pinggir ruangan, hendak ditidurkan. Dia menyangka bahwa Rin demam dan masih pingsan.

Pada saat itulah, kecelakaan terjadi. Rin yang hendak turun karena tak tahan menahan rasa senang sekaligus malu terpeleset, sebab Veroa membuatnya salah injak hingga kaki Rin bukannya menginjak lantai, malah menginjak sudut kursi.

Dengan gerakan reflek, Veroa menahannya agar tidak jatuh, namun yang terjadi adalah dia ikut terjatuh, karena posturnya yang tidak seimbang. Hasilnya, pasangan mata keduanya melotot karena kaget. Bibir keduanya saling bersentuhan tanpa disengaja. Pasangan mata keduanya saling pandang dan saling merasakan kehangatan bibir dari masing-masing lawan. Keduanya merasa, dunia milik mereka sehingga pelanggan yang masuk pun tak disadarinya. Bahkan, wanita penjaga toko yang sedari memperhatikan mereka tersenyum melihat kejadian ini.

“Hm... sungguh masa muda yang bikin nostalgia” gumamnya pelan.

Orang – orang segera mengerti dengan keadaan. Mereka menahan diri untuk bersuara dengan bebas. Antara pelanggan dengan penjaga toko, berinteraksi dengan pasif.

Barulah suasana hangat itu terganggu oleh suara panggilan Luna yang memanggil keduanya dengan marah. Apalagi, dia memelototi Rin yang sebagai saingannya, telah mendahului dirinya yang merupakan adiknya Veroa.

1
anhar005
gw gk kepercaya klo ini bukan buatan KECERDASAN BUATAN soalnya bahasa yg dipake terlalu formal dan bertele tele
anhar005
bahasanya terlalu formal ya? ini bukan dibuat oleh kecerdasan buatan kan??....
Aqsa Grizzly
aneh kok cerita barat panggilannya mbak...hmnn...harusnya Nona saja..
Reza
padahal bagus tapi kenapa sepi ya
anehh
Ah'Lahya: blm ada yg promot jdi sepi kayaknya
total 1 replies
Reza
semangat bro udah ku kirim kopi biar ga ngantuk atau bosen ngerjain ini novel
Reza
merinding sumpah
Reza
semangat g
Reza
semangat
Bulbul
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Mata Diam
Author terbaik huhu author tau caranya bahagiain hati para pembaca! Sukses selalu ya dear author! WYATB 笶、ク
AllMostDie
Jujur aja ya dari pandanganku sendiri, novel ini gagal sih. Tapi, bakal diusahakan untuk sampai tamat juga.
SugarplumChum
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
sunshinegyspy
Gak bisa tidur dehhh hayati!
indigosparkle
semangat up nya thorr
Waria
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu‾
ForGoodluck
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
G R E E D [KETAMAKAN]
lanjut thor semangat kalo
bisa crazy up
AllMostDie: Pengennya sih kek gitu, cuman blm kesampaian. wkwk, entar kalo ada lebih, bakal upload kok.
total 1 replies
Mulya Damanik
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
G R E E D [KETAMAKAN]
lanjut thor semangat
G R E E D [KETAMAKAN]: santai aja thor utamain kesehatan dulu aja
total 2 replies
G R E E D [KETAMAKAN]
lanju thor seru
G R E E D [KETAMAKAN]: iya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!