Tejo Suseno, seorang pengusaha sukses telah memiliki kehidupan yang sempurna bersama Rania, istrinya yang cantik dan ketiga buah hatinya.
Tapi kemudian Tejo bertemu dengan Karin, gadis muda yang cantik dan membuatnya jatuh cinta lagi
Di belakang Rania, Tejo bertekad menikahi Karin, meski tidak direstui Ibunya.
Nb: 21+(mengandung konten dewasa di beberapa part)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izzati Zah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Karin tiba. Setelah berjuang merevisi skripsi hingga larut malam dan mengejar dosen pembimbing disiang harinya, akhirnya jadi juga Karin di wisuda bulan ini. Bahkan demi menuntaskan study nya terlebih dahulu, Karin rela untuk menahan rindu dan memilih tidak bertemu kekasihnya, Tejo Suseno, untuk sementara waktu. Maka sepertinya hari ini adalah puncak kebahagian Karin, bisa bertemu dan berkumpul dengan orang-orang terdekat yang amat disayangi sekaligus merayakan kelulusan di hari wisuda. Selain kedua orang tuanya dan Mas Yuda, abangnya, Karin juga ditemani oleh sahabat-sahabatnya, Rara, Risa, dan tentu saja Dito. Sedangkan Mas Tejo berjanji akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Karin sedikit kecewa, tapi berusaha memahami kekasihnya itu.
Lagi pula sebagai gantinya Mas Tejo ngotot akan menjamu Karin beserta Keluarga dan teman-temannya dalam syukuran wisuda Karin nanti. Setelah rangkaian acara wisuda selesai dan Karin telah puas berfoto bersama orang tua, kakak, dan sahabat-sahabatnya di depan kampus barulah Mas Tejo datang menjemput.
Mas Tejo langsung menyerahkan bucket bunga mawar merah dan putih besar, satu kotak coklat premium, dan sebuah boneka teddy bear yang manis.
"Congrats sayang, you look so beautifull.."
"Makasih..."
"Gimana? Kita langsung pergi?"
"Mau kemana kita Mas?"
"Ke GAYA studio dulu ya buat foto, aku udah revervasi kok, terus makannya di simple kitchen, gimana?"
"Ok"
Sepertinya Mas Tejo sudah mempersiapkan semua tanpa Karin harus repot-repot. Diam-diam Karin mengagumi sisi lain dari calon suaminya itu.
Ini pertama kalinya Mas Tejo bertemu secara langsung dengan teman-temannya Karin. Rara dan Risa yang biasanya hanya mendengar tentang Mas Tejo dari cerita Karin saja, akhirnya mengakui pilihan sahabatnya.
"Ganteng juga Mas Tejo mu ternyata, pantesan kamu sampek klepek-klepek begitu.."
Kata Risa berbisik pada Karin.
"Ganteng, matang, dan berkharisma, matap Rin! Semoga dalamnya sebagus penampakannya"
Tambah Rara tak mau kalah.
"Penampakan? Lo kira hantu!"
Tanpa sadar mereka bertiga tertawa cekikikan. Dan seketika semua mata menoleh. Karin memilih beranjak bergabung dengan kedua orang tuanya. Sementara itu Dito sempat memperhatikan Tejo dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang mengamati pria macam apa yang mampu membuat Karin-nya bertekuk lutut. Selebihnya sepanjang sisa acara Dito hanya diam dan lebih banyak sibuk dengan ponselnya.
"Karin, ini ada kue tolong dibagiin ya buat keluarga sama temen-temen, sambil gantian nunggu foto, kayaknya lumayan lama, udah pada laper kan?"
Kata Mas Tejo sambil menyerahkan dua kotak besar kue donat yang dari aroma dan kardusnya saja sudah menggiurkan.
"Ok, makasih"
Ternyata Mas Tejo benar-benar menyiapkan semuanya, batin Karin bertambah kagum. Lalu Karin mempersilahkan semua untuk mengambil.
Di GAYA studio Karin pertama-tama berfoto dengan kedua orang tuanya, lalu Mas Yuda bergabung. Mereka mengambil foto dengan beberapa gaya. Setelah sesi foto keluarga itu usai barulah giliran Mas Tejo. Papa Karin masih enggan berfoto dengan calon menantunya itu.
"Nanti saja kalau sudah benar-benar jadi keluarga!"
Begitu katanya tegas. Tapi untunglah beliau masih mengizinkan Karin berfoto berdua dengan Mas Tejo-nya. Setelah itu barulah Karin berfoto bersama sahabat-sahabatnya sepuasnya. Untuk menjaga perasaan Mas Tejo, Karin pun tidak berfoto berdua dengan Dito. Dito hanya mengambil foto berempat, bersama Rara dan Risa.
"Udah selesai fotonya?"
Tanya Mas Tejo begitu Karin keluar dari studio bersama para sahabatnya.
"Udah"
"Yuk, kita langsung jalan ya, kasian Papa sama Mama kamu nanti capek kalau kelamaan"
"Ok"
Mas Tejo memang sangat pengertian dan perhatian, batinnya.
Sampai di restoran Karin terkejut karena ternyata Mas Tejo memboking satu tempat itu hanya untuk mereka saja. Ditambah lagi dengan dekorasi yang amat manis dan elegan, serta tulisan ucapan selamat untuknya yang baru saja merayakan kelulusan. Ini sedikit berlebihan, pikir Karin, tapi Karin tak bisa menyembunyikan keharuannya.
"Makasih banyak Mas,"
Kata Karin sambil berkaca-kaca.
Restoran itu adalah restoran mewah dengan konsep all you can eat yang sangat lengkap menunya. Mulai dari steak, dimsum, sushi, seafood, sampai traditional food tersedia. Semua bebas mengambil sendiri sesuai keinginan.
Begitu semuanya duduk seorang pelayan datang dengan membawa sebuah cake ukuran personal dengan lempengan coklat bertuliskan ucapan happy graduation.
Tak henti-hentinya Karin merasa tersipu dengan perlakuan kekasihnya. Tapi itu semua belum apa-apa.
Kejutan yang sebenarnya terjadi saat Karin mulai memotong kuenya dengan garpu, dan matanya tertegun saat menemukan benda berkilauan yang ternyata adalah cincin dengan mata berlian yang amat indah.
Karin mendongak dan langsung menemukan Mas Tejo sedang menatapnya lembut.
"Would you marry me?"
Seketika waktu membeku dan seolah dunia berhenti berputar.