Plakkkk!!!
Kia menampar pipi ayahnya dengan berlinang air mata.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang?? kesabaran Kia sudah habis, ayahh, sudah habis!! "
Iya, dia adalah Kriya Anastasya, seorang gadis cantik yang akan dinikahkan dengan seorang rentenir duda beranak lima.
Ayahnya yang tega menukarnya hanya demi uang. Apakah itu bisa disebut ayah??
Tapi dengan bantuan Al sang pengusaha terkenal itu, Kia bisa lolos dari pernikahan tersebut.
Yang ternyata Al adalah orang yang pernah menyelamatkan dia dulu, orang yang sangat dingin pikirnya.
Kisah Kia masih berlanjut saat Al meminta Kia menjadi istrinya. Jika Kia menolak permintaannya itu, Al tidak segan-segan menjebloskan kakak dan ayah Kia kedalam penjara.
Tidak ada pilihan lain selain dirinya mengikuti kemauan Al.
Jadi, bagaimanakah kisahnya nanti??
Apakah keduanya bisa memberikan cinta satu samalain, atau malah sebaliknya keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangannya karena ego masing-masing??
Yukk simak kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMDTM BAB#07
" Gimana, apa mama masih minta menantu kepada kamu?? " tanya Andre, duduk di sofa yang ada diruangan itu.
" Wowww, ya tentu,,,, masih. " Jawabnya tanpa ekspresi.
Al menyandarkan kepalanya dikursi kebesarannya itu, " Bagaimana jika kamu aja yang menikah, Andre" Kata Al.
Andre melototkan matanya, " Apa kamu sudah gila?? Tidakk,,, tidakkkk. Aku tidak mauu" ucap Andre.
" Kamu aja ya " Kata Al.
" Noo, TIDAKK, camkan itu." Kata Andre langsung pergi dari ruangan Al. Dia tidak mau berdebad dengan Al yang nanti ujung-ujungnya dia juga yang kena.
" Andreeeee,,,,,,,,, Aku belum selesai bicaraa" Triakk Al dari ruangannya itu, untung kedap suara.
Andre hanya bisa mengelus dadanya dengan kasar, " Sabarrr, sabarrr " Katanya.
" Untunggg dia bos ku, kalau tidak, udahh ku tendang dari dulu. Tapiiii,,,, mana aku berani, " Katanya memelas.
Ya itulah kelakuan mereka berdua jika berdua, selalu berdebad. Tapi tiidak sama kelakuan mereka berdua jika sama orang lain. Dengan orang lain akan sangat dingin.
………………….
Sore harinya.
Kia sedang berjalan memasuki lestorann.
Vira yang melihatnya pun berlari memeluk sahabatnya itu.
" Kiaaaaaaaaa " Triaknyaaa.
" Heyyy, Virrr. Akuu suu,,,sah ber,, nafas. " Jawabnya Kia dengan nafas yang tersenggal.
" Kamu kemana saja?? " tanya Vira, melepas pelukannya.
" Kepoo yaaaa" Jawab Kia candaan.
Mata Vira beralih pada maps yang ada ditangan Kia, " Apa itu?? " tanya Vira yang ingin menyentuh maps itu.
Kia yang melihatnya langsung menebas tangan Vira, " Apaan sihh Vir" Kata Kia.
" Itu apa?? " tanya Vira kepo.
" Ini?? " Kia mengangkat maps yang ada ditangannya, " Ini surat pengunduran diri."
" Haaa?? " Mata Vira membulat sempurna, " Kenapa ngundurin diri?? kenapa tega ninggalin aku sih, Yaa." Ucap Vira sambil menundukkan kepalanya.
" Nggak apa-apa, Vir. " Jawab Kia.
" Tapi kenapa?? " tanya Vira.
Kia hanya menggelengkan kepalanya.
" Pak Alan ada disini nggak?? " tanya Kia.
Vira mengangguk.
" Aku tinggal dulu ya." Kia langsung melangkah kakinya meninggalkan Vira.
Tokkk, tokkk, tokkkk.
" Masukk!! " perintahnya dari dalam.
Kia membuka pintunya.
" Ohhh, masih berani kamu kesini ya?? " tanya Alan yang melihat Kia memasuki ruangannya.
Kia tidak menyahuti ucapan Alan, dia terus melanglahkan kakinya.
" Saya kesini hanya ingin memgundurkan diri dari sini. " Kata Kia, menaruh maps yang berisi surat pengunduran diri itu keatas meja.
Setelah itu Kia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat, dia sangat takut jika kejadian waktu itu terulang kembali.
Alan hanya mentap punggung Kia, sampai hilang dari pandangannya.
" Siapapun yang sudah masuk kedalam genggamanku tidak akan aku lepaskan begitu saja. Nantikan kedatangannku Kia. " Alan mengepalkan tangannya, menahan amarah yang sangat membara.
……….
" Kia?? " panggil Vira yang melihat Kia keluar dari ruangan bosnya itu.
" Iya?? "
" Gimana, jadi mengundurkan diri?? " tanya Vira.
Kia mengangguk, " Iya " jawabnya sambil tersenyum.
" Yaa, jangan pernah lupain aku ya" Ucap Vira memeluk sahabatnya itu.
" Nggak bakalan lahh, Vir. Kamu itu sahabatku sampai kapanpun itu " Jawab Kia membalas pelukan Vira.
" Janji jangan pernah lupain aku" melepas pelukannya, menyondorkan jari kelingkingnya.
" Janji " Jawab Kia, membalas jari kelingking Vira.
" Kalau ada apa-apa kabarin aku ya, Ya "
" Siapp" jawab Kia.
" Aku bakal kangen sama kamu " memeluk tubuh Kia kembali.
" Aku akan sering-sering nengokin kamu kesini" Jawab Kia, " Ya udah, aku pulang duluan ya, Vir" Kia melepas pelukannya.
Vira mengangguk.
" Asalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Kia melanglahkan kakinya pergi dari lestoran itu, Vira meandandangi punggung sahabatnya iyi sampai menghilang dari pandangnya.
Sedih yang dirasakan Vira sekarang, harus berpisah sama sahabatnya yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri.
Tidak terasa air mata sudah membasahi pipi Vira, " Somoga kamu baik-baik saja disana dan jangan pernah lupain aku yang disini selalu menunggumu." Kata Vira pelan.
………………..
Diperjalanan pulang, Kia memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Adakah lowongan kerja yang mau menerimannya yang hanya lulusan SMA.
" Kiaaa " Panggil seseorang tetangganya sebelum dia sampai dirumah.
" Ada apa, Bu Iyem?? " tanya Kia.
" Itu tadi,,,, dirumah kamu ada pak Juned. Dia kesini tadi bersama ayah kamu, coba kamu lihat, buru-buru pulang sana. " Kata Bu Iyem yang merasa akan ada sesuatu yang terjadi.
" Apa?? pak Juned?? kesini?? mau apa dia kesini" Ucap Kia, " Ya udah, Bu. Kia pamit duluan. Asalamualaikum." Kia melangkahkan kakinya terburu-buru.
" Waalaikumsalam. Hati-hati " Jawab Bu Iyem.
Bu Iyem adalah seorang janda, suaminya meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu, sekarang dia tinggal sendiri, rumahnya tidak jauh dari rumah Kia, hanya berjarak 7 rumah saja dengan rumah Kia.
Pak Juned adalah seorang rentenir, dia duda beranak 5. Iya, memang anaknya banyak, karena setiap malamnya dia selalu berganti perempuan, perempuan yang selalu memuaskannya kadang lupa tidak memakai alat untuk mencegah kehamilan, ya akhirnya si para perempuan itu menyerahkan anaknya kepada Pak Juned. Istri sahnya hanya satu dan sekarang pun meninggal, meninggal karena istrinya tersebut tidak tahan dengan kelakuan suaminya yang akhirnya memutuskan menghakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.
Kia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, " Asalamualaikum" ucapnya. Matanya melihat sekelilingnya, rumah yang biasanya sangat sepi kini berubah menjadi ramai karena banyak anak buah Juned.
" Ya ini dia yang kita tunggu dari tadi " Kata Pak Juned.
" Iya bos." Jawab salah satu anak buahnya.
" Kiaa, sini!! " perintah ayahnya, Kia merut saja, dia duduk dikursi dekat ayahnya.
" Ada apa, yah?? " tanya Kia.
" Kemarin ayah meminjam uang sama pak Juned." Kata Aldi.
" Truss?? " tanya Kia.
" Ayah menjajikan ke pak Juned, jika dia meminjami ayah uang 100jt, ayah akan merestui pernikahan pak Juned dengan kamu. Meskipun kamu tidak cinta sama dia, tapi pak Juned ini sangat tergila-gila sama kamu, nak. " Ucap Aldi panjang lebar.
" Ayahh ingin menjual Kia, begitu?? " tanya Kia sambil berdiri, dia sudah terlihat sangat marah saat itu. Entah dosa atau tidak yang dia lakukan sekarang, tapi intinya dia hanya mau membela dirinya-sendiri kali ini.
" Apa Kia tidak salah dengar dengan omongan ayah tadi?? " tanya Kia dengan suara yang melengking, seketika anak buah Juned tadi berdiri.
" Tidak, kamu tidak salah dengar " Jawab Aldi dengan santainya, berdiri.
" Apa ayah rela menjual Kia kepada situa bangka ini?? haaaa?? apa ayah tega??" Tanya Kia sambil menggoyang nggoyangkan tangan ayahnya, air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya.
" Kenapa ayah tidak tega?? Woww ayah sangat bahagia jika itu terjadi, bukan ayah saja yang mendapat keuntungan, kamu juga dapat bukan. Kamu akan hidup dengan serba berkecukupan disana. " Kata Aldi dengan entengnya.
Plakkkkkk
Kia menampar pipi ayahnya dengan air mata yang berlinang.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang kesabaran Kia sudah habiss, ayahhh, sudahh habiss."
" Lancang sekali, kau menampar pipi ayahmu ini. Dasar anak durhaka. "
Plakkkk
Plakkkkk
Plakkkk
Tiga tamparan sekaligus mendarat dipipi mulus Kia yang putih itu. Diammm, itulah yang dilakukan Kia sekarang. Kia ingin melanglahkan kakinya pergi dari sana, tapi belum sempat Pak Juned sudah membuka menyuruh anak buahnya untuk menangkapnya.
" Tangkap dia " Perintahnya kepada anak buahnya, " Heyyy cantikk. Kamu sudah nggak akan bisa lepas dari saya lagi. " Kata pak Juned sambil mengedipkan matanya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like dan Komen.
Trimakasih.