Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.
Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.
Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.
Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?
Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketua Kelas
Di Sekolah
"Hari ini adalah hari pertama kita ujian. Aku sebagai ketua kelas disini akan membagikan kartu ujian yang disiapkan oleh guru-guru. Sebelum aku bagikan kartu ini, aku ingin bilang semangat kepada kalian semua dan semoga sukses. Terima kasih untuk kerjasamanya selama ini." Ucap Ketua kelas yang sedang berbicara di depan kelas saat sepuluh menit lagi ujian mau dimulai.
"Siap mel. Semangat juga untuk kamu." Sahut temannya.
"Iya Amelia, terima kasih juga ya sudah bersedia menjadi ketua kelas di kelas kita selama satu tahun ini." Sahut temannya yang lain.
"Amelia, terima kasih banyak ya sudah bisa bersabar dengan sikap kami ini." Sahut temannya yang lain lagi.
"Haha..., iya, iya. Sama-sama. Aku mohon selama ujian dimulai kalian semua tertib ya, Oke." Ketua kelas itu yang bernama Amelia menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Satu kelas itu pun mengerti apa yang diperintahkan oleh Amelia.
"Kiran, ini aku bagi dua. Kamu bagikan di barisan sebelah sana ya." Ucap Amelia kepada Kiran.
"Siap bu ketua." Kiran memberi hormat kepada Amelia.
"Haha..., bagus wakil ketua." Sahut Amelia kepada Kiran.
Amelia dikenal sebagai siswa yang aktif, berani dan juga pintar. Karena kepintarannya itu selalu membuatnya menjadi juara kelas setiap semesternya.
Amelia yang memiliki sifat bersosialisasi yang mudah dengan siapa pun membuat dirinya mudah akrab dengan siapa saja bahkan teman yang satu kelas dengannya.
Amelia tidak menjabat sebagai ketua kelas seorang diri tanpa wakilnya. Tetapi, ia memiliki seorang wakil ketua kelas juga yang bernama Kiran.
Mereka sebenarnya sudah bersahabat sejak lama. Dari mereka masih berada di tingkat sekolah menengah pertama walaupun begitu mereka belum pernah sama sekali berkunjung ke rumah satu sama lain.
Karena mereka tidak suka kalau saat mereka datang berkunjung ke rumah salah satu dari mereka. Pasti rasanya tidak akan nyaman karena ada kedua orang tua ataupun kalau ada kakak dan adiknya.
Jadi, jika mereka ingin menghabiskan waktu untuk berdua saja. Mereka akan lebih memilih untuk berjalan-jalan ke mall dibanding datang kerumah.
Bahkan sampai beberapa guru bilang kalau mereka berdua adalah anak kembar yang kemana-mana selalu berdua dan bareng. Yang sebenarnya mereka bahkan memiliki orang tua yang berbeda baik ayah maupun ibu.
Bagi mereka canggung atau saling tidak mengenal satu sama lain sudah sama sekali tidak ada di antara mereka disaat mereka sedang berdua. Karena, mereka sudah bersahabat sejak lima tahun lalu. Jadi, mereka berdua sangat dikenal dengan keakrabannya di sekolah dan juga di kelas.
Kreek!
Pintu kelas dibuka.
Semua siswa yang ada di kelas itu pun teralihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka itu termasuk ketua kelas yang harus bertanggung jawab dengan kondisi kelasnya.
Ia selaku sebagai ketua kelas diminta oleh guru yang menjadi wali kelasnya untuk menjaga keamanan kelas agar tetap kondusif dan tertib. Ia pun menjalankan itu dengan seluruh kemampuan yang ia punya.
"Selamat pagi anak-anak semua. Hari ini ibu yang menjadi pengawas di kelas kalian." Ucap ibu guru itu yang baru saja memasuki kelas.
"Selamat pagi bu." Sahut siswa satu kelas itu kompak.
Setelah sedikit arahan dari guru pengawas itu. Mereka semua mulai melakukan ujian sekolah yang akan menjadi ujian terakhir mereka di sekolah menengah atas. Sebelum lanjut ke perguruan tinggi.
Karena perharinya hanya terdapat dua mata pelajaran yang diujikan. Jadi, dalam dua mata pelajaran itu dijeda dengan dikasih waktu istirahat selama tiga puluh menit. Dan selama satu minggu ini akan selalu seperti itu.
Amelia yang merasa lapar dan ingin makan pun mengajak Kiran sebagai sahabatnya untuk makan di kantin bersama
Makan bersama di kantin kali ini membuat Kiran teringat obrolan mereka berdua kemarin di kantin.
Flashback
Mereka berdua sedang berada di kantin sambil memakan empek-empek dengan kuahnya yang pedas dan gurihnya itu. Tidak lupa juga dengan membicarakan satu sama lain.
"Amel, kamu mau kuliah dimana?" Kiran bertanya kepada Amelia sambil duduk di salah satu meja makan yang ada di kantin dengan menikmati mpek-mpek mereka.
"Aku mau kuliah di Luar Negeri rencananya. Ikut Lembaga yang memberikan beasiswa penuh gitu. kamu sendiri dimana?" Menjawab Pertanyaan Kiran sambil mengambil potongan-potongan timun yang ada di dalam mangkuk mpek-mpeknya ke dalam mangkuk Kiran. Karena Amelia tidak menyukai timun.
"Eh! kebiasaan main langsung pindah-pindahin makanan yang tidak kamu makan ke mangkuk orang. Bilang dulu kenapa?!" Kiran terlihat kesal dengan sikap kebiasaannya Amelia. Walaupun kesal dia sebenarnya tahu kalau Amelia tidak suka dengan timun jadi ia tetap menerima dan memakannya.
"Nanti jadi mubazir. Jawab pertanyaanku yang tadi ran, kamu belum jawab." Amelia
"Sorry, Sorry. Aku mau kuliah di Universitas Muda ABC. Aku tidak berani kuliah di tempat yang jauh-jauh jadi kuliah yang ada di ibu kota saja. Hehe..." Kiran.
"Oh, tidak apa-apa juga si. Yang penting kita masih punya semangat buat masa depan kita sendiri." Amelia.
"Yups, That's true." Kiran.
Suara bel sekolah berbunyi. Amelia dan Kiran pun masuk ke kelas mereka yang berada di lantai 2 sekolahnya untuk melanjutkan ujian jadwal pelajaran mereka selanjutnya.
Waktu ujian mata pelajaran kedua pun sudah selesai. Semua siswa juga sudah mengumpulkan hasil ujiannya masing-masing kepada guru pengawas yang ada di kelas. Semua siswa sudah bersiap-siap untuk segera pulang.
Amelia sudah siap dengan perlengkapan sekolahnya yang sudah masuk ke dalam tasnya dengan rapi. Ia jalan keluar kelas. Tapi, berbeda dengan Amelia karena sebelum pulang ia ingin menyenangkan hari-harinya dahulu.
Sudah selesai ujian pasti kepalanya terasa penat. Makanya ia ingin jalan-jalan sebelum melewati hari-hari ujian berikutnya.
"Ran, Jalan-Jalan yuk." Amelia yang mengajak Kiran untuk pergi berjalan-jalan sebelum pulang.
"Jalan-jalan kemana ?"
"Udah ayo." Amelia menggandeng tangan Kiran untuk pergi keluar kelas dan membawanya untuk mengikutinya masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya yaitu sopir keluarganya.
"Mel, kita mau kemana?" Kiran menunjukkan kebingungannya karena ia langsung ditarik paksa oleh Amelia untuk mengikutinya pergi entah kemana ia akan membawa Kiran pergi.
"Ke mall. Kita nonton, makan, beli camilan, beli es krim, beli minuman boba pokoknya refreshing di mall deh. Bersenang-senang setelah ujian walaupun baru sehari. Haha..." Jawab Amelia dengan senangnya karena sudah tidak sabar untuk berjalan-jalan di mall nanti.
"Haha..., baiklah." Sahut Kiran yang ikut senang dan tidak sabar untuk pergi.
Bersambung.
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi