NovelToon NovelToon
ALVARO

ALVARO

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: sofy adisty

Alvaro idaman para wanita.

Alvaro penakluk hati wanita.

Alvaro pemusnah hati wanita.

Dan Alvaro malaikat tampan yang mematikan,sekali melihat kau akan jatuh cinta padanya.

Bercerita tentang Alvaro tidak akan ada habisnya,Alvaro yang sangat tampan,Alvaro yang dingin,Alvaro pemilik mulut berbisa.

Alvaro Tristan Antony putra pertama dari trilionaire kaya dan selalu menjadi rebutan para wanita.

Hati yang dingin dan beku tidak peduli seberapa cantik dan menggoda wanita di hadapan Alvaro,baginya semua wanita sama saja.

Alvaro sang badboy dengan wajah seperti titisan malaikat yang turun dari langit dengan sifat brutal dan liar.

Dan inilah kisahnya
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Hana menarik tangan Alvaro agar menjauh dari Charles yang sudah lemas karena pukulan dari Alvaro yang begitu kuat.

"Kenapa kau memukulinya?! Bagaimana jika dia mati? Kau bisa di penjara"ucap Hana panik.

Alvaro menaikan alisnya"jika dia mati tinggal masukan saja ke peti mati."jawabnya santai.

Hana menghela nafas pelan"kau ini--"

"Hay kak?"sapa Reva,sepupu Hana. Ia menghampiri Hana dengan wajah tanpa bersalah.

Hana menatap datar lalu iya menatap Reva dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Oh, Hay"sapa nya dingin.

"Kakak dengan siapa? Kenapa tidak kenalkan padaku?!"tanya Reva dengan raut wajah polos yang membuat Hana muak.

"Dia--"

"Tunangannya"sahut Alvaro datar,Hana membulat kan matanya.

"Tunangan?"tanya remeh Reva.

"Sejak kapan kak Hana bertunangan? bahkan tidak mengundang keluarga ku"sambung Reva.

"Untuk apa mengundang manusia busuk seperti mu?!"tanya Alvaro.

Wajah Reva nampak pias dan memerah menahan kesal.

"Sebentar"Jeni langsung menarik tangan Hana menjauh meninggalkan Alvaro yang sedang menatap tajam Reva.

"Kau yakin kau tunangan sepupu ku?!"tanya Reva ragu.

Alvaro menatap dingin"kau pikir aku berbohong?"ucapnya.

"Apa kau tau dia hanya anak buangan yang di ambil oleh paman ku dari panti?!"tanya Reva memanas-manasi Alvaro.

Rahang Alvaro mengetat"kau pikir aku akan termakan perkataan mu yang menjijikan itu?!"tanya nya sambil tersenyum miring.

Wajah Reva memerah"kau tampan kenapa tidak mencari wanita yang lebih baik darinya?!"tanya nya.

"Dan berharap aku mau dengan mu?!"Alvaro tersenyum remeh.

"Kau meremehkan ku anak kecil!!"Alvaro tersenyum sinis.

Alvaro sedikit menunduk menatap wajah Reva di depannya membuat tubuh Reva menegang.

"Aku bukanlah Charles yang akan termakan omongan mu yang palsu itu"ucap Alvaro dingin.

"Dan tersentuh dengan topeng polos yang selalu kau gunakan itu."

"Mimpi."

Ia kembali menegakkan tubuhnya lalu ia mendorong dahi Reva pelan dengan telunjuknya namun tersirat sebuah peringatan.

"Ini peringatan"ucap Alvaro dengan nada mengerikan.

Reva menelan salivanya kasar entah kenapa Alvaro terlihat seperti malaikat pencabut nyawa.

"Kalau kau masih berulah menganggu Hana,ucapkan selamat tinggal pada dunia. Karena aku tidak akan pernah melepaskan mu hingga ke neraka sekalipun"sambung Alvaro.

Tubuh Reva menegang namun berusaha menyembunyikan nya dan Alvaro tau itu.

"Kalau aku tidak mau bagaimana?"tantang Reva.

Alvaro tersenyum miring sambil mendorong bahu Reva dengan telunjuknya.

"Bersikaplah baik dan sesuai aturan selagi kau masih sayang nyawamu yang akan sangat mudah untuk aku lenyapkan."

"Dan aku tidak main-main!!"

"Aku tidak akan membiarkan nya bahagia!!"ucap Reva membuat Alvaro naik pitam.

"Baik,anggap itu peringatan untukmu. Kau menyentuh Hana,aku tidak akan ragu-ragu untuk menghancurkan mu."

"Sekalipun kau adalah bagian keluarga nya."

∆∆∆

Alvaro langsung menarik tangan Hana keluar dari pusat perbelanjaan tersebut dan menaiki motornya dan melaju dengan kecepatan sedang.

"Kau ingin kemana?"tanya Alvaro.

"Pulang saja"ucap Hana lesu.

Alvaro terdiam lalu menancapkan gasnya membuat Hana sedikit terhuyung jika saja ia tidak memegang ujung jaket Alvaro.

Hari sudah semakin sore membuat Hana bingung kearah mana Alvaro membawanya.

"Kau ingin membawaku kemana?"tanya Hana.

"Kau akan tau nanti"ucap Alvaro agak keras karena ia memakai helm .

Hana terdiam dan melihat kesana-kemari jalan yang semakin jauh dari rumah mereka.

Satu jam kemudian akhirnya mereka sampai Alvaro memberhentikan motornya tepat di depan taman dengan pemandangan kota yang indah di bawahnya.

"Kau membawa ku selama itu hanya untuk melihat ini?"tanya Hana tidak percaya.

Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli"sudahlah,nikmati saja"ucapnya.

Hana menatap kota yang berada di bawahnya,sudah ada beberapa lampu yang menyala terlihat seperti kunang-kunang.

Hari semakin gelap membuat kota yang berada di bawahnya semakin indah dengan lampu yang mereka hidupkan.

Jangan lupakan taman bunga di sampingnya bahkan Hana bisa melihat Alvaro yang sedang tersenyum memandang taman bunga di depannya.

Hana berdecak kagum melihat betapa indahnya kota dan taman,ia tidak menyesal datang kemari.

"Kau senang?"tanya Alvaro.

Hana menoleh sambil tersenyum lalu mengangguk"terima kasih."

Alvaro mengangguk lalu menaruh tangannya di pembatas taman.

"Apa kau sering kemari?"tanya Hana.

"Ya dan tidak,jika aku sedang kalut aku kesini"ucap Alvaro.

Hana mengangguk paham"aku tidak tau caranya menghibur gadis yang sedang patah hati,karena itu aku membawa mu kemari"ucap Alvaro.

Hana melotot"siapa yang kau bilang patah hati,hah?!"tanya nya kesal.

Alvaro tersenyum tipis setidaknya Hana masih gadis pemarah dari pertama mereka bertemu.

Hana memandang kearah kota dengan senyuman di wajahnya.

"Aku kira kau hanya bisa mematahkan hati gadis saja,teryata kau juga bisa sepeduli ini"ucap Hana.

"Jangan menatapku sebelah mata apalagi hanya mendengar dari cerita orang saja"ucap Alvaro.

Hana mendengus membenarkan perkataan Alvaro,jangan menilai orang hanya dari sampul nya saja.

Hana mengusap kedua lengannya,Alvaro menatap Hana langsung membuka jaketnya dan memakaikan nya di bahu Hana.

Alvaro mengikat jaketnya di leher Hana lalu menepuk puncak kepala Hana membuat semburat merah di pipinya terlihat.

Alvaro yang cuek bisa perhatian seperti ini padanya,walau tetap saja berkata pedas dan cuek.

Namun hari ini Alvaro sedikit berbeda.

∆∆∆

TBC

1
Anita Juwita
bagus menari ceritanya tidak bertele-tele singkat padat dan jelas saya suka
Femmy Femmy
main kucing kucingan🤦
Femmy Femmy
Alvaro kan ada saudara kembarnya yaitu Alvano....kakeknya sama namanya Alfred tapi ibu dan ayahnya beda namanya
Femmy Femmy
aku bingung apakah ini cerita Alvaro si kembar dengan Alvano??atau ini cerita Alvaro lain???🤭🙏
sofy: cerita alvaro yang lain beb
total 1 replies
Femmy Femmy
apakah Alvaro ada yang jadikan anak angkat? soalnya nama bapaknya kok jadi Ervin bukannya nama bapaknya Vender
Femmy Femmy
nama bapaknya Alvaro sudah berubah kah
Dilan Hapsari
akhirnya ku menemukan mu
ingin baca lagi
namia khira
Luar biasa
Dilan Hapsari: akhirnya ketemu juga
total 1 replies
Anisah Nisah
terlalu lebay dalam menanggapi omongan orang
yuning
luar biasa
yuning
🤣🤣🤣🤣
Delvia Sari
otor, knp hana gbsa apa2 sdgkn awal2 dy sangat berani melawan alvaro, ini cm devina cwe pl...
Delvia Sari
rasanya kenapa hana gtw diri ya, kan cuma seminggu, ortunya udh plg jg, kok gda niatan mw plg, emg sih mrk udh pcrn, tp kok gda crt pmbhasan plg nya
pink biru
aq baru heran thor. . . awal part hana itu terlihat lebih garang kok sekarang malah jadi temennya si lani yg pemberani bisa nendang devina. . .
TaygogoLS
🤣😻
TaygogoLS
hhhh
Tatik 05
cinta merubah segalanya...
Tatik 05
cinta merubah segalanya...
Tatik 05
dah tau lg trauma.. malah d sosor.. to kog hana gk menjerit ea..
Atun Sutirah
wmknl123456790
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!