[ SEASON 1 TAMAT ]
—
Lyon: "Makanan apa ini? Perlu menunggu lama untuk memasaknya dan rasanya tidak enak, Sistem aku akan menukar Pop Mie!"
[Selamat Pop Mie telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Alat transportasi macam apa ini? Rasanya sangat tidak nyaman dan sangat lambat, Sistem aku akan menukar BMW!"
[Selamat BMW telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Apa? Kalian semua ingin memotongku dengan pedang? Baik, Sistem aku akan menukar RPG-7!"
[Selamat RPG-7 telah disimpan di penyimpanan]
-
Lyon Daneka seorang cleaning service di sebuah mall tanpa terduga pindah ke dunia lain dimana semua orangnya memiliki roh yang terikat sejak lahir untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Ikuti Lyon dengan Sistem Mall nya untuk membuat dunia itu menjadi lebih menarik.
===========================================
Semua tokoh, nama, tempat, dan lainnya di novel ini hanya semata-mata khayalan dan imajinasi author.
===========================================
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon la_ziap11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8 - Perselisihan
Lyon tersenyum dan menepuk kepala Mei Li dengan lembut.
"Senior Mei Li!"
Lyon dan Mei Li berbalik karena mendengar seseorang memanggil nama Mei Li.
"Mei Li kau... " Lin Lei datang dan melihat Mei Li menggandeng tangan seorang pria di sebelahnya.
Mei Li senang melihat mereka dan berkata "Hei ternyata kalian juga baru sampai di sekte".
"Senior Mei Li kau kemana saja? Kami mencarimu kemana-mana" kata Feng Xue.
"Aku tersesat hehe" kata Mei Li dengan malu.
Mu Yan penasaran melihat pria yang digandeng oleh Mei Li "Emm... Senior Mei Li, bisakah kau perkenalkan pria yang berada di sebelahmu?" tanya Mu Yan.
Mei Li melihat mereka dengan malu "Perkenalkan ini pacarku" katanya sambil memegang erat tangan Lyon.
"Apaaa?!"
Mereka melihat Lyon dengan tatapan kaget, kecuali Lei Lin yang melihat Lyon dengan tatapan suram.
"Halo namaku Lyon" Lyon tersenyum dan memperkenalkan diri dan mengaktifkan mata kebenaran.
—
[Profil]
Nama: Feng Xue
Roh Perang: Pedang Perak 'Tingkat Menengah' Level 23
[Profil]
Nama: Mu Yan
Roh Perang: Pisau Bayangan 'Tingkat Menengah' Level 22
[Profil]
Nama: Lei Lin
Roh Perang: Busur Langit 'Tingkat Tinggi' Level 26
[Profil]
Nama: Ye Cai
Roh Perang: Pisau Penghancur 'Tingkat Menengah' Level 22
[Profil]
Nama: Ye Da
Roh Perang: Palu Penghancur 'Tingkat Menengah' Level 22
—
"Hai senior, namaku Mu Yan" kata Mu Yan mengulurkan tangan.
Mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri, tetapi saat Lyon melihat Lei Lin, walaupun wajahnya tersenyum seperti orang ramah, Lyon melihat kebencian untuknya di mata Lei Lin yang tidak bisa disembunyikan, jadi Lyon mengabaikannya.
"Apa maksudmu?!" kata Lei Lin marah.
Lyon tersenyum dingin melihat Lei Lin yang marah "Kenapa? Kau ingin aku berjabat tangan denganmu? Kalau begitu sembunyikan terlebih dulu kebencian di matamu yang kau tujukan padaku!" kata Lyon.
"Kapan aku... Mei Li dimana kau bertemu dengan pria ini? Apa kau tau darimana asal usulnya? Lihat pakaian dan caranya berprilaku seperti seorang penjahat!" tanya Lei Lin melihat Mei Li dengan marah.
Mei Li marah mendengar Lei Lin menjelek-jelekkan Lyon.
"Senior Lei Lin tolong panggil aku dengan sebutan 'Junior' karena kita tidak sedekat itu"
"Kau bertanya dimana aku bertemu dengannya? Aku bertemu dengannya disaat aku tersesat di hutan dalam keadaan kelaparan, dia memberiku makanan lezat, memberiku tempat untuk tidur, dan tidur dengannya membuatku sangat nyaman" kata Mei Li dengan dingin.
Seketika mereka semua kaget mendengar perkataan Mei Li, terutama Lei Lin.
"Apa?! Kau sudah tidur dengannya?! Dasar bajingan!" Lei Lin ingin mengeluarkan roh perangnya untuk memotong Lyon tetapi dihentikan oleh Ye Da.
Bahkan Lyon bingung harus berekspresi seperti apa mendengar perkataan Mei Li "Uh... Lili caramu mengatakannya seperti kita sudah melakukan hal jahat" kata Lyon malu.
"Melakukan hal jahat?" tanya Mei Li bingung.
"Senior Mei Li, apakah kau benar-benar sudh tidur dengannya? Maksudku melakukan itu... " tanya Feng Xue dengan malu.
Mei Li bingung dengan reaksi dan pertanyaan mereka "Tidur? Hal jahat? Melakukan itu... Ah!" seketika wajah Mei Li sangat merah dan dia mencoba menjelaskan dengan panik.
"Ah tidak bukan itu maksudku! Tidur! Hanya tidur biasa! Kami tidak melakukan apapun! Apa yang sebenarnya kalian pikirkan?!" kata Mei Li malu.
Mereka akhirnya mengerti kejadian sebenarnya dan sekarang mereka malu dengan pikiran kotor mereka sendiri.
Setelah itu Lyon melihat Lei Lin dan berkata "Hei kau bilang lihat pakaian dan cara bicaraku kan? Kalau begitu bagaimana jika kau melihat pakaian dan penampilanmu terlebih dahulu?".
"Kenapa? Ada yang salah dengan penampilanku?!" tanya Lei Lin dengan wajah muram.
"Yah aku bertanya-tanya, kenapa seorang pria sepertimu memakai gaun?"
"Gaun? Apa kau buta? Darimana ini terlihat seperti gaun? Apakah kau tidak melihat Ye Cai dan Ye Da juga memakai baju yang sama sepertiku!" kata Lei Lin menunjuk Ye Cai dan Ye Da.
"Yah kau benar jika mereka yang memakainya itu benar-benar tidak terlihat seperti gaun, mungkin karena wajah cantik dan rambut panjangmu membuat pakaian itu terlihat seperti gaun bagiku, sayang sekali dadamu datar, jika dadamu sedikit lebih menonjol mungkin aku akan mengira kau seorang perempuan sekarang" kata Lyon melihat dada Lei Lin.
Mereka semua berusaha menahan tawa setelah mendengar komentar Lyon kecuali Mei Li yang sama sekali tidak bisa menahan tawanya.
"Kau!" Lei Lin marah dan meremas tangannya lalu pergi membuka gerbang besar dan tak lama gerbang itu menutup kembali.
Suasananya berubah seketika menjadi canggung.
Beruntung ada Mu Yan yang mencairkan suasana "Senior Li Yon, apakah sebongkah besi hitam yang bergerak sangat cepat tadi itu milikmu?" tanyanya dengan penasaran.
Lyon hanya tersenyum mendengar Mu Yan salah menyebutkan namanya "Sebongkah besi hitam? Ah maksudmu mobilku" kata Lyon.
"Mobil? Apa itu?"
"Itu sejenis kendaraan" kata Lyon menjelaskan.
"Senior, Bagaimana kendaraan itu bis-"
Sebelum Mu Yan menyelesaikan pertanyaannya, Mei Li memotong pembicaraan mereka.
"Baiklah sesi pertanyaannya kita lanjutkan nanti saja, kau tidak perlu memanggilnya senior karena kalian seumuran, dan namanya adalah Lyon... Bukan Li Yon" kata Mei Li.
Lyon melihat Mei Li "Lili ayo ajak aku masuk, aku sudah tidak sabar untuk melihat ayahmu" kata Lyon.
"Baik" Mei Li Membawa Lyon dan yang lainnya ke depan gerbang besar lalu mengeluarkan sebuah token berwarna hitam dari cincin ruang dan menempelkannya ke gerbang.
Gerbang besar itu bergetar dan mulai membuka, Mei Li membawa Lyon dan yang lainnya masuk, tak lama gerbang itu tertutup kembali.
[Selamat anda telah menyelesaikan tugas 'Pergi Ke Sekte Pedang Es dalam waktu 3 hari' dan mendapatkan Rune tingkat 1]
Saat mereka masuk, Lyon dikejutkan dengan pedang raksasa yang menuju ke arah meraka dan sepertinya ada seseorang yang berdiri di atas pedang itu.
Pedang raksasa itu berhenti di depan mereka lalu mulai mengecil dan menghilang meninggalkan seorang pria paruh baya memakai pakaian hanfu berwarna biru.
"Ayah!" Mei Li melepaskan tangan Lyon dan bergegas ke pelukan pria paruh baya itu.
"Salam Master Sekte" para murid sekte yang berada di tempat kejadian membungkuk dan memberi hormat kepada pria paruh baya itu.
Lyon melihat pria paruh baya itu yang adalah ayah dari Mei Li sekaligus pemimpin dari sekte ini dan mengaktifkan mata kebenaran.
—
[Profil]
Nama: Mei Qiang
Roh Perang: Pedang Es 'Tingkat Atas' Level 50,5
—
Lyon terkejut melihat profil ayah Mei Li yang ternyata berada di puncak tahap 5 dan sedikit bingung dengan arti ',5' di profil.
Lyon menelan ludah lalu menundukkan kepala dan berfikir 'Bagaimana jika dia marah karena aku telah mengambil hati putrinya dan menamparku menjadi tumpukan daging?'
'Tidak, dia tidak akan melakukan hal itu karena itu pasti akan membuat Mei Li membencinya, ah apa yang kupikirkan' Lyon menggelengkan kepalanya dan menghapus pikiran itu.
Lyon mengangkat kepalanya dan matanya bertatapan dengan mata ayahnya Mei Li.
Kemudian Lyon merasakan tubuhnya menjadi sangat berat dan nafasnya mulai terasa sesak.
Kedua, karena lingkungan yang kurang mendukung, entah karna keluarga, sekolah, atau masyarakat.
Kebanyakan juga karena kasus bullying, yang buat anak depresi dan tertekan jadinya anak nggak mau sekolah. Memang Bullying dapat berdampak negatif pada kesehatan mental korban. /Frown//Frown//Whimper//Whimper/