Gadis belia dihadapkan dengan sebuah pernikahan, sayangnya dirinya hanya dijadikan sebagai penganti seseorang yang menghilang, lantas bagaimana saat seseorang yang perannya Ia gantikan telah kembali?? apa Gadis itu mampu bertahan atau memilih pergi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran Yumna
Abi tertegun sejenak.
untuk pertama kalinya dia bersyukur, Islam mewajibkan wanita untuk menutup aurat.sehingga tidak semua orang bisa melihat yang seharusnya hanya dilihat suaminya.
"Bagaimana??" tanya Yumna
Abi: baiklah, tidak terlalu buruk" meski dalam hati Abi sangat memuja kecantikan wanita yang sudah menjadi istri nya tersebut,tapi Abi tetaplah Abi sosok arogan yang takkan mengakui kekaguman nya.
Senyum Yumna merekah, hingga menampakkan kedua lesung pipinya.
Kali ini pun Abi kembali tertegun, lagi-lagi Yumna memberikan kejutan, meski tanpa Yumna sadari, Abi merasa Yumna jauh lebih cantik dari pada Anggi.
Abi menggeleng cepat, apa apaan dia membandingkan Anggi dan Yumna, pastinya Anggi jauh lebih sempurna.
Yumna: sayang kenapa..?" tanya Yumna yang melihat Abi menggelengkan kepalanya.
Abi: aku hanya lelah, kembalilah ke kamar, siapkan dirimu untuk nanti malam, aku akan menemui Hafis ke ruang kerja."
Sepeninggalan Abi dari kamar pas, Yumna kembali tersenyum. Setidaknya Abi tidak memaksanya untuk memakai pakaian yang akan mendatangkan dosa.
Yumna hendak turun kebawah, menuju dapur. Jepala pelayan dan para koki sedang berada di dapur.
semua langsung menunduk melihat kedatangannya.
Muntya: ada yang bisa kami bantu Nona"?
Yumna: eh tidak bu. Saya hanya mau mengambil minum."
Tiba-tiba dari pintu masuk rumah besar datang wanita paruh baya yang masih sangat cantik, memanggil para pelayan.
"Apa tuan muda sudah kembali dari kantor?"
Muntya: sudah nyonya, tuan muda dan tuan Hafis sedang berada di ruang kerja."
Wanita yang dipanggil nyonya itu melihat ke arah yumna.
"Astagaaa.. Anggi"??
Dengan canggung Yumna mendekat dan meraih tangan wanita tersebut yang tak lain adalah Mama dari Abi , suaminya.
"Saya Yumna nyonya".
"Yumna, apa hubungan mu dengan Anggi??"
Yumna: maksudnya Anggi siapa nyonya??"
Dan disinilah mereka berada, di halaman rumah besar yang di samping nya ada beberapa kursi santai.
"Anggi adalah wanita yang saya jodohkan dengan Abi, dia anak dari teman sekaligus rekan bisnis saya, Anggi anak yang baik , cantik seperti kamu.
Awalnya Abi menolak perjodohan itu karena dia merasa sekarang bukanlah jaman perjodohan, dia melakukan segala cara agar perjodohan itu batal, hingga suatu hari Abi jatuh sakit, karena saya sibuk bekerja saya menyuruh Anggi untuk merawat Abi, mungkin karena ketulusan Anggi merawat Abi, benih cinta itu mulai tumbuh di hati Abi setelah beberapa Minggu Abi datang kekantor saya, dia berkata akan menerima perjodohannya dengan Anggi, jujur sebagai ibu saya merasa bahagia karena Abi menerima perjodohan itu,hingga 6 bulan setelah rencana perjodohan itu berlangsung ,tepat hari itu juga Abi dan Anggi bertunangan. Saya sering melihat Abi yang tersenyum ketika menceritakan kisahnya bersama Anggi, 2 bulan setelah pertunangan, kami telah menetapkan hari pernikahan, kalo kamu bertanya kenapa tidak langsung menikah dan harus bertunangan dulu? Abi dan Anggi sama-sama anak tunggal, keluarga kami sama-sama orang terpandang, mengadakan pernikahan ala kami tidak bisa dilakukan dengan waktu singkat. Namun yang kami lupa bahwa manusia hanya bisa berencana,Tuhan lah yang mengatur segalanya, dihari itu juga Anggi kecelakaan, mobilnya ditemukan di pinggir jurang dengan keadaan hanggus, meski tubuh Anggi tidak ditemukan, tapi polisi menyatakan bahwa Anggi pasti tidak selamat, biarpun Anggi tidak ditemukan, namun segala barang bukti dan pakaian Anggi ditemukan di sungai dalam keadaan hangus."
"Setelah kejadian itu Abi sangat terpukul.
Dia melewati hari-hari nya seperti biasa namun saya sering melihat Abi melamun. Bahkan Abi masih meyakini bahwa Anggi masih hidup.
Yumna, apa Abi yang membawa mu kesini?? apa Abi menganggap mu sebagai Anggi??
Yumna apa kau berhubungan dengan Abi??
apa kau kekasih Abi??"
Yumna: saya dan mas Abi sudah menikah Bu."
"Aa -apa??"
menjijikkan...