NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan

Waktu-waktu dalam kesepian yang kian menyelimuti di pergunakan Naya sekuat tenaga dan perasaan untuk lebih dekat dengan keluarga sang suami, sekalipun ia mendapatkan sikap yang dingin. Ia menunjukkan sikap yang kian baik dan lebih santun dari hari ke hari. Hingga Abdullah mulai menyukainya tatkala ketika Susan jatuh sakit sejak 2 minggu yang lalu karena merasa tertekan dengan kabar dari Rangga yang mulai jujur bagaimana tempat tinggal dan keadaan yang sangat sulit menderanya.

Perlahan Naya menyuapi Susan dengan sangat telaten. Rosi dan Rina sekalipun tak pernah berusaha untuk merawat ibu mereka sendiri sekalipun hanya sekedar meraba kening Susan untuk merasakan suhu tubuhnya.

"Mama mau ku kupaskan jeruk?" tanyanya santun.

Tiba-tiba saja ponsel Susan berdering. Susan melihat layarnya dan segera menggeser tombol hijau, "Rangga," sapa nya.

Naya langsung tersenyum dengan mata membulat.

"Kapan kamu pulang? Ini sudah hampir 1 bulan setengah, Sayang!"

"Aku pulang dua hari lagi," jawab Rangga yang membuat Susan seketika langsung sembuh.

"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Susan khawatir.

"Iya, Ma. Aku ingin cepat pulang dan melihat wajah cantik Mama," rayu Rangga hingga membuat Susan tersenyum simpul. "Sorry Ma teman-teman ku sudah memanggil. Aku tutup dulu!"

Belum sempat Susan mengatakan ya, Rangga dengan tak sopan mematikan ponselnya. "Sayang!" panggil Susan berharap Rangga masih mendengar suaranya. Ia pun mendesah kecewa.

Susan menyibak selimut yang menutupi kakinya dan segera bangkit berbarengan dengan Naya yang segera menyingkir dari samping ranjang nya. "Putra ku akan segera pulang. Jangan masuk kamarmu sebelum aku ijinkan," tukasnya.

Naya bingung dengan sikap Susan, "Mama mau ngapain di kamarku?" bisiknya. Ia segera membuntuti Susan hingga di muka pintu kamarnya.

18.30 wita:

Setelah acara penataan kamar Rangga oleh Susan, Naya yang sedari tadi duduk di sofa akhirnya bisa masuk. Ia terpukau dengan dekorasi yang sangat indah dan memberikan kesan lebih nyaman dari sebelumnya. Suara Azan maghrib yang berbunyi dari ponselnya membuyarkan perasaan takjub itu dan segera mengambil air wudlu di kamar mandi. Naya mendirikan sholat dengan khusyu. Air matanya tumpah ketika berdoa. Ia bersyukur karena setelah penantiannya selama satu setengah bulan akhirnya akan usai kala Rangga sudah ada di depan matanya.

"Aku tak tahu ini cinta atau apa. Tetapi aku tak ingin jauh darinya. Aku selalu ingin melihat sosoknya. Sekalipun ketika bertemu hanya kesedihan yang kudapatkan," batinnya dan mulai menajamkan mata.

..................

Motor Rangga disusul motor Tias memasuki halaman rumah keluarga Fatahillah. Naya dan Susan segera menyambutnya di muka pintu. Dengan segera Rangga memeluk erat tubuh ibundanya, "Kamu kurus an," gumam Susan sembari membelai wajah Rangga dan menyeka rambutnya yang menutupi keningnya.

Rangga tak melirik sedikitpun kepada Naya. Ia malah mengenalkan Tias kepada Susan, "Kenalkan, ini Tias, Ma."

Tias lantas mendekat dan mencium telapak tangan Susan.

"Ini...." tanya Susan mengambang.

"Teman dekat ku," jawab Rangga bangga dan pasti.

"Oh," desah Susan bingung. Ia merasa agak risih dengan kehadiran gadis itu karena rasa sayangnya kepada Naya yang mulai tumbuh.

Naya hanya diam dengan rasa sedih yang hampir membuatnya menangis.

"Lapar nih, Ma!" seru Rangga sambil menggosok perutnya.

"Naya, layani suamimu. Siapkan makanannya," perintah Susan menatap Naya tajam.

Jantung Rangga mulai berdebar.

"Tias ngobrol sama Tante yuk," ajaknya mempersilahkannya.

Tias mengangguk ragu. Wajahnya masam memperhatikan Rangga mengikuti Naya menuju meja makan yang tak jauh dari ruang tamu.

"Duduk, Mas. Aku ambilkan nasi dan lauk." Dengan cepat Naya menuju dapur.

Rangga merasakan kehangatan bercampur dengan detak jantungnya yang berdebar tak menentu.

Sementara Tias tampak tak begitu tenang dengan sesekali melirik kepada Rangga yang duduk membelakangi nya.

Naya pun muncul dengan membawa nampan besar. Ia menghidangkan semua masakan kesukaan Rangga yang sengaja dibuat langsung oleh Susan. Seandainya ia mengetahui cara membuat makanan itu pastilah ia akan menawarkan diri untuk membuatnya kepada Susan.

"Silahkan, Mas," ucapnya.

"Terimakasih," bisik Rangga sungkan.

Senyum Naya mengembang mendengar ucapan itu. Ia lantas duduk di samping Rangga.

Tak lama bagi Rangga menghabiskan makanannya karena sungguh ia rindu dengan makanan rumah ini. Naya segera menuangkan segelas air mineral untuknya.

Usai makan Rangga dan Naya menemui Susan dan Tias. Senyum Tias seketika mengembang setelah perasaan risih dan risau karena kebersamaan Rangga dan Naya.

"Oh ya, katanya mama mu sudah menunggu," sela Rangga sembari duduk di hadapannya disusul Naya.

"Oh.... Ah kamu benar," ucapnya gagap. Ia lumayan tersinggung karena merasa dirinya diusir padahal tak sedikitpun Rangga berniat untuk itu. Ia hanya sekedar mengingatkannya. "Kalau begitu saya pamit," ucapnya seraya bangkit.

Ketika di muka pintu Susan memeluknya dan cium pipi kanan dan kiri. Ia melambaikan tangan kepada Rangga dan berlalu.

"Istirahat," ucap Susan.

Rangga mengangguk dan segera mengambil koper nya yang masih terikat di sepeda motornya.

"Aku bawakan, Mas?" ucap Naya.

"Tak usah, ini berat," balas Rangga.

Saat memasuki kamarnya Rangga tersenyum senang dengan suasana kamarnya yang nampak berbeda saat ia tinggalkan dulu. Ia yakin jika mamanya yang melakukan semua ini.

Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan merasakan kenyamanan yang luar biasa. Sesaat ia membayangkan rasa tikar yang kasar dan dingin. Ia sedikit trauma dan berharap tak merasakannya kembali.

Azan zuhur kembali berkumandang di ponsel Naya membuat Rangga menatapnya yang tengah mengeluarkan isi koper Rangga di depan lemari pakaian sambil berjongkok. "Alhamdulillah," desah Naya. Ia melepaskan baju Rangga dan menepikannya di samping lemari itu. "Mas, sholat dulu," ajaknya halus.

"Nanti," jawab Rangga dan menajamkan matanya.

Naya tahu ia takkan bisa memaksanya.

Setelah sholat di dalam hati Naya mendoakan agar Rangga mendapat hidayah. Ia pun bersyukur karena Tuhan membawa pulang suaminya dalam keadaan sehat dan utuh.

Saat berbalik ternyata Rangga sudah tertidur pulas. Ia kembali mengeluarkan baju sang suami dari koper tadi dan menaruh yang masih bersih di dalam lemari dan mengeluarkan yang kotor dari sebuah kantor kresek yang diikat rapi oleh Rangga.

Naya melanjutkan dengan mencuci semua baju kotor Rangga menggunakan mesin cuci otomatis yang berada tak jauh di samping pintu kamar mandi.

Setelah pekerjaannya selesai Naya menggelar selimut tebal dan menidurinya.

1 jam kemudian....

Rangga bangun seraya menguap dan menggosok wajahnya kemudian duduk dengan malas. Ia menatap Naya yang tertidur terlentang dengan rok panjang yang tersingkap sampai lutut. Rangga memandangi nya sesaat dan mendekat. Ia meraba betis Naya yang sangat putih dan mulus. Perlahan tangannya naik hingga paha Naya dan hampir mendekati bagian intim Naya. Hasratnya muncul. Tiba-tiba Naya menggeliat dan ia pun buru-buru menutup kembali kaki mulus Naya. Ia bangkit dan menjauh, "Apa yang sudah kulakukan?" sergahnya.

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!