Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tunangan?
Sejak kejadian pertengkarannya dan Serly tadi, membuat Daffa hilang konsentrasi dengan pelajaran begitupun dengan Audry. Mereka berdua sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
Saat ini Daffa memikirkan bagaimana tanggapan Audry mengenai dirinya, karena sepertinya gadis itu terlihat menghindarinya. Sedangkan Audry, memikirkan kejadian yang entah mengapa terlintas begitu saja difikirannya saat ini mengenai Daffa Wijaya sang Ketua Osis.
☆☆FlashBack☆☆
***Tiga minggu yang *lal*u.
"Audry sayang, pakai dress ini, untuk acara nanti malam ya."Ucap Bunda sambil memberi ku sebuah dress tanpa lengan warna maron selutut.
"Acara apa Bun?" Ucap ku dan mengambil dress yang ada ditangan Bunda.
"Ulang Tahun pernikahan Bos Ayah." Ucap Ayah tiba-tiba dari arah belakang ku, membuat ku terkejut.
"Tapi Yah, Bun, apa bajunya ngak berlebihan? ini kaya Audry yang punya acara?"Ucap ku lagi setelah memperhatikan dress yang sedang aku pegang saat ini.
"Itu Baju dari Istri Bos Ayah buat kamu, dan ada buat Ayah sama Bunda juga." Ucap Ayah
"Wah Bos Ayah pasti orangnya baik hati." Ucap ku. Ayah dan Bunda hanya menganggukkan kepala.
"Ya Udah Siap-siap sana dan jangan lupa dandan yang cantik. Mengerti."Ucap Bunda.
"Siap Bu Bos." Ucap ku sambil memberi hormat kepada Ayah dan Bunda, yang membuat mereka terkekeh geli dengan tingkah konyol ku.
Dipesta
"Happy Universarry Pak Septian Wijaya dan Nyonya Rima Wijaya." Ucap Ayah kepada pasangan parubaya yang aku yakini Bos Ayah.
"Terima kasih Danu dan Riana."Ucap Lelaki parubaya yang dipanggil Septian Wijaya oleh Ayah tadi.
"Wah, Apa ini Audry putri kalian?"Ucap Nyonya Rima setelah melihatku.
"Happy Universarry Nyonya dan Tuan." Ucapku sambil mencium punggung tangan mereka bergantian.
"Kok Nyonya sih sayang? panggil Mama sama Papa aja." Ucap Nyonya Rima pada ku. Aku menatap Bunda dan Ayah, mereka mengangguk setujuh atas permintaan Nyonya Rima tadi.
"Ma-ma, pa-pa"Ucap ku terbata.
"Oh ya Pak Septian saya permisi dulu, mau gabung sama yang lain." Ucap Ayah, yang diangguki oleh Pak Septian.
Kami pun menuju ke kursi yang di sediahkan untuk tamu yang berada di barisan depan, disana sudah ada beberapa tamu dan ada pak Kepsek? sepertinya mereka rekan kerja. Aku memilih duduk di tengah antara Ayah dan Bunda.
Sepertinya Acara sudah di mulai, diatas panggung pak Septian dan nyonya Rima sedang berdansa. Tak lama seorang MC muncul dan di susul tepuk tangan dari para tamu undangan.Mc tersebut menyerahkan Mixrofhone pada pak Septian.
"Baiklah hadirin sekalian, terima kasih atas kehadiran kalian malam hari ini." Ucap Pak Septian.
"Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada para karyawan dan staff saya yang hadir malam hari ini. Terima kasih atas kerja keras kalian. Tanpa kalian, Wijaya Grub bukan apa apa." Lanjut beliau, Pembawaannya sangat berwibawa dan tegas.
"Satu lagi. Malam ini bukan hanya Universarry kami, tapi tentang putra kedua kami Daffa Wijaya. Ahli waris kerajaan Wijaya." Ucap pak Septian yang membuatku kaget melihat siapa yang naik ke atas panggung. Dia Daffa Wijaya, si ketos Resse dan menyebalkan itu.
"Malam hari ini, saya umumkan bahwa putra saya, Daffa Wijaya akan bertunangan dengan putri sahabat saya Pak Danu Dirja dan Ibu Riana Dirja. Audry Federica" Ucap Pak Septian yang membuat ku terbelalak kaget.
" Ayo Sayang naik ke atas panggung." Ucap Bunda membuat ku sadar.
Aku menatap Daffa yang sedang berdiri dan menatap ku dari atas panggung. Setelahnya aku menatap Bunda dan Ayah. Akhirnya aku menerima uluran tangan dari Ayah dan Bunda. Tapi aku akan meminta penjelasan mereka nanti dirumah.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan