Kisah seorang gadis yang menikah diusia muda. Dia menikah dengan seorang pengusaha tampan karena perjodohan dari orang tuanya. Meskipun mereka dijodohkan tapi mereka saling menyukai. Diawal pernikahan mereka sangat bahagia. Hingga suatu hari pernikahan mereka hancur penuh dengan penyesalan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi Oktavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Malam hari Nando Wijaya pulang dari kantor. Setiap hari saat pulang kantor Nando selalu disambut hangat oleh istrinya.
"Assalamualaikum, Nda." Nda adalah panggilan sayang Nando kepada istrinya. Istri Nando Wijaya bernama Natasya Ardo. Karna itulah dia dipanggil Tasya.
"Waalaikumsalam. Eehh , Ayah sudah pulang. Pas banget, Nda sudah siapkan makan malam buat kita semua." Tasya langsung mengambil tas Kantor yang sedang ditenteng oleh suaminya itu. "Sini tasnya, biar Nda bawa keatas sekalian bangunin Aira." Nando bingung dengan ucapan istrinya itu, Nando merasa seperti pernah mendengar nama Aira. Nando berfikir sambil menatap kepergian istrinya.
"Aira. Seperti pernah mendengernya. Nama itu seperti tidak asing bagi ku." Batin Nando.
Nando sangat bingung saat itu, tapi wajar saja jika Nando lupa dengan Aira. Karena mereka juga bertemu baru sekali itu pun sudah berbulan-bulan lamanya. Nando sangat penasaran dengan yang bernama Aira itu. Lalu Nando bertanya kepada pembantunya.
"Bi Inah. Apa Istri saya sedang ada tamu??."
"Iya benar Tuan. Nyonya sedang kedatangan tamu. Katanya tamunya Nyonya akan tinggal disini untuk beberapa lama." Jawab Bi Inah.
Nando terkejut mendengar perkataan Bi Inah, "Haah!!. Tapi Aira itu siapa Bi??. Setahu ku Tasya tidak pernah mengundang tamu asing untuk menginap di rumah ini." Tanya Nando bingung.
Bik Inah pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanda bahwa Bi Inah tidak tahu apa pun tentang Aira.
Sementara itu diatas, setelah menaruh tas kerja suaminya Tasya langsung menuju kamar Aira. "Aira, bangun sayang. Makan malam dulu, ayo!!."
Aira membuka matanya perlahan dengan tampang yang khas seperti orang yang baru bangun tidur. Sambil mengucek-ngucek matanya Aira berkata, "Tantee!!. Apa benar ini sudah malam??. Apa mungkin Aira salah dengar tadi??."
"Iya sayang, Ini udah malam. Kau tidak salah dengar. Ayo kita makan malam dulu!!. Keburu dingin makanannya tidak enak lagi loh. Nanti kau akan Tante kenalkan dengan suami Tante. Beliau sudah menunggu di meja makan. Ayo cepat bangun!!."
"Aahh. Iya Tante. Aira cuci muka dulu. Tante duluan saja Nanti Aira menyusul."
Tasya tersenyum simpul mendengar kata-kata Aira, "Baiklah. Tante tunggu kamu di meja makan ya!!."
"Iya tante."
Setelah Tasya keluar dari kamar Aira, Aira memukul-mukul kecil kepalanya. Sambil berjalan menuju kamar mandi dengan mulut Aira komat-kamit seperti sedang membaca mantra, "Aira, Aira. Memalukan sekali kau ini. Huuuuhh. Perasaan tadi Aku tidur masih siang. Kenapa tiba-tiba sudah malam, cepat sekali. Ya Tuhaaan!!. Ini benar-benar memalukan." Begitulah celotehan aira.
Sedangkan di bawah, di meja makan, Nando dan Istrinya sedang menunggu Aira. Setelah Aira selesai mandi dan bersiap Aira segera turun kebawah untuk makan malam.
"Malem Om, Tante." Sapa Aira pada sepasang suami istri itu. Nando menoleh kesumber suara. Saat melihat wajah Aira Nando merasa seperti pernah bertemu dengan Aira sebelumnya tetapi Nando lupa dimana dan kapan. Berbeda dengan Aira yang langsung mengenali wajah Nando.
"Om Nando!!. Apa ini benar-benar Om Nando sahabatnya Bapak??. Atau Aira hanya salah orang??." Setelah mendengar pertanyaan Aira, Nando baru mengingatnya.
"Astaga, ternyata kau Aira. Aira Yasya anaknya Jaya. Masya Allah, Airaa. Maafkan Om Ya, Om sungguh tidak ingat."
Aira hanya tersenyum dan berkata, "Iya tidak apa Om. Lagi pula kita juga ketemu baru sekali. Jadi wajar saja kalau Om lupa sama Aira."
"Jadi, Aira anaknya Jaya Darma sahabat kecil ayah??." Tanya Tasya.
"Iya Nda. Betul sekali."
"Astaga. Jadi dia adalah Aira, calon menantu kita Yah." Nando langsung membungkam mulut istrinya agar tidak melanjutkan perkataannya lagi.
"Ssstt... Nda jangan bicara seperti itu didepan Aira. Aira tidak tahu apa pun tentang perjodohan ini." Ucap Nando berbisik pada istrinya.
"Oowh, begitu ya. Heeem. Maaf."
Meskipun Aira tidak mendengar apa yang mereka bisikkan tapi Aira sebenarnya sudah mengetahui semua tentang perjodohan itu. Aira berkata, "Aira sudah tahu semuanya Om. Sebelum Bapak meninggal, Bapak sudah kasih tahu Aira tentang perjodohan itu."
"Apa!!. Apa maksud perkataan mu Aira. Ayah mu sudah meninggal??"
"Iya Om. Bapak sudah meninggal, Ibu juga sudah meninggal, sekarang Aira hanya anak yatim piatu". Ucap Aira. Tak terasa air mata Aira menetes dengan sendirinya.
Nando sangat syok mendengar perkataan Aira, "Bagaimana mungkin Jaya pergi begitu cepat??. Jayaaa!!!." Nando langsung terduduk lemas mendengar semua kenyataan itu. Seakan-akan jiwanya menolak dan memberontak jika sahabatnya itu pergi meninggalkannya secepat ini. Nando juga sangat terpukul melihat kanyataan bahwa Aira anak yatim piatu. Hatinya begitu sedih, Ingin rasanya Nando menangis sekuat-kuatnya tapi Nando tidak ingin membuat Aira kembali sedih dan mengingat masa-masa buruk itu. Karna itu meskipun Nando begitu terpukul atas kepergian sahabatnya itu, Nando berusaha bersikap tegar dihadapan Aira dan Tasya.
Nando memegang kedua bahu Aira sambil tersenyun Nando berkata, "Sudahlah. Jangan terlalu difikirkan. Masih ada Om dan Tante yang akan menjaga mu disini. Kau tidak perlu sedih lagi. Anggap saja kami adalah orang tua mu."
Aira menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata, "Iya Om. Terimaksih." Tasya menghapus Air mata Aira yang msih mengalir membasahi pipinya.
"Sudahlah, kecantikan mu akan memudar nanti jika kau terus menangis." Nando mencoba menggoda Aira agar Aira tersenyum dan benar saja Aira langsung tersenyum mendengar perkataan Nando. Setelah melihat Aira tersenyum Nando kembali berkata kepada istrinya, "Ndaa. Bagaimana Nda bisa bertemu dengan Aira?."
"Tadi di jalan ada 2 orang pencopet yang merampas tas Nda. Aira menolong Nda dan menghajar ke 2 pencopet itu sampai babak belur. Lalu pencopetnya kabur dan kebetulan Aira sedang mencari kos-kosan. Makanya Nda bawa Aira pulang ke rumah."
"Oow.. Jadi begitu." Nando mengangguk-Anggukkan kepalanya. "Ya sudah kita lanjutkan makannya, nanti keburu dingin makanannya. Ayoo mari, Airaa. Kita Makan!!"
"Iya Om."
"Jangan sungkan-sungkan. Jika kau butuh sesuatu kau katakan saja kepada Ayah. Mulai sekarang panggilah Om dengan sebutan Ayah dan tante dengan sebutan Bunda. Kau mengerti??." Aira pun hanya diam dan menganggukkan kepalanya tanda bahwa Aira menyetujuinya.
Selesai makan, mereka menonton TV Di ruang keluarga. Nando juga tidak lupa mengajak Aira. Karna Ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan tentang perjodohan itu.
"Aira, bagaimana dengan perjodohannya??." Nando mulai membuka pembicaraan. "Jika kau belum siap untuk menikah kami tidak akan memaksakan mu. kami akan menunggu sampai kau benar-benar mau menikah tanpa adanya paksaan. Lagi pula kau baru lulus SMP. Jadi kau harus melanjutkan sekolah mu dulu."
"Iya Ayah. Sesuai dengan janji Aira kepada Bapak. Bahwa Aira akan melanjutkan Sekolah Menengah Atas. Aira ingin mewujudkan permintaan terakhir Bapak. Jadi apa pun keinginan terakhir Bapak, Aira tidak bisa menolaknya. Termasuk perjodohan ini. Untuk itu, Aira sudah memutuskan bahwa Aira akan menerima perjodohan ini atas kemauan aira sendiri dan tanpa paksaan dari siapa pun."
"Benarkah??." Tanya Nando seakan tidak percaya dengan ucapan Aira.
"Sayang, apa kau yakin??. Nak dengarkan Bunda, kau harus melanjutkan sekolah mi dulu. Setelah kau lulus SMA, kau baru akan menikah dengan salah satu putra kami." Tegas Tasya.
Tapi aira tetap teguh pada pendiriannya, " Bunda tenang saja Aira akan tetap melanjutkan sekolah. Tapi aira juga akan tetap menikah, lebih cepat itu lebih baik."Jawab Aira dengan tegas.
"Baiklah jika memang begitu dan jika memang itu sudah menjadi keputusan mu, besok Bunda akan suruh Re & Ze untuk segera pulang ke Indonesia."
Aira tersenyum bahagia, "Baiklah. Karena Ini sudah malam, Aira mau istirahat dulu. Sebaiknya Bunda & Ayah istirahat juga. Good night Bunda, Ayah. Papay...." Jawab Aira dengan santai sambil melambaikan tangannya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar Aira.
Sepasang suami istri itu terheran-heran dengan sikap Aira. Tapi mereka juga sangat bahagia dengan keputusan Aira, karena terlalu bahagia mereka tidak bisa berkata-kata lagi. Nando langsung menelpon ke 2 putranya itu, untuk segera berangkat ke Indonesia.
"Haloo"
"......."
"Re dengarkan Ayah. Besok pagi kau harus terbang ke Indonesia."
"......"
"Ayah tidak mau tahu. Apa pun pekerjaan mu, serahkan semuanya pada sekertaris & asisten pribadi mu."
"....."
"Terserah, Ayah tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari mu. Ayah sudah memesan tiket untuk keberangkat kalian besok pukul 06:00 pagi."
"......"
"Jika kalian tidak pulang besok, maka Jangan salahkan Ayah jika Ayah mencabut semua fasilitas kalian."
"......"
"Baguslah kalo begitu, Ayah tunggu kedatangan kalian."
Setelah selesai bicara dengan putranya Nando menutup telponnya. Kemudian, Nando & Tasya bergegas pergi ke kamarnya untuk segera istirahat. Setelah Nando & Tasya selesai dengab ritual mandinya mereka membaringkan tubuhnya di ranjang. Nando memeluk istrinya hingga tertidur lelap dan bermimpi indah.
mimpi itu juga hanya dialaminya setiap 5thn sekali, seperti musiman saja😁😅 kereen thor
Sukses bwt kk 💐❤️
lanjut kak semangat!!!
pasti skrg unyu2 nggemesin dede bayinya😭😭 aq pengen dede bayii😔
jgn lama2 ya kak updatenya, udh ga sabar
dan semoga novelnya sukses 🤲 aamiin ya rabbal'alamiin 🤲