Beautiful girl dan Handsome boy
dua geng yang selalu mendapatkan perhatian dari para murid SMA Nusantara.
#####
Beautiful girl adalah geng yang terdiri dari 6 gadis cantik yaitu :
( Dinda, Fanya, Maya, Aulia, Cika, jesika )
Mereka ini adalah murid baru dari SMA Nusantara, karna sebuah tantangan mereka harus berpenampilan cupu dan mereka juga harus menyembunyikan identitas mereka.
Geng ini juga geng yang memiliki anggota yang sangat jahil, mereka selalu memiliki ide cerdik di kepala cantik mereka untuk menjahili seseorang.
Bawahannya saja jahil apa lagi pemimpinnya?
#####
Handsome boy adalah geng yang terdiri dari 6 laki-laki tampan yaitu :
( Hendri, Fandi, Dafit, Dafa, Faris, Marsel )
Mereka adalah murid laki-laki SMA Nusantara yang sangat di idam-idamkan oleh para murid perempuan disana.
#####
Namun bukan hanya geng disekolah saja, kedua geng ini juga masuk ke dalam geng mafia yang sangat terkenal di dunia bawah.
Dan jangan lupakan dengan kejahilan-kejahilan yang akan mereka buat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan Cowok
Dilain tempat yaitu dirumahnya Dinda dan Dafa, sekarang tepatnya dikamar Dafa sedang ada teman-temannya Dafa yang sedang bermain PS.
"Hey Daf, dimana adik lo? Bukanya adik lo itu udah dateng? Mana orangnya? Kenapa gak kelihatan dari tadi selama kita disini?" tanya Dafit sambil memainkan PS.
"Sekarang dia lagi ada di kafe," jawab Marsel yang sedang duduk di belakang Dafit dan Dafa yang sedang makan cemilan.
"Eh, kok lo tau?" tanya Dafit lagi dengan pandangan yang masih fokus ke PS.
"Ya tau lah, kan adik kita bertiga selalu bareng, jadi kalau yang satu di kafe pasti yang lain disana juga. Apa lagi tadi adik gue bilang kalau dia mau keluar bareng sama sahabat-sahabatnya," jelas faris dengan panjang lebar, yang sedang tidur di kasur Dafa sambil main ponsel.
"Oh gitu ya, jadi gue gak bisa ketemu sama adik lo dong Daf? Padahal gue kan pengen lihat sebenarnya dia itu cantik nya kayak gimana? Waktu itu kan lo bilang kalau adik lo itu yang paling cantik dari yang lain," ucap Dafit dengan penasaran.
"Ya kalau masalah kecantikan sih adik gue gak ada tanding, dia itu paling juara lah," ucap Dafa dengan sombongnya membanggakan adiknya.
"Ya Dafa emang bener, sebenarnya adik gue sama adik Faris juga sama-sama cantik, tapi kalau dibandingin sama adiknya Dafa sih lumayan kalah, ya meskipun cuman sedikit sekitar sebelas dua belas lah, gak beda jauh," jelas Marsel sambil mengingat-ingat wajar mereka bertiga dan membandingkan kecantikan mereka.
"Ettt, tapi kalian jangan ada yang berusaha buat deketin mereka ya," peringat Faris yang mengerti jalan pikir dari para sahabatnya yang buaya ini.
"Emang kenapa?" tanya Hendri yang sedang tidur disamping kanan Faris sambil memainkan ponselnya.
"Ya emang kenapa? pelita amat gak boleh di deketin," ucap Fandi yang sedang ada di samping kiri Faris.
"Bukanya gak boleh dideketin," jawab Faris.
"Terus kenapa cobak?" tanya Dafit dengan tak sabaran.
"Adik kita itu bukan cewek biasa, jadi kalau kalian terlalu deket nanti takutnya kalian suka," ucap Marsel.
"Emang salah kalau kita suka?" tanya Hendri.
"Bukan salah sih, hanya saja kalau kalian belum siap secara mental dan fisik maka kalian akan merasa sakit. Adik kita itu bukan orang yang sembarangan seperti cewek lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan, kalian perlu berkorban dan berjuang untuk mendapatkan mereka," jelas Dafa panjang menjelaskan mengenai sedikit konsekuensi dari masalah ini.
"Itu benar, apalagi sama adiknya Dafa, kalau kalian ingin mendapatkan adik Dafa, maka kalian harus melakukan banyak perjuangan, dan mungkin nyawa kalian juga bakal terancam," ucap Marsel yang merasa ngeri saat mengingat bagaimana kira-kira yang terjadi saat hal itu terjadi.
"Tapi bagaimana kalau kita bisa dapetin mereka?" tanya Fandi.
"Ya itu berarti kalian sudah berjuang keras buat dapetin mereka, dan itu tandanya kalian emang layak untuk hal itu," ucap Faris.
"Oke, kalau gitu giman kalau gini aja. Buat adiknya Marsel itu urusan gue buat dapetin dia, dan adiknya Faris itu urusan Fandi buat dapetin, sedangkan untuk adiknya Dafa itu urusan Hendri, jadi gimana?" tanya Dafit pada semuanya dan membalikan badannya untuk melihat reaksi yang lain dan diikuti oleh Dafa.
"Oke" setuju Fandi lalu duduk di kasur.
"Terus lo Hen?" tanya Dafit.
"Gue gak mau" ucap Hendri lalu ikut duduk dan di ikuti Faris.
"Kenapa lo gak mau?" tanya Fandi yang bingung.
"Apa lo gak berani buat dapetin adiknya Dafa karena lo takut sama yang tadi, seperti yang di bilang mereka? Ayolah itu pasti hanya akal-akalan mereka supaya kita gak deket sama adik mereka aja," bujuk Dafit.
"Gak, buka karena takut, dan menurut gue apa yang dibilang mereka itu pasti benar dan gue percaya itu. Tapi kalau kalian tanya kenapa gue gak mau, itu karena gue gak mau deketin cewek hanya karena tantangan semata, tapi yang gue mau gue deketin dia karan gue emang beneran suka sama dia," jelas Hendri mengenai alasan dari keputusan yang dia ambil.
Mendengar ucapan Hendri seperti itu membuat Dafa, Faris, dan Marsel saling memandang.
Setelah mereka bertiga saling pandang mereka tersenyum miring yang entah apa artinya yang hanya bisa dimengerti oleh mereka bertiga, dan senyuman itu tidak di ketahui oleh Dafit dan Fandi, yang mengetahui senyum itu hanya Hendri bahkan Hendri juga ikut tersenyum miring yang membuat mereka bertiga kaget lalu mereka bertiga saling memandang lagi lalu mengangguk.
"Ya udah kalau gitu, gue sama seperti Hendri, kalau mereka bisa buat gue jatuh hati sama salah satu dari mereka, maka gue bakal perjuangin apapun tantangannya," ucap Fandi mengambil keputusan.
"Ya udah, gue juga sama," setuju Dafit.
"Oke kalau itu keputusan kalian, kita hanya mau bilang," ucap Marsel dengan memang Dafa dan Faris.
"Hati. Hati. Dalam. Mengambil. Keputusan" ucap Marsel, Faris, dan Dafa bersamaan dengan begitu kompak dan penuh penekanan di setiap kata.
"Oke," jawab Dafit, Fandi, dan Hendri bersamaan dengan kompak.