"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUJUH BELAS
"Kita harus makan malam Aluna" Bujuk Arjuna karena wanita cantik itu enggan untuk membuka matanya
"Saya tidak lapar, tuan makan saja sendiri" Sepertinya acara merajuk ini masih berlanjut
"Kamu harus makan untuk anak-anak saya! Kamu mau dua milyar kamu lenyap?"
Dengan cepat wanita itu bangun, Arjuna berusaha menahan tawanya karena sekarang ia tahu apa kelemahan wanitanya ini
"Cepet banget kalau soal uang"
"Lagian siapa yang gak mau uang? Semua orang butuh uang" Aluna turun lebih dulu, bahkan wanita itu tidak menunggu suaminya dan langsung menuju meja makan
"Selamat datang Nona, tuan" Sapa Joseph yang langsung bangun dari duduknya
"Duduklah Joseph!" Titah Arjuna dan pria tampan dengan mata biru itu patuh
"Kamu harus banyak makan daging!" Arjuna menambah potongan daging kepiring istrinya
"Kalau kebanyakan, perut saya bisa meledak" Arjuna tidak peduli itu, baginya kesehatan Aluna dan kedua buah hatinya adalah yang utama
"Saya gak suka sayur"
"Makan ini demi dua milyar kamu!" Aluna pasrah, ia tidak akan melepas dua milyar itu
Ia harus tahan setidaknya kurang dari enam bulan lagi
Sementara itu dirumah utama Bimantara, William tengah menikmati makan malamnya bersama sang menantu yang juga wanitanya
"Ada dimana Arjuna?" Tanya William pada wanita cantik yang duduk disampingnya
"Aku juga gak tau Pah, tapi akhir-akhir ini Arjuna terlihat berbeda" Jawab Zoya
"Maksud kamu?"
"Dia seperti sedang jatuh cinta, selalu tersenyum dan terlihat begitu bahagia. Yang aku tau akhir-akhir ini juga perusahaannya dikelolah sama Joseph"
Ya Zoya tau berita ini dari mata-mata nya yang berada di perusahaan suaminya. Itu adalah perusahaan milik Arjuna sendiri bukan milik Bimantara
"Maksud kamu dia punya wanita lain?"
Zoya mengangguk "Sepertinya begitu, sudah beberapa bulan juga dia tidak kembali kerumah ini, aku ketemu dia terakhir dirumah Opa Ronald"
William merasa ini tidak baik, jika Arjuna memiliki wanita lain dan mendapat seorang penerus, maka bisa dipastikan posisinya akan bergeser dan jelas dirinya tidak akan mendapat sepeserpun
"Kita harus selidiki ini! Jika benar Arjuna memiliki wanita lain, maka hidup kita terancam"
"Maksud Papa?"
"Mungkin dia ingin memiliki anak laki-laki dari wanita itu karena kamu tidak ingin memberikannya"
Zoya terdiam, jika ini benar, maka dirinya akan berakhir. Jelas ia tidak ingin hidup dijalanan bersama pria tua ini
"Papa harus gencar lagi kampanye nya! Papa harus bisa jadi wakil walikota agar hidup kita terjamin"
"Kamu tenang saja sayang, lagi pula Arjuna tidak akan bisa bersama wanita itu selama dia masih berstatus sebagai suami kamu"
Keduanya tersenyum, saling menggenggam erat lalu melanjutkan makan malam ini
***
"Tuan"
"Hmm" Arjuna bergumam, pria itu tengah sibuk menatap laptop yang berada dipangkunya, Arjuna tengah berada dikamar sang istri
"Tuan tidak pulang kerumah utama?" Tanya Aluna
"Kamu tidak suka saya disini?" Arjuna balik bertanya
"Bukan gitu, tapi aku khawatir kalau keberadaan aku disini ketahuan sama istri tuan"
Arjuna menutup laptopnya, melangkah menuju tempat tidur lalu bergabung bersama istri keduanya itu
"Tidak akan ada yang menemukan kamu disini, Villa ini tidak diketahui oleh penghuni rumah utama" Arjuna meyakinkan istrinya, namun kekhawatiran itu jelas masih ada
"Aku takut dilabrak kayak di sinetron-sinetron"
Arjuna terkekeh, ada saja ucapan polos istrinya ini yang membuatnya terhibur
"Makanya kamu tidak boleh terlalu sering nonton TV" Arjuna mengusap kepala wanitanya itu dengan lembut
"Terus aku harus ngapain? HP aja gak punya" Aluna cemberut
"Besok kamu akan dapat HP baru"
Wajah cantik itu seketika berbinar "Beneran? Tuan gak bohong kan?"
"Enggak, kamu akan dapat HP nya besok"
Wanita hamil itu bersorak, reflek Aluna memeluk tubuh suaminya sambil terus mengucapkan terima kasih
Aluna sadar akan kesalahannya, wanita cantik itu menarik diri lalu menunduk
"Maafkan saya, saya terlalu senang tadi" Cicitnya
"Tidak masalah, saya suka kok"
Aluna mengangkat wajahnya, matanya kembali menatap dengan polos "Tuan suka saya peluk?"
"Ya, dan saya mau kamu terus memeluk saya" Kata Arjuna membuat Aluna semakin bingung saja "Ayo kita tidur!"
Aluna menurut, wanita cantik itu berbaring disamping suaminya lalu Arjuna memeluknya hingga kantuk mengambil alih
Begitu membuka mata, Aluna tidak menemukan sang suami disampingnya
Wanita cantik itu beringsut bangun, turun dari tempat tidur lalu mencari keberadaan pria yang beberapa bulan ini menemaninya
"Nona butuh sesuatu?" Tanya Bona yang kebetulan hendak menuju kamar sang majikan
"Dimana tuan Arjuna?"
"Tuan sedang di kolam renang" Jawab Bona
"Dimana kolam renangnya?" Aluna memang tinggal dirumah ini sudah beberapa bulan, namun ia tidak menjelajahi setiap bagiannya
"Mari saya antar Nona!" Aluna menurut, mengikuti langkah Bona menuju area belakang Villa
Sesampainya disana, Aluna melihat sekeliling. Ada Joseph yang setia menunggu sang majikan yang tengah berenang
Begitu Arjuna keluar dari dalam kolam, Aluna terpaku. Astaga, pria itu benar-benar tampan
"Nona" Tegur Bona karena majikannya itu malah diam saja
Mendengar itu, Arjuna mengalihkan pandangannya. Pria tampan itu tersenyum saat melihat wanitanya berdiri tak jauh dari arena kolam
"Ayo kesini!" Aluna tersentak, menuruti panggilan itu dan mendekat kearah kolam
"Ayo masuk!"
Aluna menggeleng, rasanya ia masih terpesona akan ketampanan suaminya itu, terlebih rambutnya yang basah menambah kesan seksi
"Saya tidak bisa berenang"
Arjuna tertawa membuat wanita cantik itu merungut "Akan saya ajarkan"
Aluna menggeleng lagi "Saya takut tenggelam"
Pandangan Arjuna tertuju pada Joseph dan Bona yang setia menunggu di tepi kolam renang
"Kalian pergi dari sini! Dan tutup pintunya! Pastikan tidak ada orang yang datang kesini!"
Dua orang itu mengangguk, keduanya melangkah keluar. Joseph memastikan jika tidak akan ada orang datang dan mengganggu kesenangan pasangan suami istri itu
"Ayo turun!" Arjuna mengulurkan tangan
"Saya tidak bisa berenang, kalau saya tenggelam gimana sama uang saya"
"Pikiran kamu itu selalu tentang uang" Arjuna menarik tangan istrinya hingga Aluna tenggelam
Tubuhnya yang pendek jelas saja akan masuk sepenuhnya kedalam kolam yang kedalamannya dua meter
Aluna menggerakkan kaki dan tangannya didalam air, saat tubuhnya diangkat, wanita hamil itu berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya
Arjuna tertawa, ia lalu mendudukkan Aluna ditepi kolam renang dengan kakinya yang menjuntai kedalam kolam
"Tuan mau bunuh saya yaa?" Kesal wanita hamil itu, bahkan seolah mendapat keberanian Aluna memukul lengan pria itu
"Saya gak mungkin membunuh ibu dari anak-anak saya" Arjuna meneguk ludahnya, Aluna hanya mengenakan gaun malam tanpa lengan dan sekarang sudah basah
Pakaian itu menjadi transparan dan membuat semua yang berada didalamnya terlihat
"Lain kali jangan keluar rumah dengan pakaian seperti ini" Ujarnya membuat wanita cantik itu mengernyit
"Memangnya kenapa? Tadi saya bangun tidur dan tuan tidak ada di kamar"
"Kamu mencari saya?"
Aluna gelapan, harusnya ia tidak mencari suaminya. Entah kenapa selama hamil dirinya merasa tidak bisa jauh dari suaminya
"En-enggak" Aluna memalingkan wajah ke arah lain membuat sang suami tertawa
Tawa itu membuat Aluna terpaku, selama ini ia tidak pernah melihat Arjuna tertawa sangat lepas