NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 KENYATAAN

Orang yang selalu berkata bahwa darah tidak menentukan keluarga.

Orang yang dulu memeluknya sambil berkata bahawa bee akan selalu menjadi adiknya.

Tapi sekarang…

Orang yang sama sedang mengingatkannya tentang status. Anak angkat.

Bee merasakan sesuatu hancur di dalam dirinya. Bukan karena ancaman itu, bukan karena fasilitas dan bukan juga karena uang. Melainkan karena kalimat yang di ucapkan oleh orang yang paling ia percaya.

Kak darius tidak menyadari perubahan di wajah bee. Karena pria itu sudah terlanjur kecewa dan marah.

‘’ Kakak harap kamu besok berpikir lebih dewasa ‘’ Setelah mengatakan itu, kak darius berbalik lalu pergi meninggalkan kamar bee.

Ketika pintu kamar tertutup Bee masih duduk mematung di atas tempat tidur. Air mata perlahan mengalir membasahi pipinya, namun kali ini tidak ada isak tangis, tidak ada suara. Karena rasa sakit yang ia rasakan terlalu besar untuk di tangisi.

Perlahan Bee memeluk lututnya dan menundukkan kepala ‘’ Kakak… ‘’ Suara nyaris tak terdengar ‘’ Kakak juga berubah … ‘’ Dan untuk pertama kalinya sejak menjadi bagian dari keluarga luwis.. bee mulai bertanya pada dirinya sendiri ‘’ Apakah ia benar-benar masih memiliki tempat di rumah ini? ‘’

PAGI HARI.

Pagi ini suasana rumah keluarga luwis terlihat seperti biasa. Aroma masakan memenuhi ruang makan.

Mamah lana, papah prans, kak darius dan jelita sudah duduk di meja makan ketika langkah bee terdengar menuruni tangga.

Bee tampil rapih seperti biasanya. Pakaian sederhana namun elegan, rambut panjang yang ia gerai. Yang membuat berbeda adalah.. senyumannya.

Hari ini senyum bee terlihat tenang bahkan terlalu tenang. ‘’ Pagi semuanya.. ‘’ Sapa bee seperti biasa

‘’ Pagi juga sayang ‘’ Jawab mamah lana.

Jelita langsung berdiri dengan wajah cerah ‘’ Bee! ‘’

Bee langsung menoleh kearah suara ‘’ Ya ada apa? ‘’

‘’ Lihat, aku masakkan ini buat kamu ‘’ Jelita menunjuk ke hidangan di atas meja makan

‘’ Baunya harum " puji bee

Bee melihat Kearah meja makan ada udang saus padang dan ketang yang sudah di masak hingga lembek. Dua makanan yang paling tidak di sukai bee.

‘’ Terimakasih.. ‘’ Wajah bee tak berubah

Jelita tersenyum lebar ‘’ Aku buat sendiri loh ‘’

Bee mengangguk ‘’ Iya ‘’

Sebelum duduk, Bee mengeluarkan sebuah dompet kecil dalam tasnya. Lalu mengeluarkan beberapa benda. Kunci mobil, kartu kredit, dan kartu bulanan yang biasa ia gunakan.

Bee meletakkannya tepat di depan kak darius membuat semua orang terdiam.

‘’ Apa ini? ‘’ Tanya kak darius dengan kening berkerut

‘’ Semua ini kakak yang pegang saja ‘’ Kata Bee sambil tersenyum

Kak darius menatap bee dengan lekat ‘’ Maksud kamu apa? ‘’

Bee menarik napas pelan kemudian menoleh kearah jelita ‘’ Jelita ‘’

Jelita berkedip bingung ‘’ Iya ‘’

‘’ Soal kemarin, aku minta maaf ‘’ Kata Bee tulus

Ruangan langsung sepi ‘’ Aku minta maaf karena kemarin aku tidak menjagamu dengan baik.  Dan aku juga minta maaf karena sudah membuat kamu sendirian ‘’ Lanjut bee sambil menundukkan kepalanya.

‘’ Aku bersikap egois, ke kanak-kanakan ‘’

Jelita menatap bee tanpa berkedip.

Sementara mamah lana dan papah prans ikut terdiam.

Bee kemudian menoleh kearah kedua orang tuanya ‘’ Mah, pah. Maafkan bee ya. Bee sudah membuat kalian kecewa ‘’

Mamah lana terlihat tidak nyaman.. ‘’ Bee ‘’

Namun bee hanya tersenyum lalu melihat kearah sang kakak ‘’ Dan kak.. mulai sekarang aku akan lebih dewasa lagi dari sebelumnya ‘’ Tatapan bee begitu tenang. Tidak ada marah, tidak ada bantahan dan tidak ada air mata.

Dan justru itulah yang membuat suasana terasa aneh. Kak darius menataf bee beberapa saat.

Namun dalam pikiraanya, bee hanya sedang merajuk karena ucapannya semalam. ‘’ Sudah selesai? ‘’ Tanya kak darius

Bee mengangguk ‘’ Sudah. ‘’

‘’ Kamu tidak perlu melakukan ini ‘’

‘’ Tidak apa-apa kak. ‘’ Bee mendorong kunci mobil itu sedikit kearah kak darius ‘’ Sebentar lagi masa magang.. ini sudah waktunya untuk aku mandiri ‘’

‘’ Bee ‘’ Kini mamah lana yang bersuara ‘’ Bee semua fasilitas ini itu untuk kamu gunakan, mamah, papah dan kak darius tidak pernah mempermasalahkannya karena kamu adalah bagian dari kami ‘’

Bee tersenyum lembut ‘’ Bee gak apa-apa ko mah ‘’

Jawaban itu ringan namun entah kenapa tidak ada satu pun yang benar-benar mempercayainya.

Saat itulah kak darius baru menyadari jika pipi bee terlihat merah dan bengkak. Hatinya terasa terusik namun ia memilih diam, entah karena gengsi atau mungkin ia masih menganggap bee keras kepala.

Bee melirik jam tangan ‘’ Maaf. Sepertinya bee tidak bisa ikut sarapan ‘’

‘’ Kenapa, apa sekarang lebih mementingkan sarapan di luar dari pada dengan keluarga? ‘’ Tanya papah prans dengan nada dingin.

Bee hanya tersenyum lembut sambil mengambil tas miliknya ‘’ Aku harus ke perpus dulu mencari bahakn materi yang akan di kumpulkan hari ini ‘’ ucap bee. Lalu menundukkan kepala kepada kedua orang tuanya ‘’ Bee berangkat dulu ya. ‘’ Pamit Bee

Setelah bee meninggalkan ruangan suasana mendadak terasa sepi setelah kepergian bee. Padahal biasanya bee adalah sumber keramaian di meja makan.

Mamah lana tanpa sadar menatap pintu yang baru saja di lewati bee. Ada perasaan aneh, seolah ada sesuatu yang berubah, namun ia tidak tau apa.

Kak darius menatap kunci mobil yang masih di hadapannya. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman, sementara itu…

Jelita justru terlihat menikmati sarapannya. Ia mengambil udang saus padang dengan lahap.

Kak darius mengernyit ‘’ Jelita, kamu tidak pergi bersama bee? ‘’

Jelita menggeleng ‘’ Tidak ‘’

‘’ Kenapa? ‘’

Jelita tersenyum polos ‘’ Bee berangkat pakai apa? ‘’

‘’ Heum..’’

‘’ Kunci mobil kan sudah ada di kakak ‘’ Jawab Jelita acuh tak acuh

Sendok di tangan kak darius langsung berhenti.

Mamah lana dan papah saling pandang. Barulah mereka sadar jika bee pergi tanpa menggunakan mobil ataupun kartu kredit dan tanpa uang saku.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!