Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MANSION YAS
satu hari telah berlalu setelah pertempuran panjang hari berlalu begitu saja tanpa terasa namun dunia mereka terus berjalan tidak memberi jedah untuk bernapas lega lebih lama.
arka dan saudaranya turun tangga serentak menuju meja makan nayla melirik sedikit melihat anak-anaknya turun tangga "selamat pagi anak-anakku" nayla menyapa hangat dan lembut
"selamat pagi mamaku sayang" balas arka dan saudaranya serentak.
angga melakukan gestur tangan"semuanya ayo kita makan" kata angga kepada anak-anak
nara mendekati angga dan memeluk erat angga"baik papa ku tercinta" balas nara tersenyum
"silahkan duduk putra dan putriku tercinta" kata angga lembut mereka duduk bersama.
makan tanpa suara yang terdengar karena angga membenci suara berisik yang ada di meja makan
Setelah selesai makan, mereka saling berpamitan satu sama lain.
Angga dan Nayla menuju YAS Corporation. Sementara itu, Arka, Kael, dan Raven berangkat menuju universitas. Kayla bersama adik-adiknya pergi ke YAS High School, sekolah milik keluarga mereka sendiri.
Waktu berlalu begitu saja Tanpa terasa, matahari siang telah menyambut.
Saat ini, Kayla dan adik-adiknya menuju kantin sekolah, seperti yang biasa mereka lakukan. Namun, kali ini Nara tidak ikut karena masih duduk di bangku kelas tiga SMP.
Kayla dan adik-adiknya pun tiba dikantin "Bibik kami pesan seperti biasa ya" ujar Kayla tersenyum sopan kepada bibik kantin.
bibik kantin mengangguk "Baik Nona Akan saya siapkan," balas bibik kantin.
Setelah itu, Kayla berjalan menuju tempat Aura dan teman-teman lainnya berada. Suasana awalnya tenang seperti biasa.
Namun tiba-tiba terdengar suara keributan Ditengah keributan itu Vira Vela sengaja menuangkan semangkuk sop hangat ke tubuh Dinda Kartika, seorang siswi yang bersekolah menggunakan beasiswa.
"Hupss sorry Tidak sengaja" ucap Vira berpura-pura tidak bersalah.
"Apa salahku Kenapa kau selalu menggangguku? Hikss hiksss" balas Dinda sambil menangis.
vira mendorong kepala dinda pakai jari telunjuk "Kau itu gadis miskin Beraninya kau bersekolah bersama kami ditempat para orang kaya!" teriak Vira dengan lantang.
Dari tempat duduk mereka yang berbeda, Kayla dan saudara-saudaranya mendengar hinaan tersebut. Tangan mereka langsung mengepal kuat menahan amarah.
"Sialan sombong sekali," umpat Zayden dengan kesal.
"Hikss hikss tapi aku hanya ingin belajar" tangis Dinda semakin keras.
Vira melangkah mendekati Dinda hingga jarak mereka sangat dekat.
"Gadis miskin tidak pantas berada di sini!" bentak vira menghina dinda.
Plak! Plak! Plak!
Vira menampar Dinda sebanyak tiga kali.
dinda bersujud dikaki vira "Hikss hikss ampun maafkan aku" Tangis Dinda kembali pecah.
Tangan Vira kembali terangkat, bersiap menampar Dinda untuk sekali lagi. Namun, sebelum tamparan itu mendarat, seseorang menangkap pergelangan tangannya.
"Siapa kau, dasar sialan!" bentak Vira marah kepada orang yang berani menghentikannya.
Ternyata, orang yang menangkap tangan Vira adalah Kayla Pratama.
Tanpa banyak bicara
Plak! Plak!
Kayla membalas menampar pipi Vira dengan keras karena dia telah menyakiti Dinda.
"Akhh sakit! Sialan" teriak Vira marah sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar.
Kayla mendekat ke telinga Vira "Begitu juga yang Dinda rasakan, sialan!" bentak Kayla tepat di dekat telinga Vira.
luna dan aura berjalan mendekati dinda membantunya berdiri! "apa ada yang terluka" aura bertanya kepada dinda
dinda menggeleng kepalanya"tidak ada yang terluka terimakasih" balas dinda Kirana
luna dan aura hanya menganggukan kepalanya membalas perkataan dinda
"ayo kita pergi" kayla mengajak seluruh saudaranya untuk meninggalkan kantin
Setelah Kayla dan saudaranya perlahan meninggalkan kantin di tempat vira berada "kalian tunggu saja sialan" teriak vira kepada Kayla dan lainnya
lalu rayhan membalikkan badannya mengacungkan jari tengahnya "kami akan menunggu bodoh" teriak rayhan membalas vira
"aku adalah Putri keluarga Vale orang terkaya nomor sembilan terkaya di dunia dan papa ku adalah king black sun" vira kembali berteriak.
kayla dan saudaranya tidak perduli mereka hanya memapa tubuh dinda menuju ke ruang UKS untuk diobati
"ah tenyata dia black sun" kata Kayla singkat
"selamat bertemu di medan pertempuran pada malam minggu nona muda vira Vale" kata kayla kembali.
adik-adik Kayla yang mendengar hanya tertawa geli namun tawa mereka membuat dinda sedikit ketakutan "mereka sungguh lebih menakutkan dari vira"batin dinda.
YAS Corporation saat ini telah menjadi perusahaan nomor satu di dunia Begitu banyak perusahaan dari berbagai negara datang berlomba-lomba untuk mendekati serta menjalin kerja sama dengan Angga dan Nayla.
Saat ini angga dan Nayla baru saja menyelesaikan rapat bersama klien mereka. Keduanya mengantarkan tamu tersebut hingga ke depan pintu ruangan.
"Terima kasih, Tuan dan Nyonya Yas"ucap seorang pria hormat.
"Sama-sama tuan Vale," balas Angga dengan nada sopan .
Pria itu ternyata adalah Rion Vale, pemimpin Vale Group sekaligus ayah dari Vira Vale dan king mafia black sun.
Vale menunduk sebelum pergi"Tuan dan Nyonya, saya permisi" pamit Rion Vale kepada Angga dan Nayla.
"Hati-hati di jalan Tuan Vale," balas Nayla dengan sopan.
Setelah kepergian Rion Vale, Angga dan Nayla kembali memasuki ruangan mereka.
"Rion Vale datang bukan hanya untuk bekerja sama, tetapi juga untuk menghancurkan kita," ujar Nayla dengan nada dingin.
Angga tidak menjawab Ia hanya terdiam, namun rahangnya mengeras menahan emosi.
"Ternyata dia sudah mengibarkan bendera perang sebelum perang yang sebenarnya pecah" lanjut Nayla sambil menatap Angga.
"Biarkan dia berbuat sesukanya Karena malam Minggu besok bukan hanya Black Sun yang akan hancur, tetapi Rion dan seluruh keluarga Vale juga akan ikut hancur," balas Angga dengan suara dingin.
Angga dan Nayla telah mengetahui siapa sebenarnya Rion Vale, Mereka mengetahui bahwa Rion adalah King Black Sun, sedangkan istrinya, Bianca Vale, adalah Queen Black Sun yang menduduki posisi kesembilan sebagai sosok paling berbahaya di dunia.
serapi apapun bangkai ditutup lama kelamaan baunya akan tercium, jadi berhentilah menjadi sesuatu yang kau tidak mampu karena pada akhirnya hanya kehancuran yang menghampiri.
BERSAMBUNG...