NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:741
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sulis Pulang dan Terkejut Melihat Lastri di Rumah Mereka

Sudah hampir dua minggu Lastri tinggal di rumah Irwan.Awalnya semua terasa canggung, namun perlahan kebiasaan-kebiasaan kecil mulai terbentuk dengan sendirinya.

Lastri menyiapkan sarapan setiap pagi,Irwan mengantar wanita itu ke pasar sebelum berangkat ke ruko.Malam hari mereka sering makan bersama sambil menonton televisi di ruang tengah.Rumah yang tadinya sunyi kini terasa hidup kembali,dan tanpa mereka sadari, hubungan itu mulai melewati batas yang seharusnya dijaga.

“Mas, kopinya,” ucap Lastri suatu pagi sambil meletakkan secangkir kopi hangat di meja.

Irwan yang sedang memakai jam tangan langsung menoleh.

“Wangi banget.”

Lastri terkekeh kecil.

“Kopinya apa orangnya?”

Irwan ikut tertawa pelan.

“Dua-duanya.”

Pipi Lastri langsung memerah tipis.

Candaan seperti itu kini mulai terasa biasa di antara mereka,bahkan beberapa kali Irwan tanpa sadar menyentuh tangan Lastri saat mengambil sesuatu,dan anehnya, wanita itu tidak lagi menghindar seperti dulu.Hubungan mereka memang belum memiliki status apa-apa,tapi kenyamanan itu perlahan membuat rumah tersebut terasa seperti milik mereka berdua.

Siang itu hujan turun rintik-rintik ketika Irwan pulang lebih cepat dari ruko,Lastri sedang duduk di lantai ruang tamu sambil melipat pakaian. Anak laki-lakinya tertidur di sofa kecil dekat televisi.

“Ih, Mas pulang cepet?” tanya Lastri sambil tersenyum.

“Capek.”

Lastri langsung berdiri.

“Mau saya buat teh?”

“Boleh.”

Irwan duduk di sofa sambil memijat tengkuknya perlahan. Beberapa detik kemudian Lastri datang membawa teh hangat,wanita itu duduk tak jauh darinya.

“Kerjaan banyak?” tanyanya lembut.

“Iya.”

Lastri memperhatikan wajah Irwan beberapa saat sebelum berkata pelan,

“Mas jangan terlalu dipaksa kerja terus.”

Nada perhatian itu terasa begitu hangat,Irwan menoleh lalu menatap Lastri cukup lama.Wanita itu terlihat cantik dengan rambut yang sedikit keluar dari balik jilbab rumahnya. Kulit putihnya tampak bersih, sementara tubuhnya yang berisi membuat Irwan semakin sulit mengalihkan pandangan,sudah lama sekali ia tidak merasa sedekat ini dengan perempuan.

“Kenapa lihat saya begitu?” tanya Lastri pelan sambil salah tingkah.

Irwan tersenyum tipis.

“Nggak apa-apa.”

Namun mata mereka tidak segera berpaling,suasana mendadak berubah hening,ada jarak yang semakin menipis di antara keduanya,dan tanpa sadar, tangan Irwan perlahan menyentuh jemari Lastri yang berada di atas sofa,lastri menahan napas kecil,tak menolak, juga menjauh,Mereka saling diam beberapa detik yang terasa begitu panjang.

Hingga tiba-tiba....

BRAAK!

Suara pintu depan terbuka keras membuat keduanya langsung tersentak.

“Assalamualaikum!”

Suara Sulis terdengar dari depan rumah,wajah Irwan langsung pucat,Lastri buru-buru menarik tangannya dan berdiri panik.

Dito dan Rara masuk lebih dulu sambil tertawa membawa tas kecil mereka.

“Papaaa!”

Namun langkah kedua anak itu perlahan berhenti ketika melihat seorang perempuan asing berdiri di ruang tamu rumah mereka.Sulis yang masuk sambil membawa beberapa kantong oleh-oleh langsung membeku di tempat.

Tatapannya berpindah dari wajah Lastri... ke Irwan... lalu kembali lagi pada perempuan itu,beberapa detik suasana menjadi sangat sunyi,hingga akhirnya Sulis bertanya pelan dengan wajah kebingungan,

“Ini... siapa?”

Jantung Irwan berdetak keras,Lastri tampak pucat dan gugup luar biasa,sementara Sulis mulai memperhatikan keadaan rumahnya.Ada sandal perempuan di dekat rak sepatu,ada tas wanita tergantung di kursi,dan ada pakaian anak kecil yang dijemur di belakang rumah.Perasaan tidak enak langsung menghantam dada Sulis begitu cepat.

“Mas...” suaranya mulai bergetar. “Perempuan ini siapa?”

Irwan buru-buru berdiri.

“Lis... dengerin dulu.......”

“Jawab aku!”

Nada suara Sulis meninggi untuk pertama kalinya,Dito dan Rara langsung diam ketakutan melihat ibunya.Lastri menunduk dalam-dalam sambil menggenggam ujung bajunya gemetar.

“Saya... saya cuma numpang tinggal sementara...” ucapnya lirih.

Seketika wajah Sulis berubah.

“Numpang tinggal?”

Tatapannya langsung beralih ke Irwan penuh ketidakpercayaan.

“Kamu bawa perempuan lain masuk ke rumah kita?”

Irwan mulai panik.

“Nggak kayak yang kamu pikirin.”

Namun Sulis justru tertawa kecil penuh rasa sakit.Rumah yang tadi ingin ia datangi dengan kejutan dan kebahagiaan... kini terasa asing di depan matanya sendiri,ruangan itu mendadak terasa sesak.

Sulis masih berdiri di dekat pintu sambil menatap Irwan penuh ketidakpercayaan. Tangannya menggenggam erat tas oleh-oleh hingga jemarinya memutih,sementara Dito dan Rara berdiri kebingungan di belakang ibunya.

“Mas...” suara Sulis mulai bergetar. “Apa maksudnya ini?”

Irwan melangkah mendekat dengan wajah panik.

“Lis, kamu jangan salah paham dulu.”

“Salah paham?” Sulis tertawa kecil, tetapi matanya mulai dipenuhi air mata. “Ada perempuan tinggal di rumah aku, terus aku harus paham apa?”

Lastri yang berdiri di dekat sofa justru terlihat tenang. Wanita itu hanya menunduk sebentar lalu duduk perlahan seolah dirinya memang bagian dari rumah tersebut,sikap itu membuat dada Sulis semakin panas.

“Mas... siapa dia?” ulang Sulis dengan suara lebih keras.

Irwan mengusap wajahnya kasar.

“Dia cuma numpang sementara.”

“SEMENTARA?” bentak Sulis tiba-tiba.

Dito langsung memeluk kaki ibunya ketakutan.

“Ma...”

Namun Sulis sudah terlalu emosi.

“Kamu pikir aku bodoh?” air matanya mulai jatuh. “Perempuan ini tinggal di rumah kita, pakaiannya ada di mana-mana, bahkan anaknya juga di sini!”

Irwan mencoba meraih tangan istrinya.

“Dengerin aku dulu.”

Sulis langsung menepis kasar.

“Jangan sentuh aku!”

Suasana semakin kacau,Rara mulai menangis kecil karena takut melihat kedua orang tuanya bertengkar,Lastri justru berdiri perlahan sambil berkata dengan nada lembut yang terdengar dibuat-buat.

“Mbak Sulis jangan marah dulu. Saya cuma kasihan sama Mas Irwan yang sendirian di rumah.”

Kalimat itu membuat Sulis langsung menoleh tajam.

“Mas Irwan?”

Nada suaranya penuh tekanan,mata Sulis memerah menatap suaminya.

“Oh jadi udah sedekat itu sekarang?”

Irwan langsung panik.

“Lastri, udah jangan ngomong dulu.”

Namun Lastri justru terlihat santai.

“Saya nggak ada niat rebut siapa-siapa kok, Mbak.”

Ucapan itu terdengar seperti minyak yang disiram ke api,Sulis melangkah cepat mendekati wanita itu.

“Niat nggak niat, kamu tinggal di rumah SUAMI ORANG!”

Irwan buru-buru menahan tubuh Sulis sebelum wanita itu benar-benar menghampiri Lastri.

“Lis! Udah!”

“Lepasin aku!”

Air mata Sulis jatuh semakin deras.

Selama menikah dengan Irwan, ia tidak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di situasi seperti ini,rumah yang ia bersihkan setiap hari,dapur yang ia rawat,kasur tempat ia tidur bersama suaminya,kini dimasuki perempuan lain ketika dirinya sedang pergi,dan yang paling menyakitkan...Irwan membiarkan itu semua terjadi

“Mas tega banget sama aku...” suara Sulis pecah.

Irwan mulai frustrasi.

“Aku cuma nolong dia!”

“Nolong sampai tinggal serumah?!”

“Dia nggak punya tempat tinggal!”

“TERUS KENAPA HARUS DI RUMAH KITA?!”

Tangisan Rara semakin keras mendengar teriakan ibunya.

“Mama jangan marah...”

Dito juga mulai menangis sambil memeluk adiknya,pertengkaran itu sudah terlalu panas untuk dihentikan Sulis menatap Lastri penuh kebencian.

“Kamu nggak punya malu ya?”

Lastri mengangkat wajahnya perlahan.

“Saya cuma butuh tempat tinggal.”

“Masih banyak tempat lain!”

“Saya nggak punya siapa-siapa.”

Sulis tertawa pahit sambil menghapus air matanya kasar.

“Dan suami saya jadi pahlawan buat kamu?”

Lastri hanya diam,namun diamnya justru terasa seperti kemenangan kecil yang menyakitkan,Irwan kembali mencoba menenangkan istrinya.

“Lis, aku sumpah nggak ada apa-apa.”

Sulis langsung menatap suaminya tajam.

“Nggak ada apa-apa?”

Tatapannya perlahan jatuh pada meja makan.

Ada dua gelas teh,dua piring bekas makan,dan suasana rumah itu...terlalu hangat untuk sekadar mengkasihani...

“Kalian tidur di rumah ini berdua selama aku pergi?”

Irwan terdiam sepersekian detik,dan diam itu cukup menjadi jawaban,seketika Sulis merasa lututnya melemas.

“Ya Allah...” bibirnya bergetar hebat.

Rasa sakit itu menghantamnya begitu keras sampai sulit bernapas.Ia menatap Irwan seolah sedang melihat orang asing.

“Mas...” tangisnya pecah. “Aku ninggalin rumah ini karena percaya sama kamu.”

Irwan mulai merasa bersalah melihat air mata istrinya,namun di sisi lain, ego dalam dirinya mulai terusik karena terus disudutkan.

“Aku juga capek, Lis!” bentaknya tiba-tiba.

Sulis langsung terdiam.

“Aku kerja mati-matian buat keluarga ini!” napas Irwan memburu. “Sekali aku nolong orang, kamu langsung nuduh macam-macam!”

“Karena yang kamu tolong perempuan!”

“Terus kenapa?!”

“Karena dia tinggal di rumah aku!”

Suara mereka saling bertabrakan memenuhi rumah,tangisan anak-anak makin keras,Rara bahkan mulai gemetar sambil memeluk boneka kelincinya,tapi Lastri tetap berdiri di sana dengan wajah yang sulit dibaca,tak ada rasa malu apalagi rasa bersalah,justru jauh di dalam hatinya, ia merasa menang,karena untuk pertama kalinya, ia melihat seorang laki-laki membela dirinya di depan istrinya sendiri,sejak saat itu, rumah tangga Sulis dan Irwan mulai retak dengan cara yang tak akan bisa diperbaiki seperti dulu lagi.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!