NovelToon NovelToon
Mencintai Badai

Mencintai Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anissah

Menyandang status janda di usia muda, bukan hanya sekali, tapi tiga kali. Membuatku membangun benteng pertahanan yang angker.

Bagiku, laki-laki hanyalah makhluk lemah yang datang untuk memanfaatkan atau meninggalkanku. Keangkuhan itu menjadi perisai utamaku.

Sampai hari itu, ketika ego tinggiku berhadapan dengan mas Barraq, seorang pemuda keturunan berada yang dengan berani mengutarakan ketulusannya padaku.

Dengan lidahku yang tajam, kulontarkan kalimat-kalimat penuh racun yang meremukkan harga dirinya. Aku menghakiminya seolah dia tidak punya hak untuk mencintai wanita berpengalaman sepertiku.

Dadaku sesak oleh rasa bersalah yang teramat sangat. Di tangan pemuda yang dulu kuanggap remeh inilah, titik balik hidupku terpampang nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 8. Undangan rapat tahunan

Selepas hari itu, aku sudah tidak pernah bertemu dengan mas Barraq lagi. Dalam komunikasi kami ya hanya lewat email, sebatas menyetor laporan saja. Aku tidak bisa menghubunginya, aplikasi chattingnya ceklis satu.

[Kamu tuh susah diaturnya! Pantas aja bisa jadi janda dua kali!] balas suamiku, yang dua minggu silam membuka blokirannya sendiri.

Ohh, jadi aku manjandakan diri sendiri karena tidak bisa diatur suami ya? Suaminya macam apa dulu, pantas atau tidak dulu.

^^^[Intinya, butuh berapa?]^^^

Balasku kemudian. Karena masalah uang, sekarang ia berani menyebutkan pantas bisa jadi janda dua kali.

Kalau laki-lakinya tidak seperti mantan-mantanku, sudah pasti aku tidak akan menjanda. Memang siapa sih yang mau jadi janda?

[Kamu tuh beranggapan bahwa suami mengatur kamu, karena aku butuh uang kamu!]

[Kalau tau bakal begini di perantauan, nggak akan aku izinkan kamu berangkat merantau!] Ungkap suamiku yang semakin menambah rasa acuhku padanya.

Sudahlah, aku sibuk. Aku tak mau moodku bekerja rusak karenanya.

Beberapa menit lagi aku akan ada meeting. Ada seseorang yang ingin menjalin kerja sama dengan coffee shop ini. Meski aku tidak bisa memberikan keputusan, tapi akulah yang menjembataninya.

Aku kini bertambah sibuk saja, karena kedudukanku sekarang di atasnya general manager. Aku adalah pengganti mas Barraq, tanda tanganku terpakai di seluruh cabang yang ada di Pulau Jawa.

Bayangkan saja, selama dua bulan terakhir aku berkeliling di Pulau Jawa seorang diri. Seorang perempuan, seorang istri.

Omegat sekali!

Sebulan ada dua kalinya aku melewati kabupaten tempat aku tinggal. Hanya lewat, aku tak berniat mampir.

Ibuku sering menelpon, mengatakan agar aku mengajak suamiku bekerja. Aku tidak sedang bercanda, sejak awal aku merantau, aku sudah mengajaknya. Apalagi ia memiliki bekal pendidikan yang lumayan, bisa jadi kedudukanya di atasku jika ia mau mengembangkan usaha milik mas Barraq ini.

“Maaf, Bu. Setelah meeting nanti, Ibu diminta untuk menghubungi nomor ini,” ucap asistenku dengan menunjukkan ponsel kerjanya.

Nama yang tertera di ponsel kerja ini adalah Company Putra Tunggal Berintan. Aduh, sudah panas dingin aku dibuatnya. Ini kepala pimpinan perusahaan besar, coffee shop milik mas Barraq berada di naungannya.

“Oh, iya,” sahutku kemudian.

Seperti biasanya, aku mengerahkan semua pengetahuan bahasaku. Hasil meeting kali ini cukup memuaskan, aku berpikir bahwa nantinya pasti akan menguntungkan coffee shop mas Barraq nantinya.

Aku lekas mengirimkan hasil meeting tersebut, kemudian kembali ke kamar hotelku. Aku sedang tidak berada di Jakarta, aku sedang berada di Jawa Timur.

“Ini, Bu. Silahkan, Saya tinggal dulu untuk istirahat,” ucap asistenku dengan sopan, dengan menyerahkan ponsel kerjanya.

Ia orang kirimannya keluarga mas Barraq juga, jadi tidak sembarang orang bisa bekerja dalam naungan Company Putra Tunggal Berintan ini. Apalagi posisinya cukup penting begini.

Dulu pun aku mengirimkan lamaran kerja ke email perusahaan Adi Wijaya Abadi, tapi malah diarahkan untuk mengisi link di coffee shop ini. Ya Adi Wijaya Abadi pun dalam naungan Company Putra Tunggal Berintan.

Selama aku bekerja dua tahun dua bulan ini, baru kali ini aku dihubungi oleh pusat begini. Kira-kira ada masalah apa ya? Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku akan dipecat?

“Hallo, selamat siang,” ucapku formal, setelah panggilan tersambung.

“Ya, siang. Dengan Ibu Dea Amanda dengan nomor id karyawan 987321?” sahut dari sana dengan bahasa formal juga.

“Benar,” jawabku dengan jemari yang sudah mulai dingin semua begini.

“Baik, tolong diperhatikan. Saya telah mengirimkan e-ticket penerbangan untuk mendatangi rapat tahunan, silahkan dicek terlebih dahulu,” ungkapnya begitu tertata dan perlahan.

Aku langsung membuka ponselku, beberapa menit lalu benar adanya sudah masuk email tersebut.

“Baik, lalu selanjutnya Saya akan mengirimkan lokasi diadakannya rapat tahunan tersebut. Mohon kesediaannya karena ini bersifat wajib,” lanjutnya beberapa saat kemudian.

Benar, ada alamat lengkapnya. Waduh, waduh. Aku mulai bingung di sini, Company Putra Tunggal Berintan ini ada di Kalimantan, setahuku. Tapi alamat tertera ada di ujung Sumatera.

“Baik, Bu. Maaf, sebelumnya. Saya sedikit kebingungan di sini mengenai alamat tersebut, kenapa bukan di alamat Company Putra Tunggal Berintan?” Aku masih memperhatikan isi email ini.

“Biar nanti ketemu Mas, Dea cantik,” terang dalam panggilan tersebut dengan suara yang berbeda.

Aku kenal pemilik suara itu.

“Sana kau, Setan! Ganggu aja kau!” Makian tersebut terlontar dari suara yang bernada formal tadi.

Sialan, aku nyengir jadinya. Jadi, mereka masih keluarga? Rapat tahunan diadakan di kediaman keluarga besar mas Barraq ternyata.

“Baik, Bu. Sudah dimengerti,” sahutku kemudian.

“Baik, silahkan beraktifitas kembali. Maaf mengganggu waktunya, selamat siang,” ujarnya kemudian panggilan terputus begitu saja.

Ini bagaimana caranya aku menempuh perjalanan? Jadwal penerbangan ini dini hari, aku harus kejar waktu. Agar aku sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta tepat waktu.

Setelah melirik jam, aku langsung berkemas dan mengabari Fina, asistenku itu. Untungnya pekerjaan di sini sudah selesai, jika belum bisa-bisa jadwalku gagal semua.

Dengan tergesa-gesa, aku datang ke provinsi ini seorang diri. Fina diberi tanggung jawab untuk menggantikanku selama di sana, sementara aku harus mewakili coffee shop milik mas Barraq sepulau jawa.

Katanya aku dijemput, mana jemputanku itu? Aku menunggu di bandara Rembele ini. Aku tidak tahu siapa yang menjemputku, yang jelas aku memasang papan id milikku di dada kiriku. Ini arahannya, mungkin agar diketahui ketika penjemputan.

Pagi-pagi begini aku mendapatkan voice note dari mas Galih. Aku lekas menempelkan ponselku ke telingaku, agar aku bisa mendengarkan dengan jelas.

“Saya, Galih. Secara sadar menurunkan talak untuk Dea Amanda binti bapak Taryana.”

Hatiku mencelos mendengar suara mas Galih dengan lancar itu. Aku rutin mengirimkan lima juta sebulan untuknya, tanpa ia bersusah payah keluar rumah mencari nafkah, tapi malah ini balasannya.

Apa kurangku? Apa kurang uang dariku? Tanpa susah ia mengolah usaha, ia mendapatkan uang bersih dan tinggal menikmatinya. Menurutku lima juta itu cukup kan untuk seorang diri? Ibunya memiliki uang pensiun, adiknya sudah bersuami.

Karena awal mula pertengkaran itu, ia selalu membahas keiriannya pada keluargaku. Apalagi satu bulan terakhir, setelah aku membeli beberapa mobil pick up bekas dan mobil truk bekas untuk usahaku di sana.

Ia semakin berapi-api dan isi chatnya selalu mengatakan bahwa aku berani ke suami, aku menggunakan uang tanpa ridho suami. Aku pun dibilang tidak tahu terimakasih, karena semua usahaku yang dikelola keluargaku menggunakan namaku. Ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dari kerja kerasku.

“Hei, Dea ya?” sapa seseorang yang membuatku mendongak menatapnya.

Siapa om-om tampan bertato di leher kiri dan beranting itu?

“Hei, kau dijemput. Tenang aja, tak usah nangis. Kau tak ketinggalan mobil jemputan,” ungkapnya dengan menyentuh kedua lenganku dan ia duduk di sampingku.

Berkharisma sekali beliau.

“Jangan nangis, jangan nangis. Tenang ya?” Ia memberiku sebuah air mineral kemasan botol dari saku belakang celananya.

Aku tidak menangis karena takut tidak dijemput, tapi aku gagal di rumah tangga ketiga ini. Ya Tuhan, bagaimana malunya keluargaku? Aku pasti tak akan berani pulang kampung setelah ini.

Pikiranku tak baik-baik saja, aku tengah bekerja dan aku mendapat musibah begini. Bagaimana caranya aku membungkam mulut-mulut tetangga yang menyakiti hati orang tuaku? Apa cacian tetangga untukku?

“Dek, Nala… ini dia nangis. Gimana ini?” Om-om dengan gaya nyentrik itu memanggil seseorang.

Aku menoleh ke arah datangnya orang lain, aku kenal siapa beliau. Beliau ibu Nala, yang pernah memisah saat mas Barraq Dan mas Nadim berkelahi.

Jadi, siapa om-om ini? Apanya ibu Nala?

1
Fitri Ristina
rer the best pokoknya...ga pernah bosan dengan cerita keluarga mamah dinda
Batriani
tak sanggup ku berkata kata ingin mencela takut kualat pula aku ... jaga diri aja kau ya de' . dr awal udah kata urus cerai kau..... ya sudah lah ikutin aja kisah kau ama siberraq itu......
Rini qi: jgn anggap remeh dea...
total 1 replies
Christine
hahahaha itu jagung Afika dea....
Christine
astaga....rasanya gmna itu goyang sambil tlpn ora konsen ak mas
Miss F
urs de ceraimu
barrack jgn blg kamu badboy,,kyk mantan pcrnya adiknya canda,,ceria skalane😠😠
Miss F
jgn SMP de kamu cm dicicipi barrack tok tp g dtanggung jwbi...
Batriani
pak suami mana pak suami.... permainan apa ini, geli2 basah.....🤭
Miss F
KLO BNR garis 2 nangis loe de dipojokan🤣🤣🤣
Christine: 🤭🤭🤭🤭👍👍👍
total 3 replies
Christine
aku kok ikut menegang de
Christine
jangan.....ihhh ak mlh berdoa jgn ada yg dtng takut ihh tetiba digrebek ...
Rini qi
🫣
Fitri Ristina
suami mana suami...
Miss F
abis baca sidea koq JD cenat cenut🤣🤣🤣
Christine: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kesetrum say
total 1 replies
Miss F
de,,kamu dminta baik2 dksh status gakk mau malah milih yg haram😞
Christine
hahahaha serang balik de dibilangin kelamaan klu nungguin dia
Miss F
yg minum mas barrack ehhh authornya yg kena pngaruh alkohol jg JD mabok🤣🤣
Miss F
tak ingat kau de pesan ayah wiya n ayah bara😞
Batriani
wah...😟. jebol pertahanan nya...
Christine
wahhh besar uhhh aku kok ikut nahan de..ya ampun de bagi2 atuh de
Christine
hahahahaha....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!