NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:328.5k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-6 Si Playboy mengejar si Cantik

Jonathan menatap Amanda tidak percaya, dia heran kenapa gadis itu begitu cepat ganti costum?

“Jangan menatapku lama-lama!” bentak Amanda, membuat Jonathan tersadar.

Tiba-tiba ada teriakan histeris dari dua gadis, berlari menghampiri mereka.

“Pak Jonathan! Senang bertemu denganmu!” seru mereka, langsung saja menghalangi Amanda yang terkaget-kaget dengan kedatangan mereka. Ternyata Asti dan Erna yang datang. Teman-temannya yang kecentilan kalau melihat Cowok keren sedikit, tentu saja Jonathan keren banyak bukan sedikit lagi.

“Pak Jo! Aku tidak menyangka kalau Pak Jo ada di mall ini,” seru Asti. Tersenyum senang matanya berbinar-binar.

“Pak Jonathan,” ralat Erna.

“Sekarang aku memanggilnya Pak Jo! Panggilan kesayangan!” seru Asti.

Amanda menatap teman-temannya itu yang selalu bergenit-genit ria, kemudian menoleh pada Jonathan yang tampak stress menghadapi dua gadis itu.

“Maaf aku harus pergi!” kata Jonathan.

“Pak Jo, bagaimana kalau kita ke café, ngobrol-gobrol sebentar?” ajak Asti.

“Maaf, trimakasih. Aku masih ada urusan,” jawab Jonathan mencoba menghindari mereka, diapun buru-buru pergi.

Asti dan Erna tampak kecewa, mereka hanya melambaikan tangannya.

“Dadaah pak Jo!” seru Asti.

“Dadah Pak Jonathan,” seru Erna. Tapi pria itu sama sekali tidak menoleh.

Amanda menatap dua temannya itu.

“Heh! Jual mahal sedikit kenapa sih?” semprot Amanda.

“Kalau buat Pak Jo, jual murah sedikit tidak apa-apa,” sahut Asti.

“Ih kalian benar-benar ya,” gerutu Amanda.

“Benar-benar apa? Cowok sekeren itu dianggurin, sayang!” kata Erna.

Amanda tidak bisa bicara apa-apa lagi. Kalau debat soal cowok, dia pasti kalah.

“Sedang apa kalian disini?” tanya Amanda.

“Jalan-jalan saja, cuci muka eh cucu mata dikit, mumpung libur dan awal bulan, banyak cowok cowok keren!” jawab Erna.

“Ada cowok yang mau kita gangguin ini,” kata Asti.

“Siapa lagi?” tanya Amanda.

“Kau ikut kita, ayo!” jawab Asti.

“Tapi…” Kata-akata Amanda tidak berlanjut karena teman-teman Amanda langsung menarik tangan Amanda pergi dari tempat itu, tidak dihiraukannya apa yang dikatakana Amanda. Pasti Agatha menunggunya di counter bakso, fikir Amanda, dia teringat janjinya dengan Agatha.

Jonathan berjalan meninggalkan conter boneka itu, dia malas harus berhadapan dengan gadis-gadis yang centil. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.

“Pak! Pak! Maaf Pak!” teriaknya. Jonathan segera menoleh dan membalikkan badannya. Seorang  penjaga counter berseragam mendekatinya sambil berlari.

“Ada apa?” tanya Jonathan.

“Kalau boneka harus pakai nota Pak! Bayarnya di kasir sebelah sini, mari!” kata petugas counter boneka itu, tangannya menunjuk pada meja kasir.

“Apa? Boneka?” tanya Jonathan. Diapun terkejut, ternyata boneka panda ada di tangannya. Tadi saat teman-temannya Agatha (Jonathan masih memanggil Amanda dengan Agatha) datang, gadis itu melepas bonekanya jadi boneka itu ada di pegangannya sekarang.

Wajah Jonathan langsung memerah menahan malu apalagi banyak orang yang melirik ke arahnya. Jadi dia mengikuti petugas counter boneka itu yang menuliskan nota buatnya.

“Bayarnya di kasir boneka ya Pak,” ucap gadis itu. Terpaksa Jonathan menurut, diapun menuju kasir dan membayar  boneka panda itu.  Bersamaan dengan petugas counter boneka itu mengantarkan boneka itu ke kasir, distempel bagian struknya,  kemudian Boneka diberi kantong transparant berukuran besar dan diberikan pada Jonathan.

Alhasil, Jonathan membawa boneka panda yang ukurannya cukup besar itu menuju tempat service jam tangannya.

Di counter bakso, Agatha menunggu saudara kembarnya yang tidak datang-datang juga. Entah kemana dia? Sedang kesal menunggu. Tiba-tiba ada seseorang pria yang duduk di depannya. Diapun terkejut saat melihat pria itu.

Siapa lagi kalau bukan si playboy Vincent. Ternyata dia tidak menyerah, harga dirinya tersinggung cowok setampan dirinya dicuekin habis oleh gadis cantik ini. Apa gadis itu tidak tahu kalau dirinya penakluk gadis-gadis?

“Kau mau apa?” tanya Agatha pada Vincent, dengan ketus.

“Mentraktirmu makan bakso,” jawab Vincent.

“Aku punya uang sendiri tidak perlu kau traktir!” kata Agatha masih ketus.

“Kau traktir juga aku tidak keberatan!” sahu Vincent, dia langsung mengacungkan tangannya memanggil penjual bakso.

“Dua bang!” serunya.

“Campur?” tanya penjual bakso yang tampak sibuk karena banyak pembeli.

“Kau campur?” tanya Vincent pada Agatha. Gadis itu tampak cemberut kesal pada cowok sok akrab itu, membuat Vincent tambah suka menggodanya.

“Campur bang! 2 ya bang!” teriak Vincent.

Agatha menatap Vincent sebentar. Tampan sih, keren! Tapi narsis abis, sok ganteng, bikin ilfeel, fikirnya. Diapun berdiri, Vincent langsung ikutan berdiri.

“Baksonya belum siap,” kata Vincnet. Tingkah merek mengundang banyak orang yang melihatnya dan pada cengar-cengir, mereka mengira sepasang muda mudi yang pacaran sedang bertengkar. Vincent menoleh pada orang-orang yang sedang makan bakso yang menoleh ke arahnya.

“Si cantik, pacarku ini sedang marah, yaaa biasalah, dia suka sedikit cemburu…” kata Vincent beralasan. Agatha sampai membelalakkan matanya terkejut dengan perkataan Vincent.

Dia benar-benar kesal, dan meninggalkan counter bakso itu, Vincent segera mengikuti langkahnya.

“Gadis cantik, sepertinya kau gampang marah,” keluh Vincent, berjalan disamping Agatha yang masih memberengut. Akhirnya Agatha menghentikan langkahnya.

“Sebenarnya kau mau apa?” tanya Agatha.

“Aku hanya ingin berkenalan, Cantik. Namamu siapa?” tanya Vincent.

“Aku tidak  berminat!” kata Agatha.

“Kau tega sekali. Apa kau tidak tahu? Aku bisa bisa tidak bisa tidur menebak nembak namamu siapa?” ucap Vincent dengan wajah disedih sedihkan, bikin sebal Agatha saja.

Tiba-tiba ada wanita yang mendekati mereka. Vincent sampai terkejut melihat gadis itu, ternyata Meli dengan membawa banyak kantong belanjaan.

“Kau ini bagaimana? Aku mencarimu kemana-mana, kau tinggalkan aku dikasir dan aku harus membayar semua belanjaan ini! Ganti!” teriak Meli.

Agatha tampak terkejut melihat wanita yang marah-marah pada pria itu.

Meli langsung menoleh pada Agatha, lalu pada Vincent.

“Jadi kau selingkuh dengan pacarku?” bentak Meli.

“Apa? Enak saja! Kenal juga tidak!” gerutu Agatha.

Meli menoleh pada Vincent.

“Jadi ini kelakukanmu heh? Kau menggoda gadis gadis dibelakangku? Begitu?” maki Meli.

“Kau ini bicara apa?” bentak Vincent pada Meli.

“Kau bukan siapa-siapaku!” kata Vincent pada Meli yang tampak terkejut.

“Apa maksudmu?” tanya Meli.

“Kita putus!” kata Vincent, tentu saja Meli Shock.

Agatha menghela nafas panjang dan meninggalkan mereka. Ternyata Vincent tidak mau menyerah, dia terus mengejarnya dan memanggil-manggilnya.

“Cantik! Cantik! Tunggu! Ini hanya salah faham!” seru Vincent.

Meli yang sadar diputuskan Vincent langsung berlari mengejar Vincent.

“ Sayang tunggu! Sayang! Aku tidak mau putus denganmu!” teriak Meli.

Kejadian itu membuat orang-orang memperhatikan mereka. Karena banyak yang memperhatikan, ternyata ada beberapa pasang mata juga yang memperhatikan mereka,

“Sayang! Aku tidak mau putus!” ucap Meli pada Vincent, menarik tangan Vincent menghentikan langkah pria itu.

“Sayang! Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba terdengar lagi ada suara lain yang memanggil sayang pada Vincent. Membuat Vincent dan Meli menoleh. Seorang gadis cantik berlari menghampiri mereka. Dia menoleh pada Vincent.

“Sayang apa yang kau lakukan disini? Katanya kau sibuk? Dan siapa wanita ini? Kenapa dia memanggilmu sayang?” tanya gadis cantik yang baru datang itu.

Wajah Vincent langsung pucat, dan mengaruk-garuk kepalanya.

Bukan itu saja, ternyata ada lagi gadis cantik yang menghampiri mereka.

“Sayang, apa-apaan ini? Siapa mereka?” tanya gadis cantik itu menatap Vincent.

“Katamu kau sibuk, kenapa ada di mall ini?” tanyanya.

Agatha yang mendengar ribut-ribut di belakangnya, jadi menoleh dan menyaksikan  drama itu. Ternyata pria itu si playboy, pacarnya dimana-mana, dan masih saja merayunya, dasar! Gerutunya.

Vincent tampak tidak peduli dengan 3 gadis yang mengelilinginya, dia menoleh pada Agatha yang menatapnya.

“Cantik, kau jangan salah faham, mereka bukan siapa-siapaku!” teriak Vincent pada Agatha.

“Apa?” teriak 3 gadis itu, terkejut dan menatap Vincent dengan tatapan marah.

“Apa maksudmu bicara begitu?” teriak 3 gadis itu.

“ Aku pacarmu! Kau tega bicara begitu!” teriak Meli.

“Tadikan aku sudah bilang kita putus!” kata Vincent.

Dua gadis yang lain mencibir pada Meli, mereka memegang tangan Vincent kanan dan kiri.

“Kalian juga! Kita putus!” ucap Vincent pada dua gadis itu. Yang langsung menatapnya dengan tidak terima.

“Aku tidak mau!” teriak gadis yang satu.

“Aku juga tidak mau!” kata gadis yang lain.

Agatha semakin pusing melihat mereka, diapun segera pergi.

“Cantik! Cantik! Jangan pergi! Aku sudah memutuskan mereka semua!” teriak Vincent. Tapi Agatha tidak peduli. Emang gue fikirin, batinnya.

Vincent memanggil manggil Agatha tapi tangannya dipegang oleh gadis-gadis yang tidak mau dia putuskan itu. Tapi Agatha sudah menghilang entah kemana. Diapun kecewa, dia belum tahu siapa nama gadis cantik itu. Mala mini dia tidak akan bisa tidur memikirkannya.

Tiba-tiba muncul Tony dengan dikawal dua orang satpam dengan wajah pucat.

“Pak Vincent! Pak! Gadis itu dan bon!” kata Tony.

Vincent sangat kaget melihat Tony dipegang oleh satpam.

“Apa apa ini?” tanya Vincent, pada satpam itu.

“Pria ini memesan banyak pizza tapi tidak mau bayar!” jawab Satpam.

Vincent menoleh pada Tony.

“Gadis itu, Amanda dia memesan banyak pizza dan pergi ke toilet tidak kembali lagi. Aku harus membayar pizza pizza itu, pak Vincent lupa memberiku uang,” kata Tony.

“Apa?” tanya Vincent. Dia terkejut ternyata dia dikerjai oleh gadis yang bernama Amanda.  Awas kau Amanda, batinnya.

“Berapa? Ini aku bayar!” kata Vincent sambil mengeluarkan dompetnya.

“Hapir 1 juta!” jawab Satpam.

“Apa? Banyak amat beli pizza,” gumam Vincent,  diambilnya bebera lembar ratusan ribu dan diberikan pada pak Satpam. Merekapun melepaskan Tony.

Melihat Vincent masih memegang dompetnya, tiba-tiba Meli merebutnya.

“Ee e kau mau apa?” tanya Vincent.

“Kau harus mengganti uang belanjaku!” jawab Meli, membuka Dompetnya Vincent. Melihat Meli yang mengambil uang di dompet Vincent, dua gadis itu tidak terima.

“Enak saja kau mengambil uang pacarku!” teriak gadis yang satu.

“Itu uang pacarku!” teriak yang satunya lagi. Mereka bertiga jadi rebutan dompetnya Vincent, sampai uangnya keluar semua berhamburan ke lantai.

Pluk! Dompetnya terjatuh dibiarkan oleh mereka, mereka ribut perang mulut sambil memunguti uang yang berserakan dilantai, uang yang terbang agak jauh ada yang dipungut oleh pengunjung mall lain. Tony mengambil dompet Vincent yang sudah kosonng tinggal kartu-kartu saja, diapun melirik pada Vincent.

“Ayo!” ajak Vincent, memberi tanda pada Tony supaya cepat pergi dari sana.

Jonathan sudah menebus jam tangannya, tinggal bagaimana dengan boneka panda ini? Apa dia harus memberikannya  pada Agatha (Amanda)? Dia tidak mungkin membawa-bawa boneka ini. Akhirnya dia kembali ke sekitar conter boneka, barangkali Agatha(Amanda) masih ada disana. Tapi setelah dia berkeliling keliling, gadis itu tidak ditemukannya. Akhirnya dia memutuskan pulang dengan membawa boneka itu.

*************

Jangan lupa Like vote dan komen

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!