HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Kesokan harinya Hana yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya, pergi ke dapur untuk mencari sang Ibu, namun saat melihat ke arah meja makan dia tidak melihat keberadaan Velo.
''Mbak Ina, apa Velo belum bangun? kok jam segini masih belum sarapan?'' tanya Hana pada salah satu pelayan kediaman Aditama.
''Den Velo sudah berangkat subuh tadi'' jawab Ina, membuat Hana kaget.
''Apa!, dia mau kemana?, kok subuh udah berangkat'' ucap Hana.
Ina hanya mengedikkan bahunya, dirinya juga tidak tahu, dan juga tidak bertanya kenapa Tuan Mudanya berangkat sekolah sangat pagi sekali, lebih tepatnya masih petang.
Sedangkan orang yang sedang di cari oleh Hana, kini sedang sarapan bersama Helen di kediaman Atmajaya.
Helen melahap sarapan paginya, sembari menatap Velo yang begitu menikmati nasi goreng buatannya.
Flash back bebeberapa jam yang lalu.
Setiap hari Helen selalu bangun jam lima pagi, setelah itu dia mencuci wajahnya dan gosok gigi, lalu keluar ke balkon kamarnya untuk menikmati udara, walaupun masih gelap namun Helen sangat menyukai waktu waktu itu, tapi tadi saat Helen keluar ke balkon untuk menikmati udara subuh, dia kaget saat melihat Velo sudah nangkring di halaman rumahnya dan mengobrol dengan Pak Ndut, dengan mengenakan jaket dan celana panjang.
Helen langsung saja bergegas turun ke lantai bawah, dan keluar menemui Velo.
''Lo ngapain di sini subuh subuh?'' tanya Helen tadi.
''Pagi, Calon istri'' sapa Velo, bukannya menjawab pertanyaan Helen.
Sontak Helen langsung mengulum senyum, siapa coba yang gak seneng, pagi pagi baru bangun tidur udah di sambut sama cowok yang kita suka, mana di panggil calon istri lagi, tentu seneng banget pikir Helen.
''Gue tanya, lo ngapain di sini subuh subuh?'' tanya Helen saat sudah bisa menormalkan expresi bahagianya.
''Aku mau numpang sarapan di sini, di rumah sendirian'' jawab Velo sembari menunjuk dua kantong kresek di atas kap mobil, yang berisikan roti, selai dan buah buahan, dan juga berbagai makanan mentah yang dia beli di minimarket, yang kebetulan buka dua puluh empat jam.
''Memangnya Tante Diana ke mana?'' tanya Helen.
''Mama semalem pergi ke Paris'' jawab Velo.
''Oh, ya sudah, ayo masuk'' ajak Helen.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah, Velo pergi ke dapur untuk meletakkan dua kantong kresek belanjaannya.
''Lo mau sarapan apa?'' tanya Helen.
''Roti saja, aku gak suka sarapan yang berat berat, nanti cepet ngantuk'' jawab Velo.
Helen mengangguk, lalu mulai mengeluarkan semua belanjaan Velo satu persatu.
''Kamu mau masak?, aku bantu ya'' tawar Velo.
''Ga usah, gue malah bingung kalau di bantu'' tolak Helen. '' Mending lo tidur lagi saja, ini masih jam lima, nanti jam setengah enam gue bangunin'' ucap Helen.
Velo tidak membantah. ''Baiklah, kalau begitu aku tidur di mana?, apa tidur di kamar kamu'' tanya Velo.
Helen langsung menoleh. ''Enak aja di kamar gue, di sofa ruang tengah, noh'' jawab Helen sedikit ngegas.
''Santai aja, gak usah marah marah, masih subuh'' timpal Velo, dan langsung berlari ke ruang tengah, karna melihat Helen berisap akan memukulnya.
Flash back off
''Kenapa kamu menatapku terus?'' tanya Velo.
''Tadi lo bilang mau sarapan roti aja, takut ngantuk, kenapa sekarang malah sarapan nasi goreng?'' Helen balik bertanya.
''Aroam nasi goreng buatanmu buat aku ngiler, jadi aku ingin mencobanya'' jawab Velo.
''Kalau nanti lo ngantuk gimana?, lo mau tidur di kelas?'' tanya Helen lagi.
''Tenang, bisa di tahan pakai segelas kopi'' sahut Velo.
Helen tidak bertanya lagi, dan memilih menghabiskan nasi gorengnya yang sudah tinggal setengah.
Setengah tujuh Velo dan Helen sudah dalam perjalanan menuju sekolah, karna lokasi HSI lebih dekat dari kediaman Atmajaya, jadi Velo menjalankan kemudinya dengan agak santai, dan mereka tiba di HSI saat jam menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit.
Saat mereka berdua keluar dari mobil, terlihat Exel juga baru tiba dengan menggunakan motor sportnya, setelah memarkirkan motornya Exel langsung menghampiri Helen dan Velo.
''Pagi Hel'' sapa Exel.
''Pagi juga'' balas Helen.
Velo mengerutkan dahinya, sejak kapan sahabatnya yang pendiam ini mau basa basi mengucapkan selamat pagi pada lawan jenisnya, sama Hana pun yang di bilang sangat dekat tidak pernah, bahkan hanya untuk menyapa duluan saja juga tidak pernah, biasanya selalu Hana yang lebih dulu menyapa Exel.
''Gue ke kelas duluan'' ucap Helen dan berlalu pergi meninggalkan kedua cowok yang memiliki hubungan persahabat sangat baik itu.
''Xel''
''Hem'' sahut Exel.
''Kerasukan apa lo, tumben mau nyapa cewek duluan?'' tanya Velo.
Exel terkekeh kecil. ''Mungkin lagi dapat hidayah gue'' tukasnya.
Velo menggelengkan kepalanya mendengar jawaban absurd Exel, lalu melenggang pergi begitu saja.
''Hei, Vel, tunggu!'' seru Exel bergegas menyusul langkah Velo.
Saat masuk ke dalam kelas, Velo tidak sengaja bersitatap dengan Hana yang sudah duduk di bangkunya, namun Velo berjalan melewatinya begitu saja tanpa menyapa Hana, begitu juga dengan Hana dia juga tidak menyapa Velo, lebih tepatnya Hana memang sengaja tidak menyapa, Hana ingin pura pura menjauhi Velo, Hana berfikir mungkin dengan begitu pasti Velo akan merasa kehilangan dirinya dan kembali perhatian dengannya lagi.
''Hai Xel'' sapa Hana saat Exel melintas di depannya.
Exel mengangguk dengan tersenyum tipis, lalu dia duduk di kursi yang berada di belakang Velo.
Sedangkan Maxim yang duduk di belakang Hana, langsung membalikkan menoleh pada Velo yang duduk di meja kirinya, meja di kelas Velo di bagi menjadi tiga baris, Velo dan Exel ada di barisan kiri dekat jendela, sedangkan Hana dan Maxim ada di barisan tengah.
''Vel, lo masih marah sama Hana?'' tanya Maxim, namun Velo diam saja tidak menjawab, membuat Maxim menghela nafasnya kesal.
''Vel, Hana sudah minta maaf sama Helen sesuai permintaan lo, kenapa lo masih aja cuekin dia, lo tega tahu gak sama Hana'' cecar Maxim.
Velo langsung menatap tajam Maxim. ''Kalau gue tega, terus lo apa?, lo sudah buat kaki Helen terluka, lo bukannya merasa bersalah, tapi malah tetep nyalahin dia'' ucapnya datar.
Sontak Maxim langsung mengepalkan tangannya. ''Iya, nanti gue akan minta maaf lagi sama Helen'' ucapnya.
''Hem'' sahut Velo datar, lalu menatap lurus kedepan.
Hana yang mendengar perdebatan Velo dan Maxim, langsung membalikkan badannya ke belakang.
''Max udah, jangan debat sama Velo, di sini memang gue yang salah, lo jangan nyalahin Helen terus'' ucap Hana sedikit keras, agar di dengar oleh Velo, kalau dirinya terlihat benar benar menyesali perbuatannya.
''Iya, sorry'' timpal Maxim suaranya langsung melembut saat bicara dengan Hana.
Sedangkan Exel dia hanya bisa menghela nafasnya melihat Maxim yang masih saja tetap membela Hana dan menyalahkan Helen.
"Ternyata cinta bisa membuat orang buta, bahkan yang salah pun tetap di bela mati matian" batin Exel.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊