NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Protes

"Pak kalau bapak sudah tidak mau mendengarkan masukan dari saya, silahkan bapak bisa cari pengacara baru saja" ujar Sena, klien tersebut terdiam.

"karena saya tidak bisa mengikuti arahan dari bapak, karena itu sangat menentang undang-undang dan saya ingin bekerja dengan cara sehat" lanjut Sena.

"dan pastinya bapak sudah membaca cara kerja kita saat pertama kali menghubungi sekretaris saya bukan?" Klien tersebut mengangguk.

"Silahkan bapak pikir-pikir dulu, saya permisi" Sena langsung berdiri dan pergi tak lama di susul Reza dan Vara.

Meraka pun langsung masuk ke dalam mobil, dan Sena menyuruh supir untuk mengantarkan mereka kembali ke hotel.

"Reza, Vara saya naik dulu silahkan kalau kalian mau jalan-jalan atau pergi kemana gitu, hari ini kita free dulu" ujar Sena yang hanya dijawab anggukan oleh mereka berdua.

"Pak Reza maaf semalam waktu setelah bapak meminta saya untuk melihat ke depan kamar bapak saya sempat memfoto seseorang yang lewat di depan kamar bapak" ujar Vara, raut wajah Reza terlihat kebingungan.

"Chat kamu? meminta tolong kamu? Kapan? Saya engak ada chat kamu sama sekali semalam" Vara kaget, padahal jelas-jelas pesan itu dari kontak nya Reza.

"Ada, bapak sempat chat saya kok sebentar" Vara langsung mengambil ponsel nya dari tas nya dan saat ia membuka kontak Reza benar saja tidak ada pesan semalam.

"Loh kok engak ada, pak serius semalam bapak chat saya loh saya juga sempet memfoto depan kamar bapak" Reza langsung teringat kejadian kemarin yang Vara telfon dia namun riwayat chat nya tiba-tiba menghilang.

"Kayak nya ini hotel ada yang engak beres deh" ujar Reza, ia merasa sudah banyak kejanggalan yang tidak masuk akal.

"Pak apa engak seharus nya kita lapor ke resepsionis gitu, barangkali mereka menyarankan untuk pindah kamar atau bagaimana" Reza langsung mengangguk, karena bagaimanapun ia juga resah karena terus-terusan diganggu.

"ya udah ayo" Vara langsung mengikuti langkah kaki Reza.

"Permisi mba" ujar Reza kepada salah seorang resepsionis perempuan yang tengah berjaga.

"Iya pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis tersebut.

"Maaf mba saya kesini mau konsultasi terkait kamar" mba nya langsung tersenyum ramah.

"Baik pak, kita bisa bicara di sofa sebelah sana, mari." Reza dan Vara pun menuju ke sofa yang ditunjuk mba resepsionis tadi.

"Silahkan pak, bu. mau minum apa pak kita ada beberapa.." belum sempat selesai bicara Reza sudah lebih dulu menghentikan nya.

"Tidak perlu mba, kita kesini cuma mau tau terkait kamar yang kita pesan kemarin, jadi selama beberapa hari ini saya dan rekan kerja saya ini benar-benar merasa tidak nyaman berada di kamar mba, ini bukan masalah fasilitas atau pun apa tapi kami mengalami beberapa kejadian aneh yang membuat saya dan rekan saya ini tidak nyaman" resepsionis tersebut mengangguk.

"Kalau boleh tau mba dan mas nya ini mendapatkan kamar nomor berapa ya?" tanya resepsionis tersebut.

"Saya mendapat kamar nomor 307, dan rekan saya ini mendapatkan kamar nomor 340 dan letak kamar saya dengan dia itu berjarak sekitar 2 kamar, disebelah kanan kamar saya itu tepat nya kamar bos saya nomor 306 dan kalo disebelah samping nya itu saya tidak tau" resepsionis tersebut mendengarkan dengan seksama penjelasan Reza.

"Lalu keluhan apa yang ingin bapak sampaikan terkait gangguan aneh yang bapak rasakan" tanya resepsionis tersebut kepada Reza.

"Jadi selama beberapa hari ini saya selalu merasa ada seorang perempuan yang berlalu lalang di depan kamar saya, bahkan kemarin sempat ada yang menelfon mengatasnamakan rekan Saya ini, dan rekan saya juga mengalami hal yang sama" Vara langsung menganggukkan.

"kalo saya sudah beberapa hari ini ada yang mengetuk pintu kamar dengan ketukan sebanyak dua kali dan juga mendapatkan beberapa pesan yang bisa dibilang itu ghaib karena waktu pesan nya masuk memang saya balas dan terbaca jelas namun saat saya hendak memberi lihat seseorang pasti sudah tidak ada" resepsionis tersebut hanya diam, ia seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Sebelumnya saya meminta maaf untuk tidak kenyamanan nya dihotel kami selama beberapa hari ini, namun untuk masalah itu.." resepsionis tersebut diam membuat Reza dan Vara penasaran.

"Kenapa mba? saya disini sebagai pelanggan sangat kecewa jujur mba, karena saya disini bersama tim sedang ada pekerjaan dan tujuan saya menyewa hotel itu untuk istirahat namun kalo terus-terusan seperti ini bagaimana mba" protes Reza, ia sudah benar-benar kesal rasanya.

Belum sempat resepsionis tersebut menjawab tiba-tiba Sena datang dengan mengatakan kata yang membuat mereka binggung.

"Kalian kenapa disini, kamu kok bisa disini si var bukan nya tadi kamu minta naik sama saya" Reza dan Vara yang sedang ngobrol serius langsung menoleh.

"Pak Sena, saya?" tanya Vara sembari menunjuk dirinya sendiri, dan Sena mengangguk.

"Iya, tadi kan kamu naik sama saya terus pas saya bilang suruh turun ke bawah ngambilin berkas saya malah kamu engak ada eh tau-tau disini" Reza dan Vara langsung saling pandang.

"pak Reza maaf tapi dari tadi mba Vara sama saya dia tidak ada ikut naik sama bapak" wajah Sena langsung berubah binggung.

"engak naik gimana jelas-jelas tadi kamu naik satu lift sama saya kata nya cape mau istirahat tapi saya minta untuk ambilin berkas dulu dibawah eh engak naik-naik" mereka berdua semakin syok mendengar nya.

"pak Sena maaf tapi apa yang dikatakan pak Reza benar saya tidak ikut bapak naik, dari tadi saya sama pak Reza dibawah" Sena merasa syok ia binggung sekaligus merinding.

"ka kalo kamu engak naik sama saya terus siapa yang naik sama saya, jelas-jelas tadi saya lihat itu kamu dari pakaian nya dan dari wajah nya" resepsionis yang melihat perdebatan itu seketika menghentikan nya.

"Mohon maaf bapak ibu, silahkan duduk dulu kita bicarakan dulu baik-baik. Sebentar saya panggilkan manager nya dulu, permisi" resepsionis tersebut langsung pergi untuk memanggil manager nya.

"bapak mau minum biar saya ambilkan?" tanya Vara karena melihat Sena seperti orang linglung.

"Var tadi jelas-jelas saya lihat kamu Lo, tapi memang disitu kamu aneh diam tapi senyum" ujar Sena, ia seperti orang yang ketakutan.

Reza yang melihat bos nya seperti itu, mau tidak mau akhir nya ia menceritakan semua kejadian yang ia alami dan juga Vara, setelah mendengar itu sena Kemabli syok ternyata apa yang ia lihat tadi benar-benar bukan manusia.

...----------------...

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!