kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.16 berkunjung ke desa jamur
Kali ini ratu lili melihat langsung kondisi rakyat Philadelphia. Tatapan nya langsung terpaku melihat beberapa anak anak kecil memakai baju compang camping. tadinya lili mengajak mereka untuk meninjau pasar disana. Tapi saat melihat beberapa anak anak yang tampak lesu di jalanan, membuat nya benar benar merasa sedih.
"Kasim red, apakah ini pasar Philadelphia nya?" tanya lili di balik kereta kuda itu.
"bukan yang mulia, ini adalah desa jamur yang berdekatan dengan pasar Philadelphia."
"Desa jamur?" gumam nya mengingat ulang tentang desa yang mengalami Krisis air bersih, dan para rakyat di desa ini begitu miskin.
"Ayo kita turun disini!" ucap lili dengan penuh ketegasan.
"Yang mulia, tapi pasar nya masih jauh dari desa ini." ucap Kasim red yang kaget.
"Aku hanya ingin melihat kondisi di desa jamur ini paman. Aku yakin, mereka pasti membutuhkan bantuan dari kita!"
tampilan lili yang begitu mencolok, membuat beberapa warga desa menoleh kaget. Tak menyangka, desa mereka kedatangan seorang bangsawan. Tapi mereka tak tau, bahwa lili merupakan Ratu PHILADELPHIA yang yg terkenal bodoh itu. tentu saja, citra dan harga diri nya saat ini masih begitu buruk di mata rakyat.
Siapa lagi kalau bukan selir ana yang menyebarkan gosip murahan tentang dirinya itu.
"Salam nyonya bangsawan. Apakah nyonya membutuhkan sesuatu dari desa kami?" tanya tetua disana yang merupakan kepala desa di desa jamur tersebut. tatapan nya begitu sopan, membuat lili bisa menilai, bahwa kepala desa ini begitu ramah.
"Terima kasih atas sambutan nya paman. Aku hanya ingin melihat kondisi di desa jamur ini. Apakah boleh?"
Para pengikut lili yang berada di belakang nya, merasa heran dengan sikap ratu mereka. Mengapa ratu menyembunyikan identitas nya. Apalagi menyamar sebagai pedagang.
"Nyonya, apakah nyonya yakin ingin melihat kondisi desa jamur ini?" tanya kepala desa dengan tatapan tak percaya dan merasa kaget.
"Tentu saja paman, aku hanya memastikan sesuatu."
"Tak ada satu bangsawan pun, yang berani untuk singgah di desa jamur ini nyonya. mereka takut dengan penyakit yang tersebar di desa ini."
"Penyakit? Apa maksudmu paman. apakah desa ini terserang penyakit?"tanya lili yang cukup kaget dengan penuturan dari kepala desa jamur tersebut.
Bagiamana dia tak kaget, soalnya tak ada laporan apapun yang diterima istana. Seolah desa ini benar benar tak terjadi apapun. Ini adalah hal yang aneh menurut nya.
"Huft....benar sekali nyonya. beberapa bulan lalu, para warga desa jamur mengalami sakit perut yang luar biasa. entah dari mana penyakit itu datang, dan membuat beberapa warga ketularan dengan sakit dan gejala yang sama."
Mendengar perkataan kepala desa itu, lili menghembuskan nafas berat nya. Tatapan nya beralih kepada Kasim red yang seperti nya cukup kaget dengan penuturan kepala desa itu.
"Paman, apakah kami boleh mengecek kondisi warga di desa ini?"
"nyonya, apakah benar nyonya ingin membantu para desa jamur ini?" ucap kepala desa dengan mata berbinar dan penuh harapan.
"iya paman, ayo tunjukkan segera!"ucap lili dengan penuh ketegasan.
Mereka berkunjung ke salah satu rumah warga desa jamur, yang mengalami penyakit yang sama. lili langsung menyuruh tabib Zou memeriksa kondisi warga tersebut.
"tabib bagaimana, apakah ada hal yang serius dengan kondisi pasien?"
"sepertinya yang dikatakan oleh kepala desa jamur benar yang mulia...ah maksudku nyonya." Ucap tabib Zou yang mendapatkan tatapan tajam oleh sang ratu. lili tak ingin, indentitas nya terbongkar sekarang.
"Jadi sakit perut yang sama, pasti ada penyebabnya bukan!"ucap lili yang langsung menyimpulkan hasil yang menurut nya benar.
"Benar sekali nyonya, kemungkinan dari air yang dikelola oleh para warga desa ini." ucap tabib Zou yang langsung menyimpulkan pendapat nya.
"Nyonya, air yang dikonsumsi oleh para warga desa ini, adalah air yang dijual oleh salah satu orang kepercayaan dari Duke morvain!" ucap kepala desa dengan tatapan yang serius.
"Duke morvain, bukan kah dia merupakan ayah dari selir Ana." gumam nya merasa kaget saat mengetahui bahwa Duke morvain terlibat dengan masalah di desa jamur ini.
"Nyonya, sungguh kami merupakan rakyat kecil. Kami hanya berpikir bahwa Duke morvain memberikan bantuan kepada kami. Ternyata ini semua karena nya!" ucap kepala desa yang begitu geram dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Dimana biasa nya dia menjual air tersebut?' tanya lili dengan tatapan yang serius.
"Di penghujung desa jamur ini nyonya." ucap kepala desa dengan tatapan tegas nya.
"Berarti bukan dia yang bergerak menjual air air itu bukan?"
"Bukan nyonya, yang menjual itu beberapa perkumpulan preman. mereka juga yang memaksa beberapa warga untuk membeli nya. Dan mengatakan bahwa Duke morvain lah yang turun tangan membantu para warga desa jamur ini." penjelasan kepala desa itu, membuat lili terdiam.
Cerdik sekali Duke morvain itu, membuat kekacauan dan bersembunyi di balik layar. membuat para warga jatuh sakit, dengan mengonsumsi air yang bahkan tak jelas itu
lili sebagai ratu yang memikirkan rakyat nya, tak boleh gegabah dalam bertindak. Duke morvain bisa saja mengelak saat ini. Maka dari itu, dia sebisa mungkin menyelidiki nya.
"Selidiki segera!" gumam lili yang sedikit berbisik ke arah Kasim red.
Kasim red yang mengerti ucapan ratu lili, langsung mengangguk patuh. dan tak menyangka dengan fakta yang sebenarnya terjadi hari ini.
"Paman kepala desa, sebaiknya larang para warga desa jamur ini, untuk membeli air dari para preman itu lagi. kebetulan sekali kami membawa stock yang cukup untuk dibagikan kepada para warga desa jamur ini!"
"Nyonya apakah nyonya serius?"
"Tentu saja, kali ini air yang aku berikan adalah air gratis. Jadi warga desa jamur ini tak perlu membayar sepeserpun."
Mendengar ucapan nyonya bangsawan itu, tatapan kepala desa berkaca-kaca. awalanya dia ragu saat wanita itu mau menolong desa ini. Tapi kini ada harapan yang dia miliki. semoga ini menjadi awal yang baik untuk kesembuhan para warga di desa nya.
Karena ini merupakan keracunan dari air yang di konsumsi, lili meminta tabib Zou untuk menyediakan obat obatan herbal untuk para warga desa jamur. Dengan sigap, tabib Zou langsung meracik bahan bahan obat nya. Dia juga tak menyangka ratu lili yang terkenal bodoh dan bucin itu, kini tampak berbeda sekali. Dia merasa senang melihat perubahan sang ratu yang memikirkan rakyat nya. Akhirnya ratu lili menjalankan tugas nya dengan baik dan benar.
"Bagaimana tabib, apakah ramuan herbal nya sudah selesai?"
"Sudah yang nyonya."
"Baiklah, aku akan menyuruh para warga desa untuk berkumpul di aula desa jamur ini."
Kepala desa yang berhasil menyuruh para warga berkumpul, tampak heran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭