NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

  "Lebih baik kita putus saja." Suara Devon tajam menusuk udara, lalu tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan ruang VIP itu.

  Elvara yang mendengar kata-kata itu seketika menghela napas panjang, hatinya seperti terangkat beban berat yang selama ini menekan. “Akhirnya... aku bisa lepas dari cengkeraman iblis itu,” bisiknya penuh harap, tapi bayang-bayang kekhawatiran tetap merayapi pikirannya.

  Dia menatap sepi ke arah pintu yang baru saja tertutup, bertanya-tanya apakah Devon akan menyadari siapa dirinya sebenarnya, Elvara dengan jiwa yang berbeda “Semoga dia tak pernah curiga...” gumamnya pelan, seperti berdoa dalam hati.

  Dengan langkah gontai namun penuh tekad, Elvara meninggalkan ruangan itu, berjalan menuju tempat adiknya yang setia menunggu di meja luar, membawa sisa-sisa keberanian dalam dirinya. 

  "Bagaimana Kak?" tanya Ayasha saat melihat Elvara datang dengan wajah kusut.

  "Menakutkan sekali!" keluhnya dengan wajah pucat pasi.

  Jelas terlihat dari wajah takut itu, Ayasha dapat merasakan perasaan resah yang sedang di hadapi sang Kakak,"Kak, minum dulu!" ucapnya dengan menyerahkan air mineral pada Elvara.

  Elvara menerima dengan cepat, menyambar pelan dan menenggak minuman itu dengan terburu-buru.

  "Uhuk-uhuk!" Elvara terbatuk dan Ayasha nampak khawatir.

  "Kak, pelan-pelan!" bisiknya sambil menepuk punggung Elvara.

  "Sha, semoga saja pria itu tidak kembali menghubungi aku, pria itu menyeramkan," ucap Elvara dengan nada sungguh-sungguh.

  Evana yang sekarang ada di tubuh Elvara tidak seperti Evita yang sekarang di tubuh Ayasha, yang pemberani dan tegas. Di kehidupan lalu Elvara terlalu penurut dan nyaris tidak bisa melawan.

  "Kak, kalau dia ganggu Kakak lagi bilang padaku!" pinta Ayasha dengan nada serius.

  'Akan dia buat pria bernama Devon itu bertekuk lutut meminta maaf, enak saja dia menyakiti dan membuat Kakakku takut' itulah isi hati Ayasha yang nampak kesal.

  Elvara terharu, dia tahu adiknya ini selalu menjadi garda terdepan untuknya maka dari itu mau sekeras dan sekejam apapun Dunia selama ada sang adik di sisiNya ia akan selalu bertahan dari badai apapun.

...****************...

Di tempat lain.

BRAK!

  "Ada apa?" Calista bertanya saat Devon masuk dengan membanting pintu mobil.

  "Elvara, wanita sialan itu! Dia gagal mendapatkan apa yang aku mau," adunya dengan kesal.

  "Bagaimana mungkin? Rayandra itu begitu menuruti Elvara, tidak mungkin barang semudah itu sulit wanita itu dapatkan," ucap Calista tak percaya.

  "Lalu apa? Apa mungkin kamu menganggap aku berbohong?" ketus Devon dengan menatap tajam Calista.

  Wanita itu gelagapan dia menarik napas pelan dan dengan jari lentiknya dia mengusap dada Devon sambil berbisik, "Tenangkan dirimu! Jika Elvara tidak bisa aku yang akan mengambil barang itu dari Rayandra."

  Devon menoleh menatap Calista yang memandang dirinya dengan mata penuh godaan dan kedipan maut.

  "Kau yakin?" tanya Devon sambil menarik pinggang Calista.

  "Tentu saja, siapa yang tidak akan tergoda kecantikan Calista? Rayandra akan memberikan apapun padaku karena sejak dulu hati Rayandra hanya untukku," bangganya dengan yakin.

  "Baiklah, kembalilah pada Rayandra, waktumu hanya satu minggu untk mengambil barang itu," jelasnya dengan tegas.

  "Tenang saja, serahkan itu padaku," angguk Calista.

  Devon tersenyum smrik, di dalam mobil keduanya berpelukan sebelum mobil itu meninggalkan area parkiran luas cafe mentari.

Jam menunjukkan pukul sebelas siang.

  Ayasha tiba di rumahnya, dia mendapatkan ingatan bagaimana Ayasha asli jarang sekali atau bahkan tidak pernah kembali ke rumah sejak ia sudah memiliki Apartemen sendiri.

  Ayasha sedih karena Ayasha asli terlalu bodoh untuk membenci Nindi Ibu tirinya yang jelas sudah membesarkan dia dengan cinta dan kasih sayang.

  Kalau Elvara dia kembali ke rumah orang tuanya, kebetulan rumah Ayasha dan Elvara hanya berbeda komplek saja.

  "Non, anda kembali?" seorang Art datang menyapa dengan rasa haru.

  "Iya, apa Mama ada?" tanya Ayasha dengan nada sopan.

  "Ada, nyonya di dalam sedang merapikan bunga yang baru di petik pagi ini," jawab sang Art.

  Ayasha mengangguk, dia pamit untuk masuk kedalam rumah menemui Nindi untuk memulai semuanya lagi.

  Ayasha sudah bertekad akan mencintai Nindi layaknya ibu kandung sendiri, sebab kasih sayang Nindi lebih besar dari Ibu kandungnya yang gila Karier itu.

  "Aku yang menulis dan membuat karakter itu, tapi aku pula yang menyesal sekarang," keluh Ayasha dengan helaan napas berat.

  Andai saja ia bisa merubah masa lalu tidak akan dirinya buat karakter Elvara dan Ayasha bodoh seperti ini.

  "Memang kalau namanya penyesalan itu ada di belakang," gerutunya dengan nada kesal.

Sedangkan di sisi Nindi.

  Wanita paruh baya yang di vonis tidak bisa hamil itu sedang sibuk merapikan bunga untuk pengharum alami rumahnya.

  "Ma, selamat siang!" sapaan datang dan Nindi segera menoleh, matanya membelalak saat melihat Ayasha datang.

  "Sayang, kamu pulang?" serunya dengan nada bahagia dan haru.

  "Iya," angguk Ayasha.

  Nindi segera meletakkan gunting yang ia pegang, dengan langkah pelan wanita paruh baya itu berderap untuk mendekat pada Ayasha.

  "Kita makan siang bersama ya, tidak buru-buru kan? Kenapa datang tidak mengabari?" protes Nindi, dia memeluk Ayasha dengan hangat.

  "Aku kebetulan baru dari luar dan sekalian mampir maaf kalau buat Mama terkejut," kata Ayasha dengan nada tak enak.

  "Tidak terkejut, malah Mama senang kamu kembali setelah sekian lama tak pulang," cicitnya dengan wajah menunduk sedih.

  "Maaf ya, Ma" kata Ayasha dengan nada pelan.

  Nindi tersenyum hangat, dia segera menuntun Ayasha untuk duduk di ruang keluarga dan wanita itu menyiapkan camilan kesukaan Ayasha dengan bahagia.

...****************...

  Di kediaman Gunawan. 

  Elvara duduk terpaku di ruang tamu, hanya ditemani keheningan dan sosok ibunya.

  "Tumben kamu pulang, Nak. Ada apa?" Layla memecah keheningan dengan suara lembut, matanya menatap putrinya yang diam tanpa kata.

  Elvara menunduk sejenak, lalu merengkuh lengan sang ibu dengan penuh rindu. "Aku kangen, Mama.  Apa aku nggak boleh pulang ke rumah sendiri?" Suaranya bergetar, penuh harap dan pura-pura merajuk.

  Layla tersenyum, menyentuh pelan rambut Elvara. "Tentu saja boleh. Mama juga kangen kamu, padahal kemarin kita baru bertemu."

  Mata Elvara mengalihkan pandangannya ke wajah ibunya, yang masih memesona meski usia sudah tak muda lagi. 

  Dalam hati, Elvara terkagum-kagum, ' pantas saja wajah Elvara bisa cantik, ternyata mamanya jauh lebih indah dari yang kukira.'

   "Mama nggak pergi ke butik?" tanya Elvara. 

  " Nanti siang mama kebutiknya, kenapa kamu mau ikut? Tanya Layla.

  Seketika, mata Elvara bersinar seperti bintang yang baru terbit, dan tanpa ragu ia mengangguk penuh semangat. 

  Sebuah kebahagiaan sederhana yang membuat udara di ruangan itu terasa hangat kembali.

  “Tumben banget kamu semangat diajak ke butik. Biasanya kamu ogah banget kalau nggak butuh gaun baru,” sindir Layla tajam, matanya menusuk tajam ke arah putrinya. 

   Elvara meringis canggung, hatinya bergejolak dalam diam. Evana memaki jiwa asli Elvara ' Dasar Elvara bodoh... Kenapa selalu menyia-nyiakan setiap kesempatan yang sudah terbentang lebar di depan mata?' pikirnya dengan getir, tak habis pikir dengan jalan pikiran elvara

  Kali ini, Elvara lebih tepatnya jiwa Evana berjanji pada dirinya sendiri dia tak akan lagi membiarkan kesempatan berlalu begitu saja, ia akan memanfaatkan bisnis ibu Elvara untuk mengasah kemampuannya dan menggapai cita-citanya menjadi desaigner terkenal. 

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!