NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mafia / Anak Genius / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01 Kesucian Yang Terenggut.

Hujan lebat mengguyur kota tanpa ampun di malam itu.

Sama halnya dengan keseruan orang-orang di dalam gedung mewah itu. Mereka menari-nari di bawah sinar lampu berwarna-warni tanpa peduli dengan kejadian di luar sana.

Alunan musik DJ mengalun keras beradu dengan suara tawa para pria mabuk dan aroma alkohol yang menusuk di hidung.

Di tengah hiruk pikuk tersebut, seorang gadis berjalan tergesa sambil membawa nampan berisi minuman mahal.

Napasnya sedikit memburu. “Maaf… permisi…”

Suara lembut itu nyaris tenggelam di antara dentuman musik.

Namanya Alena. Gadis panti asuhan yang baru tiga bulan bekerja di sana. Bukan sebagai wanita penghibur. Ia hanya pengantar minuman. Itu pun karena ia sudah tidak punya pilihan lain untuk membayar kontrakan kecil dan biaya hidupnya sendiri setelah keluar dari panti.

Ia selalu menjaga diri. Tidak pernah macam-macam. Tidak pernah melayani pria. Akan tetapi di malam itu nasib buruk menimpanya.

Bruk!

Tubuh seseorang tiba-tiba menabraknya dari belakang. Nampan di tangan Alena oleng dan ...

Byur!

Cairan berwarna emas langsung tumpah membasahi kemeja hitam pria yang duduk di sofa VIP paling ujung.

Seketika suasana berubah sunyi. Musik masih berdentum, tetapi udara terasa membeku, sebagian orang berhenti berjoged hanya untuk menyaksikan kejadian ini.

Wajah Alena langsung pucat. “A-aku minta maaf, Tuan… saya tidak sengaja…”

Tangannya gemetar hebat saat mengambil tisu di meja. Namun sebelum sempat menyentuh pria itu, sebuah tangan besar mencengkeram pergelangan tangannya dengan kasar.

Alena tersentak, tatapan gadis itu perlahan naik. Ia melihat lelaki yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik menakutkan di club itu.

Kael Ardion.

Pria yang dikenal kejam. Dingin. Dan tidak pernah memberi ampun. Tatapan matanya hitam pekat seperti malam tanpa cahaya.

“Tidak sengaja?” suaranya rendah dan menusuk.

Alena menelan ludah. “I-iya, Tuan… saya benar-benar—”

“Berani sekali kau mengotori bajuku.”

Cengkeraman Kael makin kuat hingga Alena meringis kesakitan. “Sa-sakit…”

Pemilik club langsung datang saat karyawan lain memberi tahu kejadian ini. Dengan langkah tergesa dan wajah panik, pria itu akhirnya berhenti tepat di hadapan Kael.

“Tuan Kael! Maafkan dia! Dia anak baru, dia tidak tahu apa-apa!”

Kael melepaskan tangan Alena perlahan tatapannya belum bergeser sedikit pun dari wajah gadis itu. Wajah polos. Tanpa riasan tebal. Mata yang jernih dan ketakutan. Berbeda dari wanita-wanita yang biasa mengelilinginya.

“Kalau begitu,” ucap Kael dingin. “Biarkan dia yang bertanggung jawab.”

Deg.

Jantung Alena seperti berhenti, tepat setelah kata itu terucap. Bertanggung jawab, apa yang sebenarnya dimaksud oleh pria itu? Alena langsung menggeleng dengan pelan.

“Maksud Tuan…?”

Pemilik club langsung menunduk ketakutan. “Tuan Kael… dia bukan wanita—”

“Aku tidak peduli.”

Suara Kael memotong tajam. “Malam ini dia ikut denganku.”

Tubuh Alena langsung melemas, ia sangat paham arah pembicaraan pria itu. “Tidak… saya mohon…”

Namun tidak ada satu orang pun yang berani membantunya. Semua orang di tempat itu tahu… melawan Kael Ardion sama saja menggali kubur sendiri.

Air mata mulai memenuhi mata Alena, gadis itu segera menunduk dengan penuh harap.

“Saya mohon… jangan…”

Kael berdiri perlahan. Tubuh tingginya membuat Alena makin gemetar ketakutan. Tatapan pria itu turun pada wajah pucat di depannya.

Untuk sesaat… entah kenapa ada sesuatu yang aneh bergetar dalam dadanya saat melihat air mata itu.

Tapi hanya sesaat, egonya lebih tinggi mengalahkan akal sehatnya. Kael kembali dengan sikap dinginnya.

“Bawa dia!" perintahnya tanpa bisa dibantah lagi.

Dua pria berbadan besar langsung menarik Alena keluar dari club.

“Lepaskan! Tolong… tolong saya!”

Tangisan Alena pecah di tengah hujan malam, tidak ada yang mendengarnya meskipun ia berteriak kencang. Tangannya terus diseret hingga masuk ke dalam mobil mewah.

  "Cepetan masuk," ucap suara dari salah satu bodyguard itu.

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, di luar hujan masih turun deras, seolah ikut menemani perjalanan menyedihkan gadis di dalam mobil itu.

"Tolong Pak, lepaskan aku," mohon Alena, akan tetapi dua pria itu seolah tuli.

Alena masih berusaha untuk lepas, berharap ada keajaiban nantinya, namun malam ini entah kenapa jeritan hatinya seolah tidak ada yang mendengarkan.

Mobil berhenti tepat di sebuah gedung mewah yang ia sendiri belum pernah mendatanginya, gadis itu semakin bingung saat tangan besar itu mulai menyeretnya tidak memberikan kesempatan kecil pun.

Pintu kamar hotel terbuka kasar. Alena didorong masuk hingga tubuh kecilnya hampir jatuh ke lantai marmer.

Napasnya memburu ketakutan. Sementara Kael masuk beberapa detik kemudian sambil membuka jas hitamnya.

“Tu-Tuan… saya mohon… jangan lakukan ini…” Suara Alena bergetar hebat.

“Aku bisa kerja lebih keras untuk ganti rugi minuman itu… saya mohon…” ucap gadis itu lagi.

Kael diam. Tatapannya justru tertuju pada tubuh gadis yang sedang bergetar menahan ketakutan.

“Berapa lama kau kerja di club?”

Alena terdiam beberapa detik. “Ti-tiga bulan…”

“Kau melayani pria?”

Alena langsung menggeleng cepat. “Tidak pernah…”

Kael tertawa kecil. Namun tawa itu terdengar dingin. “Wanita club yang masih berpura-pura suci?”

“Saya tidak bohong…” air mata Alena jatuh. “Saya cuma antar minuman…”

Kael melangkah mendekat sementara Alena spontan mundur sampai tubuhnya membentur dinding.

“Takut?”

Air mata Alena makin deras. “Saya mohon…”

Akan tetapi malam itu… permohonan seorang gadis kecil tak mampu meluluhkan hati lelaki yang terlalu lama hidup dalam gelap.

Malam berlalu begitu kejam seolah tiada ampun bagi gadis itu. Jeritan kesakitannya tidak didengar air mata tidak bisa terbendung tepat pada harga diri yang selama ini ia jaga terenggut begitu saja oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara hujan di luar belum berhenti saat Alena terduduk lemah di sudut ranjang hotel. Selimut putih membungkus tubuhnya yang gemetar.

Tatapannya kosong. Air mata bahkan sudah tidak keluar lagi. Sementara Kael berdiri di dekat jendela dengan rokok di tangannya.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dadanya terasa sesak, ia menoleh pelan. Tatapannya jatuh pada bercak merah di atas seprai putih.

Kael membeku. Rahangnya mengeras.

"Sial..."

"Gadis itu masih perawan."

Alena memejamkan mata saat menyadari pria itu melihat bercak tersebut. Rasa hancur di dadanya makin dalam bahkan tidak bisa disembuhkan dengan cara apapun.

Dengan tubuh gemetar, ia turun dari ranjang mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.

Kael sempat membuka mulut. Entah ingin berkata apa. Namun Alena lebih dulu bicara dengan suara yang nyaris tidak terdengar.

“Saya benci Tuan…”

Kalimat sederhana itu… Entah kenapa terasa jauh lebih menusuk daripada makian apa pun yang pernah Kael dengar seumur hidupnya.

Bersambung ....

Selamat Pagi....

1
Sugiharti Rusli
semoga karya" mu berikutnya bisa terus menghibur yah dan ada sesuatu yang didapat saat kita membacanya, meski dari hal sederhana,,,
Ayumarhumah: Aamiiin.... makasih ya kak ...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan yah sekali lagi Kai berhasil membuat mereka semua bisa menyatu tanpa dendam dan saling bersapa layaknya saudara, dan Bianca juga sudah bagian dari mereka,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja suatu saat su Rafael menyadari kesalahannya dan tidak memelihara dendamnya,,,
Sugiharti Rusli
dia pasti masih memikirkan Bianca kalo sampai menghabisi saudara satu" nya itu, meski sekarang mereka tidak sejalan
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya Kael membuat keputusan bijak dengan tidak membunuh si Rafael meski ada kesempatannya yah,,,
tia
waduh cepat skli tamat
Ayumarhumah: iya Kak ...

pengin suasana baru...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal si Rafael tahu batas kekuatannya di mana, tapi karena egonya yang tinggi maka dia sudah ambil semua resikonya termasuk kalo dia harus hancur
Sugiharti Rusli
entah akan seperti apa pertumpahan yanh akan mereka alami nanti dan siapa yang akhirnya harus kalah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya hal itu sangat dihayati betul oleh si Rafael saat ini, dia ingin kekuasaan berada di bawah telapak kakinya sendiri
Sugiharti Rusli
kalo dalam dunia mafia siapa kuat dia yang bisa menguasai dunia yah,,,
Sugiharti Rusli
semoga Kael tidak lengah yah, apalagi dia tahu akan mendekati jalur distribusi milik Rafael,,,
Sugiharti Rusli
dan alasan agar adiknya tidak jadi korban karena sikap Kael, hanya jadi alasan saja sih sebenarnya dan sekarang dapat validasi buat konfrontasi sama kelompok Kael,,,
Sugiharti Rusli
dalam egonya si Rafael dia selalu berada di bawah bayang" Kael baik dari segi kekuasaan maupun cinta dari orang" yang mereka sayangi,,,
Sugiharti Rusli
sejak awal tujuan si Rafael memang mengalahkan Kael apapun caranya,,,
Sugiharti Rusli
dan si Rafael sudah jadi pembunuh berdaraj dingin dan baru puas kalo yang dianggap musuh musnah di tangannya,,,
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya pemikiran si Rafael hanya penuh dendam semata dan sepertinya adiknya sendiri akan dijadikan musuh
Sugiharti Rusli
apalagi menjadikan seorang sebagai target buat menghantam temannya sendiri yah
Sugiharti Rusli
padshal kan maksud Bianca bukan seperti itu, dia ingin abangnya menghentikan pertumpahan darah yang tidak perlu,,,
Sugiharti Rusli
kalo sudah dasarnya hatinya gelap, apapun yang si Rafael lihat selalu dianggap melukai hatinya,,,
Sugiharti Rusli
kira" di mana tempat persembunyian si Rafael yah, apa si Bianca memiliki petunjuk mungkin karena dia adiknya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!