NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:48.4k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Episode 8: Celana Dalam Terakhir dan Saldo yang Menipis

​Sinar matahari pagi menusuk mata Rio yang bengkak. Dia mengerjap, meraba-raba meja samping tempat tidur mencari HP-nya.

​Mati. Baterainya habis total.

Rio melirik jam dinding. 07.15 WIB.

​"ANJ***!" umpat Rio, melompat dari kasur busa itu. "Telat! Gue telat briefing pagi!"

​Biasanya, Kara adalah alarm hidupnya.

"Mas, bangun Mas, udah jam enam. Air anget udah siap."

"Mas, sarapan dulu, nanti maag-nya kambuh."

​Tapi pagi ini, yang menyambutnya hanya keheningan dan... bau apek.

Bau pakaian kotor yang menumpuk di sudut kamar mulai menyebar ke seluruh ruangan.

​Rio berlari ke lemari plastik. Dia membuka laci pakaian dalam.

Kosong.

Hanya ada satu celana dalam yang karetnya sudah melar parah, yang biasanya dia pakai kalau lagi sakit saja.

​"Sialan! Ke mana semua baju gue?!" teriak Rio frustrasi, mengacak-acak lemari.

​Dia lupa. Baju bersih tidak muncul secara ajaib di lemari. Baju bersih itu hasil dari Kara yang menyikat, menjemur, dan menyetrika berjam-jam setiap hari.

​Dengan putus asa, Rio mengambil kemeja biru muda dari tumpukan baju kotor di kursi. Dia mencium ketiaknya.

Ugh. Asem.

​Rio menyemprotkan parfum refill murahnya sebanyak mungkin ke bagian ketiak kemeja itu. Basah, tapi setidaknya wangi alkohol menutupi bau keringat. Dia memakainya dengan terburu-buru, tidak sempat menyetrika kerahnya yang kusut melintir.

​"Liat aja nanti, Kara. Kalau kamu balik, aku suruh kamu nyuci semua ini pake tangan sampe jari kamu keriting!" gerutunya sambil memakai sepatu yang belum disemir.

​Di perjalanan menuju kantor, perut Rio berdemo. Cacing-cacing di perutnya menuntut asupan gizi.

​"Ah, bodo amat. Gue mau manja dikit. Self reward," pikir Rio.

​Dia membelokkan mobil Agya-nya ke drive-thru kedai kopi waralaba internasional. Dia memesan Caramel Macchiato ukuran Venti dan Croissant Sandwich. Totalnya hampir seratus ribu rupiah. Mahal, tapi Rio butuh suntikan semangat setelah dipermalukan kemarin.

​"Totalnya sembilan puluh lima ribu, Pak," kata kasir lewat speaker.

​Rio menyodorkan kartu debitnya dengan gaya sok kaya.

Beberapa detik kemudian, kasir itu kembali dengan wajah tidak enak.

​"Maaf Pak, saldonya tidak mencukupi. Declined."

​Wajah Rio panas seketika. Antrean mobil di belakangnya sudah mulai membunyikan klakson. Tin! Tin!

​"Coba lagi! Nggak mungkin abis! Saya baru gajian seminggu lalu!" bentak Rio.

​Kasir mencoba lagi. Hasilnya sama.

​Rio mengecek m-banking di HP-nya yang baru nyala (di-charge di mobil). Matanya melotot.

Saldo: Rp 154.300.

​"Hah?! Ke mana duit lima juta gue?!"

​Rio mengecek mutasi rekening dengan tangan gemetar.

Autodebet Leasing Mobil: -3.500.000

Bayar Listrik (Token): -500.000

Top Up Pulsa: -100.000

Makan Mewah sama Siska kemarin: -700.000

​Rio terdiam. Dia lupa.

Selama ini, uang bensin, uang rokok, dan uang jajan hariannya selalu "aman" karena Kara tidak pernah minta uang belanja lebih. Ternyata, uang 3 juta sisa gaji Rio itu memang ngepas banget buat hidup sendirian di Jakarta.

​Dulu, kalau token listrik habis, Kara yang diam-diam isi (pakai sisa dividen sahamnya).

Kalau beras habis, Kara yang beli.

Kalau sabun habis, Kara yang beli.

​Sekarang? Semua beban itu jatuh ke dompet Rio yang tipis.

​"Pak? Jadi nggak?" tanya kasir mulai kesal.

"Batalin aja!" seru Rio kasar, lalu tancap gas keluar dari antrean sambil menahan malu setengah mati.

​Siang harinya, Rio memanfaatkan jam istirahat untuk melakukan misi pencarian. Dia tidak makan siang demi menghemat bensin.

​Tujuannya: Jalan Mangga Dua Gang 4.

Itu alamat "Bibi" Kara yang pernah Kara sebutkan dulu waktu mereka mau nikah. Katanya Kara numpang di sana sebelum nikah sama Rio.

​Rio yakin Kara bersembunyi di sana. Meratapi nasib.

​Sesampainya di lokasi sesuai Google Maps, Rio mengerutkan kening.

​Tidak ada rumah petak.

Tidak ada perkampungan padat.

Yang ada hanya sebuah ruko tua yang tutup dengan tulisan: DIJUAL. Dan di sebelahnya ada bengkel las.

​Rio bertanya pada tukang bengkel. "Bang, numpang tanya. Rumah Bu Siti di mana ya? Yang punya keponakan namanya Kara?"

​Tukang bengkel itu mengelap tangannya yang oli. "Bu Siti? Di sini nggak ada warga nama Siti, Mas. Ruko sebelah ini udah kosong lima tahun."

​Rio mematung.

"Jadi... selama ini dia bohong?"

​Amarah Rio kembali meledak. Dia merasa dibodohi. Bukan merasa bersalah karena tidak mengenal istrinya, tapi merasa dikhianati.

​"Dasar penipu ulung!" Rio menendang ban mobilnya sendiri. "Pantesan dia sewa pengacara mahal. Pasti dia nipu orang lain! Pasti dia jadi simpenan koko-koko ruko sini!"

​Imajinasi liar Rio makin menjadi-jadi. Dia menyimpulkan Kara adalah wanita "nakal" yang pandai bersandiwara.

​Dengan perasaan dongkol, Rio pulang ke kontrakan saat matahari sudah terbenam.

​Begitu membuka pintu rumah, bau busuk langsung menyengat hidung. Jauh lebih parah dari pagi tadi.

Sumbernya dari wastafel dapur.

Sisa nasi goreng dan telur di piring kotor kemarin sudah mulai basi karena udara lembap. Lalat-lalat kecil beterbangan.

​Rio melempar tas kerjanya ke sofa. Dia menatap tumpukan piring kotor itu dengan tatapan jijik.

​"Sialan. Sialan. Sialan!"

​Rio menyalakan keran air. Dia tidak pernah mencuci piring seumur hidupnya (di rumah orang tuanya dia anak emas, di sini dia raja). Dia menuang sabun cuci piring banyak-banyak.

​Saat tangannya menyentuh spon yang berlendir dan sisa makanan yang dingin, Rio merasa mual.

Huek.

​Dia muntah sedikit di wastafel, bercampur dengan piring kotor itu.

​Air mata frustrasi menggenang di matanya. Bukan air mata sedih kehilangan istri, tapi air mata anak manja yang kehilangan pelayannya.

​"Liat aja, Kara..." desis Rio sambil menahan napas, menggosok piring dengan kasar sampai ada yang pecah. Prang!

​"Kamu bakal nyesel ninggalin aku. Kamu bakal ngemis-ngemis minta balik. Dan saat itu terjadi, aku nggak akan bukain pintu!"

​Padahal, di saat yang sama, Kara sedang menikmati Spa Treatment aroma mawar sambil menertawakan drama hidupnya yang sudah berlalu.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Roynaldi Ananda
dan dia kan punya mobil kreditan sama motor matic? trus disimpan dimana thor? dalam saku kecilnya kayak cerita sistem?
Hartini Tin
bahasamu atlas kyk mbh gogle
Hartini Tin
atlas jenius
Hartini Tin
selamat kara dah jd ibu
Hartini Tin
damian manis sekali...kara jd baper
Hartini Tin
bagus ceritanya thor
Leni Martina
penasaran ya Thor,KLO perempuan nya masih gobl*k bin tol*l aku skip,ngk lanjut
Simba Berry
gimana kabarnya rio dan ibunya?seharusnya ada cerita nasib mereka.🙏
Simba Berry
kasihan juga ya rio.melihat kondisi rio sekaranh membuay aku dilema antata sedih dan senang.senang karena dia pantas mendapat seperti itu karena hasil dari perbuatannya.sedih karena karena dia hidupnya benar2 jadi gembel tak punya apa2.mau makan susah.serba susah.cuma kenapa dia belum juga bertobat.
Lesmana
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Himna Mohamad
yesss👍👍👍👍👍 lanjut
Himna Mohamad
kk thoor,kata2 untuk rio lucu n good ceritanya👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
lanjut thoor
Himna Mohamad
lanjut kk👍👍👍👍👍
ms. S
mmg janda selalu di depan🤭
Lesmana
clarissa boneng 😄😄 rio dibuang setlh kara sukses ?? yg bnr aja.. kebalik x , rio yg lupa diri br jd manager.. kara mah udah jd anak sultan pas brojol😄😄
Lesmana
lahh balik lah ke rmh ibu nya , pulkam sono yg jauh😁😁
Lesmana
laahh oon bnr si siska , itu mah bukan nyelamatin reputasi , tp malah ngancurin reputasi sndr😄😄
Lesmana
aku suka kara manggil rio dgn nama nya aja tnp embel2 mas lg.. ora pantes panggil mas , laki sableng gitu😄😄
Lesmana
anda lagi ?? emang kpn rio prnh dtng ke rmh kara ?? 😁😁 yg dtng kmrn kan ibu rio , beda atuh✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!