NovelToon NovelToon
DEBU ORBIT Sang Bintang

DEBU ORBIT Sang Bintang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Polos / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deputi g rahma

🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.

like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥

...

Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.

Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.


“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. Akhirnya Bertemu

please tinggalkan pesan sebagai jejak jangan lupa like ya...😱😱😱

..

..

Raya dilema berat, ia sebenarnya kesal kepada sang Anonim yang telah membuat dirinya menunggu selama 1 jam. Tapi di samping itu bukunya juga sangat penting.

Untuk sekali lagi ia akan mengenyampingkan rasa kesalnya. Membalas pesan itu dan berakhir pada kembali lagi mereka akan bertemu. Seakan berbeda kali ini, mereka berjanji untuk datang di kedai Ice Krim jam 7.30 malam nanti.

Sebelum benar-benar betemu. Siangnya di sekolah, tepatnya jam olah raga.

” Dihari saat gue pikir sekolah Dalta akan menyenangkan ternyata salah," monolog Alisha datar. Walau disampingnya terdapat Raya dan Bele yang sibuk mengatur napasnya. Keliling 5 kali di lapangan sudah cukup mempuat kepala Raya pening. Ia tidak berniat sama sekali meladeni Alisha yang bergerutu sendiri.

Tidak perlu untuk bertanya mengapa temannya itu dalam keadaan kesal. Alasannya juga karena kelas Raya saat ini di gabung dengan kelas XI IPA 2, dan itu adalah kelas Tama. Raya curiga sebenarnya Alisha punya alasan lain mengapa ia sangat tidak menyukai seorang Tama.

“Widih.. pak Nail tahu aja yang didemenin sama kita-kita," sahut anak laki-laki yang tampangnya lumayan ganteng, tapi belagunya tingkat dewa. “Haha bisa ae lu Cas," tambah Bimo sambil cengar cengir tidak jelas. Mereka Lucas dan Abimo teman-teman sepergaulan seorang Tama.

Melihat teman-temannya yang rada absurd, Tama hanya tersenyum kecil, memang begitulah tingkah mereka. Terus melangkah hingga sampai tempat tujuan. “ Hay.. gue boleh gabung kan duduk di samping lo,“ ucap percaya dirinya si Tama.

Berhadapan dirinya dengan Raya yang lebih rendah, karena Raya sudah duduk terlebih dahulu di tepi lapangan meneduh.

“Duduk aja kak Tama hehehe," seperti biasa yang jawab malah Bele. Hanya tersenyum singkat Tama kepada bele, kemudian ia kembali lagi menoleh ke samping. “ Nih buat keringat lo, kebetulan gue punya tisu," mulai nya lagi meluncurkan beberapa serangan perhatian.

Jangan berharap berlebihan, pertahanan dari seorang Raya tidaklah lemah. Melihat tisu yang diberikan Tama, Raya bergerak mengambil sesuatu dari saku celana olah raganya. Memperlihatkan jika dirinya tidak membutuhkan bantuan untuk keringatnya, ia juga punya untuk sekedar tisu.

“Hahaha it’s okay, ternyata lo punya banyak persiapan," ucap Tama canggung padahal dalam hatinya seperti ter skakmat habis-habisan.

“ Ci elah si Tama laju bener... naksir bilang bos. Hahaha," celetuk Bimo yang malah dibalas percaya diri oleh tama.Membuat suasana setelahnya dingin dan canggung.

“Hahaha mungkin, siapa yang tahu setelahnya," Nada Tama memang bercanda, tapi sebercandanya seseorang bermain kata hal seperti ini hanya menjadi hal ambigu kan.

***

Akibat dari percakapan Bimo dan Tama yang tidak jelas tadi siang, Raya dibuat bingung. Apa sih sebenarnya mau nya tuh anak. Batinnya kala tengah bersiap-siap di depan cermin.

Baru saja dibatinkan lewat cermin, satu pesan masuk dengan mengatas namakan Tama. Padahal Raya ingat sekali jika dirinya tidak pernah bertukan nomor. Ada-ada saja. Akhirnya ia hanya mendiaminya tanpa memperdulikan pesan itu.

Ingat jika hari ini Raya akan bertemu dengan sang anonim.

Yaps dan kini dirinya sudah siap dengan kaos bertuliskan CALM ditambah gardigan selututnya, tidak lupa celana jins berwarna hitam. Keluar dari kamarnya menuju ke tempat ayahnya yang tengah bersantai ria menatap benda pipih di tangannya.

“ Yah. Raya pamit keluar bentar ya mau ketemu temen," pamit raya berdiri menatap sang ayah. Genta menoleh “ Jam segini ? ketemunya dimana ? temen kamu cewek apa cowok ?"

Raya yang mendengar nada intimidasi beberapa pertanyaan ayahnya, menopang tangannya di pinggang. Terlalu berlebihan menurutnya. Genta memang over protektif, apalagi melihat Raya adalah anak satu-satunya, perempuan lagi.

Mencoba Raya menjawab sabar kepada ayahnya. “ Ayah. pertama, ini ngga malam-malam banget kok, Raya Cuma pergi sebentar......aja, dan kayaknya temen Raya itu laki-laki, “ dengan nada sedikit Ragu di akhir kalimat.

“ Kok kayaknya, katanya temen tapi kok kamu ragu begitu?” tuntut Genta.

“ Ih Ayah. Kalau mau tanya-tanya entar pas aku pulang ya, keburu telat ini okey bye," pamit Raya segera kabur, menyalimi tangan Genta terlebih dahulu.

Raya berbohong. Ia tidak benar-benar dalam keadaan terburu-buru. Sudah trauma rasanya mengingat dirinya harus menunggu selama 1 jam. Ini saja Raya sudah memperlambat diri selama 15 menit.

Mengendarai motornya dengan kecepatan standar, hanya butuh 10 menitan untuknya sampai di kedai Ice Krim.

Kemudian berjalan menuju tempat duduk menengok kesana kemari, mencari sosok yang memakai jaket hitam.

*Mana ya, tadi sih dia bilang udah nyampe. Hmmm jaket hitam*.. ucapnya dalam hati sambil berpikir.

Mata hitamnya akhirya menemukan sosok berjaket hitam tengah duduk sendirian. Ragu-ragu mendekati sosok itu. “ Maaf,, mas nya yang mau ngembalilin buku ya?” tanya Raya halus dan sopan. Ia bingung mau bertanya nama, tapi dirinya tidak tahu nama sang Anonim itu siapa. Bodohnya Raya juga tidak bertanya saat dipesan.

“ Lo Raya?” mengangguk Raya sebagai jawaban, tapi setelahnya ia bingung dari mana orang itu tahu mananya.

Seakan tahu, setelah Raya terlihat menghimpitkan alisnya bingung, orang di depannya mengangkat benda pink dan memperlihatkan jika nama Raya tertulis di sampul buku itu bahkan semua identitas Raya. Barulah Raya sadar.

Dengan masih mempertahankan kesopanannya, Raya mengambil posisi duduk di hadapan si Anonim itu.

Basa basi Ray, lo pasti bisa. Batin Raya gemas sama situasinya.

“ Oh iya emm.. saya sebelumnya makasih banyak ya mas udah mau balikin buku saya," ucap Raya.

Bergerak tangannya ingin secepatnya menyentuh benda kesayangannya itu.

Baru ingin menyentuhnya, geprakan tangan di atasnya membuat Raya terpekik kaget. “ Bentar-bentar ! Lo panggil gue ‘Mas’ ? sejak kapan gue nikah sama mba lo?"

Raya tidak habis pikir, perkara hanya menyebut laki-laki di depannya itu dengan MAS dia malah protes. Mendengar nada dingin darinya, Raya hilang respek, baru saja ingin berpikir positif.

“ Bu..bukan gitu, saya ngga tahu mau manggil apa so—“

“Panggil Asa aja !” ucap laki-laki itu memotong. Untuk sekali lagi Raya hanya mengangguk. Kini dirinya hanya bersabar menyelesaikan urusannya yang sangat banyak dramanya.

“ Nih, makanya lain kali jangan ninggalin barang sembarangan," dihempaskan buku Raya kepada Raya yang belum siap menangkapnya. Berlalu pergi diikuti Raya yang diam-diam berekspresi manyun. Menatap punggung Asa begitu sebal.

Memutuskan untuk mengikuti laki-laki itu, seperti sudah ingin pulang.

Menuju motornya, sambil tetap memperhatikan Asa.

Ketika ingin memutuskan pandangannya tiba-tiba mata Raya melotot tersadar akan sesuatu.

“ Lo ? tunggu, itu motor elo?” berjalan mendekati Asa membawa helm di pelukannya.

“ Kenapa emang, bukan urusan elo juga," ucap sinis Asa.

“ Ets.. bukan urusan gue? Jelan jelas ini ada hubungannya dengan gue," tidak kalah sinisnya seorang Raya.

.

.

.

...jangan lupa vote ya, like like like hehehe...

1
Nita Sari
kak. knp ceritanya menggantung gini
ChocoMUffin
Haiii aku mampir nih. maaf baru bisa mampir sekarang. Ceritamu bagus. semangat yaaa. bikin karya baru dong
Dhea Sukma
Semangat...
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
slv
kok tamat sih kk..... upp dong kk
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜😊
R_armylove ❤❤❤❤
semangat ya
R_armylove ❤❤❤❤
hay.. mampir
RN
5 like datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung kk
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
R_armylove ❤❤❤❤
jejak, nyicil baca
R_armylove ❤❤❤❤
mampir kaka
im_ha
5 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
Mikayla
Ayo donk kak d terusin,,,
★Merepotkan~
like like like ~🌳🎉
★Merepotkan~
Semangat terus thor, dah mampir nih ane tuk dukung ente 🌲✌️
Neti Jalia
boom lik dari.
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
Neti Jalia
10 likedm dari
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Fira Ummu Arfi
sukaaaaaaa
Fira Ummu Arfi
likeeeee mendarat kakkk
Fira Ummu Arfi
pembaca setiaaa hadirrr 💃💃💃💃

tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!