" Mencintaimu memberikan warna baru dalam hidupku. Terima kasih. " ucapnya mencium sekilas lelaki yang telah menjadi suaminya saat ini.
Bianca(23th) harus menelan pil pahit akibat kecelakaan tragis yang mengakibatkan kematian suaminya Alexander(27th).Belum habis rasa kecewanya karena perselingkuhan sang suami tapi kematian sang suami juga menyisakan kesedihan yang mendalam baginya.
Begitu banyak teror yang dialaminya karena beberapa pihak yang menyalahkannya akibat kejadian tersebut.Dia merasa membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya hingga dirinya bertemu Alvin (26th) yang menyelamatkannya ketika akan diculik..
Siapakah Alvin ? Bagaimana dia bisa menjadi bodyguard Bianca? Bagaimana cinta bisa tumbuh dan bersemi dihati keduanya?
Baca terus kisah perjalanan cinta mereka ya...ini adalah karya pertamaku semoga bisa diterima oleh readers semuanya..Makasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ALVIN MAHESA PRAMUDYA
Alvin dan Bianca akhirnya berhasil ditemukan oleh sahabat Alvin bersama dengan rombongan polisi. Orang tua Bia juga ikut dalam pencarian putri semata wayang mereka.
" Sayang,, Bia kamu baik-baik saja nak ? " Mama Alifa langsung memeluk putrinya.
" Alhamdulillah ,,Bia baik Ma,, hiks.." Bia membalas pelukan mamanya.
Dia sangat senang akhirnya bisa berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya.
" Papa bersyukur kamu baik-baik saja . " Papa Indra ikut memeluk putrinya.
" Pa,, perkenalkan ini Alvin . Dia yang menolongku sewaktu preman itu hendak menyekapku. " kata Bianca sambil menatap ke arah Alvin.
Sejenak kedua mata mereka saling beradu. Bianca segera menundukkan wajahnya.
" Astagfirulloh hal adzim ,, kenapa dia menatapku seperti itu ? Sadar Bie ,, suamimu baru saja meninggal ," gumam Bianca dalam hati.
" Oh iya ,, Terima kasih karena Nak Alvin sudah menolong putri saya. Tapi,, kenapa saya merasa seperti pernah bertemu dengan anda sebelumnya ya? " ucap Pak Indra sembari mengamati Alvin dari atas sampai bawah.
" Mungkin kita pernah bertemu Om,, tapi belum saling mengenal saja . " jawab Alvin melempar senyumnya.
" Nak Alvin benar,, di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin karena dunia ini memang sempit . Ha..ha..ha.." Pak Indra tertawa diiringi semua yang berada disana ikut tertawa.
Alvin POV
Harusnya hatiku merasa senang karena bisa keluar dari tempat ini, tapi kenapa rasanya aku tidak rela berpisah dengan wanita yang baru kutemui dalam hitungan jam.
Matanya, bibirnya, wajahnya , senyumnya membuatku begitu mendamba. Ingin rasanya ku kecup bibir itu dan kepeluk erat tubuhnya. Aku takkan membiarkannya pergi.
Mungkinkah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? Shiit !! Aku tidak percaya dengan hal itu .
Tapi perasaan apa ini? Apa mungkin aku hanya sekedar mengaguminya saja?
Tibalah kedua orang tuanya datang. Aku begitu kaget, bukankah itu? Paman Indra Adiputra Gunawan. Salah satu rekan bisnis papa yang kutemui saat launching hotel kemarin?
Yah ,, aku mulai mengingatnya. Kami bertemu saat menghadiri acara launching salah satu hotel milik Papa.
Seperti nya dia belum terlalu hafal dengan wajahku. Aku tak ingin mengingat hal memalukan yang aku lakukan di depan umum hingga aku terpaksa pergi dari rumah.
Aku,, Alvin Mahesa Pramudya . Seorang anak pengusaha kaya raya yang menghajar secara membabi buta salah satu rekan bisnis papanya.
...----------------...
Flashback on
" Pak sebentar lagi acara akan segera dimulai,, saya telah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. " Vira menyodorkan beberapa berkas untuk ditanda tangani atasannya dan mengajaknya bersiap-siap menghadiri launching hotel mereka.
Dia adalah sekertaris Alvin sekaligus bekas teman kuliahnya.
" Baiklah.." Alvin menandatanganinya kemudian beranjak meninggalkan ruangannya.
" Huh,, begitu saja jawabannya. Padahal aku sudah berdandan cantik dan seksi seperti ini, tetapi dia masih saja tidak mau melirikku . " gerutu Vira dalam hati.
Dia memang tertarik dengan atasannya itu , tapi bosnya hanya bersikap dingin padanya. Mungkin karena Alvin masih menyimpan rasa untuk Dinda sahabatnya yang sekaligus pacar Alvin.
Dinda memilih untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Ia meninggalkan Alvin untuk mengejar cita-citanya.
Vira berharap agar bosnya itu mulai melupakan mantan kekasihnya dan jatuh cinta padanya. Namun, Alvin adalah orang yang sangat susah untuk didekati. Dia sangat dingin terutama pada lawan jenis. Akan tetapi, hal itu tidak membuat dirinya kehilangan karismanya. Banyak wanita yang ingin berusaha mendapatkannya.
Acara itupun dimulai, Tuan Arnold ayah Alvin telah berada disana. Dia memperkenalkan putranya kepada para rekan bisnisnya karena Alvinlah yang akan memimpin hotel barunya itu.
Semua orang kagum dengan ketampanan Alvin. Dia pria yang sempurna bagi para kaum hawa. Bagaimana tidak, dia tampan muda kaya raya pintar paket komplit bukan?
Hingga dia bertemu dengan salah satu rekan bisnis papanya yang bernama Ferdinand, pemuda seumurannya. Dia datang kesana mewakili papanya yang tidak bisa hadir.
" Hallo Tuan Alvin, selamat atas pembukaan hotel baru anda. " sapanya kepada Alvin sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" Terimakasih Tuan ?! " kalimat Alvin menggantung karena belum mengenalnya.
" Ferdinand,, panggil aku begitu saja karena kita sepertinya seumuran. Aku disini mewakili ayahku. " Ferdinand memperkenalkan diri. Ia mulai melirik wanita yang berada di sebelah Alvin.
" Apa dia kekasihmu? " matanya menatap Vira dengan pandangan yang sulit diartikan, membuat Vira pun merasa risih.
" Oh..bukan ,,dia sekertarisku. " sanggah Alvin.
" Dia sangat cantik . " Ferdinand mengulurkan tangannya ingin berkenalan.
" Vira " . Tangan Vira menyambutnya dan mereka berjabat tangan. Tapi , entah kenapa Ferdinand terus menggenggamnya membuatnya merasa tidak nyaman.
Alvin yang melihatnya sebenarnya merasa kesal. Namun, dia berusaha menahannya karena Ferdinand adalah rekan bisnis papanya.
" Tuan Ferdinand,, mari kita kesana untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia. " kata Alvin mencoba mengalihkan pria itu agar tidak mengganggu sekertarisnya lagi.
"Oh iya ,, Baiklah Tuan. " Ferdinand tersadar dan melepaskan tangan Vira.
" Tuan saya permisi ke Toilet sebentar. " Vira meminta izin berlalu meninggalkan mereka.
Ferdinand masih menatap kepergian Vira. Kemudian , diapun berpamitan kepada Alvin untuk pergi ke toilet juga. Alvin merasa curiga, lalu dia menyusulnya.
" Alvin,, !! " panggilan Pak Arnold seketika menghentikan langkah Alvin.
" Iya Pa,, ada apa? " Alvin berbalik menghampiri Papanya.
" Kenalkan ini Pak Indra ,, dia adalah pemilik brand fashion ternama di negara ini "B&A Mode . " kata Pak Arnold memperkenalkan salah satu rekannya.
" Selamat siang Pak Indra,, saya Alvin. " Alvin mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Pak Indra.
" Maaf Pak Indra,, Pa ,, Alvin permisi ke toilet sebentar. Nanti kita sambung lagi obrolannya. " Alvin buru-buru pergi, ia teringat Ferdinand .Dia punya pikiran buruk pada lelaki itu.
" Silahkan Nak Alvin ,," kata Pak Indra mempersilahkan.
Alvin bergegas menuju toilet wanita, tetapi ia tak menemukan siapapun disana.
" Kenapa toilet ini sepi ? " gumamnya dalam hati.
Alvin melihat seorang cleaning servis berdiri di depan lorong toilet. Dia pun berjalan mendekati orang itu.
" Kenapa kau berdiri disini? Apa yang kau lakukan ditempat ini ? " tanya Alvin penuh selidik.
" Maaf Tuan ,, toilet ini sedang diperbaiki. " kata cleaning servis itu memberitahu.
*B*ughhh..
Sebuah bogem menghantam lelaki itu.
"Dasar penghianat mana mungkin toilet disini rusak . Aku adalah pemilik hotel ini dan aku tahu disini semua dipastikan baik- baik saja. " kata Alvin mencengkram kerah baju lelaki itu.
" Ma..maafkan saya Tuan,, saya tidak tahu saya baru bekerja disini. " ucap lelaki itu ketakutan.
"Jangan pernah kau injakan kakimu disini. Mulai hari ini aku memecatmu !! " Alvin melempar lelaki tersebut hingga terpelanting ke lantai.
Alvin bergegas memasuki toilet wanita , betapa kagetnya dia saat melihat Ferdinand mencium paksa Vira dan hendak melecehkannya.
" Kurang ajaaarrr..!!! " teriak Alvin membuat kedua orang itu kaget.
Ditariknya Ferdinand dengan keras dan di pukulnya hingga babak belur. Ferdinand ingin melawan , tapi gerakan Alvin begitu cepat hingga membuatnya tak berdaya.
Alvin menyeretnya keluar toilet. Merasa belum puas dihajarnya kembali pria itu hingga tak berdaya. Para petugas keamanan yang melihat langsung melerainya kemudian beberapa lainya menyampaikan kejadian tersebut kepada Pak Arnold.
Pak Arnold begitu malu dan marah mendengar kelakuan putranya. Sungguh Alvin pria yang arogan dari dulu sering sekali beradu jotos dengan orang lain. Pak Arnold segera menuju kesana.
"Aaalviiin ,,, !! " teriak Pak Arnold.
" Kurang ajar kamu ,, bikin malu Papa !! " kata
Pak Arnold menghampiri putranya dan menghajarnya.
Meskipun umurnya tak lagi muda, tetapi tenaganya tak bisa diremehkan karena dia juga seorang ahli beladiri.
" Pa,, dengerin Alvin dulu !! " Alvin berteriak.
" Dasar anak tak tahu diri !! Berani-beraninya kamu bikin malu Papa!! " Pak Arnold kalap dia terus memukuli putranya sambil memaki-makinya.
Alvin merasa terdesak , dengan terpaksa ia mendorong ayahnya hingga tersungkur.
" Papa memang selalu tidak percaya kepadaku !! " Alvin berteriak dia marah sekaligus kecewa kepada Papanya.
" Aarghhhh ,,mulai sekarang Alvin tidak akan menginjakkan kaki disini lagi !! " ucap Alvin penuh emosi. Iapun pergi meninggalkan tempat itu.
" Aalviiin ,, !! " teriak Pak Arnold memanggil putranya.
Alvin tidak mau menghiraukan, iapun berlalu meninggalkan hotel.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih Like , koment , rate dan vote nya buat author ya. Makasih