Sequel DUREN MANIS...
Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.
Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.
Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?
Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.
Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.
Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?
Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Cenayang jenius
Rava menoleh, nyengir melihat mamanya berkacak
pinggang di depan dapur. “Nggak mah. Ini si Flora sering nanya PR matematika. Daripada
dia bingung nyariin aku minta aja nomernya.”jawab Rava asal.
Pria itu menatap Flora lagi sambil mengedipkan
matanya. Flora pun memberikan nomer HP-nya pada Rava yang tersenyum manis. Rava
langsung ngibrit dari dapur setelah menelpon sekali ke ponsel Flora.
“Tumben tuch anak kayak gitu. Flo, kamu udah
selesai makan?”tanya Mia.
“Su... sudah, bu.”jawab Flora tapi piringnya bahkan
belum kosong sama sekali.
Mia menghela nafas, “Kau ini, lanjutkan makanmu
dulu. Habis itu temenin Kaori di kamarnya ya. Sejak tadi dia nyariin kamu
terus.”
Flora mengangguk pada Mia. Ia menyelesaikan
makannya dengan cepat lalu mencuci piring bekas makannya. Ketika ia sampai di
depan kamar Kaori, seseorang berdiri di belakangnya. Flora menengok ke belakang
melihat bayangan orang itu menutupi tubuhnya.
“Flora, kamu nggak punya PR matematika lagi?”tanya
Reva
“Nggak tuch.”saut Flora berbalik lagi tapi Reva
menyodorkan ponselnya.
“Minta nomormu. Nanti aku kirim nomorku. Daripada
kamu pusing nggak bisa bikin PR matematika.”kata Reva panjang kali lebar kali
tinggi.
Flora menatapnya malas. ”Kalo nggak dikasi, pasti
dia ngejar terus. Kalo dikasi, apa aku bisa tenang? Fix, kasi tapi blokir
nomernya.”
Flora mengambil ponsel Reva, mengetik angka dengan
cepat dan memberikan ponsel itu kembali ke pemiliknya. Reva tersenyum tipis melihat
nomer Flora tertera di ponselnya. Ia men-save dengan nama Flora & Fauna.
Ponsel canggih Reva langsung mencari sosial media milik Flora yang terhubung
dengan nomer telponnya.
Ia segera mem-follow sosial media Flora yang
menampilkan foto-foto cantik gadis itu. “Wow, emang beneran cantik banget.”
Reva menyimpan salah satu foto Flora di koleksi pribadinya. Ketika Reva ingin
bicara lagi dengan Flora, gadis itu sudah menghilang ke dalam kamar Kaori.
Foto Flora yang di save Reva
*****
Malam harinya, Flora sedang asyik mendengarkan
musik sambil mengerjakan PR Bahasa Indonesia. Ia juga harus belajar untuk ujian
Sejarah besok. Beep! Beep! Muncul suara mengganggu dari ponsel Flora. Reva
mengiriminya chat.
“Flo, ini nomerku. Save ya. Kalau ada kesulitan
ngerjain PR, hubungi aku.”tulis Reva.
“Cih, beneran kan. Block.”desis Flora langsung
mem-block nomer Reva.
Reva yang mendapat pemberitahuan kalau nomernya
sudah di block oleh Flora, mengepalkan tangannya. Ia melihat keluar melalui
jendelanya dan menemukan Flora sedang duduk di gazebo. Reva dan Rava membuka
pintu kamar mereka hampir bersamaan. Keduanya saling menatap, lalu menutup
pintu kamar mereka.
“Lo mau kemana?”tanya Reva.
“Lo sendiri mau kemana?”tanya Rava.
Reva menendang kaki Rava, ia langsung berlari
sangat cepat menuruni tangga menuju pintu samping yang terhubung langsung
dengan gazebo. Rava yang tidak mau kalah, berlari mengejarnya juga. Brak! Bruk!
Flora menoleh kaget ketika si kembar menabrak pilar penyangga gazebo.
“Adooww!!”pekik Reva kesakitan. Pasalnya setelah
menabrak pilar, Rava justru menabraknya membuat Reva tergencet. “Minggir, lo!!”teriak
Reva memegangi lengannya.
“Kalian ngapain sich?”tanya Flora menarik
headset-nya lepas.
“Kamu lagi ngapain?”tanya Rava dan Reva
berbarengan.
Flora menatap mereka berdua, sejurus kemudian dia
tertawa geli. Reva melongo melihat senyum manis Flora. Rava memanfaatkan
kesempatan ketika Reva lengah dengan duduk di samping Flora.
“PR-mu banyak? Perlu bantuanku?”tanya Rava mulai
sandiwara. Ia memberi tanda pada Flora dengan menggenggam tangan Flora.
“Iya, kak. Banyak banget. Bantuin dong kak.”pinta
Flora sedikit manja.
Reva panas melihat Rava menggenggam tangan Flora.
Ia ikutan duduk di dalam gazebo, mengambil buku Sejarah Flora.
“Kamu ulangan besok?”tanya Reva.
“Iya.”saut Flora dingin.
Reva berusaha sabar menghadapi sikap dingin Flora
padanya. Ia menahan rasa cemburunya ketika Flora mendekatkan kepalanya pada
Rava yang membantu mengerjakan PR Bahasa Indonesia. Reva mengambil pensil
Flora, ia memberi tanda beberapa soal di buku Sejarah.
Tidak tahan melihat kemesraan Rava dan Flora, Reva
beranjak dari gazebo setelah merapikan buku Sejarah itu diatas meja.
Sepeninggal Reva, Flora membuka buku Sejarahnya. Ada note dari Reva, ‘Pelajari
yang kukasi tanda ya. Semoga sukses ulangan besok.’
“Kamu beruntung, Flo. Reva mau membantumu.”kata
Rava membaca note Reva.
“Maksud kakak?”tanya Flora bingung.
“Kamu tahu, Reva itu terkenal di sekolah dan di
kampus sebagai cenayang. Kalau dia bilang soal itu yang keliatan besok, pasti
beneran terjadi.”jelas Rava.
“Kakak serius? Kalo gitu, aku nggak perlu repot
belajar semua buku dong buat ujian nasional.”kata Flora berbinar.
Rava menoyor kepala Flora, “Ya, nggak gitu juga
kali. Tapi kamu coba aja dulu buat ulangan besok.”
Flora mengangguk senang. Reva yang mengintip Flora
dari jendela kamarnya, mengacak rambutnya.
“Flo, kapan kamu mau tersenyum seperti itu sama
aku.”lirih Reva.
*****
Keesokan harinya, Flora melongo melihat hasil
ulangan Sejarahnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan sekolah
Flora, ia mendapat nilai sembilan puluh delapan untuk ulangannya.
“Ini beneran kan? Aku nggak mimpi.”kata Flora
menepuk pipinya sendiri.
Sandra yang kepo dengan nilai ulangan Flora,
mengintip lewat pundak gadis itu.
“Flo, sembilan delapan. Ini beneran?!”pekik Sandra
menarik perhatian seisi kelas.
Flora membekap mulut Sandra, lalu memintanya duduk
diam. Flora menghitung ulang coretan hijau di kertas ulangannya. Yang salah
cuma dua, itupun pertanyaan yang memang dibuat absurd oleh guru Sejarahnya dan
tidak mungkin ditemukan jawabannya di buku. Mungkin kalo sungkem sama mbah
Google bisa ketemu jawabannya.
“Wow! Ini beneran. San, dia jenius.”kata Flora
mengagumi Reva.
“Siapa yang jenius? Gue?”tanya Sandra sok polos. Flora
menoyor kepala Sandra, “Eh, ntar kejeniusan gue luntur.”kata Sandra mulai
absurd.
Flora menatap heran teman baiknya itu. Kelakuan
Sandra emang gokil abis. Tingkat kepedeannya itu loh melebihi tingginya langit
tertinggi. Tapi Flora paling tahu kelemahan Sandra.
“Eh, Ben ngapain kesini?”kata Flora tiba-tiba.
Sandra auto berhenti bertingkah, langsung duduk
manis sambil merapikan rambutnya.
“Buahahahahahaha...!”tawa Flora memekakkan telinga
Sandra. Sadarlah dirinya kalau sedang dikerjain Flora.
“Flo!!! Iseng dech. My baby nakal!”kata Sandra
mencubiti pinggang Flora.
Keduanya asyik bercanda sampai bel istirahat
berbunyi.
*****
Dikantor Alex,
Reva sedang duduk di meja kerjanya di kantor Alex.
Ia baru saja memulai magang kerjanya dan Rio memberinya tugas yang sangat banyak.
Rasanya tumpukan dokumen di mejanya tidak habis-habis. Belum lagi beberapa
tugas kecil dari Romi.
Pakaian kerjanya yang tadi rapi dengan dasi
terpasang dilehernya, kini dasinya sudah entah dimana. Rambutnya juga acak-acakan
setelah lewat setengah hari bekerja. Reva merenggangkan tubuhnya sambil
bersandar di kursi kerjanya.
“Hadeh, kalo terus gini bisa rontok nich badan.
Baru juga sehari.”keluh Reva.
Tring! Tring! Suara notif chat masuk membuat Reva
mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia membuka kunci ponsel dengan malas. Saat
ia membaca siapa yang mengirim chat padanya, mata Reva melotot sempurna.
*****
Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu
rate bintang 5, like, komen, dan yang paling
penting vote, vote, vote. Ty.