NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Cenayang jenius

Rava menoleh, nyengir melihat mamanya berkacak

pinggang di depan dapur. “Nggak mah. Ini si Flora sering nanya PR matematika. Daripada

dia bingung nyariin aku minta aja nomernya.”jawab Rava asal.

Pria itu menatap Flora lagi sambil mengedipkan

matanya. Flora pun memberikan nomer HP-nya pada Rava yang tersenyum manis. Rava

langsung ngibrit dari dapur setelah menelpon sekali ke ponsel Flora.

“Tumben tuch anak kayak gitu. Flo, kamu udah

selesai makan?”tanya Mia.

“Su... sudah, bu.”jawab Flora tapi piringnya bahkan

belum kosong sama sekali.

Mia menghela nafas, “Kau ini, lanjutkan makanmu

dulu. Habis itu temenin Kaori di kamarnya ya. Sejak tadi dia nyariin kamu

terus.”

Flora mengangguk pada Mia. Ia menyelesaikan

makannya dengan cepat lalu mencuci piring bekas makannya. Ketika ia sampai di

depan kamar Kaori, seseorang berdiri di belakangnya. Flora menengok ke belakang

melihat bayangan orang itu menutupi tubuhnya.

“Flora, kamu nggak punya PR matematika lagi?”tanya

Reva

“Nggak tuch.”saut Flora berbalik lagi tapi Reva

menyodorkan ponselnya.

“Minta nomormu. Nanti aku kirim nomorku. Daripada

kamu pusing nggak bisa bikin PR matematika.”kata Reva panjang kali lebar kali

tinggi.

Flora menatapnya malas. ”Kalo nggak dikasi, pasti

dia ngejar terus. Kalo dikasi, apa aku bisa tenang? Fix, kasi tapi blokir

nomernya.”

Flora mengambil ponsel Reva, mengetik angka dengan

cepat dan memberikan ponsel itu kembali ke pemiliknya. Reva tersenyum tipis melihat

nomer Flora tertera di ponselnya. Ia men-save dengan nama Flora & Fauna.

Ponsel canggih Reva langsung mencari sosial media milik Flora yang terhubung

dengan nomer telponnya.

Ia segera mem-follow sosial media Flora yang

menampilkan foto-foto cantik gadis itu. “Wow, emang beneran cantik banget.”

Reva menyimpan salah satu foto Flora di koleksi pribadinya. Ketika Reva ingin

bicara lagi dengan Flora, gadis itu sudah menghilang ke dalam kamar Kaori.

Foto Flora yang di save Reva

*****

Malam harinya, Flora sedang asyik mendengarkan

musik sambil mengerjakan PR Bahasa Indonesia. Ia juga harus belajar untuk ujian

Sejarah besok. Beep! Beep! Muncul suara mengganggu dari ponsel Flora. Reva

mengiriminya chat.

“Flo, ini nomerku. Save ya. Kalau ada kesulitan

ngerjain PR, hubungi aku.”tulis Reva.

“Cih, beneran kan. Block.”desis Flora langsung

mem-block nomer Reva.

Reva yang mendapat pemberitahuan kalau nomernya

sudah di block oleh Flora, mengepalkan tangannya. Ia melihat keluar melalui

jendelanya dan menemukan Flora sedang duduk di gazebo. Reva dan Rava membuka

pintu kamar mereka hampir bersamaan. Keduanya saling menatap, lalu menutup

pintu kamar mereka.

“Lo mau kemana?”tanya Reva.

“Lo sendiri mau kemana?”tanya Rava.

Reva menendang kaki Rava, ia langsung berlari

sangat cepat menuruni tangga menuju pintu samping yang terhubung langsung

dengan gazebo. Rava yang tidak mau kalah, berlari mengejarnya juga. Brak! Bruk!

Flora menoleh kaget ketika si kembar menabrak pilar penyangga gazebo.

“Adooww!!”pekik Reva kesakitan. Pasalnya setelah

menabrak pilar, Rava justru menabraknya membuat Reva tergencet. “Minggir, lo!!”teriak

Reva memegangi lengannya.

“Kalian ngapain sich?”tanya Flora menarik

headset-nya lepas.

“Kamu lagi ngapain?”tanya Rava dan Reva

berbarengan.

Flora menatap mereka berdua, sejurus kemudian dia

tertawa geli. Reva melongo melihat senyum manis Flora. Rava memanfaatkan

kesempatan ketika Reva lengah dengan duduk di samping Flora.

“PR-mu banyak? Perlu bantuanku?”tanya Rava mulai

sandiwara. Ia memberi tanda pada Flora dengan menggenggam tangan Flora.

“Iya, kak. Banyak banget. Bantuin dong kak.”pinta

Flora sedikit manja.

Reva panas melihat Rava menggenggam tangan Flora.

Ia ikutan duduk di dalam gazebo, mengambil buku Sejarah Flora.

“Kamu ulangan besok?”tanya Reva.

“Iya.”saut Flora dingin.

Reva berusaha sabar menghadapi sikap dingin Flora

padanya. Ia menahan rasa cemburunya ketika Flora mendekatkan kepalanya pada

Rava yang membantu mengerjakan PR Bahasa Indonesia. Reva mengambil pensil

Flora, ia memberi tanda beberapa soal di buku Sejarah.

Tidak tahan melihat kemesraan Rava dan Flora, Reva

beranjak dari gazebo setelah merapikan buku Sejarah itu diatas meja.

Sepeninggal Reva, Flora membuka buku Sejarahnya. Ada note dari Reva, ‘Pelajari

yang kukasi tanda ya. Semoga sukses ulangan besok.’

“Kamu beruntung, Flo. Reva mau membantumu.”kata

Rava membaca note Reva.

“Maksud kakak?”tanya Flora bingung.

“Kamu tahu, Reva itu terkenal di sekolah dan di

kampus sebagai cenayang. Kalau dia bilang soal itu yang keliatan besok, pasti

beneran terjadi.”jelas Rava.

“Kakak serius? Kalo gitu, aku nggak perlu repot

belajar semua buku dong buat ujian nasional.”kata Flora berbinar.

Rava menoyor kepala Flora, “Ya, nggak gitu juga

kali. Tapi kamu coba aja dulu buat ulangan besok.”

Flora mengangguk senang. Reva yang mengintip Flora

dari jendela kamarnya, mengacak rambutnya.

“Flo, kapan kamu mau tersenyum seperti itu sama

aku.”lirih Reva.

*****

Keesokan harinya, Flora melongo melihat hasil

ulangan Sejarahnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan sekolah

Flora, ia mendapat nilai sembilan puluh delapan untuk ulangannya.

“Ini beneran kan? Aku nggak mimpi.”kata Flora

menepuk pipinya sendiri.

Sandra yang kepo dengan nilai ulangan Flora,

mengintip lewat pundak gadis itu.

“Flo, sembilan delapan. Ini beneran?!”pekik Sandra

menarik perhatian seisi kelas.

Flora membekap mulut Sandra, lalu memintanya duduk

diam. Flora menghitung ulang coretan hijau di kertas ulangannya. Yang salah

cuma dua, itupun pertanyaan yang memang dibuat absurd oleh guru Sejarahnya dan

tidak mungkin ditemukan jawabannya di buku. Mungkin kalo sungkem sama mbah

Google bisa ketemu jawabannya.

“Wow! Ini beneran. San, dia jenius.”kata Flora

mengagumi Reva.

“Siapa yang jenius? Gue?”tanya Sandra sok polos. Flora

menoyor kepala Sandra, “Eh, ntar kejeniusan gue luntur.”kata Sandra mulai

absurd.

Flora menatap heran teman baiknya itu. Kelakuan

Sandra emang gokil abis. Tingkat kepedeannya itu loh melebihi tingginya langit

tertinggi. Tapi Flora paling tahu kelemahan Sandra.

“Eh, Ben ngapain kesini?”kata Flora tiba-tiba.

Sandra auto berhenti bertingkah, langsung duduk

manis sambil merapikan rambutnya.

“Buahahahahahaha...!”tawa Flora memekakkan telinga

Sandra. Sadarlah dirinya kalau sedang dikerjain Flora.

“Flo!!! Iseng dech. My baby nakal!”kata Sandra

mencubiti pinggang Flora.

Keduanya asyik bercanda sampai bel istirahat

berbunyi.

*****

Dikantor Alex,

Reva sedang duduk di meja kerjanya di kantor Alex.

Ia baru saja memulai magang kerjanya dan Rio memberinya tugas yang sangat banyak.

Rasanya tumpukan dokumen di mejanya tidak habis-habis. Belum lagi beberapa

tugas kecil dari Romi.

Pakaian kerjanya yang tadi rapi dengan dasi

terpasang dilehernya, kini dasinya sudah entah dimana. Rambutnya juga acak-acakan

setelah lewat setengah hari bekerja. Reva merenggangkan tubuhnya sambil

bersandar di kursi kerjanya.

“Hadeh, kalo terus gini bisa rontok nich badan.

Baru juga sehari.”keluh Reva.

Tring! Tring! Suara notif chat masuk membuat Reva

mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia membuka kunci ponsel dengan malas. Saat

ia membaca siapa yang mengirim chat padanya, mata Reva melotot sempurna.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling

penting vote, vote, vote. Ty.

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!