Reynand saputra, pria tampan, bak seorang aktor, namun berhati dingin. di paksa ikut perjodohan oleh orangtuanya. padahal dia sendiri sudah memiliki kekasih yang sangat di cintainya, tapi mereka tak menyetujui hubungannya. Nanda gadis sederhana berusia 20 tahunan, terpaksa menikah dan harus terjebak dengan pria tampan dan dingin seperti Reynand saputra. Karena terikat janji perjodohan yang papanya ucapkan. Awalnya Reynand mati-matian menolak gadis itu, dan memberi surat kontrak, bahwa dalam 6 bulan mereka akan bercerai. karena penampilannya yang tergolong sederhana dan selalu menggunakan baju yang kebesaran itu. Bahkan dia juga beranggapan tak ada yang istiwema darinya, namun lama kelamaan dia justru mulai ketergantungan dengan gadis itu, dan tak lagi harmonis bersama kekasihnya. Bahkan secara tak sengaja dia juga pernah melihat gadis itu memakai handuk, yang tentu saja, berhasil membuat persepsinya tentang tubuh gadis itu berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rova Afriza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Setelah meletakkan buku tugasnya dan kemeja pria itu di atas meja. Nanda pun sudah bermaksud akan pergi dari sana, dengan berjalan kaki mengendap-ngendap, karena takut, kehadirannya akan di sadari oleh kedua sejoli tersebut. Malang nian baru saja dia akan melangkah kakinya untuk pergi dari sana. Bawahan bajunya justru tanpa sengaja sedikit tersangkut pada kunci mobil yang ada di atas meja pria itu, hingga langsung membuatnya terjatuh dari meja.
"Akh baju sialan!" Rutuk nanda dalam hati. Dia benar-benar menyesal karena sudah mengenakan baju dengan lapisan kardigan itu.
Trang....
Suara yang di timbulkan dari kunci mobil yang terjatuh. Seketika langsung menghentikan sejenak kegiatan kedua sejoli tersebut, untuk menoleh ke asal suara.
"Apa-apaan gadis ini!" Umpat Deane dalam hati, saat melihat penyebab suara yang ada di ruangan itu. Karena sudah mengganggu aktifitas mereka. Bahkan rasa rindunya yang cukup menggebu-gebu pada pria tampan dengan tubuh tegap itu saja masih belum terobati sepenuhnya. Karena gadis itu yang asal masuk ke ruangan kekasihnya. Matanya hanya mendelik karena kesal.
"Maaf." Nanda sudah tertunduk dalam, karena takut akan di marahi kembali oleh dosen killernya itu, karena sudah lancang berani masuk ke ruangannya tanpa seijinnya, walaupun ia sempat terkejut saat mengetahui siapa kekasih pria itu.
"Lagi-lagi gadis ceroboh ini membuat ulah!"
Batin Rey geram. Karena kesal gadis itu yang asal masuk ke dalam ruangannya tanpa persetujuannya. Bahkan kemarin dia juga harus rela menjadi tontonan orang-orang yang ada di lobby apartementnya itu karena bertelanjang dada, gara-gara ulahnya. Apa semua itu masih tak cukup untuknya.
"Saya tidak ada maksud apapun pak," Ucap nanda memelas. Seraya makin menundukkan pandangannya ke bawah. Saat melihat pria itu yang sudah menunjukan kilatan amarah di matanya.
"Saya benar-benar tidak tahu kalau bapak masih ada di ruangan ini, saya berani masuk hanya karena takut akan kelupaan mengantarkan tugas bahasa Inggris yang bapak kasih kemarin dan juga kemejanya." Terang nanda cepat seraya meremas-remas bajunya karena khawatir. Bahkan sekelebat, nanda masih bisa melihat pakaian pria itu yang beberapa kancingnya sudah terbuka, dengan posisi dasinya yang sudah urak-urakan.
" Kemeja?" Deane. Sempat bertanya-tanya dalam hati saat mendengar itu. Namun dia tidak begitu mempermasalahkannya. Karena yang terpenting sekarang ia lah, dia harus melepas rindu yang menggebu-gebu di dadanya.
"Haaah!" Rey tampak semakin kesal, karema gadis itu terus membuat kesalahan dengannya, seperti tak kenal takut, seperti anak didiknya yang lain. Ia sudah memutar otaknya untuk memberikan pelajaran apa yang pantas di terima oleh gadis itu
"Tetap berdiri di situ, jangan bergerak sebelumku suruh pergi!" Ucap Rey, sembari menunjukkan seringai an di bibirnya.
" Apa? Apa yang ingin pria gila ini lakukan." Batin nanda. Baru saja dia akan menebak-nebak kembali apa yang akan pria itu lakukan padanya. Rey sudah kembali menunjukan kegila annya, dengan kembali mencumbu Deane di hadapannya.
"Kurasa ini pantas untukmu, agar tidak melakukan kesalahan yang sama kembali eh!" Batin Rey dalam hati. Sementara Deane yang mendapatkan perlakuan itupun, hanya masa bodoh, toh dia rasa gadis itu pantas mendapatkannya setelah apa yang sudah dia lakukan.
"Dasar bedebah gila! Kejam! Sinting!" Matanya sudah membelalak karena terkejut dengan ulah gila pria itu. Dia tak menyangka, selain kejam dan dingin, ternyata pria itu juga mesum. Dia kesal, matanya sudah ternodai oleh pemandangan itu, bahkan di usianya yang baru memasuki 20 tahun itu, dia tak pernah berpacaran dengan seorang pria sekali pun. Apalagi melihat adengan-adengan seperti itu di dalam drama-drama atau film. Karena kesehariannya yang hanya sibuk untuk belajar.
"Wanita itupun juga sama gilanya!" Geramnya lagi. Karena mau saja di ajak bercumbu di depan orang lain. Ya, seharusnya dia sudah tidak mempermasalahkan itu. Toh profesi wanita itu adalah seorang model terkenal, pastinya sering bermesraan dengan pria mana pun di kala ia sedang melakukan pemotret an.
Rey hanya semakin melakukan hal panas dengan kekasihnya itu, untuk membuat efek jera terhadap gadis itu
Flash back.
Awalnya Rey sempat terkejut, dengan kedatangan Deane ke ruangannya itu. Namun dengan wajah memelasnya, Deane terus berharap agar mereka kembali menjalin hubungan. Rey awalnya menolak, dan menjelaskan, kalau semua itu adalah keinginan orangtuanya. Dia tak bisa membantahnya, terlebih lagi, karena ayahnya yang memang memiliki sifat keras, di sebabkan semasa mudanya pernah menjadi tentara tersebut, jadi Rey terpaksa menerimanya, dan memutuskan hubungan mereka, walaupun dia masih sangat mencintainya.
"Tetaplah bersamaku! Aku siap menerima kenyataan bahwa kau menikah dengan wanita lain. Toh kau pun jugak tidak mencintainya." Ucap Deane akhirnya. Dia masih bisa melihat, kalau pria itu masih begitu mencintainya.
Deggg...
Reynand baru tersadar saat mendengar penuturan wanita itu. Untuk apa dia sampai harus mengorbankan perasaannya demi wanita yang entah siapa? Dan dia tidak tahu sama sekali asal-usulnya. Hingga akhirnya dia pun sepakat untuk menerima Deane kembali, dengan syarat harus merahasia kan hubungan Mereka dari orangtua nya. Kepalang tanggung. Mumpung mereka bertemu sekarang, keduanya pun saling melepaskan rindu satu sama lain sejenak.
Flash back off
"Permisi!" Ucap seseorang dari luar ruangan Rey.
"Nan, lo ngapain?" Ucap Ella saat melihat gadis itu yang hanya mematung dan tertunduk dalam di sana. Karena dia tidak bisa melihat apa yang tengah terjadi. Gara-gara pandangannya yang tertutupi oleh sebuah lemari. Ella khawatir karena gadis itu tak kunjung-kunjung datang ke kelas, hingga akhirnya dia pun berinisiatif untuk menyusulnya ke sana.
Rey yang mendengar itupun segera menghentikan aktifitasnya sejenak, sembari memberi isyarat dengan jari, untuk menyuruh gadis itu segera keluar dari ruangannya. Agar tak ada lagi orang lain yang memergoki mereka.
"Lho ngapain tadi?" Tanya Ella lagi. Saat melihat sahabatnya itu sudah keluar dari ruangan, serta melangkahkan kakinya kembali untuk menuju ke tujuan mereka tadinya.
"Akh gak ngapa-ngapain kok," Jawab nanda.
Sementara Ella, hanya terus menatapnya dengan menyelidik, sambil menerka-nerka apa yang telah terjadi pada gadis itu, saat melihat wajahnya yang begitu merah bak kepiting rebus bercampur kesal tersebut.