NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Keheningan yang sempat merayap tenang setelah pengakuan beringas Xander di dalam kamar mandi mendadak pecah berkeping-keping.

Alceena masih merasakan hangatnya telapak tangan besar Xander yang menangkup pipinya, mengusir sisa dingin air shower dan racun trauma yang sempat mengubur logikanya.

Kebenaran bahwa Xander tidak berselingkuh melainkan hampir membunuh Tiffany membuat napas Alceena kembali teratur, meskipun jantungnya masih berdegup kencang oleh intensitas aura posesif pria Stone itu.

Namun, sebelum Alceena sempat membalas ucapan Xander atau menyingkirkan tangan pria itu dari wajahnya, pendar cahaya dari ponselnya yang tergeletak di atas lantai marmer basah kembali menyala.

Kali ini, bukan lagi rentetan pesan histeris dari Shireen atau notifikasi artikel gosip murahan Hollywood.

Sebuah nama yang tertera di layar digital itu seketika membuat seluruh bulu kuduk Alceena berdiri.

Atmosfer kamar mandi yang semula dipenuhi ketegangan asmara mendadak berubah menjadi mencekam, laksana aura ruang sidang pengadilan tertinggi keluarga.

[ Daddy Von-Riccardo ]

Alceena menegang.

Dia melirik Xander dengan tatapan yang menyiratkan kepanikan murni—sesuatu yang sangat jarang ditunjukkan oleh seorang diva angkuh sepertinya.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, Alceena meraih ponselnya, menggeser tombol hijau, lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.

Dia sengaja tidak menyalakan mode pengeras suara, namun di dalam keheningan kamar mandi, suara berat dan penuh wibawa dari seberang sana tetap terdengar jelas.

"Alceena," panggil suara bariton yang teramat dalam, dingin, dan sarat akan otoritas mutlak mutlak mutlak.

Itu adalah suara Von-Riccardo, kepala keluarga besar Riccardo, pria yang memegang kendali atas sebagian besar gurita bisnis legal maupun ilegal yang menyokong nama besar mereka di belahan bumi barat.

"Ya, Dad..." jawab Alceena, suaranya mendadak mengecil, kehilangan seluruh taringnya sebagai diva papan atas.

"Daddy dan Mommy sudah mendengar isu persoalan berita sampah soal dirimu pagi ini," ucap Von-Riccardo tanpa basa-basi, nadanya datar namun setiap kata yang diucapkannya laksana hantaman palu hakim.

"Media di Los Angeles tampaknya sudah mulai bosan hidup karena berani menaikkan foto wajahmu berdampingan dengan berita perselingkuhan murahan seorang pria asing dan aktris kelas dua."

Di latar belakang panggilan, terdengar suara lembut namun tegas milik sang ibu.

"Alceena, Sayang... Mommy tahu kau tidak sebodoh itu untuk membiarkan dirimu dihina oleh berita seperti itu lagi. Pulanglah ke rumah utama sekarang. Kita harus meluruskan kekacauan ini sebelum nama Riccardo terseret lebih jauh."

Itu adalah Maria, sang Mommy, wanita anggun yang menjadi satu-satunya peredam kemarahan Von-Riccardo.

Alceena menarik napas panjang, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya. "Baiklah, Dad, Mom. Aku akan pulang ke rumah utama pagi ini juga setelah bersiap-siap."

Alceena mengira percakapan akan berakhir di sana dan dia bisa segera menyusun rencana pembersihan media bersama Shireen.

Namun, tepat sebelum dia menjauhkan ponselnya, suara Von-Riccardo kembali terdengar, kali ini dengan nada yang jauh lebih mengintimidasi.

"Dan satu lagi, Alceena... bawa juga pria itu."

Deg.

Jantung Alceena laksana melompat keluar dari rongga dadanya. Wajah cantiknya yang baru saja kembali memerah mendadak pucat sekali lagi.

Dia melirik Xander yang masih berlutut di depannya dengan tubuh basah bertelanjang dada.

"S-siapa, Dad?" tanya Alceena, mencoba berpura-pura bodoh dengan nada suara yang diatur se-kasual mungkin.

"Bawa siapa maksud Daddy? Aku akan pulang bersama Shireen—"

"Jangan mencoba membodohi Daddy, Alceena Brox Riccardo," potong Von-Riccardo dingin, sebuah teguran yang membuat Alceena membungkam mulutnya seketika.

"Adikmu bilang, pria asing bermata aneh dari Chicago itu sekarang sedang tinggal bersamamu di apartemen mewahmu. Pria yang sama yang mengantarmu ke lokasi syuting kemarin."

Mata Alceena membelalak horor. Pikirannya mendadak macet total.

Bagaimana bisa?!

Adiknya, Navarro Von-Riccardo, mengetahui bahwa dia menyembunyikan Xander Hayes-Stone di dalam apartemen pribadinya?!

Sejak kapan bocah itu memasang mata-mata di sekitar penthouse-nya?

Sebelum Alceena sempat mengeluarkan sepatah kata pun untuk membela diri atau menyangkal, suara Von-Riccardo kembali terdengar di ujung telepon, kali ini disusul oleh helaan napas pendek yang sarat akan peringatan maut.

"Bawa dia menghadap Daddy pagi ini. Dan ingat satu hal, Alceena... adikmu jauh lebih dingin, tidak punya belas kasihan, dan lebih kejam daripada Daddy jika menyangkut ketenangan nama keluarga kita. Jangan membuat dia harus menjemput pria itu secara paksa."

Tut!

Sambungan telepon diputus secara sepihak dari seberang sana.

Alceena tertegun selama beberapa detik, sebelum akhirnya dengan gerakan frustrasi, dia melempar ponsel mahal itu ke atas lantai kamar mandi hingga bergeser jauh ke sudut ruangan.

Dia menjambak rambut basahnya sendiri, mengembus napas dengan terengah-engah laksana orang yang baru saja dikejar badai.

Xander yang sejak tadi memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Alceena, perlahan bangkit berdiri.

Tubuh raksasanya kembali menegak, mengabaikan tetesan air yang membasahi celana boxer-nya.

"Keluargamu?" tanya Xander pendek, suaranya tenang namun matanya menyipit, menangkap kepanikan yang tidak biasa dari sang majikan.

Alceena mendongak, menatap Xander dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh rasa ngeri yang murni.

Dia bangkit berdiri dengan cepat, mencengkeram lengan kekar Xander dengan erat.

"Bahaya, Xander... ini benar-benar bahaya! Adikku... Navarro Von-Riccardo... dia tahu kau tinggal bersamaku di apartemen ini!"

Xander mengernyitkan dahinya yang basah. Dia menatap Alceena dengan tatapan bingung yang sangat polos, tidak memahami mengapa wanita yang biasanya begitu angkuh di depan sutradara dan media papan atas mendadak gemetar hanya karena sebuah nama.

"Lalu kenapa?" tanya Xander lagi, suara baritonnya terdengar teramat santai.

Sebagai seorang Stone yang dibesarkan di tengah kerasnya konflik berdarah Chicago, Xander tidak pernah mengenal rasa takut pada nama siapa pun.

"Biarkan saja dia tahu. Aku tidak sedang bersembunyi dari siapa pun di sini, Ceena."

"Kau tidak mengerti, Xander!" sentak Alceena, suaranya meninggi karena frustrasi melihat kepolosan pria di depannya ini.

"Dia... Navarro... dia jauh lebih dingin, tidak tersentuh, dan jauh lebih kejam daripada ayahku sendiri! Jika Daddy masih bisa diajak negosiasi menggunakan logika bisnis, Navarro tidak akan memedulikan hal itu! Dia adalah monster di dalam keluarga kami!"

Xander tertegun sejenak, sebuah kerutan tipis muncul di antara kedua alisnya yang tebal.

Kalimat Alceena terdengar agak rancu di telinganya. "Adikmu? Atau kakakmu?" tanya Xander, dia baru pertama kali mendengar istilah di mana sang kakak perempuan yang memiliki kekuasaan laksana diva harus gemetar ketakutan pada sang adik laki-laki.

Di dalam struktur keluarganya sendiri di Chicago, kakak selalu memegang kendali atas adik-adiknya.

"Adikku, Xander! Adik kandungku!" tegas Alceena, dia memukul dada Xander sekali lagi dengan gemas. "Umurnya baru lima belas tahun! Tapi—"

"Tapi apa?" potong Xander cepat, menahan pergelangan tangan Alceena sebelum wanita itu memukulnya lagi.

Sepasang mata heterochromia-nya berkilat geli. Mendengar bahwa sosok 'monster' yang ditakuti Alceena adalah seorang bocah remaja berusia lima belas tahun membuat insting seorang Stone di dalam diri Xander merasa terhibur.

"Tapi dia bukan bocah remaja biasa, gila!" seru Alceena, dadanya naik turun dengan napas yang memburu egois. Dia menatap Xander dengan pandangan menuntut yang teramat serius.

"Navarro sudah memegang sabuk hitam tingkat tinggi di tiga cabang bela diri mematikan berbeda sejak usianya sebelas tahun! Dia dilatih langsung oleh mantan komandan pasukan khusus Rusia yang disewa Daddy! Dia... dia bisa mengirimmu ke rumah sakit pusat hanya dengan satu pukulannya jika dia menganggapmu sebagai ancaman yang menodai nama baik ku! Kau puas, hah?! Kau masih ingin meremehkan keluargaku?!"

Mendengar penjelasan histeris tentang kemampuan fisik sang adik yang baru berusia lima belas tahun itu, rasa takut sama sekali tidak melintas di dalam benak Xander Hayes-Stone.

Sebaliknya, sebuah keheningan sejenak tercipta sebelum sebuah kekeh geli yang teramat rendah dan berat keluar dari bibir tegas pria Chicago itu.

Xander terkekeh rendah, suaranya bergaung seksi di dalam kamar mandi yang basah.

Lesung pipit tipisnya kembali muncul, berpadu dengan binar mata yang dipenuhi oleh rasa tertantang yang teramat intens.

Sisi maskulin dan jiwa petarung seorang Stone yang selama ini tertidur di bawah kontrak simpanan Alceena mendadak terusik dengan cara yang menyenangkan.

Seorang bocah lima belas tahun yang bisa mengirimnya ke rumah sakit?

Sungguh sebuah lelucon pagi yang sangat menarik bagi seorang pria yang pernah bertahan hidup dari rentetan tembakan senapan otomatis di jalanan Chicago.

Xander mempererat genggamannya pada pergelangan tangan Alceena, lalu menarik tubuh wanita itu hingga mengikis jarak di antara mereka sekali lagi.

Dia menundukkan kepalanya, menatap tepat ke dalam manik mata Alceena dengan senyuman menantang yang teramat tampan.

"Ayo pertemukan kami, sayang," bisik Xander dengan nada suara yang teramat rendah dan penuh percaya diri. "Aku ingin melihat seberapa keras pukulan dari adik kecilmu yang berusia lima belas tahun itu. Bersiaplah, kita akan pergi ke rumah utamamu sekarang."

1
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!