Gender Bender novel
kisah tentang lelaki biasa yang masuk ke dunia lain dengan sistem bantuan yang sangat sangat kuat
namun sebagai ganti kekuatan nya yang sangat besar,setiap sang lelaki ingin menggunakan kekuatan sistem
sang lelaki akan di ubah menjadi perempuan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.8
"u-ugh..."
aku terbangun di tengah hutan dengan wujud perempuan,aku tidak tau apa yang terjadi namun kepalaku begitu sakit
aku mulai mengingat ngingat apa yang terjadi sebelumnya
"S-Shera?...SHERA!?"
dan barulah aku teringat bahwa Shera seperti di tendang oleh salah satu demon
Tapi saat aku berdiri dan hendak mencari Shera,aku baru sadar di sekitarku,bahwa kelima demon sudah tergeletak tak bernyawa
"a-apa yang terjadi di sini?" batin ku dengan rasa was was bahwa itu adalah sosok berbahaya lainya
"ck! pikir nanti,aku cari Shera dulu" tanpa peduli apa yang terjadi sebenarnya pada para demon,aku langsung berlari untuk mencari Shera
tak lama kemudian,aku berpegangan pada poon dan melihat lihat kanan kiri
"Shera!"
Saat itulah aku melihat Shera yang sedang memulihkan dirinya sendiri sambil bersandar di pohon
Srash!
aku melompat dan langsung mendarat di samping Shera
"Shera kau gak apa apa?" tanyaku dengan wajah khawatir
Shera tersenyum kecil padaku dan menjawab
"santai santai,lukaku udah lumayan sembuh,daripada itu mending kita balik ke desa itu"
Aku pun mengangguk menyetujui saran Shera,kemudian aku menggendong Shera di pundak ku
Dan berjalan perlahan ke arah desa sambil membiarkan Shera memulihkan dirinya
"Sora...sebenarnya apa yang terjadi tadi?,kenapa aku dengar ada ledakan ledakan terus kenapa semua demon nya udah mati,itu ulah mu?"
Tanya Shera
aku sedikit terdiam berfikir bagaimana cara untuk menjawab Shera
"aku tidak tau,aku tiba tiba tak sadarkan diri,waktu aku bangun mereka udah mati semua,aku rasa ini ada hubungan nya sama sistem,kau tau sesuatu Shera?"
mendengar penjelasan ku Shera langsung terkejut seperti tampak tau sesuatu
"...mau kau tanya apapun aku tidak akan menjawabnya loh Sora" kata Shera yang tampak sudah bertekad untuk tidak menjawab soal apa yang terjadi
aku hanya menatapnya dalam diam
"ya ya,aku juga tidak akan memaksa kalau kau sampai seperti itu"
Setelah itu aku pun lanjut berjalan menuju desa yang di serang Demon
tapi saat sesampainya di sana,desa itu di penuhi dengan darah dan mayat di mana mana,ada mayat dari warga desa dan dari Adventurer terdekat yang ingin membantu melawan demon namun malah di bunuh
tapi di tengah tengah lusinan mayat yang tergeletak,ada satu perempuan yang tampaknya adalah seorang adventurer
Hiks! hiks!
dia sedang memeluk mayat adventurer lain dengan tangis yang mengalir dari matanya
kurasa satu orang adventurer yang kemari itu adalah dia,aku tidak tau kenapa dia menangisi adventurer lain tapi...
"kurasa itu hal yang harus di terima ketika lahir di dunia seperti ini..." kata ku yang menatapnya dari jauh
aku kemudian menghampiri perempuan adventurer itu dan bertanya padanya
"apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku dengan wajah datar
"hiks! hiks!" dia mulai mengusap tangisnya
"tidak apa apa,hiks..apa kalian lah yang sudah membunuh para demon itu?" tanya nya dengan wajah sedih
"ya" jawab dingin ku
dia kemudian berdiri dengan wajah yang sepertinya di penuhi dendam pada demon
"terimakasih sudah membalaskan dendam ku"
katanya sambil membungkukkan kepalanya
aku hanya memasang wajah bingung saat dia berterimakasih
"t-tidak masalah..."
Setelah itu dia kembali duduk termenung sambil meratapi mayat did dpan nya,aku pun meninggalkan nya di sana
"apa kau akan pergi Sora?" tanya Shera
"apa maksudmu?" jawab ku
Shera pun tampak bingung dengan jawabanku
Setelah aku pergi lumayan jauh dari perempuan adventurer sebelumnya,aku naik ke satu pohon untuk mengawasi sekitar
"puft! dasar"
melihat itu Shera tersenyum lalu memeluk ku
"a-apa?" tanya ku dengan wajah merah yang malu malu
tiba tiba terdengar suara beberapa langkah kaki,itu adalah suara dari adventurer lain yang ingin membantu mengalahkan demon
mendengar itu aku pun langsung berubah kembali jadi laki laki,dan semua luka ku menghilang begitu saja
"woah,kenapa luka ku bisa sembuh semua?" tanyaku sambil mengecek tubuhku apa ada yang terluka
"aku malas jelasin nya,intinya kalau kau berubah itu kayak ganti tubuh,jadi kondisi mu bakal langsung kembali ke kondisi paling sehat"
Aku hanya menatap Shera dengan wajah kesal karena kelakuan nya yang masih sama saja (pemalas)
aku pun turun dari pohon dengan Shera untuk mulai melakukan aksi selanjutnya
"kenapa kita harus turun?" tanya Shera
"hehehe kau lihat saja,tapi ku butuh bantuan mu"
Shera hanya memiringkan kepalanya dengan kepala yang di isi dengan tanda tanya
Srak srak srak
Adventurer pun berdatangan dari belakangku
"kalian berdua kan yang duluan kesini" kata salah satu adventurer
"eh? y-ya? ada apa?" tanyaku (berakting)
"jadi dimana demon nya!?" teriak adventurer itu dengan wajah kesal dan gada besi di tangan kanan nya
"tenanglah tenanglah,mereka semua sudah mati"
.
.
.
semua adventurer pun melongo termasuk Shera,tapi tidak dengan ku yang sedang memanfaatkan Shera
"eh?aku?" kata Shera dengan wajah bingung
"d-dia?" tanya adventurer lain dengan keraguan akan perkataanku
"huh...begini begini Shera itu penyihir tingkat tinggi loh,jangan remehkan dia!" kata ku dengan wajah yang meyakinkan (berakting)
"t-tunggu Sora apa maks-" Shera tampak bingung,dia gemetar dan bertanya padaku dengan suara kecil
"JANGAN KARENA RANK SHERA ITU KECIL BUKAN BERARTI KEKUATAN NYA KECIL!?"
Shera langsung melemas dia tersungkur dengan raut wajah orang polos yang di jebak
"Sora!?" teriak Shera dalam hati
"b-begitu ya..lalu dimana mayatnya?,biar kami bawakan" kata adventurer yang sudah yakin dengan perkataan ku
"mayat demon nya ada di desa itu" mataku menunjuk ke arah desa
"karena Shera sudah lelah aku akan pergi bawa Shera kembali dulu"
Adventurer lain pun mengangguk dan berpamitan dengan kami
"baiklah,kuucapkan terimakasih karena sudah membasmi demon demon itu,kami akan bawa mayat mereka,kalian istirahat lah,dan juga akan ku laporkan pada ketua guild tentang prestasi kalian berdua"
kata pemimpin adventurer itu sambil tersenyum lebar padaku dan menepuk pundak ku
"terimakasih" aku tersenyum kecil
Singkat cerita
bencana demon itu terselesaikan,walaupun banyak korban hampir bertotal 40 korban dari tragedi demon ini,tapi untungnya ada pahlawan pemberani yang berhasil mengalahkan para demon itu
itulah cerita yang di dengar oleh orang orang
Keesokan harinya,untuk merayakan keberhasilan mengalahkan demon ini,guild pun mengadakan pesta besar untuk para adventurer
Dan bintang utama di pesta ini sudah pasti...Shera
tapi 1 hari sebelumnya saat aku dan Shera baru saja kembali ke penginapan kami
"huh! capeknya" kataku sambil hela nafas panjang dan tiduran di kasur
"beruntungnya kekuatan baru mungkin menyelamatkan kita"
Saat aku mulai berbicara soal apa yang terjadi sebelumnya,Shera hanya berdiri di depan pintu dengan perilaku aneh
"Shera kau kenapa?" tanyaku sambil menaikan badan satu alisku
"sesi pengorbanan,di mulai"
Sling!?
Tiba tiba saja aku langsung berubah menjadi perempuan,dan aku juga baru teringat hari melakukan sesi pengorbanan
"sial! aku lupa soal ini?!,S-Shera t-tunggu sebentar,tidak bisakah kita tunda dulu sesi pengorbanan ini?" aku langsung mundur hingga ke pojok ruangan dengan wajah yang terpaksa senyum karena ketakutan
"tidak boleh~"
Krek...
Shera mulai merangkak di atas ranjang dan mulai mendekatiku dengan wajah yang tampak sudah tidak tahan melakukan itu
"k-kumohon Shera,h-hari ini saja" mataku mulai bergetar,air mata mulai muncul di mataku karena ketakutan
"t-tidak TID-uhm!?" saat aku ingin berteriak tiba tiba Shera langsung menarik kepalaku dan mencium bibirku (di kondisi tubuh cewek)
sambil menciumku Shera tampak senang menggoda dan mempermainkan ku saat sesi pengorbanan,matanya menyipit karena senang sambil terus menciumku
"puah,t-tunggu aku belum si-aahhh!?" saat aku ingin mencoba kabur dari Shera
Shera menarik ku kembali ke ranjang dan melepaskan pakaian ku
"h-hugh!" aku menahan suaraku yang serasa ingin ku keluarkan
Shera mulai menyentuh tubuhku dan mempermainkan nya
"t-tidak jangan bagian it-Hum!" saat aku ingin menghentikan nya Shera terus memaksaku dengan menciumku lagi
"jangan berisik,hah..." kata Shera,tubuh ku sudah lemas,kedua tangaku di tali dan bagian bawahku di kunci dengan kaki Shera
tubuhku tidak bisa bergerak kecuali gemetar karena mulai merasakan sensasi aneh,Shera tersenyum ke arahku seakan gembira saat mempermainkan ku
"baiklah mari kita mulai sesi pengorbanan ini,hum!"
"hah!,u-ughu-ugh,t-tidak! siapapun tolong ak-Hum!?"
Dan sesi pengorbanan itu terus berlanjut selama berjam jam dengan sangat brutal (bayaran karena kekuatan besar yang di pakai Sora sebelumnya)