Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.
CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.
Ig : @reinata_r
Untuk readers tersayang
Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...
Gomawo chingu 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan l
Hari yang tidak pernah Karin harapkan datang, akhirnya menemuinya dengan paksa. Ingin rasanya Karin berontak dan melarikan diri dari situasi yang membelenggunya, namun Karin tak memiliki sedikit pun kuasa atas hidupnya setelah menandatangani surat perjanjian itu.
Karin menggenggam erat tangannya, sekuat tenaga menahan air mata yang sedari tadi mencoba melarikan diri dari kedua pelupuk matanya.
" Jangan coba-coba menangis di depan umum, ingatlah ayahmu... " Ancaman Marcel terus saja menggema di telinganya, membuatnya membisu tak bisa berkutik selama pesta berlangsung.
Pernikahan itu di langsungkan di mansion utama milik keluarga Marcel yang megah bak istana dengan empat lantainya. Dekorasi warna putih memenuhi ruangan pesta dengan bunga mawar putih menyebar di berbagai sudut ruangan.
Marcel telah siap dengan penampilannya, ia mengenakan kemeja putih yang dibalut dengan tuksedo berwarna hitam, kemudian memadukannya dengan dasi berwarna senada menambah kesannya yang keren dan gagah.
Sedang Karin tampil cantik dengan balutan gaun putih tanpa lengan yang panjang menjuntai. Kepalanya dilingkari oleh mahkota yang penuh dengan permata, sedang rambutnya ia gelung ke atas hingga menimbulkan kesan elegan.
Suasana lengang turut menjadi saksi betapa pernikahan itu dilakukan dengan rahasia tanpa banyak tamu yang di undang. Hanya keluarga inti dari pihak Marcel yang mendominasi isi pesta, namun tak terlihat seorang pun dari pihak Karin, membuat Karin begitu miris dengan pernikahan yang sudah lama ia idamkan.
" Benarkah ini pernikahanku? Tanpa papa, tanpa sahabat atau bahkan tanpa rasa cinta dalam hatiku? " Batin Karin.
Satu per satu rangkaian acara sudah terlaksana, termasuk janji pernikahan. Karin akhirnya sah menjadi seorang istri dari CEO Abrison Group dengan cincin yang melingkari jari manisnya. Cincin yang tampak sederhana untuk ukuran pengusaha sukses, tampak tak sepesial seperti cincin pernikahan pada umumnya.
Marcel mulai menyapa tamunya satu per satu dengan Karin disampingnya. Karin dengan setia menggandeng tangan "suami" barunya dengan mesra layaknya pasangan bahagia. Jika tak mendapat ancaman, mungkin ia tak akan sudi menggandeng orang yang begitu dibencinya itu.
" Angkat wajahmu, jangan menunduk seperti anak anjing. Jangan sampai membuatku malu dengan sikapmu " Bisik Marcel pada Karin yang sejak acara di mulai, hanya menundukkan kepalanya dan akhirnya membuatnya geram.
Karin hanya mengangguk ringan menahan isak yang mungkin akan menerobos keluar jika ia membuka mulutnya yang terkatup sejak awal acara.
Setelah menemui beberapa tamu, Karin yang berjalan di samping Marcel pun mulai lelah. Karena tak terbiasa dengan sepatu hak tinggi, membuat kakinya terasa pegal. Sepatu itu mulai menggores beberapa bagian kulit kakinya. Ia mendengus kesakitan, membuat Marcel yang berada di sampingnya merasa tak nyaman.
" Ada apa? " Tanya Marcel melirihkan suaranya.
" Kakiku sakit, bisakah aku beristirahat di kursi taman itu? '' Karin menunjuk ke arah taman yang berada di luar mansion yang hanya dibatasi dinding kaca berukuran besar sehingga terlihat dari ruangan pesta.
"Pergilah... '' Ucap Marcel dengan nada kesal.
Karin tak menyia-nyiakan waktunya dan segera berlalu menuju taman. Ingin segera mengistirahatkan tubuh dan kakinya yang menegang karena sepatu hak tingginya.
🍁🍁🍁
Mama Selena akhirnya menyapa Marcel yang sedang menikmati minumannya di tengah tamu yang masih berbincang.
" Cel.... " Panggil mama Selena, membuat Marcel sontak menoleh menatap wajah mamanya.
" Dimana kamu menemukan gadis itu? " Tanya mama Selena dengan pertanyaan menohok.
" Bukan urusan mama... " Jawab Marcel sinis.
" Cel..... "
Mama Selena mulai naik darah, menaikkan nada suaranya sampai beberapa oktaf, namun Marcel yang didepannya masih tak menghiraukan dan memilih meminum minumannya.
" Bukankah Michelle sangat sempurna untukmu, sedangkan gadis itu, cih...sangat memalukan.... "
Mama Selena tersenyum getir memandangi Karin yang sedang duduk seorang diri di bangku taman. Tatapan sinis penuh kebencian terpancar jelas melalui sorot matanya.
" Cukup ma.... " Ucap Marcel mulai tidak nyaman dengan arah perbincangannya.
" Tidakkah kamu berpikir sudah mengecewakan mama dan almarhum papa? Bagaimana bisa.... " Belum selesai mama Selena dengan kalimatnya, Marcel langsung menebasnya begitu saja.
'' Jangan bawa-bawa papa yang sudah tenang ma. Jangan bicarakan Michelle dihadapanku lagi, aku sudah muak "
Tak ingin lebih terprovokasi, akhirnya Marcel berlalu meninggalkan mamanya dengan raut wajah kesal.
_____________
Hi readers tersayangku....
Maaf updatenya lama yah
Selalu dukung author dengan like, komen, dan vote
Happy reading guys 💞💞💞
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏