Berawal dari pertemuan pertama kali di salah satu mall di daerah Bekasi, dimana mereka yang bekerja sebagai SPG/SPB di salah satu toko HP. Pertemuan pertama tidak terduga itu ternyata berujung dengan CINTA, namun Wulandari selain bekerja menjadi SPG ia juga kuliah di salah satu kampus di daerah Jakarta dan juga bekerja sebagai Staff administrasi di daerah Jonggol. Singkat cerita Ibrahim mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu angota Prajurit Tentara Angkatan Laut (AL). Lika liku percintaan mereka di uji oleh hadirnya banyak Wanita di sekitar Ibrahim dan membuat Wulan ragu akan keseriusannya. Jarak yang membuat mereka di pisahkan oleh Negara karena pekerjaan Ibrahim itu.
"Apakah hubungan Wulan dan Ibrahim akan bersatu di pelaminan atau Apakah Wulan dan Ibrahim akan menjadi teman saja?"
Mari kita simak saja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon willyandarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8.KULIAH
Pagi hari Pukul 04.30 WIB suara adzan telah berkumandang , matahari sudah mau terbit di langit suara ayam jago telah berkokok dengan merdu.
Wulan bangun untuk mandi dan shalat subuh, Setelah selesai mandi dan shalat subuh Wulan langsung ke bawah untuk membantu ibu menyiapkan makanan.
Di meja makan sudah tersedia makanan telah di siapkan oleh ibu.
"Selamat pagi ma!" Sapa Wulan.
"Pagi Sayang." Jawab Mama.
"Ma sinih aku bantu buat siapin sarapan." Pinta Wulan.
"Yasudah kak ini tolong taruh di atas meja ya." Ucap Mama.
"Baik Ma. Oh iya ma masa tadi aku pas main di mall ketemu sama Ibrahim teman aku dulu waktu SMP rumah nya dekat rumah eyang." Jawab Wulan.
"Oh yang Ibunya sedikit sombong itu kak?" Tanya Mama.
"Bukan sombong sih Ma. Cuman agak tinggi aja nada bicaranya." Ucap Wulan.
"Sama saja Sayang." Jawab Mama.
"Dari kelihatannya sih dia kerja di mall Ma. Cuman Kakak kurang yakin, soalnya Kakak tau dia kerja di perusahaan bukan kerja di mall." Jawab Wulan.
"Mungkin kontraknya sudah habis kali kak jadi dia kerja di sanah." Jawab Mama.
"Iya kali ya ma. Yaudah kita makan dahulu." Jawab Wulan.
"Mama pangilkan adik-adik kamu dulu. Kamu makan dulu sanah nanti kamu terlambat bekerja." Ucap Mama.
"Baik ma." Jawab Wulan.
Wulan sarapan duluan karena dia takut terlambat bekerja. Kemudian mama serta adik-adiknya tiba di ruang makan.
"Sudah selesai makan nya kak?" Tanya Mama.
"Sudah Ma. Yaudah aku berangkat dulu ma karena hari sudah semakin siang. Assalamuallaikum!" Ucap Wulan.
"Iya sayang hati-hati di jalan, Waalaikumsalam." Jawan Mama.
"Iya Ma." Jawab Wulan.
Wulan langsung meningalkan rumah dan menuju ke tempat kantor. Wulan pun sampai di tempat kerja.
Pagi hari Pukul 07.30 WIB di kantor Wulan bekerja , suasana pagi cerah di temanin burung-burung berkicau merdu sekali.
Wulan tiba di kantor sedikit tergesa-tergesa karena takut terlambat.
"Kenapa kamu Lan tergesa-gesa seperti itu?" Tanya Diana.
"Aku kayanya terlambat mba." Jawab Wulan.
"Yaallah Lan coba kamu lihat jam sekarang sudah jam berapa ?" Tanya Diana.
"Itu jamnya tidak salah mba?" Tanya Wulan yang kaget.
"Tidak Lan itu benar kok. Kamu datang nya tidak terlambat kali ini." Ucap Diana.
"Yaallah aku kira terlambat makanya tadi aku buru-buru datang. Soalnya aku tidak enak jika terlambat terus." Ucap Wulan.
"Tenang kok Lan di sinih kita orangnya pengertian jadi tidak akan ada yang berani ngomongin kamu. Jika ada yang berani aku jamin orang tersebut bakalan keluar dari kelurahan ini." Jawab Diana.
"Terimakasih ya mba sudah mau bantu Wulan." Ucap Wulan.
"Sama-sama Lan , Kamu sudah mba angap sebagai adik sendiri kok Lan." Jawab Diana.
Muhammad tiba di kantor.
"Kayanya seru ini pagi-pagi sudah bergosip ria." Ledek Muhammad.
"Hush kalau ngomong sembarangan saja kamu. Kita tidak lagi bergosip iya kan Lan?" Tanya Diana.
"Iya benar apa yang di bilang sama mba Diana." Jawab Wulan.
"Kamu masih saja membela dia Lan." Jawab Muhammad.
"Aku tidak membela dia kak , Karena aku ngomong fakta kak." Jawab Wulan yang terkekeh.
"Yasudah kamu duduk saja di bangku kamu lalu sambil nunggu yang lain datang dan nunggu bell masuk tiba." Jawab Muhammad.
"Baik kak , Wulan ke bangku dulu kak." Jawab Wulan.
"Iya." Seru Muhammad dan Diana bersamaan.
Bell pun berbunyi.
Ting...Tong...Ting...Tong...
Mereka kembali ke meja masing-masing untuk melakukan pekerjaan.
Ponsel Wulan berdering tanda pesan masuk.
Kring...Kring...Kring...Kring...
"Hari ini kalian ada jadwal mata kuliah apa?" Tanya Tasya.
"Aku hari ini jadwal nya bisnis management." Jawab Maria.
"Aku hari ini kalau tidak salah jadwal nya tentang akuntasi bisnis." Ucap Dessy.
"Kalau aku sih sekarang jadwal nya tentang pendidikan dasar." Ucap sopi.
"Sepertinya kita bakalan beda kelas. Karena hari ini aku mata kuliah hukum pidana." Ucap Wulan.
"Yasudah tidak apa-apa kita bisa kumpul di kantin nanti." Jawab Tasya.
Wulan melanjutkan kembali pekerjaannya sangat teliti dan segera menyelesaikan supaya nanti bisa segera berangkat ke kampus pas jam makan siang. Kemudian bell berbunyi , Wulan membereskan kertas yang berantakan di meja agar terlihat rapih.
"Mba Diana aku sudah selesai semua ini, Biasa tolong di cek kembali, pekerjaan aku takut ada yang salah terus hari ini aku ada jadwal kuliah jadi tidak bisa sampai sore." Bisik Wulan.
"Iya Lan tidak apa-apa kok. Yasudah Lan kamu pergi sanah nanti terlambat kuliah nya." Jawab Diana.
"Terimakasih mba Diana. Aku izin pamit dulu mba." Jawab Wulan.
Wulan pergi meningalkan kantor. Kemudian pesanan ojol datang , Wulan pergi menuju kampus. Setiba Wulan di kampus.
Sore hari Pukul 15.00 WIB di kampus penuh dengan mahasiswa membuat suana semakin ramai , hari semakin sejuk karena angin.
"Dimana mereka ya kok dari tadi tidak melihat. Apa aku coba hubungi mereka saja lah." Batin Wulan.
Wulan pun mengubungi teman-teman nya.
Bip...Bip..Bip...
"Hallo kalian ada dimana ?" Tanya Wulan.
"Sini Lan kita lagi ada di lapangan bola ini." Ajak Maria.
"Loh tumben kalian ada di situ?" Tanya Wulan.
"Iya cepat ke sinih, soalnya kita lagi melihat sesuatu dan kamu harus segera melihatnya." Jawab Maria.
"Iya ini mau menuju ke sanah." Jawab Wulan.
Sesampainya Wulan di sanah. Wulan mencari teman-temannya sambil celingak celinguk.
"Wulan sinih!" Seru teman-teman nya bersamaan.
"Ada hal apa sih kok kalian ke sinih." Ucap Wulan.
"Lihat noh ada anak break dance tampil dan kita ke sinih di suruh sama Maria." Ucap tasya sambil menunjuk ke arah nya.
"Aku kira ada apa." Ucap Wulan menoleh kearah yang di tunjuk Tasya.
"Masa kamu tidak tau sih kalau teman kita ini lagi suka sama seseorang lihat itu muka nya senang banget." Jawab Wulan.
Wulan pun menoleh ke arah Maria dan sambil memperhatikan raut wajah nya.
"Dari dulu sampai sekarang masih aja kamu suka sama anak dance ya Mar. Tapi tidak apa-apa aku ikut senang lihat kamu senang."Gumam Wulan.
Akhirnya anak break dance tampil mereka sorak-sorak atas penampilan super keren dari break dance kampus.
Anak break dance itu berangota 5 orang terdiri dari :
1.Danu
2.Dika
3.Diki
4.Dani
5.Dono
Ketuai oleh Dono. Setelah selesai tampil mereka mulai ke bawah untuk berkenalan.
"Eh ayo kita ke bawah, Aku penasaran sama yang pakai topi itu manis banget." Ajak Maria.
"Ih ada lagi yang cakep , yang pakai jaket levis itu loh." Seru Dessy sambil menunjuk ke arah tersebut.
"Itu kaptennya cakep banget tau." Ucap Sopi.
"Iya terserah kalian saja lah berpendapat tapi menurut kita yang lebih tampan cuman OPPA di drakor saja."Jawab Wulan serta Tasya.
"Ada yang berani tidak turun ke bawah buat kenalan?" Tanya Maria.
"Aku kalau sendiri tidak berani lah malu tau." Ucap Dessy.
"Ayo aku temanin deh." Ajak Sopi.
"Aku tunggu di sinih saja deh kalian ke bawah saja ya." Jawab Wulan dan Tasya.
"Yah kalian mah tidak asyik ih ayo turun ke bawah dong sama-sama. Cuman kenalan aja kok tidak lebih habis dari sinih janji deh kita akan makan ya." Jawab Maria.
"Yaudah lah kita mengalah saja."Seru Tasya dan Wulan.
Mereka turun ke bawah untuk berkenalan sama anak break dance. Sesampainya mereka di bawah.
"Tasya kamu berani itu kenalan, Coba kamu wakilkan aku ya untuk kenalan nanti setelah dari situ aku baru berani kenalan karena aku bingung kalau awal mulai duluan gimana." Ucap Maria.
"Yah aku lagi kan yang kena." Ucap Tasya.
"Sudah Tasya tidak apa-apa demi teman bahagia. Semangat." Jawab Wulan.
"Ah kamu mah Lan cuman bisa semangatin saja , Ayo sinih bantu aku juga buat kenalan aku juga malu tau sendiri." Ajak Tasya.
"Yah jangan aku dong aku kan tidak tertarik sama mereka tau." Jawab Wulan.
"Yasudah aku ajak Sopi saja deh soalnya tadi dia sama Maria yang paling semangat." Ucap Tasya.
"Itu ide yang bagus."Jawab Maria dan Wulan.
"Buruan ih nanti kita susul kalau kalian sudah bicara ya."Ucap Dessy.
Mereka langsung menuju ke arah lapangan untuk berkenalan.
"Tasya kamu duluan sih aku malu." Ucap Sopi.
"Apaan kamu, Sama-sama lah kita aku tidak mau tau." Ajak Tasya.
Tasya mengandeng tangannya Sopi.
Di tengah lapangan bola mereka sedang asyik latihan break dance karena cuacanya sedang sangat bersahabat.
"Haii." Seru Tasya dan Sopi bersamaan sambil tersenyum.
Namun tidak di gublis oleh mereka karena suara radionya terlalu besar jadi tidak ke dengaran.
Wulan, Maria serta Dessy hanya ketawa saja dari kejauhan. Tasya serta Sopi naik ke atas untuk menyeret Wulan ke bawah karena bagi mereka jalan satu-satunya adalah Wulan yang paling wajahnya lumayan di bandingkan mereka semua.
"Tenang Sopi aku punya cara lain kita seret Wulan saja karena jalan yang paling ampuh adalah menyeret Wulan." Ucap Tasya.
"Oke setuju." Jawab Sopi.
"Pirasat aku tidak enak ini ya." Gumam Wulan.
" Kalian kenapa lagi ke atas sudah dapat belum naman nya siapa ?" Tanya Wulan.
"Ayo kamu ikut kita ke bawah ini jalan satu-satu nya."Jawab Tasya dan Sopi menarik tanggan Wulan.
"Wow selow-selow aku bisa jalan sendiri kok. Pasti kalian minta bantuan aku buat kenalan gara-gara aku ikut bergabung di BEM. Aku sudah bilang aku males kenalan sama cowo." Jawab Wulan.
"Apa kamu tidak tega Lan lihat teman kamu bahagia , Cuman tau nama nya saja kok habis itu kita kembali ke kelas!!!." Seru Wulan.
"Bukannya begitu yang jadi masalah itu kamu tau kan aku pernah menolak salah satu angota BEM. Masa iya sekarang aku beranikan diri buat kenalan nanti yang ada aku malah kena gosip, Sudah lah aku tidak mau nanti urusannya panjang dan aku tidak mau ribut." Jawab Wulan.
"Please Lan kali ini saja kita mohon." Jawab Maria, Sopi serta Dessy memelas.
"Itu mereka sudah memohon sama kamu masa tega sih lihat mereka." Ajak Tasya.
"Baik lah kali ini saja Wulan bantu habis dari situ tidak ada lagi namanya kenalan sama cowo." Jawab Wulan yang mengalah.
"Baik Lan. Terimakasih."Jawab Maria, Sopi serta Dessy.
"Dasar teman-teman sialan jadi aku lagi yang kena, Yaallah semoga tidak ada isu apa pun setelah ini."Gumam Wulan.
Sesampainya mereka di bawah lapangan.
Di lapangan mereka sedang asyik latihan break dance untuk lomba antar kampus dan karena suasananya bagus.
"Haii kak!!!." Sapa Wulan tersenyum.
"Loh kamu kan salah satu anak BEM dan anak Hukum kan ?" Tanya Dono.
"Iya kak." Jawab Wulan.
"Ada apa kamu ke sinih?" Tanya Dono.
"jadi aku ke sinih di minta sama teman aku untuk berkenalan sama kalian semua. Apa boleh aku dan teman-teman aku berkenalan?" Tanya Wulan.
"Serius kamu mau kenalan sama kita?" Tanya Dono.
"Iya kak , Memang nya ada yang salah ?" Tanya Wulan.
"Tidak ada sih, Cuman setau saya kalau anak Hukum itu pada sombong apa lagi kamu salah satu angota BEM masa iya mau kenalan sama kita yang kalangan biasa saja." Jawab Dono.
"Loh memang nya kita kalau mau berteman harus memilih ya kak dari status sosial nya?" Ucap Wulan.
"Sumpah ini orang nyebelin banget. Kalau bukan karena teman-teman yang minta aku mana sudi buat kenalan sama mereka yang angkuh itu."Gumam Wulan.
"Sebentar aku pangilkan teman-teman aku dulu ya." Ucap Dono.
"Iya kak aku tunggu ya." Jawab Wulan.
Dono memangil temannya. Kemudian teman-teman mereka datang. Mereka langsung berkenalan.
Satu persatu mereka berkenalan dan kini giliran Wulan berjabat tangan untuk berkenalan namun tidak menyangka di lihat oleh Aldi dan Aldo pada saat itu Wulan tolak karena menurut Wulan Aldi menyatakan cinta tidak serius. Aldi melihat sendiri kalau Wulan berjabat tangan dan berkenalan memberanikan diri.
"Astagfirullohalazim yaallah bahaya ini bisa celaka aku bisa gawat ini jadi berita heboh lagi."Gumam Wulan.
"Oh jadi seperti ini Lan kamu menolak cinta aku dan berkenalan sama orang lain yang level nya di bawah kita." Ejek Aldi.
"Jaga mulut kamu yang tidak sopan seperti itu sama orang lain. Kita sama-sama belajar dan menuntut ilmu di sinih aku tidak membeda-bedakan mereka semua dari status apa pun. Karena aku juga dari kalangan keluarga sederhana." Jawab Wulan.
"Ingat Lan kita itu angota BEM kamu tau sendirikan kalau yang sudah bergabung di BEM itu seperti apa di kampus ini." Ejek Aldi.
"Aku tidak peduli Aldi, Karena aku di sini hanya berkenalan saja kok tidak lebih dan aku hanya membantu teman aku kenalan saja kok." Ucap Wulan.
"Alah itu mah bisa-bisa nya kamu saja Lan bilang saja kamu pengen kenalan sama dia. Aku tidak menyangka kalau selera kamu sangat lah rendahan." Ejek Aldi ketawa jahat.
"Tolong jaga ucapan kamu itu. Aku yakin kalau sikap kamu yang seperti ini tidak ada cewe mana pun yang suka sama kamu." Ucap Wulan tegas.
"Awas saja kamu Lan tunggu pembalasan aku. Karena kamu sudah menolak aku dan berbicara seperti itu di depan umum." Ancam Aldi.
"Kamu yang mulai duluan bukan aku." Jawab Wulan nada tinggi.
Aldi meningalkan Wulan dan teman-temannya di tengah lapangan.
"Tunggu saja kamu Wulandari pembalasan dari aku seperti apa. Karena kamu sudah menolak aku dan bikin malu aku di depan umum karena tidak ada wanita mana pun yang menolak aku selain kamu Lan aku akan membuat kamu menyesal telah menolak cinta aku."Gumam aldi.
Setelah mereka berkenalan Wulan pamitan kepada mereka semua.
"Terimakasih ya sudah mau kenalan sama kita dan Maaf aku pamit dahulu." Ucap Wulan mata tersembab.
"Lan kamu tidak apa-apa ?" Tanya Dono.
"Iya Don, Wulan tidak apa kok kalian ngobrol saja Wulan harus ke kelas karena masih ada jadwal mata kuliah." Jawab Wulan.
Wulan pun meningalkan mereka semua dan masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan mata kuliah.
sukses...semangat
-jatuh cinta dengan ardan
-my bodyguard panji
Ditunggu kedatangannya di Chapter Our Love🍀
3 like mendarat.
semangat yahh 🥰